NovelToon NovelToon
SAKIT

SAKIT

Status: tamat
Genre:Selingkuh / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Sakit, Mas! Apa yang kamu lakukan ke aku itu sangat menyakiti hatiku! Gimana bisa kamu ngelakuin ini ke aku, dan itu adalah adikku sendiri. Lalu kamu, kenapa kamu tega sama kakak mu ini haah!!"

Suara Swastamita bergetar hebat ketika berkata demikia kepada suaminya, Erdio Rasmaluyo.

Betapa tidak bergetar, rasa sakit di hatinya sangat nyata. Suami yang memintanya untuk melepaskan karinya demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata malah berselingkuh dengan adik tirinya.

Yang lebih mengejutkan adalah, perselingkuhan yang dilakukan Erdio dan Medini itu diketahui oleh sang ibu.

Sakit hati Swastamita ketika mengetahui bahwa di rumah itu hanya dirinya yang tak tahu apa-apa.

Adik tiri yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya. Dan suami yang ia jadikan imam, malah menorehkan luka yang begitu dalam.

Bagaimana Swastamita menghadapi rasa sakit yang dirasakannya tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Manteman, mau lanjut nggak nih cerita yang ini? Kalau mau lanjut bilang ya, kalau nggak ya nggak apa, aku stop sebelum terlanjur banyak ☺.

Ku harap sih masih ada yang baca ya. Tapi andai kata kalian bosen, kasih tahu biar aku selesaikan lebih cepet. Makasih semuanya

...****************...

"Mas, kamu kemana aja sih? Seharian nggak ada kabar pulang juga malem banget gini?"

Erdio mengendus kesal mendengar omelan Medi. Mereka belun jadi pasangan suami istri, tapi Medi benar-benar sangat cerewet seperti istri yang mengomel.

"Berisik banget sih. Kamu ini bukan istri aku, jadi jangan berlagak kayak istri. Lalu, Mita aja dulu nggak gini tuh. Dia nggak pernah bawel tanya-tanya aku meski aku pulang telat. Dia nggak pernah menginterogasi aku. Tapi kamu? Kamu ini siapa nya aku sampai-sampai bersikap kayak gini hah? Aku mau ngapain aja itu suka-suka aku, dan kamu nggak berhak ikut campur. Minggir, aku capek mau tidur. Besok aku harus berangkat kerja pagi-pagi."

"Mas!" Erdio!"

Erdio bergeming melihat Medi marah dan berulang kali memanggil namanya. Dia tak peduli dengan wanita itu. Bahkan setiap melihat Medi, Erdio bawaannya ingin marah saja.

Ya setiap melihat wajah Medi, membuatnya ingat bahwa wanita itu adalah sebab dan alasan dirinya berpisah dari Mita.

Ketika hendak masuk ke kamar, Erdio membalikkan tubuhnya. Dia menatap lurus ke Medi dan berjalan mendekat.

"Besok aku akan pergi dari sini. Tempat ini pakailah bersama ibu mu. Kita nggak mungkin tinggal di satu atap yang sama tanpa status. Aku akan cari kost dekat tempat kerja. Lalu, carilah pekerjaan. Kamu udah lulus kuliah kan, jadi gunakan gelar sarjana mu itu untuk bekerja. Mita udah mati-matian membiayai mu, jadi jangan sia-siakan hal itu."

Arghhhh!!!

Medi berteriak marah mendengar kata demi kata yang terucap dari bibir Erdio. Dia sungguh hilang kendali sampai-sampai menendang pintu dengan sangat kerasnya.

Erdio tidak peduli. Dia tetap masuk ke kamar dan segera menutup pintu kamarnya itu.

"Kenapa jadi kayak gini sih? Kenapa dia berubah sedrastis itu? Terus tadi apa dia bilang? Kerja? Dia menyuruhku kerja? Dasar brengsek. Padahal Mita aja disuruh resign dari kerjaan. Tapi mengapa aku yang jelas-jelas lagi hamil anak dia malah disuruh kerja. Brengsek kamu Mas!!"

Medi sangat marah. Tak hanya sekedar menendang pintu depan, dia juga berjalan ke arah kamar yang dipakai oleh Erdio dan berkali-kali memukulnya.

Wanita itu ingin Erdio terusik. Dia ingin Erdio keluar dari kamarnya, akan tetapi sebanyak apapun Medi melakukannya, dan sekeras apapun dia memukul pintu itu, Erdio sama sekali tidak bereaksi.

"Medi stop! Kamu ngapain sih? Brisik tahu, malem-malem malah bikin ribut nggak jelas gini. Kalau kedengeran tetangga, kita bisa diusir nanti."

Bukan Erdio yang bicara melainkan Warsi. Sedari tadi bersikap diam, pada akhirnya wanita paruh baya itu membuka mulutnya juga.

Dia merasa kesal dengan tingkah Medi yang sama sekali tidak dewasa itu. Padahal sudah tahu kalau hamil, tapi malah bersikap kurang baik.

"Ibu lagi-lagi nggak belain aku. Kenapa sih, Ibu kok sama sekali nggak peduli sama keadaan aku?"

Objek kemarahan Medi beralih. Karena Erdio tidak menanggapi, dan yang muncul adalah Warsi, dia pun meluapkan amarahnya kepada sang ibu.

"Ibu cukup sadar bahwa kamu emang salah. Lantas, buat apa Ibu bela kamu. Hal yang dulu saja sudah sangat memalukan karena Ibu diem aja ngelihat perbuatanmu. Sekarang ya terserah kamu mau apa. Kamu mau melanjutkan hidupmu seperti apa, bukan urusan Ibu. Ibu sudah berkata untukmu agar berhenti, tapi kamu nekat. Sekarang jalani aja hidup sesuai pilihanmu. Bener kata Erdio, kerja lah. Sayang ijazah mu kalau cuma dianggurin. Dan kamu nggak perlu peduliin Ibu, karena Ibu akan pulang ke Jawa Timur dan hidup di kampung halaman."

