NovelToon NovelToon
Awakening Of The Demon Lords

Awakening Of The Demon Lords

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:87.9k
Nilai: 5
Nama Author: fardiyanto

Genre : Action, Adventure, Magic,Romance and Superpower.
[Jangan Lupa Like, Coment dan Vote buat mensupport author]

Ray pemuda dari Indonesia yang sedang berkuliah di Tokyo,Jepang. Dia hanya pemuda biasa yang berumur 23 tahun tetapi saat kecelakaan itu terjadi menimpa Ray, dia tewas dan di hidupkan lagi oleh suara yang tidak dikenal olehnya.

Kemudian jiwa dia ditransfer dari bumi ke Dunia yang menggunakan mana sihir,Dunia tersebut disebut Benua Alluria. Ray yang dihidupkan kembali di Dunia tersebut menjadi reinkarnasi Raja Iblis.

Bagaimana kelanjutan kisah Ray? Penasaran? Saksikan petualangan dari Ray dan nikmatilah cerita mereka.

NB : Apabila ada kesalahan dalam kata atau kalimat, mohon dimaklumi yha dan akan update sehari satu chapter saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fardiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19. Sampai di Tempat Mereka

Seminggu berlalu hingga hari terakhir latihan tiba semua pemuda-pemudi dan anak-anak semakin mahir dalam menguasai sihir mereka dan juga dari mereka bisa menghasilkan jurus mereka sendiri, Ray, Liliana, Leon dan Asdella sudah semampu mereka melatih mereka semua hingga Ray mengumpulkan mereka semua.

"Baiklah semua, kalian telah berhasil menguasai sihir kalian masing-masing, tujuanku melatih kalian semua untuk menjaga desa kalian ini dan kalian juga bisa melanjutkan latihan sihir di kota besar misalnya di Kerajaan Brithania, ataupun kekuatan itu untuk bekerja dan melindungi orang yang kalian sayangi..."

"...Disini aku telah memilih masing-masing kalian 3 kelompok baik itu pemuda laki-laki atau pemudi perempuan ataupun anak-anak, masing-masing kelompok itu dipimpin oleh 1 orang dari kalian jadi yang terpilih jadi pemimpin jangan sombong atau semena-mena akan kekuasaannya, saya disini memilihnya karena kekuatannya yang cukup kuat diantara kalian,mengerti." Jelas Ray.

Semua yang berkumpul gugup karena pemilihan tersebut membuktikan kalau mereka telah berlatih keras dalam latihan yang diberikan Ray. Lalu beberapa saat Mark kepala desa datang menuju ke arah Ray, "Bagaimana, Tuan Ray latihannya?" tanya Mark sambil berjalan ke arah Ray.

"Lancar meskipun ada sedikit kendala." sahut Ray dengan sopan.

"Ini sebentar lagi saya akan membuat kelompok untuk menjaga desa ini,Tuan Mark semoga anda menerimanya." lanjut Ray sambil menunjukkan kertas yang ada nama-nama yang berbakat dan cocok menjaga desa ini.

"Ehmm,..boleh juga aku setuju dengan pilihan,Tuan Ray." ujar Mark yang setuju dengan pilihan Ray.

Kemudian Ray mengumumkan nama-nama yang cocok menjaga desa ini, "Untuk laki-laki, kelompok Penjaga 1 dipimpin oleh Krosta, kelompok Penjaga 2 dipimpin oleh Brian, dan kelompok Penjaga 3 dipimpin oleh Luck...Untuk yang perempuan, kelompok 1 yang mengatur jadwal penjaga dan juga melindungi wilayah dalam desa dipimpin oleh Diana, kelompok 2 mengajarkan anak-anak dipimpin oleh Abel, dan kelompok 3 merupakan kelompok yang membantu warga desa dipimpin oleh Yaya...dan untuk anak-anak harus belajar dari kakaknya ini untuk membantu menjaga desa ini dan bagi pemuda pemudi ini diharap mengajarkan apa yang kita ajarkan ke kalian mengerti." ujar Ray.

"Baik,guru. Kami akan mengajarkan apa yang diajarkan oleh guru." jawab Krosta dengan lantang.

"Tentu,guru." sahut Diana.

"Baiklah,anak-anak ini adalah hari terakhir Bu Liliana mengajar kalian jadi selanjutnya akan diajari oleh kakak yang ada disini mengerti kalian semua." ucap Liliana ke anak-anak yang dibimbing oleh Liliana.

"Guru mau pergi." ucap Lili nama anak kecil yang mirip dengan Liliana.

"Iya guru disini hanya sebentar." ujar Liliana.

Semua anak-anal menangis karena ingin ditinggal gurunya.

