NovelToon NovelToon
Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Sejak istrinya memilih pergi demi pria lain, hidup Ages Sabiru hanya memiliki satu tujuan yaitu membesarkan putra semata wayangnya, Kalandra Sabiru. Dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, Ages berusaha menjadi ayah sekaligus tempat pulang terbaik bagi anaknya.
Tahun demi tahun berlalu. Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sementara Ages menjelma menjadi sosok ayah yang selalu mengutamakan putranya di atas segalanya. Di balik candaan, sarapan sederhana, dan perjalanan pulang bersama, tersimpan ikatan yang tak tergantikan.
Namun, ketika masa lalu yang telah lama mereka tinggalkan kembali muncul, hubungan ayah dan anak itu akan diuji. Mampukah cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun bertahan menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi seorang Kaka yang siaga

Kejadian Kalandra yang membentak seorang siswi di tengah lapangan basket telah menyebar ke mana-mana.Bukan hanya di antara siswa,namun juga di base sekolah.

Sebuah video berdurasi kurang dari satu menit beredar luas.Dalam video itu, Kalandra terlihat berdiri di tengah lapangan dengan wajah kesal.Suara gadis itu terdengar samar.Kemudian terdengar suara Kalandra yang meninggi.

"Gue bilang gue nggak suka! Jadi jangan paksa gue!"

Setelah itu, video berakhir.Tidak ada bagian ketika Kalandra berbicara lebih dulu dengan tenang.Tidak ada bagian ketika ia menjelaskan bahwa dirinya merasa tidak nyaman karena pengakuan itu dilakukan di depan banyak orang.

Yang tersebar hanya bagian ketika Kalandra membentak.

KALANDRA SABIRU MARAH BESAR DI LAPANGAN!

DITEMBAK SISWI, MALAH DIBENTAK!

KALANDRA RED FLAG?

Komentar-komentar mulai bermunculan.

"Padahal cuma ditembak."

"Kasihan ceweknya."

"Kalandra ternyata galak banget."

"Tapi kenapa nembaknya di tengah lapangan?"

"Dua-duanya salah sih."

"Kalandra tetap salah karena bentak."

Di tempat lain, Sean sedang duduk di kantin sekolahnya bersama Kiano.Ia awalnya hanya membuka base sekolah untuk melihat-lihat kabar terbaru.

Namun, begitu melihat sebuah video,alisnya langsung terangkat.

"Ini kaya Kala.."

Kiano yang duduk di seberangnya menoleh. "Apaan?"

Sean memperbesar video tersebut.Kalandra terlihat jelas di layar dengan wajah tegang.Bahkan nada suaranya pun tinggi.

Kiano langsung terdiam. "Kala?"

Sean tidak menjawab.Ia menonton video itu sampai selesai,kemudian memutarnya lagi hingga beberapa kali.

Kiano menghela napas. "Kayaknya dia benar-benar marah."

Sean mengerutkan kening. "Dia memang gampang emosi kalau sudah merasa terpojok."

"Tapi ini di depan satu sekolah."

Sean mengangguk pelan. "Itu masalahnya."

Kiano menatap Sean. "Lu mau ke sana?"

Sean langsung mengambil ponselnya."Iya."

"Ngapain?"

"Ketemu adik gue."

"Dia masih di sekolah, Sean."

"Terus?"

"Gak apa-apa kalau kita datang?"

"Gak! Sekolah milik keluarga Mami,gak akan masalah kalau keluarganya datang."

"Eh buset! Gue lupa tentang fakta temen gue ini sultan yang lagi nyamar jadi orang susah."

"Kurang ajar! Mulut lo kalo julid emang suka bener." Sengak Sean.

Kiano tertawa namun tak lama ia kembali serius."Kala pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri."

Sean menatap Kiano. "Ya kalau memang bisa, bagus lah."

"Terus kalau nggak?"

Sean memasukkan ponselnya ke dalam saku. "Setidaknya dia tahu kalau dia punya abang."

Kiano tersenyum kecil."Lu khawatir?"

Sean langsung menatapnya datar. "Enggak."

"Sean Sabiru."

"Dikit."

Kiano tertawa."Katanya tadi nggak."

