🌺 Arsenio Putra Atmadja * Bianca Mahendra 🌺
Judul sebelumnya "Aku Ingin Hidup Sekali Lagi!"
Sebuah janji sepuluh tahun lalu membawa Bee dan Arse bertemu kembali dalam situasi rumit.
Bee yang menjadi arwah karena koma mencari cara untuk kembali ke tubuhnya dan mempertemukannya dengan Arse sang penyelamatnya yang dianggapnya sebagai jodohnya kelak.
Hingga akhirnya Bee menyadari cara kembali ke tubuhnya adalah dengan menyadari perasaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerah?
...
Three Lion King akhirnya mendatangi alamat dimana Mbah Wijen berada, dengan menggunakan mobil mewah mereka masing masing. Keluar dari mobil mereka bertiga berjalan dengan gagahnya kacamata hitam bertengger pada ketiga lelaki bule tersebut menambah kesan, manly.
Tidak susah untuk mendapatkan sebuah alamat bagi mereka, sebagai orang yang berkuasa dengan uang bisa membuat segalanya mudah.
Bianca dibuat terheran heran bagaimana bisa dikelilingi bule tampan dan kaya di negeri ini. Entah baginya ini sebuah keberuntungan atau sebaliknya yang dipikirannya semoga Mbah Wijen bisa melihat dan membantunya, agar dia bisa terlepas dari tiga bule aneh itu.
Sampai di depan rumah tampak seorang pria mendatangi tiga bule tersebut, karena sebelumnya memang sudah diberitahu kalau mereka akan datang. Pria tersebut adalah sang asisten Mbah Wijen, mereka sampai menutup praktek mereka demi menyambut ketiga orang berkuasa tersebut.
"Selamat datang Tuan," sapa sang asisten tersebut.
Ketiga pria itu pun mengikuti langkah sang asisten yang ada didepannya.
"Mbah Wijen sudah menunggu Tuan semua."
Arse, Chris dan Sam tampak ragu untuk melangkah masuk ke dalam seumur hidup baru kali ini mendatangi tempat seperti ini, ini untuk pertama dan terakhir kalinya untuk mereka. Karena mereka tidak akan mau lagi melakukan hal aneh seperti sekarang.
"Kalau bukan karena kau, aku tidak akan mau datang di tempat seperti ini," ucap Sam kesal.
"Ingat bocah tengik ini untuk pertama dan terakhir kalinya!" ancam Chris.
"Kalian pikir aku mau? Ayo cepat kita masuk!"
Bianca hanya bisa mengikuti mereka dari belakang dengan harap harap cemas. Semoga ada jalan keluar dan dia cepat kembali.
Atmosfer saat masuk kedalam sangat mencengkam, Mbah Wijen hanya menatap tiga pria bule dengan tatapan tajam. Yang ditatap bergidik ngeri, tidak ada satupun diantara mereka yang membuka suara.
"Jadi ada apa kalian kemari? kalian tahu kan sampai aku menutup tempat ini hanya untuk kalian?"
"Hem.. kami kesini ingin menanyakan apakah Mbah bisa mengembalikan sebuah arwah kembali ke tubuhnya?" Akhirnya Arse membuka suara.
"Mengembalikan arwah orang mati?" Mbah Wijen tampak heran.
"Bukan, gadis itu sedang koma dan mengikutiku terus," Arse berkata seraya menunjuk dimana Bianca berada.
"Mana?"
"Itu Mbah!"
"Sepertinya kalian salah sangka! Aku bisa melihat hantu bukan yang setengah hantu," kata Mbah Wijen.
"Jadi Mbah tidak bisa mengembalikannya?" Arse tampak kecewa.
"Bagaimana mungkin aku bisa mengembalikannya jika aku saja tidak bisa melihatnya!"
"Tapi setidaknya cari cara agar dia kembali Mbah, mungkin Mbah punya solusi?"
"Untuk kasus seperti ini, aku tidak menemukan solusi."
"Apa maksud Mbah?"
"Dia harus menyerah karena tidak akan mungkin kembali," jawab Mbah Wijen dengan santainya.
"Apa?"
"Heh, kau tuli ya! Dia bilang menyerah jadi tidak ada solusi lagi," Sam menimpali.
