Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.
Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).
Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.
Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.
Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1.8: Stasiun Tokyo
Dengan bahagia, ia langsung membungkukkan tubuhnya ke depan kepalanya saling berhadapan dengan Yukino di jarak normal.
“T-terimakasih banyak! Ka-kalau begitu, a-apa syaratnya?”
Dengan wajah malu-malu, Yukino langsung bilang: “Ma-mau menjadi temanku sesungguhnya, Hayakawa-kun! Ka-kalau semisal iya, semua kejadian ini bakal ku lupakan untukku juga untuk kalian semua.”
Dengan cepat, Yugioh langsung menundukkan kepalanya dan menawarkan tangan kanannya ke arahnya. “Baiklah!! Aku akan menjadi temanmu! De-dengan begini, temanku resmi ada dua.”
Dua ya! Kenapa sedikit sekali? Ku kira, Hayakawa-kun bisa mendapatkan teman sebanyak yang ia mau.
Dan juga... dia pernah bilang saat di stasiun bahwa keluarganya membutuhkannya, tapi... mungkin mereka tidak.
Fakta? Fufufu, mungkin bisa ku bilang... menurutmu saja. yang ku rasakan, dia mencintai keluarganya lebih dari apapun.
Mungkin, karena menurutnya ada sedikit kebaikan dari mereka, itu sudah lebih dari cukup untuknya.
Entah salah atau tidak, diriku tak terlalu memedulikannya. Yang penting, Hayakawa-kun bisa hidup normal lagi sebelum memasuki kelas 2 SMA, harusnya sudah cukup untukku.
Mungkin... Bisa dibilang juga, karena dia menolak ajakan pacaran dariku dan kalau ku ulangi takutnya Hayakawa-kun makin membenciku, lebih baik ku mulai dari pertemanan terlebih dahulu.
Awalan seperti itu harusnya sudah cukup untuk membuat suasana yang bagus antara sesama bukan!
Yosha!!! Aku harus menjaga temanku dengan baik. Jangan merepotkannya dan bersikaplah normal padanya.
“Oh benar! Walau aku sekolah di tempat yang sama dengan Hayakawa-kun, kalau kau tak pernah mendengarku alasannya karena diriku terkenal di kalangan wanita usia 30 tahunan ke atas.”
“Wajar saja jika kau tidak mengenalku. Yahh... Aku juga takkan terlalu mempermasalahkannya dan untuk sekarang, sepertinya Papa memanggilku pulang.”
Ia turun dari punggung papanya. “Baiklah, Budak #372 dikeluarkan. Nanti biar ku katakan hal tersebut padanya.”
“Lalu...” ia menatap tajam ke arah orang-orang di belakang Yugioh. “Untuk kalian semua dan kau selaku papanya...” matanya menjadi sangat mengerikan dan lanjut berkata: “Kalau Hayakawa-kun diperlakukan buruk lagi, akan ku ubah kalian semua jadi budakku!”
Ancaman tersebut membuat semua orang yang ditujunya langsung pada mengangguk. Artinya, takkan melakukan hal buruk lagi padanya.
Ia tersenyum dan bagaikan badai langsung menghilang cepat dari keluarga ini. Situasi sekarang cukup bagus. Mulai dari situ sampai seterusnya, Hayakawa Yugioh diperlakukan dengan baik.
Setiap harinya, itu adalah kebahagiaan terbesar baginya. Untuk beberapa hari ke depan, Yugioh tak pernah lagi bertemu dengan Yukino.
Entah apa yang dilakukan Yukino, intinya dia sangat berterima kasih padanya. Lalu, dua hari menuju asramanya, Yugioh tampak sedang duduk santai di kursi belajarnya.
Ia sedang mengerjakan tugas dengan ekspesi datar bahagia. “Kuroyuki-san adalah orang yang baik.”
“Baiklah, itu yang akan ku percayai hingga akhir. Dan sepertinya, bisa ku putuskan bahwa kehidupanku berubah jadi baik.”
Semoga saja akan terus berlanjut sampai seterusnya. Hehehe, aku bakal sangat menantikannya.
Beralih dari situ, sekarang waktunya kembali ke beberapa hari yang lalu atau tepatnya begitu Yukino memutuskan pergi dari kediaman Keluarga Hayakawa.
Saat berjalan keluar dari Mon, Yukino disambut oleh dua pria berjas putih yang langsung membungkuk padanya.