"Ya mau gimana lagi,dia adik gue." Jawaban itu membuat Kiano berhenti tertawa.

Sean mungkin sering mengganggu Kalandra.Sering mengejeknya,bahkan tidak jarang menjadi orang pertama yang membuat Kalandra kesal.Namun, Sean tetaplah orang yang akan berdiri paling depan ketika adiknya sedang menghadapi masalah.

Tidak lama kemudian, dua buah motor sport berhenti di depan gerbang SMP Bintang Nusantara.

Sean turun bersama Kiano.Kehadiran mereka langsung menarik perhatian.Sean memang bukan orang asing di sekolah itu.Ia merupakan alumni yang cukup dikenal.Beberapa siswa yang mengenalinya langsung berbisik.

"Itu Sean, kan?"

"Alumni yang dulu jadi kapten basket?"

"Iya."

"Ngapain dia ke sini?"

Kiano berjalan di samping Sean sambil melihat sekeliling. "Kayaknya semua orang kenal lu."

"Makanya jangan banyak bicara."

"Kenapa?"

"Nanti mereka tahu,gue datang karena adek gue."

Kiano mengangkat alis. "Memangnya kenapa?"

Sean berhenti berjalan. "Bisa bikin gue malu."

Kiano tersenyum. "Padahal tadi bilang mau datang ke sekolah soalnya khawatir sama adeknya."

"Diem kampret!"

.

.

Di dalam kelas, Kalandra sedang duduk dengan wajah yang tidak terlalu bersemangat.Sejak kejadian tadi, ia merasa semua orang memperhatikannya.

Beberapa siswa membicarakannya.Beberapa bahkan sengaja melihat ke arahnya ketika ia berjalan melewati koridor.

Raka duduk di sebelahnya."Jangan terlalu dipikirin."

"Gue nggak mikirin."

"Tapi dari tadi lo ngelamun."

"Gue cuma lagi mikir."

"Mikir apa?"

Kalandra terdiam.Tentang gadis itu,tentang video yang tersebar dan tentang semua orang yang hanya melihat satu sisi dari kejadian tersebut.

"Harusnya video itu nggak disebar." ucap Jevan

Raka mengangguk. "Memang."

"Orang-orang cuma lihat bagian gue marah."

Raka menepuk pelan pundak Kala."Makanya gue bilang, jangan terlalu dipikirin."

Kalandra menghela napas.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kelas.Seorang siswa berdiri di sana.

"Kala."

Kalandra menoleh. "Apa?"

"Di depan ada yang nyariin."

"Siapa?"

"Ka Sean."

Kalandra langsung mengerutkan kening. "Sean?"

Raka menoleh. "Ngapain dia ke sini?"

Kalandra langsung berdiri kemudian berjalan keluar kelas."Gak tau."

Begitu sampai di koridor, Kalandra langsung melihat Sean berdiri bersama Kiano.

Kalandra berhenti.

"Ngapain kalian ke sini?"

Sean memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. "Jemput lo."

Kalandra menatapnya."Masih jam sekolah,bang."

"Ya sudah izin pulang aja."

"Ngapain sih,bang."

"Udah di bilangin gue jemput lo buat pulang."

"Sean!."

Sean menatap adiknya beberapa detik.Kemudian wajahnya berubah lebih serius. "Lo baik-baik aja?"

Kalandra langsung terdiam.

Kiano berdiri di samping Sean sambil tersenyum kecil. "Dia udah lihat videonya."

Kalandra langsung menatap Sean. "Abang lihat?"

"Iya."

"Terus?"

Sean menghela napas. "Lu marah banget?."

Kalandra memalingkan wajah. "Gue risih."

"Gue tahu."

"Dia tiba-tiba ngomong di depan semua orang dan bilang kalo sikap gue sama dia beda kaya ada suka nya."

"Gue juga tahu."

"Terus semua orang malah nyalahin gue."

Sean diam,telinganya terus mendengarkan cerita kejadian sebenarnya.

Kalandra menatap lantai. "Padahal adek nggak bermaksud bikin dia nangis."

Sean menatap wajah adiknya. "Lo udah minta maaf,dek?"

Kalandra mengangguk kecil."Udah."

