NovelToon NovelToon
Kembaran Rahasia Si Culun

Kembaran Rahasia Si Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Bad Boy / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: fayepey

Elnaya Bellarose Valenzia, gadis polos yang selalu menjadi korban perundungan di Golden International School, mengalami percobaan pembunuhan misterius yang membuatnya koma.

Mengetahui hal itu, saudara kembarnya, Elnara Bellamont Valenzia, seorang bad girl yang bersekolah di luar negeri, kembali ke Indonesia untuk mencari pelaku. Dengan menyamar sebagai Elnaya, ia mulai menyelidiki rahasia di balik kejadian tersebut.

Namun di tengah pencariannya, Elnara justru menarik perhatian dua siswa paling berpengaruh di sekolah: Alaric Alden Adinata, ketua OSIS yang sempurna, dan Nathaniel Atharva Pradana, ketua geng Blaze yang terkenal sebagai bad boy.

Semakin dalam Elnara mengungkap kebenaran, semakin banyak rahasia gelap yang terkuak. Hingga ia menyadari bahwa orang yang menghancurkan hidup saudara kembarnya ternyata lebih dekat dari yang pernah ia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fayepey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekolah

Besok paginya, Nara bersiap untuk pergi ke sekolah barunya. Ia mengenakan seragam milik kembarannya yang ternyata ukurannya cukup besar untuk tubuhnya. Untung saja semalam ia sudah meminta bantuan maid-nya untuk mengecilkan seragam itu. Sekarang, kemeja lengan pendek tersebut pas di tubuhnya dan membuat penampilannya benar-benar mirip dengan sang kembaran. Mulai dari gaya rambut, cara berpakaian, hingga detail kecil lainnya, semuanya dibuat semirip mungkin tapi versi lebih badasnya.

"Nah, sekarang baru sempurna," gumam Nara sambil bercermin sekali lagi.

Ia memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada yang aneh pada penampilannya. Setelah merasa puas, gadis itu tersenyum lebar.

"Oke, Nara. Let's go, mari kita beraksi!" ujarnya penuh semangat.

Dengan langkah ringan, Nara turun ke lantai dasar menuju ruang makan. Aroma sarapan yang baru matang langsung menyambutnya begitu ia tiba.

"Morning, Oma, Papi, Mami," sapa Nara dengan ceria sambil menarik kursinya.

"Morning, sayang. Udah siap buat sekolah di tempat baru?" tanya papinya sambil tersenyum.

"Of course. Lihat nih, sekarang aku udah lebih cantik dan jauh berbanding terbalik sama Naya," ujar Nara dengan semangat sambil menunjukkan penampilannya.

Maminya hanya menggeleng kecil melihat tingkah putrinya, sementara Oma tersenyum tipis.

"Good. Tapi kamu harus hati-hati di sekolah baru kamu. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, langsung laporin aja, oke?" timpal Oma dengan nada mengingatkan.

"Oke, Oma," jawab Nara patuh.

Tak lama kemudian, mereka pun menikmati sarapan bersama. Suasana pagi itu terasa hangat dan menyenangkan. Meski terlihat santai dan penuh candaan, Nara tahu bahwa hari ini bukan hari biasa. Ini adalah langkah awal dari rencananya, dan ia harus menjalankan semuanya dengan baik agar tidak ada yang curiga.

Lima belas menit kemudian, akhirnya mobil mewah itu sampai juga di sebuah gerbang yang lebih mirip gerbang kerajaan daripada sekolah. Bangunannya berdiri megah dan luas, membuat siapa pun yang baru pertama kali datang pasti akan terpukau.

Nara memarkirkan mobilnya di area parkir khusus siswa. Tidak banyak mobil yang terparkir di sana, hanya beberapa milik siswa-siswi yang memang membawa kendaraan pribadi. Area parkir guru berada di tempat yang berbeda.

Sebelum turun, gadis itu sempat bercermin sejenak. Ia mengambil liptint rasa stroberi dari tasnya lalu memoleskannya kembali ke bibir.

"Oke, perfect," gumamnya puas.

Setelah itu, ia mengambil tasnya dan menyandangnya ke punggung. Baru kemudian ia turun dari mobil.

Sontak, kehadirannya langsung menjadi pusat perhatian siswa yang baru datang. Nara melangkah dengan penuh percaya diri layaknya seorang model yang sedang berjalan di atas runway. Wajah cantiknya, aura percaya dirinya, dan penampilannya yang jauh berbeda dari biasanya membuat banyak orang terkesima.

"Itu Naya?"

"Cok, gue nggak nyangka ternyata dia seperfect itu."

"Waduh, gue kira mulung, ternyata bidadari."

"Ini mah bidadari nyamar jadi mulung."

"Gue masih belum nyangka dia bagian dari keluarga Valenzia."

"Duh, gimana nasib gue nanti ya?"

Begitulah obrolan beberapa siswa yang bisa ditangkap oleh telinga Nara.

"Mampus lo," gumamnya dalam hati sambil menyeringai tipis.

Saat memasuki koridor sekolah, tiba-tiba bahunya diputar paksa oleh seseorang.

"Aww."

Nara langsung menoleh dengan wajah jijik. Ternyata tiga cewek rempong yang kemarin.

"Apaan sih lo?" dengusnya kesal.

Masih pagi juga.

"Lo yang apaan, hah? Gara-gara lo kemarin nama gue sama temen-temen gue jadi jelek di sosial media!" bentak Sandra dengan emosi. Dua temannya, Kimly dan Nesa, ikut melipat tangan di dada sambil menatap sinis.

Nara mendengus pelan lalu mengembuskan napas panjang.

"Hello? Lo nggak salah? Yang mulai itu lo, bukan gue. Gue cuma balas apa yang lo lakuin ke gue. Jadi gue salah, kah?"