Mata Medi membulat sempurna mendengar perkataan sang ibu. Dia terkejut dan tidak percaya ibunya bisa berbicara demikian. Medi tidak percaya bahwa Warsi akan pergi meninggalkan ia di sini sendiri dalam keadaan hamil seperti ini.

Saat tengah hamil, kondisi psikis seorang wanita memang sangat tidak stabil. Suasana hati juga dengan mudah berubah-ubah dimana Medi juga merasakan hal tersebut. Hanya saja memang Medi tak mengalami mual muntah atau morning sickness.

Tapi tetap saja dia saat ini tengah hamil sehingga Medi merasa bahwa seharusnya dirinya disayang-sayang dan bukannya diperlakukan seperti ini.

Kehamilan yang dia harapkan karena keinginan untuk memiliki Erdio sepenuhnya ternyata tak sejalan sesuai harapan. Realita yang ada adalah Erdio terlihat sangat membencinya alih-alih menyukai dirinya dan kehamilannya.

Lalu sekarang, sang ibu dengan sangat mudah mengatakan bahwa ia ingin pergi meninggalkannya. Medi jelas syok, dia terpukul dengan kejadian buruk yang terus menghampirinya.

"Kenapa, kenapa kalian semua bersikap kayak gini ke aku. KENAPA!!"

Warsi hanya diam melihat putrinya yang marah dan menangis. Dia ikut andil dalam kesalahan ini, namun dia sendiri tak tahu harus melakukan apa.

Merawat Medi yang hamil, Warsi merasa hal itu bertentangan dengan nuraninya. Seolah dia tak merasakan kesedihan yang Mita alami.

Alhasil Warsi membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukannya. Yakni pulang kampung.

"Kalau kamu mau, ayo ikut ibu pulang kampung. Rawat kehamilan mu dan besarkan anak itu tanpa Erdio," kata Warsi pada akhirnya.

"Apa? Ibu udah gila ya? bagaimana bisa ibu menyuruhku melahirkan anak ini tanpa seorang suami? Bagaimana bisa ibu meminta ku merawat anak ini tanpa ayah?" sahut Medi cepat. Dia tak habis pikir dengan usualan sang ibu.

"Lantas, kamu mau apa? Mengemis kepada Erdio yang jelas-jelas nggak menginginkanmu? Atau mengemis ke Pak Bakri dan Bu Jumilah yang sangat nggak suka dengan keberadaanmu? Atau kamu mau melahirkan dan membesarkan anak itu bersama ayah yang sama sekali nggak menginginkannya? Pilihlah, Ibu tunggu sampai besok."

Warsi melenggang masuk, meninggalkan Medi yang masih berdiri terpaku di tempatnya. Semua bayangan indahnya hancur sudah. Semua cita-citanya tak ada yang terwujud.

"Aku harus apa sekarang? Aku nggak bisa menyerah sama Mas Erdio. Aku nggak bisa melahirkan dan membesarkan anak ini sendirian. Ya, aku harus hidup bersama Mas Erdio sebagai suami dan ayah dari anakku. Aku nggak peduli gimana dia bersikap padaku sekarang. Aku yakin jika nanti anak ini lahir, dia pasti akan luluh juga."

Sebuah keputusan sudah diambil oleh Medi. Dia akan berpegang pada harapannya. Dia bertekad pada pilihannya tentang Erdio. Sehingga keputusan Medi adalah berada di sini, di sisi Erdio dengan keyakinan bahwa Erdio akan menerima dirinya dan bayi yang dikandungnya.

TBC

1
bibuk Hannan & Afnan
oh pantesan saudara dan ibu tiri ternyata makanya berhianat.
bibuk Hannan & Afnan
pasa=pasar
typo kak
Dew666
Loh loh tamat
Mala Sari
gudluc as always ya thor❤️
Damar Pawitra: kakakku cintaaas, makasih ...🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ka,gpp apapun itu yg penting KK nyaman semangat ya ka
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: hihihi,,,, terima kasih KK buat semua karyamu
total 2 replies
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Damar Pawitra: huhuhu makasih ya udah baca karya" aku. aku minta maaf kalau masih banyak kurangnya 🤗🤗🤗🙏🙏
total 1 replies
Yulia Fitri
kok kyak gantung gtu sih thor,tmatnya?
stidak nya kasih epilog lh,spya tau lingga nnggu Mita menerima perasaannya brapa lama,,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: ya,ka semangat terimakasih sudah bertahan selama ini
total 4 replies
ElHi
tarik ulur nih🤣🤣
dewi rofiqoh
Siap2 aja mit! Kamu pasti bakal dapat kejutan dari lingga 🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ga tau ajh km lingga LG menyusun strategi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
beeeeuuuuhhh dah mulai posesif nih
Iffanaya 😽
pas awal denger suara aneh di kamar adek nya knp dobrak aja sih greget bgt 😠 ibu nya jg gila
ElHi
🤣🤣🤣🤣🤣
ElHi
coba dl lah gpp .ditolak yaa ntar maju LG.....gada ruginya 🤣🤣
ElHi
mau mulainya drmn ya Lingga???🤣🤣
ind@h
langsung tembak aja pak lingga 🤭🤭 jgn lama²..keburu mita buka hati buat yg lain..
Dew666
Betul betul betul
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih baik mencoba daripada g tau kmn arahnya
ElHi
kebakar ya om Lingga🤣🤣🤣🤣
ind@h
boleh minta dbl up g sih. 🤭🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!