Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.
Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.
Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Main ke Kos
Pukul 5 sore. Jeviza berjalan menuju kos teman-temannya, ia berdua bersama dengan Tevi, sementara Sisil dan Naura sudah lebih dulu pulang sejak jam 3 sore tadi. Sengaja mereka pulang terlebih dahulu untuk membeli bahan seblak yang akan dimasak Sisil dan Naura di dapur kos.
"Lo udah ijin, kan?" tanya Tevi melirik Jeviza.
Jeviza mengangguk. "Aman, kok Vi."
"Maksud gue sama kak Kean. Je," cicit Tevi sedikit ragu.
Jeviza membeku, menghentikan langkahnya dan menatap Tevi dengan serius. "Gue lupa, tapi....emang harus, ya?"
Tevi terkekeh, lalu menghela napas dalam. "Harus banget dong, orang yang pertama harus kamu mintai ijin sekarang kak Kean juga, Je. Selain kak Puspa sama mas Arlo."
Jeviza jadi ingat kata-kata Kean tadi di gudang, Kean secara tidak langsung memang mengatakan rasa kecewanya mengingat Jeviza mengiyakan permintaan Januar tanpa sepengetahuan Kean, bahkan tanpa dipikir terlebih dahulu. Kalau sudah begini akan semakin susah Kean untuk menyuruh Januar berhenti mendekati Jeviza, mengatakan secara langsung juga Kean masih menghormati keputusan Jeviza yang meminta agar status suami istri mereka tetap disembunyikan dulu, padahal akan menyulitkan Kean jika teman-temannya juga tidak diberi tahu.
"Mending lo ijin dulu, Je. Chat aja nggak papa."
Jeviza mengangguk, mengambil ponsel miliknya yang ia taruh di tote bag miliknya. Lalu mengirimkan pesan untuk memberitahu Kean jika ia akan ke kos teman-temannya dulu sebelum pulang.
Jeviza
Kak, gue ke kos temen dulu, ya?
Beberapa saat kemudian terdapat balasan masuk dari Keandra. Tevi yang berdiri di sebelah Jeviza melirik dengan bangga, Kean tipikal cowok gercep yang tidak ingin membuat pasangannya menunggu lama balasan chat.
Keandra
Uda sampai kos?
Jeviza kembali membalasnya tidak kalah cepat.
Jeviza
Belum, masih di jalan
Lagi-lagi balasan Kean datang tidak kalah cepat dari yang Jeviza kirimkan tadi.
Keandra
Tunggu di pinggir jalan sebelum masuk gang kos, Je
Meski sempat bingung, Jeviza membalasnya singkat.
Jeviza
Oke
"Vi, tunggu depan situ bentar ya?" ajak Jeviza menarik tangan Tevi, keduanya berjalan lebih cepat untuk menuju gang masuk ke dalam kos.
Tidak berselang lama, sebuah mobil hitam yang beberapa kali pernah Jeviza tumpangi muncul, mobil milik Gio yang sering Kean pinjam berhenti tepat di depan keduanya berdiri. Lalu Kean turun dari mobil tersebut dengan satu paper bag berukuran besar dan juga satu paper bag sedang.
"Matcha buat lo sama temen-temen lo, tapi yang 2 kopi."
Jeviza menerimanya dengan seulas senyum tipis. Sebelum akhirnya Tevi juga menerima satu paper bag yang beraroma wangi roti.
"Kalau mau balik, kabari. Gue di kafe Gio."
Tangan Kean mengacak rambut Jeviza pelan, sebelum akhirnya kembali masuk ke mobilnya. Tidak ada drama ciuman atau semacamnya, apa lagi kawasan kos teman-teman Jeviza itu merupakan penghuni kampus yang sama, sudah pasti akan menjadi berita besar jika sampai ada yang melihat.
Kak Kean ternyata hijau neon banget
Batin Tevi menatap kepergian mobil Kean, sebelum akhirnya melirik pada paper bag berisi roti di tangannya.
Ternyata benar kata Tevi, cukup ijin melalui chat saja Kean mengijinkan, bahkan malah memberi roti dan minum yang sepertinya akan dibawa pulang tadi. Mengingat biasanya 2 matcha untuknya dan Puspa, sementara 2 kopi untuk Kean sendiri dan mas Arlo, mengingat itu membuat sudut bibir Jeviza tertarik ke atas. Tevi yang berada di sebelahnya ikut tersenyum diam-diam.
Sampai di kos. Jeviza langsung masuk ke kamar Sisil, di sana sudah 4 mangkok seblak dengan asap yang masih mengepul di atasnya, juga air mineral dingin.
"Eh, bawa apa lo?" tanya Sisil melihat Jeviza menaruh minuman dan roti yang masih hangat.
"Buat temen ngobrol," balasnya.
