"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEMBILAN BELAS
Pagi-pagi sekali Aluna harus menemani sang suami yang hendak pergi keluar kota. Sebenarnya Arjuna juga tidak ingin meninggalkan istrinya seperti ini
Namun ini adalah pekerjaan yang penting yang tidak bisa diwakilkan oleh asisten pribadinya walaupun Joseph sangat bisa diandalkan
"Ingat ini! Jangan pernah menyentuh makanan yang tidak sehat! Kamu harus menjaga kesehatanmu dan anak-anak kita"
Aluna tersenyum, hatinya menghangat saat Arjuna mengatakan anak-anak kita, ini seperti menandakan jika dirinya adalah seorang ibu
"Tenang saja! Aku bisa jaga diri" Aluna mengecup pipi suaminya membuat pria itu membeku
Selama ini dirinyalah yang selalu memulai kecupan, tapi ini Aluna berinisiatif melakukannya tanpa perlu diperintah
"Jaga dirimu!" Arjuna mengecup kening lalu bibir ranum itu
Aluna melambaikan tangan saat mobil mewah yang membawa suaminya meninggalkan halaman hingga tidak terlihat lagi
***
Arjuna melakukan pekerjaannya dengan baik agar bisa segera selesai. Baru berpisah beberapa hari dirinya sudah sangat merindukan istri kecilnya itu
Bahkan selama ia menjalani pernikahannya bersama Zoya, ini tidak pernah ia rasakan
"Tuan, ada yang ingin bertemu" Joseph datang menemui atasannya
"Siapa?"
"Arjuna"
Suara itu mengalihkan Arjuna dari layar laptop nya, wajah yang tadinya cerah seketika berubah dingin dan menusuk
"Mau apa anda disini?" Tanyanya dengan suara teramat dingin
Wiliam tersenyum, putranya ternyata begitu membenci dirinya
"Papa datang untuk menemui kamu" Dengan santai nya pria paruh baya itu duduk dihadapan sang putra yang wajahnya terlihat penuh kebencian
"Untuk apa? Sebaiknya anda siap-siap saja untuk melepaskan perusahaan ibu saya" Ujar Arjuna dengan dinginnya
"Apa kamu sudah menyelesaikan persyaratan dari opa?" Tanya William seolah menantang
"Bukan urusan anda!" Ketusnya
"Papa kesini tidak untuk bertengkar, papa cuma mau kamu menjadi salah satu tim kampanye papa"
Arjuna tertawa remeh, bisa-bisanya pria pengkhianat ini datang dan meminta bantuan
"Apa anda pikir saya akan bersedia?"
"Papa tidak memaksa" William menatap lekat putra semata wayangnya itu "Lagi pula Papa kesini sekalian ingin bertemu wanita yang tengah mengandung calon cucu Papa"
Arjuna mengepal, ia tidak akan bisa membiarkan pria baji____ ini menyentuh Aluna
"Jangan mengusik hidup saya, dan jauhi orang-orang yang saya sayangi"
"Waah, apa kamu mencintai wanita itu? Secepat itu kamu melupakan istri kamu?" William seolah menantang
"Zoya? Kenapa tidak anda nikahi saja?"
"Papa tidak tertarik sama menantu sendiri, lagian Papa sudah bosan dengan Zoya" Ujar William dengan santainya
"Memang baji____"
"Tapi sepertinya Papa ingin mencari yang baru dan ....."
"Jangan pernah mengusik wanitaku" Arjuna menatap tajam
"Sepertinya kamu benar-benar jatuh cinta, hal ini membuat Papa semakin tertarik"
"Lakukan apapun diluar sana! Asalkan jangan pernah mengusik kehidupan saya"
"Kalau begitu kenapa kamu tidak tinggalkan saja perusahaan Bimantara?" William menyeringai
"Perusahaan itu milik ibu saya, saya akan menyelamatkannya dari orang-orang serakah seperti kalian!" Arjuna menatap tajam pria yang merupakan ayahnya itu
"Apa kamu akan membawa dia masuk ke keluarga kita?" Arjuna tidak menanggapinya
"Kamu tau keluarga kita penuh bahaya, apa kamu siap membahayakan nyawanya? Kamu tidak takut dia akan berakhir seperti ibumu?"
Arjuna mengepal, ingin rasanya ia pecahkan kepala pria didepannya ini
"Joseph" Seorang pria masuk
"Ya tuan?"
"Antarkan tuan William keluar dari sini!"