"Terus?"

"Malah bikin adek makin marah dan kesal."

Sean menghela napas.Kalandra terlihat jauh lebih pendiam dari biasanya.Tidak ada senyum tengil atau candaan.

Sean akhirnya menepuk bahu adiknya."Lo memang salah karena membentak."

Kalandra langsung menoleh."Abang."

"Tapi bukan berarti lu orang jahat."

Kalandra terdiam.

"Lu boleh merasa nggak nyaman. Lu boleh menolak. Lu bahkan berhak marah." lanjutnya.

Kalandra menatapnya namun tak memotong.

"Tapi cara menyampaikannya harus dijaga."

Kalandra mengangguk pelan."Gue tahu."

Sean kemudian mengacak rambutnya."Udah. Jangan murung."

"Jangan pegang rambut gue,abang kampret." pekik Kala.

"Nah, udah balik kan sekarang."

Kiano,Raka dan Jevan tertawa melihatnya.

Sean menatap Kalandra."Kalau ada yang ngomong macam-macam, jangan diladenin."

"Kalau mereka mulai duluan?"

"Telepon gue."

Kalandra mengangkat alis."Terus?"

"Nanti gue yang maju."

Kalandra tertawa kecil. "Emang mau ngapain?"

Sean tersenyum. "Ya ngobrol aja."

Kiano langsung menyela. "Jangan percaya. Dia kalau bilang 'ngobrol' biasanya berarti ceramah panjang."

Sean langsung menatap Kiano."Cih,so tau banget Lo."

Kalandra akhirnya tertawa,setelah bertemu sang abang wajahnya terlihat lebih santai.

Sean memperhatikan adiknya diam-diam.Ia tahu Kalandra mungkin terlihat kuat,tengil,tidak peduli dengan omongan orang.

Namun, Sean tahu persis adiknya itu terlalu sering menyimpan sesuatu sendiri.

Karena itu, Sean datang.Bukan untuk memarahi Kalandra atau membela kesalahannya.Melainkan untuk memastikan bahwa ketika seluruh sekolah sedang membicarakan adiknya,Kalandra tidak sendiri.Ada dirinya yang selalu berada di sampingnya.

"Dek"

"Hm?"

"Jangan bikin papa lo khawatir."

Kalandra langsung menatapnya."Kenapa tiba-tiba ngomongin papa?"

"Kalau video ini sampai dilihat Om Ages, bisa panjang urusannya."

Kalandra langsung membelalakkan mata."Ya jangan sampai papa lihat lah!"

Sean dan Kiano langsung tertawa.

Kalandra menatap mereka kesal."Serius bang! Jangan kasih tahu!"

Sean tersenyum lebar."Iya."

"Janji?"

"Janji."

Kiano menatap Sean."Padahal tadi lu bilang mau kasih tahu."

Sean langsung menutup mulut Kiano."Diem bangke."

Kalandra mengerutkan kening."Abang?"

"Apa sih dek."

Dari kejauhan...

Seseorang yang sedang berjalan melewati koridor tampak memperhatikan mereka.Seseorang yang sejak tadi menjadi pusat perhatian setelah kejadian di lapangan basket.

Orang itu adalah Luna.

.......

.......

.......

...♡ Sabiru ♡...

1
Puji Hastuti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Puji Hastuti
kala sabar yaa
Puji Hastuti
ayo kala, bangun.
Nurgusnawati Nunung
seruuuu... ramai... saling menghargai yaaa
Nurgusnawati Nunung
Kalandra.. jadi sedih yaaa
Nurgusnawati Nunung
Ampun... se tengil itu namanya Kalandra. hahaha
Nurgusnawati Nunung
Mamanya Kalandra bakal hadir..
Nurgusnawati Nunung
hadir.. kompak ya papa sama anak..
Puji Hastuti
kala kamu harus kuat
Puji Hastuti
gue kecewa ama lu ages
Puji Hastuti
Nadia, kampret lu
Puji Hastuti
keluarga yang solid
Danny Muliawati
bagus cerita nya
Puji Hastuti
tapi up nya jangan lama lama
Puji Hastuti
sukaaaa AQ ceritanya kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!