Ray yang melihat Liliana terharu,lalu dia berpamitan ke Mark, "Tuan Mark, setelah melatih ini saya akan pergi untuk melanjutkan perjalanan ke rumah saya dan disana masih ada kerjaan juga serta saya berterimakasih telah diizinkan menginap di desa ini." ujar Ray sambil menghadap Mark.

"Kami yang seharusnya terima kasih ke Tuan Ray telah melatih pemuda kami untuk menjaga desa kami." sahut Mark yang juga berterima kasih ke Ray.

Saat perpisahan 2 gadis yang familiar berlari ke arah Mark dan Ray, mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Agistia dan Laura. "Paman, kami akan ikut bersama Tuan Ray karena dia telah menolong kita jadi saya ingin mengabdikan diri untuk Tuan Ray , apakah boleh Paman?" lugas Agistia meminta izin ke Mark.

"Iya, paman. Aku ingin membalas kebaikan dari Tuan Ray dan juga Nona Liliana." sahut Laura menyusul perkataan Agistia.

"Itu kehendak kalian jadi aku memperbolehkan, kalian bisa kapan saja pulang ke desa ini jadi kalian pulang ke desa ini pintu gerbang desa selalu terbuka buat kalian." jawab Mark sambil mengelus kepala kedua gadis demi-human tersebut.

Semua yang berkumpul disitu berpamitan dengan Ray, Liliana, Leon dan Asdella. Lalu mereka berempat dan juga Erix serta Agistia dan Laura berkemas untuk kepergiannya. Beberapa menit kemudian, Ray dan yang lainnya selesai berkemas lalu ke kereta kudanya yang telah di renovasi oleh penduduk desa, saat hendak pergi Agistia dan Laura mengenang hidupnya bersama nenek Marla dirumah tersebut. Mereka seperti sulit meninggalkan rumah tersebut untuk kedua kalinya, tetapi yang kedua ini berbeda dari yang pertama.

Setelah mengenang tersebut Agistia dan Laura pergi ke tempat Ray dan yang lainnya menunggu mereka, "Maaf, telah menunggu lama Tuan Ray." ujar Agistia.

"Kami siap pergi bersama kalian,Tuan Ray." lanjut Laura.

"Baiklah semuanya sudah berkumpul kita akan menggunakan 1 kereta kuda ini dan 1 kuda saja, aku akan berkuda sendirian yang perempuan masuk ke dalam kereta kuda ini dan yang mengemudi kereta kuda ini Leon." ujar Ray.

"Baik,Tuan." jawab dengan bersamaan.

Tugas Ray di desa ini telah selesai, pelatihan untuk menjaga desa ini juga selesai tugas pemuda-pemudi akan dilakukan mulai besok begitu juga anak-anak terus belajar dan berlatih. Kepergian Ray dan yang lain di tangisi oleh murid Liliana yang masih anak-anak. Akhirnya mereka pergi dari desa tersebut menuju ke tempat mereka sedang tuju, dan mereka akhirnya meninggalkan perbatasan desa tersebut.

Diperjalanan mereka melewati hutan, di dalam hutan tersebut sebuah goblin berkumpul sedang mencari mangsa mereka. Ray yang menunggangi kudanya, tiba-tiba berhenti melihat goblin yang sedang berkumpul di tengah jalan menghentikan mereka.

"Ishh,..ishh...cari mati yha para cecunguk monster ini." gumam Ray.

Leon yang melihat segerombolan goblin juga berhenti di belakang Ray yang sudah berhenti, "Tuan, saya tangani saja para cecunguk ini." ujar Leon yang turun dari menunggangi kereta kudanya.

Liliana dan Asdella yang ada didalam kereta kuda terkejut karena tiba-tiba kereta kudanya berhenti mendadak, lalu Asdella bertanya ke Leon tetapi tidak dijawab kemudian membuka tirai yang ada dibelakang tepat yang mengendalikan kereta kudanya.

"Leon,..ada apa kok tiba-tiba berhenti? Leon..." memanggil Leon yang mengendalikan kereta kuda, Asdella setelah melihat para goblin berkumpul didepan lalu menyuruh Liliana dan Agistia beserta Laura untuk tunggu di dalam kereta kuda ini.

"Putri, anda tolong disini saat ini para goblin menyergap kita dan Agistia,Laura tolong jaga Tuan Putri sebentar." ujar Asdella yang keluar dari dalam kereta kuda.

"Baik, kak. Kami akan jaga Tuan Putri Liliana." jawab Agistia dan Laura bersamaan.

Liliana yang belum sempat menjawab perkataan Asdella hanya khawatir ke Ray.

"Tuan Ray, Leon aku akan membantu." ucap Asdella yang datang dari dalam kereta kuda.

"Oh,..Asdella. Tepat sekali, bantu aku dengan kekuatan waktu." jawab Leon yang bersiap menyerang.

