NovelToon NovelToon
Sincerely Love Nayla

Sincerely Love Nayla

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Abil Rahma

Menikah dengan seseorang yang di cintai dan mencintai adalah impian setiap orang. Tetapi bagaimana jika pernikahan yang kita inginkan harus berakhir sebelum terlaksana. Karena suatu kejadian yang tidak di inginkan mempelai wanita harus kabur saat hari H pernikahan mereka. Dan seorang gadis sahabat dari sang adik siap menggantikan mempelai wanitanya, meski tanpa cinta. Ia melakukan itu sebab tidak ingin jika keluarga calon pengantin lelaki harus menanggung malu.

Dan apa jadinya jika harus menikah dengan orang yang di anggap sebagai adik sendiri? Dari sinilah awal mula kehidupan rumit Farhan Bayu Pradana dan Nayla Anindya Aditama. Mereka harus menjalani kehidupan rumah tangga tanpa adanya cinta.


Apakah mereka akan mencintai satu sama lain, atau sebaliknya rumah tangga mereka akan kandas di tengah jalan karena tiada cinta diatara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Tak Di Undang

Suara adzan subun bersaut-sautan membangunkan insan dalam peraduan. Dua insan yang masih setia bertahan dalam posisi sejak pertama memejamkan mata itu mulai terusik. Farhan dengan perlahan membuka matanya, yang pertama ia lihat wajah istrinya yang masih berada dalam pelukannya. Sepertinya ia nyaman sekali dalam tidurnya.

Farhan tersenyum melihat Nayla tidur seperti anak kucing nempel sama induknya. Ia jadi tidak tega jika harus membangunkan Nayla, dengan perlahan Farhan menarik tangan kirinya yang di jadikan bantal oleh Nayla. Pegal, kesemutan, tentu saja bahkan tangannya sulit di gerakkan, karena semalaman suntuk menjadi bantal.

Dengan susah payah, ia akhirnya bisa melepaskan tangannya, ia akan turun dari ranjang tapi ia urungkan ketika melihat tangan Nayla menarik tangannya yang tadi ia letakkan di atas pinggang Nayla.

Nayla bergumam tidak jelas, sepertinya gadis itu mengigau.

Setelah Nayla kembali tertidur dan tidak bergumam lagi, Farhan kembali menarik tangannya, kali ini berhasil lalu ia turun dari ranjang menuju kamar mandi.

Selesai berwudhu, ia mengganti pakaiannya dengan pakaian sholat, melihat ke arah ranjang ternyata Nayla masih tertidur pulas. Ia akan membangunkan gadis itu setelah pulang dari masjid, karena sepertinya sebentar lagi iqomah.

Setelah menyelesaikan sholatny, Farhan buru-buru pulang, ia teringat Nayla. Jika gadis itu belum bangun. Sesampainya di dalam kamar ternyata dugaannya benar, bawha Nayla belum bangun, bahkan posisi tidurnya masih sama.

Farhan mendekat, ia duduk di sisi ranjang, menepuk-nepuk pipi gadis itu dengan pelan.

"Nayla bangun, sudah siang," ucapnya, masih menepuk pipi Nayla.

Nayla menggeliat, perlahan membuka matanya. Terkejut saat melihat Farhan berada di hadapannya, ia pun langsung duduk.

"Jam berapa ini?" tanyanya. Ia melihat ke arah jam dinding.

"Kenapa aku enggak denger adzan subuh ya, berarti Mas Farhan udah pulang dari masjid?" tanyanya, ia mengira Farhan baru akan berangkat ke masjid, tapi setelah melihat jam yang hampir setengah enam, ia yakin jika Farhan baru pulang dari masjid.

Farhan mengangguk, "Iya, sana kamu sholat, waktu subuh hampir habis," titahnya.

Nayla pun turun dari ranjang, ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

Sedangkan Farhan, memilih membaca beberapa ayat suci sebelum melakukan aktifitas pagi ini.

Nayla yang melihat itu kekagumannya pada sang suami jadi bertambah-tambah, pasalnya ia jarang sekali membaca ayat suci.