Mereka pun pergi meninggalkan tempat Mbah Wijen dengan perasaan kecewa.
Saat Arse, Chris dan Sam keluar, Mbah Wijen pun bernafas lega.
"Dasar bule bule aneh! Bisa bisanya berimajinasi seperti itu, untung aku dapat uang yang banyak. Sepertinya memang aku harus sering sering nongol di TV lagi, Asyik!"
...
"Jadi sekarang apa rencanamu?" tanya Chris.
"Aku tidak tahu, kenapa juga harus aku yang bisa melihatnya!" Arse tampak frustasi, bagaimana pun dia punya sisi kemanusiaan juga. Dia melihat Bianca yang dari tadi diam saja, dilihat dari raut mukanya gadis itu tampak memancarkan kesedihan yang mendalam.
"Sebaiknya kita cari paranormal lain saja" Sam mencoba memberi solusi lain.
"Aku tidak yakin akan berhasil, pasti ada alasan kenapa hanya aku yang bisa melihatnya," Ucap Arse, dia memang merasa janggal sepertinya ada sesuatu yang terlewatkan.
Bianca yang dari tadi hanya terdiam akhirnya menghampiri Arse untuk meminta bantuan untuk terakhir kalinya, dia sudah memutuskan sesuatu.
"Tuan," panggil Bianca.
"Kau tidak perlu sopan begitu padaku, aku gagal membantumu," Arse pun menjawab tak enak hati padahal masalah Bianca bukanlah urusannya, dan juga dia tidak mendapat keuntungan apa apa tapi entah kenapa dirinya merasa tak enak hati begini.
"Aku ingin minta bantuan untuk terakhir kalinya, antarkan aku ke rumah sakit."
"Kau yakin ingin kembali kesana?"
"Ya, seharusnya aku memang tidak melibatkanmu dan menyerah dari awal."
"Kau akan menyerah?" Arse tampak heran.
"Aku tidak tahu, antarkan aku saja."
"Baiklah, Lets Go!" Arse pun berlalu meninggalkan kedua sahabatnya yang masih merasa aneh Arse berbicara sendiri.
"Heh, jadi setelah minta bantuan kami kau pergi begitu saja! Ck!" teriak Sam.
"Aku mengantarnya pergi ke rumah sakit!" sahut Arse sebelum menutup pintu mobilnya.
"Akhirnya gadis itu menyerah ya?" tanya Sam.
"Mungkin memang seharusnya begitu kan, kita tidak bisa melakukan apa apa lagi," sahut Chris.
"Akhirnya si junior bisa bekerja hari ini iya kan," otak mesum Sam mulai meronta ronta.
"Taruhan 10M mereka akan main lebih dari dua ronde," Ucap Chris.
Keduanya pun tertawa bersama dan pergi meninggalkan tempat Mbah Wijen.
...
Didalam mobil Bianca hanya terdiam tenggelam dalam pikirannya, mungkin waktunya menyerah. Sepertinya memang tidak ada yang bisa membantunya sekalipun menemukan orang yang bisa melihatnya selain Arse belum tentu orang itu bisa mengembalikannya.
Dia terus merenungi atas sikapnya selama ini pada keluarganya, perlakuan pada Lili dan selalu bertengkar dengan Papanya. Apakah ini balasannya?
Disaat seperti ini dia begitu merindukan mama kandungnya, apakah saat mama tahu keadaanku dia akan datang menemuiku lagi?
Pertanyaan yang terlintas dipikirannya sekarang.
Sedangkan Arse yang sedang konsentrasi menyetir sesekali melirik Bianca, ada perasaan aneh pada dirinya. Seharusnya dia senang sekarang tidak ada yang mengganggu dan mengikutinya lagi tapi melihat raut muka Bianca membuatnya jadi ikut sedih.Apakah dia akan menyerah?
...
makin kesini makin kesana
endingnya bikin termehek-mehek.. 😭😭😭
wes g usah banyak komen, intinya cerita ini luar biasa banget..
jangan dilewatkan untuk dibaca.. 🥰🥰🥰
sehat2 terus ya kak..
jgn capek untuk terus berkarya...
mau lanjut baca oh my bee😘😍🤩🥰