Perintah ini adalah mutlak, Joseph mengiyakan dan bersikap sopan
"Mari tuan William!"
"Papa pasti akan menemukan wanita itu, sekalipun kamu menyembunyikannya dilubang semut" William keluar setelah dipermalukan oleh putranya sendiri
"Perketat penjagaan Aluna! Jangan biarkan dia keluar dari Villa jika itu tidak penting" Arjuna mengkhawatirkan keadaan istrinya
William jelas tidak ingin dirinya menang, pria paruh baya itu jelas akan melakukan segala cara untuk menggagalkan nya, dan nyawa Aluna akan terancam
Malam hari yang membuat Aluna kesal, sejak tadi ia tidak bisa terlelap. Wanita hamil itu malah berbalik kesana kemari diatas ranjang empuk nya
"Ini pasti karena kebiasaan dipeluk, sekarang malah tidak bisa tidur" Wanita Hamil itu beringsut bangun lalu mengusap perut buncitnya
"Ada apa? Kalian kangen sama papa?" Aluna seolah tengah bicara dengan calon buah hatinya
"Sabar yaa sayang! Papa kan lagi kerja, sekarang biarin Mama tidur!" Aluna kembali berbaring, ia tidak mungkin menelepon karena takut akan mengganggu suaminya
Ditempat berbeda juga sama, sejak tadi Arjuna tidak bisa terlelap karena selama beberapa bulan ini ia selalu tidur sambil memeluk wanita hamil itu
"Apa Aluna sudah tidur?" Gumamnya
Tak tahan, pria tampan itu mengeluarkan ponsel dan melakukan panggilan video pada istrinya
Aluna yang mendapat telepon, jelas saja gembira. Bahkan wanita hamil itu sudah duduk bersandar
"Tuan sibuk banget yaa? Kok baru telepon?" Arjuna terkekeh saat wajah cemberut itu terpampang di layar ponselnya
"Maaf yaa" Permintaan maaf itu tak lantas membuat wanita itu mengubah raut wajahnya
"Kenapa belum tidur? Begadang gak bagus loh buat ibu hamil"
"Aku gak bisa tidur"
"Kenapa?" Tanya Arjuna, walaupun ia bisa menebak kenapa istrinya itu sulit tidur
"Gak tau, mungkin anak-anak kangen sama Papa nya" Aluna menunduk, menyembunyikan rona merah pada pipinya
"Jangan nyalahin anak-anak saya kalau Mamanya yang kangen" Arjuna tersenyum menggoda
"Enggak kok, mana ada aku kangen. Beneran anak-anak" Aluna cemberut membuat pria diseberang sana tertawa
"Ya udah, biar Papa temenin deh bobonya dari sini"
Wajah cantik itu seketika berbinar, Aluna berbaring lalu meletakkan ponselnya agar ia dapat melihat wajah tampan itu
"Jangan ditutup yaa sampai aku tidur!"
"Baiklah, sekarang tidur! Ini sudah larut"
Aluna menurut, wanita cantik itu memejamkan matanya walaupun sesekali dibuka membuat Arjuna terkekeh
"Ayo tidur!"
"Beneran ditemenin yaa"
"Iya sayang" Aluna menyembunyikan wajahnya dibalik bantal, panggilan itu membuatnya tersipu
Aluna memejamkan matanya, sementara sang suami benar-benar menemaninya
Arjuna tersenyum, memandangi wajah polos yang entah kenapa membuat hatinya berdesir
Arjuna masih memandangi wajah cantik istrinya saat bayangan ucapan sang ayah tiba-tiba saja terlintas
"Bagaimana kalau William bisa menemukan keberadaan Aluna? Aku tidak mungkin membuat mereka dalam bahaya"
Arjuna teringat, di lubuk hatinya ingin benar-benar menjadikan Aluna sebagai istri dan bukannya istri rahasia seperti ini
Ia ingin membangun keluarga yang indah bersama wanita yang telah mengandung buah hatinya
Namun ucapan William membuatnya ragu, bukankah dengan menjadikan Aluna sebagai istri maka akan membawa wanita ini dalam kesengsaraan?
Aluna adalah gadis yang polos, bagaimana ia bisa hidup bersama manusia penuh racun
Dirinya tidak akan selalu bersama istrinya, dengan membawanya dihadapan William maka hanya akan mengantarkan nyawanya saja dan Arjuna tidak ingin itu
"Maafkan aku Aluna, aku belum cukup kuat untuk melawan para baji___ itu" Batinnya