"Asdella bantu Leon aku akan melihat kekuatan kalian masih seperti dulu atau tidak." sahut Leon yang masih menunggangi kudanya.

"Baik." jawab Asdella yang juga bersiap menyerang.

Leon yang berlari maju ke arah goblin menggunakan kapak besi miliknya menghantam para goblin, goblin juga menyerang Leon.

'Sihir besi : Pukulan Kapak Besi'

Leon sibuk menyerang para goblin tanpa henti, goblin yang siap menyerang Leon lagi tiba-tiba waktu berhenti goblin yang melompat dia atas Leon ditebas oleh Asdella begitu juga para goblin lainnya.

'Sihir waktu : Manipulasi Waktu - Stop'

Para goblin yang menyerang satu persatu dari mereka telah di bunuh oleh dua bawahan Ray dalam waktu yang singkat, Ray yang menyaksikan kehebatan mereka kagum karena kekuatan mereka masih sama seperti dulu.

"Ahh....." teriakan ketiga perempuan yang berada di dalam kereta kuda.

Ray yang mendengar teriakan itu lalu ke arah teriakan tersebut dan di situ 3 goblin telah berada di belakang kereta kuda yang siap menyerang ketiga perempuan itu.

Saat baru sampai di sisi samping kereta kuda itu melihat ketiga goblin itu siap menyerang tiba-tiba terbunuh dengan mudah. Ternyata yang membunuh ketiga goblin tersebut adalah Erix serigala mata merah yang masih kecil dengan kekuatan serigala nya. Ray yang sempat menggunakan kekuatannya tertunda oleh kekuatan Erix tersebut.

Asdella dan Leon pun berlari ke kereta kuda bertanya ke Ray, "Tuan, ada apa?" mereka berdua bertanya bersamaan.

"Tidak ada apa-apa? bukankah kalian melihat sendiri." jawab Ray yang sambil mengelus Erix. "Baiklah, kita lanjutkan ke ketempat kita, disana aku akan membahas sesuatu bersama kalian." lanjut Ray berdiri dan berjalan ke kudanya.

"Baik,Tuan." jawab bersamaan.

Ray dan lainnya melanjutkan ke perjalanannya ke dekat perbatasan antara Wilayah bagian selatan dan utara, mereka kesana karena hendak menuju tempatnya sekarang sebagai awal dari membangun kerajaannya lagi yaitu daerah bangsawan yang telah ditinggalkan karena alasan berdekatan dengan bekas wilayah iblis.

Hingga 2 jam berlalu, mereka sampai di tempat dimana daerah bangsawan itu berada ternyata ada penduduk yang masih tinggal disitu setidaknya 12 pasang keluarga.

Ray yang menunggangi kudanya bergumam, "Desa kah, apa sudah ada nama desanya kalau belum aku akan menjadikan desa ini wilayah ku nantinya." gumam Ray.

BERSAMBUNG.

*Note author***

Maaf hari ini kemungkinan cuma bisa buat 2 chapter saja, jadi tolong tunggu kelanjutnya dichapter selanjutnya nanti malam.

Jangan Lupa Vote buat dukung author dan jangan lupa like yha.

1
Hinata Sakaguchi
Uwahhh Lucifer Sama
Hadi Aditama
next thor 💪
Progeigar
MC tolol,bego,naif
⊰W I L K⊱
|85|
⊰W I L K⊱
'80'
⊰W I L K⊱
85
⊰W I L K⊱
100
Yosafat
haga
Abdul Gofur
lumayan
Kiychivarly
ini lah yg saya benci, sudah mewarisi kekuatan sama ingatan raja iblis, tpi yg direnkarnasi kan ga sesuai dengan wakat raja iblis..
Iman Indra
sip kosa katanya enak jadi pala gw gak pusing bacanya lanjutkan thor👌👍
Saril
halo min saya pembaca baru soalnya
ᵍˡˣƒJomblo abadi
Sabar ya
Rifqin Pratama
pas ada tambahan kata e tiba" aku keingat logat anak brandan thor wkwkw tah lah gatau jugak mungkin sama di daerah lain jugak
my dick is big
yooooo
my dick is big
jangan setengah setengah besuk
my dick is big
lanjut besuk
my dick is big
ini sudah kelewatan namanya s
pertama salah gak apa munkin thor nya sedang buru buru buat atau gak fokus dan yang kedua salah lagi gak apa apa munkin ada gaang guang yang ketigaaa!! salah lagiii!! ti-tidak masalh munkin ada salah teknis yang kee empatttttttt!!!!!! salah lagiiii??? mana bisa gitu thor tolong perbaiki besuk besuk besuk besuk besuk besuk terus salah aja nulis besok
my dick is big
yossssssssssssssssssssss
my dick is big
mantaolllll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!