Setelah selesai sholat, Nayla melepas mukenanya. Ia ingin memasak lagi, membuat sarapan untuk mereka berdua.

¤¤¤

Saat lagi asyik memasak tiba-tiba terdengar bel rumahnya berbunyi.

Ting Tong

Ting Tong

Ting Tong

"Siapa pagi-pagi begini bertamu?" ia bergumam sendiri. Saat akan melangkah, suara seseorang mengurungkan niatnya.

"Kamu lanjut masak aja, biar aku yang bukain pintu," itu suara Farhan, ia tadi berniat mengambil air minun tapi urung saat mendengar bel rumahnya berbunyi.

"Iya Mas," Nayla kembali melanjutkan acara memasaknya. Ia sibuk mencicipi masakannya, sambil melihat ponselnya yang menampilkan seorang koki sedang membuat menu yang sama.

Sedangkan Farhan terkejut dengan tamu yang datang pagi-pagi buta seperti ini.

"Mana Nayla?" tanya sang tamu.

"Dia itu sekakarang Kakak kamu Dek, jangan panggil dengan sebutan nama aja," protes Farhan pada adiknya. Ya tamu yang datang itu adalah adik dan suaminya.

Icha hanya menyengir, "Iya maaf, sudah terbiasa Kak, di mana kaka iparku itu?" tanya wanita hamil itu.

"Ada di dapur," jawab Farhan.

Icha melenggang menuju dapur, ia memang sudah hafal tata letak rumah itu, karena sebelumnya pernah beberapa kali datang ke sana.

"Maaf Kak, Icha memaksa datang ke sini setelah sholat subuh tadi, padahal Mama sudah melarangnya, tapi Kak Farhan tahu sendiri seperti apa wanita hamil itu," ucap Al, suami Icha.

"Tidak masalah, asal enggak nyuruh manjat pohon buat metik mangga lagi," Farhan terkekeh mengingat kejadian setahun lalu, saat adiknya itu hamil pertama.

Al pun ikut terkekeh mengingat kejadian itu, untung saja hamilnya yang kali ini tidak ngidam aneh-aneh seperti waktu itu.

Farhan pun membawa Al duduk di ruang keluarga.

¤¤¤

"Masaknya yang banyak ya, aku mau sarapan di sini," suara itu Nayla hafal sekali, ia menoleh ke arah suara tersebut yang ternyata orangnya berada di belakangnya.

"Icha, kamu ternyata yang datang? Bumil pagi-pagi udah keluyuran aja," ucapnya.

"Mau ganggu pengantin baru, ini kan minggu pasti kalian libur, dan aku datang buat ganggu liburan kalian," ucap Icha lalu ia menghampiri kakak iparnya itu.

Nayla jadi teringat, jika semalam mereka berencana pergi ke pantai, tapi pasti tidak jadi karena Icha datang. Ia tidak begitu menyesalinya, karena suatu saat pasti ada kesempatan lagi.

"Enggak gangguin kok, justru seneng karena di hari minggu ada temen ngobrol," jawab Nayla santai.

"Masak apa Nay?" tanya Icha, "Eh tunggu, sejak kapan kamu bisa masak?" tanyanya lagi.

Nayla tidak menjawab, ia hanya tersenyum lalu memperlihatkan ponselnya.

"Pantes aja, semangat masaknya, aku tunggu hasil masakannya." Icha mengedipkan sebelah matanya, lalu ia melangkah keluar dari dapur.

Untung saja, Nayla masak lebih banyak hari ini. Jadi tidak menambah masakannya lagi.

"Bik, buatkan minum untuk tamu kita," titah Nayla pada pembantunya, karena kebetulan pembantunya itu datang.

"Baik Non," jawab pembantu itu.

Setelah menyelesaikan masaknya, ia ingin menyegarkan dirinya terlebih dahulu, sebelum mengajak semuanya sarapan.

