Tiba-tiba aku terbangun dan masuk ke dalam Novel yang pernah aku baca.
Sungguh mengejutkan !
Karna aku saat itu sedang pergi bekerja tapi tertabrak mobil yang ugal-ugalan.
Bagaimana hidup ku kedepannya?
Aku di sini menjadi pemeran figuran yang akan mati demi pemeran utama wanita.
Demi apa????aku harus nerima kematian demi sahabat yang bakal nusuk aku dari belakang????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iin dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Setelah surat itu datang..itu lah awal mula kesibukan menghampiri ku.
Semuanya memang telah di siapkan oleh Bruto..tapi aku juga sibuk mempelajari tata Krama untuk pernikahan.
Aduh...punggung ku rasa nya mau patah semua.
Untung ada Lili yang malam nya memijat tubuh ku.
Mandi dengan rendaman air hangat beraroma bunga membuat ku jadi rileks saat tidur.
'' Apa kakak lelah?'' kata Marco yang ikut memijit tangan ku
'' Hu um....badan kakak sakit semua...'' rengek ku
'' Tuan muda baik sekali ya....'' kata Lili
'' Aku kasihan melihat kakak yang merintih terus...'' kata Marco
'' Terima kasih Marco....Lili juga....'' kata ku
Tak lama karna mata ku terasa berat,aku jadi tidur duluan.
Pagi nya aku memeluk erat Marco yang tidur di samping ku.
Marco yang merasakan pelukan ku langsung merangkul ku dengan erat.
CUP. CUP CUP
Ku hujani kecupan di wajah Marco...
'' Selamat pagi sayang.....masih mau tidur kah...kakak gak bisa main sama kamu akhir-akhir ini...jangan marah ya....'' bisik ku
Marco tak menjawab tapi malah makin mengusel ke dekapan ku.
'' Eiiyyy manja banget ya....'' kata ku
Ku usap rambut nya dengan lembut...
'' Baiklah....ayo kita tidur sebentar lagi sampai Lili menghampiri kita'' kata ku
Ku tarik selimut sampai menutup tubuh kami berdua...
Aku gak ngantuk lagi,tapi aku senang memeluk Marco.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Hari pernikahan tiba....
Gaun putih panjang menempel di tubuh ku...
Istana juga di hias dengan indah...
Suara meriah sampai terdengar di kamar ku yang di istana...
Aku bisa membayangkan betapa meriahnya di luar...
Karna kalau pernikahan sekelas Raja pasti meriah banget.
Tinggal aku yang berada di kamar sedang gugup menunggu di panggil untuk turun ke aula.
Semalam ayah sudah puas menangis untuk melepas ku menikah.
Aku merasa terharu akan kasih sayangnya ....
Dan ketika tiba aku di panggil untuk turun Ayah menjemput ku..
Aku berjalan dengan menggandeng lengan ayah ku...
Taburan bunga yang di bawa pengiring membuat suasana tampak romantis.
Ku lihat laki-laki tampan berdiri menatap ku di depan aula....
Badannya yang tegap sangat cocok memakai baju kekaisaran...
Tampak senyum mengukir wajah nya sambil menatap ke arah ku...
Para tamu undangan juga melihat dengan tenang...
Ayah menyerahkan tangan ku pada Felix...
Tampak air mata ayah menetes di pipinya...
Tapi tiba-tiba Ayah menarik dan memeluk ku....
Perasaan haru menyelimuti seisi aula...
'' Ayah sayang kamu anak ku....berbahagia lah...'' bisik Ayah
'' Aku juga sayang ayah...'' balas ku
Air mata yang telah ku tahan akhirnya jatuh juga...
Ayah melepaskan pelukan dan menyerah kan tangan ku pada Felix..
'' Saya serahkan putri tercinta saya...tolong jaga dia'' kata nya
'' Saya berjanji akan menjaga Estelle....'' kata Felix
Prosesi pernikahan pun berlanjut dengan hikmad.....
Pengesahan aku sebagai istri sekaligus Ratu pun selesai...
Acara terus berlangsung...
Aku bahkan sudah pusing dengan ucapan selamat dari Raja dan Ratu Negara lain.
Hingga tiba malam nya adalah pesta....
Aku telah berulang kali mengganti baju....
Kini aku memakai dress merah marun yang menampakkan lekukan tubuh ku sehingga terlihat sexy.
Aku gak tau siapa yang telah menyiapkan semua ini..tapi setelah pesta akan ku interogasi mereka.