"Lah, es kopi kafe kak Gio?" Sisil dengan semangat mengambil salah satu es kopi.
"Eh, ada matchanya juga," hebohnya.
"Naura dimana?" tanya Jeviza tidak melihat keberadaan gadis satu itu.
"Lagi mandi, bentar lagi juga dateng."
Jeviza mengangguk saja, membuka salah satu minuman berwarna hijau tersebut dengan sedotan, lalu menikmatinya. Rasa segar seketika melingkupi sekitar tenggorokannya.
"Guys! Kabar buruk." Naura tiba-tiba datang dengan baju tidur, tetapi handuk kecil masih melilit rambutnya.
Jeviza yang baru saja akan bersandar di ranjang kamar Sisil langsung tersentak. Duduk menatap Naura yang sudah siap dengan berita yang dibawakan.
"Ada akun anonim yang ngetweet kaya gini." Naura memperlihatkan layar ponselnya.
Sebuah akun tanpa nama itu memposting tulisan dengan mengatakan melihat Kean keluar dari gudang dengan seorang mahasiswi yang wajahnya sengaja ditutup dengan almamater dari ketua BEM tersebut.
Jeviza langsung membeku di tempatnya, ia menatap nanar layar ponsel Naura di depannya.
"Masa sih? Nggak ada bukti gue nggak percaya," ujar Sisil seketika membuat Naura terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya menganggukan kepalanya setuju.
"Bener Sil, lagian siapa cewek yang beruntung itu? Nggak mungkin kak Kaina, kan? Apa lagi kak Vio."
"Kak Kaina?" gumam Sisil berpikir.
Lalu keduanya saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya menggeleng ribut secara bersamaan. "Enggak!"
Jeviza terdiam, pikirannya justru sibuk dan penasaran dengan pengirim berita tersebut. Rasanya tidak mungkin mahasiswa yang tadi memergokinya dengan Kean di gudang, jelas orang yang berbeda, mengingat mahasiswa tadi tidak mungkin akan berani, Kean sudah bersitatap dengan mereka.
"Bisa jadi ini mahasiswa yang nggak suka kak Kean, tahu sendiri kan acara kemarin sukses besar?"
Tevi yang baru saja datang ikut menimpali, duduk di sebelah Jeviza dan yang lain. Lalu menghela napas dalam.
"Jangan langsung kemakan berita nggak jelas dulu, lagian bukan sekali dua kali berita tentang kak Kean diangkat, dan ujung-ujungnya nggak jelas juga kan, kaya...mantan kak Kean yang katanya bikin gagal move on." Tevi sempat melirik Jeviza ketika mengatakan itu.
"Kalau mantan kak Kean, kan emang udah jelas kak Agnes yang sekarang di LA, kalau ini karena tanpa bukti gue juga nggak percaya, lagian ya...gue nggak akan rela kak Kean diem-diem punya cewek," seloroh Naura seketika membuat Jeviza tersedak.
"Jevi, minum gih." Sisil memberi minuman dingin yang tadi sudah ia siapkan memang.
"Udah lah, mending makan seblak dulu, bahas kak Kean nanti lagi, gue lagi pengen jadi teteh bandung dulu," seloroh Sisil mulai mengambil satu mangkok seblak buatannya dan Naura tadi.
"Iya mbak Sisil," ujar Tevi dan Naura kompak.
Sisil mendengus, sudah dibilang ingin jadi teteh bandung masih saja dipanggil mbak lagi.
Tidak berasa Jeviza di kos teman-temannya sudah cukup lama. Ia terus beralibi setiap kali Sisil dan Naura kekeh bertanya pelaku yang membuat bibir Jeviza tadi pagi terlihat bengkak.
"Kalau sekarang udah mendingan, Je. Nggak keliatan banget," mata Sisil menyipit mengamati bibir Jeviza.
"Bengkak lagi noh, makan seblak sambelnya semangkok gitu, orang jakarta doyan pedes juga lo, Je?" Naura meneguk minuman matcha yang dibawa Jeviza tadi.
"Umm," balas Jeviza seadanya. Ia kenyang dan kepedasan, lalu duduk bersandar di dekat pintu kamar kos Sisil. Mencari udara luar yang lebih asri.
"Kalian berdua sengaja mampir ke kafe kak Gio, kah tadi?" pertanyaan Naura seketika membuat Jeviza dan Tevi saling melirik.
Sebelum Jeviza sempat akan menjawab, Tevi sudah lebih dulu menganggukan kepalanya. "Iya, gue anter Jevi."
"Thank you ya Je. Eh btw Je, gue mau tanya nih." Naura menaruh minumannya, merubah posisi duduknya menghadap Jeviza penuh.
"Kak Kean belum pernah bawa cewek ke rumah mas Arlo kan, Je?"
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
hareudang kak🤭😍🤭🤭🤭
lanjut maljum😁