Saat akan menaiki anak tangga, ternyata ke dua tamunya dan sang suami sedang berada di ruang keluarga. Nayla pun menghampiri mereka

"Aku mandi dulu ya," pamitnya, setelah di angguki oleh semuanya ia pun menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Mengambil baju ganti dan handuk, lalu ia masuk kamar mandi. Beberapa menit kemudian ia keluar kamar mandi dengan wajah yang sudah lebih segar. Ia mengernyitkan dahinya saat melihat Farhan duduk di sofa.

"Mas, kok di sini, enggak temani mereka?" tanyanya.

Farhan beranjak dari duduknya, "Nungguin kamu," ucapnya. "Sepertinya kita enggak jadi jalan-jalan, kamu enggak apa-apa kan?" tanya Farhan saat sudah berada di hadapan Nayla. Ia takut Nayla akan kecewa.

Nayla tersenyum, "Tidak masalah, lain waktu kan bisa," jawabnya. Ternyata pikiran Farhan salah, Nayla tidak memepermasalahkan hal itu.

Farhan pun membalas senyuman Nayla, "Syukurlah, kalau kamu tidak keberatan. Sebagai gantinya, nanti malam kita makan di luar, bisa sambil nonton juga kalau kamu mau," ucapnya.

Nayla mengangguk, "Boleh deh, aku mau-mau aja," timpal Nayla.

Mereka tidak mungkin ke pantai, karena Icha pasti akan lama di sana. Karena mereka berencana ke pantai di pagi hari, ternyata tak terduga adiknya lebih dulu datang, bahkan sebelum matahari muncul ke permukaan.

"Yaudah, aku keluar dulu temui mereka," pamit Farhan, ia pun keluar menemui adik dan adik iparnya yang masih asyik di ruang keluarga.

Setelah memoleskan make up sedikit di wajahnya, Nayla pun keluar kamar, ia akan menemui sahabatnya itu.

Bersambung....

1
Febby fadila
Alhamdulillah selamat ya buat Farhan dan nayla semoga amanah dlm menjalani peran sebagai orang tua 👍👍🥰🥰
Febby fadila
extra sabar ya mas bumil lagi ngambek
Febby fadila
siapa lagi ini
Febby fadila
itulah klw hati sellu diselimuti dengan iri dan dengki pada orang lain, jadi ujungx menyesal pun percuma, Rita rita sabar aja tungguh hukumanmu sampai selesai
Febby fadila
tenyata sikap seseorang tidak tergantung dengan selama apa kita saling mengenal dan selama apa kita saling percaya klw rasa iri dan obsesi menguasai hati bakalan goyah dan tidak memikirkan nasib kedepannya gimana
Febby fadila
terus waspada Farhan jangan lengah apa lagi menyangkut tentang Nayla istrimu
Febby fadila
hmmm Farhan cek semua berkas dong jangan sampai si Rita mencuri berkas penting
Febby fadila
hmmm sekarang tugas kamu Farhan harus jaga ketat istrimu jangan sampai si Rita itu berniat untuk mencelakai istrimu
Febby fadila
pelakor sdah mau beraksi rupanya betul kata Icha klw Rita itu wanita nggak baik
Febby fadila
Nayla kamu kok sampai segitux, posesif banget apalagi dengar cerita mamanya tambah pikiran
Febby fadila
semoga aja Farhan nggak kejebak atau apalah yg bisa buat rumah tangganya retak
Febby fadila
sabar ya Dika, bos kamu itu nggak bakalan macam² sama kamu selagi pawangx ada disamping 🤣🤣🤣
Febby fadila
aku yakin pasti si Farhan bakalan suru Dika pakai parfum yg Nayla nggak suka cium 🤣🤣🤣
Febby fadila
bagus sekali ngidam nya Nayla 🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
alhamdllah semoga sellu bahagia, tp masih penasaran sama siapa yg mau menghancurkan Farhan 🤔🤔
Febby fadila
alhamdllah selamat ya nay semoga sellu sehat sampai lahiran nanti
Febby fadila
semoga sdah ada mengisi rahimnya Nayla biar nggak sedih terus ya
Febby fadila
sabar ya mas istrimu mau kasih kejutan klw dia mau hijrah
Febby fadila
semoga hijrah nya bermafaatnya nay
Febby fadila
semoga aja bukan Dika ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!