Pria berjas putih sebelah kiri langsung berkata: “Kami sudah menunggu anda daritadi. Lalu...” ia melirik ke atasnya sedikit. “Di mana Budak #372!? Kenapa tak bersama dengan Nona Besar? A-apakah dia berontak! Ka-kalau demikian, sa-saya dengan Albert akan mengurusny__”
Omongannya dipotong begitu Yukino mengangkat tangan kanannya sampai selarasa dengan kepalanya. “Tidak perlu.”
“Aku mengeluarkannya. Hal tersebut adalah permintaan dari teman pertamaku. Kalian tidak keberatan kan, Tom, Albert!”
Mereka serentak menjawab: “Te-tentu saja, Nona Besar. Ka-kalau begitu, mari pulang ke rumah! Owner-san sedang menunggu anda soalnya.”
“Aku tahu.”
Sekarang... waktunya pergi dari kediaman ini. Sampai jumpa lagi di sekolah, Hayakawa-kun. Mari bertemu lagi setelah lama berpisah, hehehe.
Setelah itu, Yukino dan kedua pria berjas putih atau sering dibilang Bodyguard, pergi dengan menaiki mobil van hitam.
Saat berada di dalam, Yukino duduk sendirian di bangku pertengahan bagian paling belakang. Para Bodyguard memutuskan di sebelah kiri-kanannya bangku panjang lainnya.
Begitu duduk, Yukino meletakkan kaki kanannya di atas. saat ia duduk, dirinya terlihat kesal.
Kenapa papa menyuruhku pulang cepat banget? Ah benar juga! Kayaknya aku kelamaan di rumahnya Hayakawa-kun.
Papa itu orangnya sangat mudah khawatir. Terkadang serius juga bercanda. Nama papaku adalah Kuroyuki Fujimoto.
Ia adalah seorang pria tua yang takut pada istrinya. Nama mamaku adalah Kuroyuki Aoi.
Terakhir, perusahaan papa dan mama kerja sebagai Owner juga wakil, adalah ‘Poison’.
‘Poison’ adalah perusahaan yang bergerak dalam segala hal semau mereka. Otomotif, pertanian, perhutanan, teknologi, dan lain-lain.
Mereka menawarkan segala macam produk kepada orang-orang yang membutuhkan dengan harga normal atau murah banget.
Kami tidak membutuhkan uang, karena papa dan mama kerjanya keren. Namun, itu semua terjadi karena menjilat pada sesosok ‘Bos’.
Namanya Kobayashi Sato. Dia sangat mengerikan dan bisa dibilang sebagai sosok paling berpengaruh di Jepang.
Dalam hal apapun, baik hiburan, wisata, kuliner, dan lainnya takkan ada yang tak mengenalinya.
Hanya orang-orang bodoh saja yang tak mengenalinya. Kalau tidak salah... papa dari Hayakawa-kun pernah melakukan kebodohan.
‘Bos’ berpura-pura melakukan sesuatu yang buruk dan cukup percaya pada papanya Hayakawa-kun.
Sembunyi-menyembunyikan, begitulah intinya. Namun... papanya bodoh sekali. kesalahan tersebut membuatnya harus berhutang.
Hutang itu diserahkan untuk dibayar oleh Hayakawa-kun. Hahaha, haruskah ku biarkan?
Mana mungkin! Aku harus membayarnya. Tapi... “Hayakawa-kun akan menerima bantuanku atau tidak?”
“Hmm... dia pada dasarnya adalah sesosok pria baik hati. Aku yakin, bantuanku bakal dianggap berlebihan olehnya.”
Karena itu... “Baiklah. Sudah ku putuskan akan melihat dulu kondisinya. Sedikit seluk-beluk keluarganya sudah ku atasi.”
“Sebenarnya, saat berbaring di pahanya, adalah kode untuk bergerak. Yahh... agak rumit untuk dijelaskan sih. tapi yang pasti, hal tersebut membuat segalanya dapat berubah.”
“Jadinya bisa disyukuri pastinya, hahaha.”
Kayaknya aku kebanyakan ngomong ya! Fufufu, mungkin tidak mengapa, karena ini semua berkaitan dengan Hayakawa-kun.
Pria yang seharusnya menjadi pacarku, tapi ku ubah ke pertemanan, karena suatu alasan yang membuatkua berpikir dia akan membenciku.
Pada dasarnya juga, Hayakawa-kun itu benci wanita. Aku mengerti perasaannya sih.
Walau belum ku ketahui perbuatan jahat mereka padanya apa saja, tapi kalau ketahuan...
Akan ku buat mereka membayarnya dengan harga yang sangat mahal. Mana mungkin ku biarkan bebas begitu saja.