"HARUSNYA LO YANG SALAH! Lo yang memulai pertengkaran itu!"

"Mulut cabe lo itu yang nggak bisa dijaga!"

"Apa lo bilang?" Sandra makin emosi.

Tanpa peringatan, Sandra langsung menarik rambut Nara.

"Aww! Sakit, bego!" teriak Nara sambil membalas menarik rambut Sandra.

"Aww! Sakit!" teriak Sandra.

"Lo yang mulai, brengsek!" balas Nara nggak kalah keras.

Keributan itu langsung menarik perhatian banyak siswa. Orang-orang mulai berkumpul mengelilingi mereka.

Anehnya, kali ini tidak ada yang menyudutkan Nara seperti yang biasa terjadi pada Naya. Dulu, setiap Naya mencoba melawan, orang-orang langsung menyalahkannya. Sekarang malah banyak yang tercengang, bahkan ada beberapa yang terlihat terpesona melihat keberaniannya.

"Kelakuan lo sekarang bikin gue muak. Gue nggak segan-segan buat nyingkirin lo, Naya!" ancam Sandra.

"Lo yang lebih dulu gue singkirin, bego!" teriak Nara.

"Apa lo bilang?!"

"Apa, hah? Lo budek atau gimana? Omongan gue aja masih nanya apa? Kalau lo orang kaya, periksa dulu tuh telinga. Takut makin budek."

Sandra makin naik pitam.

Setelah saling tarik rambut, sekarang keduanya mulai saling mencakar. Kimly dan Nesa sebenarnya ingin membantu Sandra, tapi mereka masih trauma dengan tendangan yang mereka dapat kemarin dari gadis itu.

Di saat yang sama, suara deru beberapa motor sport terdengar memasuki gerbang sekolah.

"Itu apaan?" tanya Vano yang baru sampai.

Azka dan Marel yang baru turun dari motor ikut mendekati kerumunan.

"Misi, misi. Ada apaan tuh?" tanya Azka.

"Minggir dikit, kami mau lewat," sambung Marel.

Namun begitu mereka berhasil sampai ke barisan paling depan, ketiganya langsung terkejut.

"Naya?" cengang Marel.

Nathaniel atau yang biasa dipanggil Niel juga ikut mendekat. Saat melihat ada keributan, ia langsung menerobos ke tengah.

"Woi! Woi! Berhenti!" teriaknya.

Dengan sigap, Niel memisahkan Nara dan Sandra. Karena dorongan yang cukup kuat, Sandra sampai terjatuh ke lantai.

"Woi, apa-apaan ini?" tanyanya dingin.

Tatapannya lalu beralih ke gadis di sebelahnya.

"Naya?" gumamnya penasaran.

"Minggir lo, njir. Gue mau habisin tuh cewek!" teriak Nara dengan emosi.

Niel langsung shock.

"Ehh, tunggu. Lo kenapa? Kok udah berani gitu?" tanyanya heran.

"Apa lo, hah? Lo mau bela dia? Minggir lo. Urusan gue sama dia, bukan sama lo."

Namun Niel tetap menghalangi.

Niel tahu kalau Naya berasal dari keluarga Valenzia, tapi dia sama sekali tidak tahu kalau gadis di depannya sekarang bukan Naya, melainkan Nara.

Karena Niel tidak bergerak, Nara langsung mendorong cowok itu ke samping lalu kembali menarik rambut Sandra yang masih terduduk di lantai.

"Lo mau apa sekarang? Mau pura-pura nangis seolah-olah lo yang tersakiti? Play victim, lo."

"Lo jahat tau nggak!" protes Sandra sambil mulai menangis lagi.

"Lo yang jahat! Lo yang mulai cari masalah sama gue!" teriak Nara.

Membuat seseorang datang menghampiri keributan itu.

"Ada apa ini?"

Suara dingin itu langsung membuat beberapa siswa menoleh.

Alden berjalan membelah kerumunan dengan wajah datar. Begitu melihat siapa yang terlibat, ia langsung menghentikan keduanya.

"Siapa yang nyuruh kalian ribut di sini?" tanyanya tegas.

Dengan mudah ia membuat Sandra dan Nara mundur beberapa langkah.

Nara menatap kesal ke arah cowok yang melerainya. Namun saat Alden membalas tatapannya dengan dingin, entah kenapa Nara langsung mati kutu sesaat.

"Dia yang mulai duluan, Alden. Tiba-tiba rambut gue ditarik sama dia!" adu Sandra.

Mendengar itu, Nara langsung tidak terima.

"Eh, yang mulai duluan tuh lo! Gue baru sampai, langsung lo labrak begitu aja."

"Ya kalau lo nggak lawan, nggak bakal begini!"

"Kalau lo nggak mulai, nggak bakal gue lawan!"

"CUKUP!"

Bentakan Alden membuat suasana langsung hening.

"Sehabis upacara, kalian berdua temui gue di ruang OSIS. Jangan ada yang nggak datang, dan jangan ada yang kabur."

Setelah mengatakan itu, Alden langsung pergi begitu saja.

Sementara itu, Niel yang melihat seluruh kejadian tadi hanya menyunggingkan senyum smirk ke arah gadis yang penampilan dan sifatnya berubah seratus delapan puluh derajat itu.

"Semakin menarik aja," gumamnya pelan sebelum ikut pergi.

1
Lxjn
Mangat kak💪
fayepey: Terimakasih
total 1 replies
ana Ackerman
kak lanjut ya jangan lupa up kak semangat
fayepey: Terimakasih kak
Nanti sore aku up lagii
total 1 replies
ana Ackerman
lanjut kak
Bu Dewi
seru kk😍😍😍😍
fayepey: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!