Lagi-lagi aku harus berdansa dengan Felix...
Walaupun aku sudah belajar dansa,tapi aku tetap merasa kaku.
Ujung-ujungnya kejadian waktu itu terjadi lagi...
Aku berdansa dengan berada di atas kaki Felix...
Tapi kali ini aku benar-benar menikmati suasananya...
'' Kamu cantik..'' kata Felix yang terus dia ucapkan sejak pagi
'' Sudah tak mempan lagi rayuan mu di telinga ku...'' jawab ku
'' Aku serius....'' goda Felix
Serangan wajah tampan nya yang tersenyum membuat ku merona...
Ini terlalu sempurna untuk Felix....
Acara pun terus berlanjut hingga larut...
Aku sudah tak kuasa menahan kaki ku yang terasa pegal.
Untung saja Marco dengan tenang bermain bersama anak-anak seusianya sejak tadi.
Kini dia sudah tertidur di temani oleh Lili...
Selanjutnya adalah acara bebas,jadi aku dan Felix pergi meninggalkan aula.
Semua orang tetap menikmati pesta walaupun kami tidak ada.
'' Felix...kaki ku sakit....'' rintih ku saat kami hendak ke kamar
Dengan segera dia mengangkat ku dalam dekapannya...
Aku yang kaget langsung merangkul lehernya....
'' Bilang dulu kalau mau gendong aku....'' sungut ku
'' Hehehe...'' kekeh Felix
Aku tak tau apa maksud dari tawa nya....
Tapi aku jadi curiga...
Sesampainya di kamar aku di letakkan di pinggir tempat tidur...
Felix membuka sepatu ku...
'' aow!'' kata ku
Ada rasa perih di kaki ku...
'' jangan bergerak..aku ambil obat dulu'' kata Felix
Dia pergi mengambil kotak obat yang ada di lemari..
Ku lihat kaki ku...
Ternyata tumit ku lecet...
'' Tahan ya..akan sedikit perih'' kata Felix
Ku gigit bibir bawah ku untuk menahan rasa perih ...
Felix melihat wajah ku yang menahan sakit,dia mempercepat tangan nya dalam mengobati kaki ku dan segera membalut luka ku dengan kain lembut.
'' Sudah..'' kata Felix yang mengusap rambut ku
Aku hanya mengangguk...
Felix mengembalikan kotak obat ke lemari...
Lalu menghampiri ku lagi dan duduk di samping ku.
'' Apa masih terasa sakit?'' tanya Felix
'' Sudah mendingan'' jawab ku
'' kaki mu tidak boleh terkena air,jadi jangan mandi. Sekarang kamu ganti baju saja...'' kata Felix
'' Baiklah...aku akan mengganti baju ku dengan baju tidur. Kamu keluar lah dulu'' kata ku
Felix mengerutkan kening nya...
'' Kenapa?'' tanya ku
'' Kamu lupa kalau kita sudah menikah? kok aku di suruh keluar?'' tanya Felix
'' Astaga'' kata ku sambil menepuk jidat ku
( aku lupa! )
Suasana berubah jadi canggung...
Aku malu...
Aku hanya duduk sambil memegang dress ku karna gugup...
Sepertinya Felix menyadari kegugupan ku...
'' Kamu malu..?'' tanya nya
'' Ya iya lah...'' guman ku pelan
'' Kamu harus membiasakan diri...aku adalah suami mu sekarang.'' kata Felix
Di pegangnya dagu ku...
Kini kami saling menatap...
'' Baik lah...'' kata ku
Dengan cepat ku alihkan wajah ku...
Pasti wajah ku tampak merona sekarang...
'' Ya udah...kalau gitu aku pergi mandi dan kamu ganti baju'' kata Felix
'' Setuju'' sahut ku
Felix tersenyum sambil menggelengkan kepala nya...
Dia mengusap rambut ku lalu pergi ke kamar mandi.
Setelah ku lihat dia masuk ke kamar mandi,aku langsung berdiri menuju lemari pakaian.
Ku ambil baju tidur yang sudah di siapkan sebelumnya...
Namun ada satu lah yang ku lupakan.,
Kenapa baju ini harus terpasang dengan kancing kecil-kecil yang berbaris banyak sekali di belakang sih....???
Btw, ceritanya kakak menarik banget meskipun aku cuma baca garis besarnya aja, keren kakaaak☺️