NovelToon NovelToon
Lagu Hit Kehidupan Ini Adalah Balas Dendam

Lagu Hit Kehidupan Ini Adalah Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Estrellaaya_

Su Qing meninggal dunia. Ia diberi obat oleh sahabatnya hingga kehilangan kemampuan bernyanyi, karyanya dicuri oleh kekasihnya, wajahnya rusak akibat kecelakaan, dan akhirnya meninggal sendirian di rumah sakit tanpa ada yang mengurusnya.

Saat ia membuka mata kembali, ia telah terlahir kembali sebagai peserta pelatihan yang tidak dikenal, berusia 19 tahun, dan tidak memiliki apa-apa.
Namun, ia masih mengingat setiap nada, setiap baris lirik, dan setiap orang yang bertanggung jawab atas kematiannya.

Di kehidupan ini, ia tidak lagi sekadar menciptakan lagu — ia menyematkan kode balas dendam ke dalam melodi, dan menyembunyikan petunjuk bukti di balik liriknya. Ia mengikuti program kompetisi, memperebutkan sumber daya produksi, dan melakukan serangan balik yang tepat sasaran lewat serangkaian “lagu balas dendam”.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Estrellaaya_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan Belas

“Masih butuh semangat sampai ke babak akhir nanti.”

He Siyu tertegun sejenak, lalu tersenyum lebih tulus dan ceria dibandingkan tadi.

Setelah keduanya berpisah, Su Qing berjalan ke arah pintu lift. Saat tiba di tikungan, seseorang berlari mengejar dari belakang.

“Su Qing.”

Ia berbalik, ternyata itu Sun Yizhou.

“Terima kasih ya,” kata Sun Yizhou dengan nada yang sangat serius. “Lagu itu… seharusnya tidak kau berikan kepadaku. Kalau kau simpan sendiri dan kau nyanyikan di babak akhir nanti, pasti nilaimu akan jauh lebih tinggi.”

“Aku punya lagu lain untuk babak akhir,” jawab Su Qing. “Lagu Jalan Pulang itu kuberikan kepadamu karena lagu itu cocok sekali denganmu. Dan kau sudah menyanyikannya dengan sangat baik, aku tidak salah menilai orang.”

Sudut mata Sun Yizhou memerah, namun ia tetap menahannya agar tidak meneteskan air mata.

“Nanti kalau ada apa pun yang bisa kulakukan untukmu, katakan saja langsung ya.”

Su Qing menatapnya, diam sejenak, lalu berkata, “Ada.”

“Apa itu?”

“Setelah lolos ke babak akhir, siapa pun yang bertanya siapa pencipta lagu Jalan Pulang, jawab saja itu buatanmu sendiri. Kalau ada yang memaksamu untuk bicara jujur, datanglah cari aku.”

Ekspresi wajah Sun Yizhou sedikit berubah, namun ia tidak bertanya alasannya, hanya mengangguk. “Baik.”

Su Qing berbalik masuk ke dalam lift.

Saat pintu lift tertutup, ia melihat Sun Yizhou masih berdiri diam di lorong, punggungnya tegak lurus, seolah baru saja mengambil keputusan yang sangat penting.

Malam harinya, Su Qing kembali ke tempat sewaan.

Zhou Xiaomo tidak ada di ruangan, di atas meja tertinggal secarik kertas bertuliskan: “Malam ini jadwal kerjaku malam, jangan menungguin aku ya. Minuman ada di dalam kulkas.”

Su Qing mengambil minuman itu, memasang sedotan, lalu duduk di atas kasur.

Di ponselnya ada dua pesan yang belum dibaca.

Satu pesan dari Lin Wei: “Su Qing, penampilanmu hari ini sangat bagus sekali! Naskah perjanjiannya sudah kusiapkan, besok akan kukirimkan untuk kau baca. Aku sangat menantikan kerja sama kita!”

Su Qing melihat sekilas, lalu membiarkannya begitu saja tanpa membalas.

Pesan yang satu lagi dari L: “Zhao Ruoruo bercerita ke orang-orang di belakang panggung hari ini, mengatakan ada hal mencurigakan antara dirimu dan Sun Yizhou. Dia berpendapat gaya lagu kalian berdua terlalu mirip, dan menduga itu karya pencipta yang sama.”

Su Qing menyesap minumannya perlahan, lalu menelan, dan mengetik balasan: “Apa saja yang sudah dia temukan?”

Balasan dari L datang cepat: “Dia sudah menemui penulis bayaran yang dulu bekerja sama dengan Sun Yizhou, mencoba memancing informasi. Tapi penulis itu mengira Zhao Ruoruo mau melaporkannya ke panitia, jadi dia sangat takut dan tidak berani bicara apa pun. Sampai sekarang dia belum punya bukti apa pun.”

Su Qing menatap tulisan itu, lalu sudut bibirnya terangkat sedikit.

Zhao Ruoruo mulai gelisah. Rencananya gagal total, dan sekarang dia mulai panik. Musuh yang sedang panik adalah musuh yang paling mudah melakukan kesalahan.

Su Qing membalas: “Terus awasi gerak-geriknya.”

L: “Baik.”

Su Qing meletakkan kembali ponselnya, lalu berbaring di kasur.

Lampu langit-langit berdengung pelan, suaranya seperti nyanyian penidur kuno. Ia memejamkan mata, pikirannya terus berputar — di babak penyelamatan besok, apakah He Siyu bisa lolos? Cheng Yinuo mendapatkan urutan kedua di kelompok dua, jadi dia juga harus ikut babak penyelamatan, sepertinya peluangnya cukup besar. Zhao Ruoruo mendapatkan nilai tertinggi di kelompok satu dan langsung lolos, tapi wajahnya tidak terlihat senang sama sekali karena rencananya berantakan.

Su Qing membalikkan badannya, lalu menarik selimut sampai menutupi dagu.

Kalau di kehidupan dulu, apa yang akan dilakukannya di saat seperti ini? Pasti akan sangat gembira sampai tidak bisa tidur, menelepon Lin Wei untuk berbagi kebahagiaan, dan merasa dirinya akhirnya akan sukses dan dikenal orang.

Namun di kehidupan ini, ia hanya merasa lelah.

Bukan lelah fisik, tapi rasa lelah karena harus selalu berpikir dan berhati-hati setiap detiknya.

Tapi seberat apa pun rasanya, ia harus tetap bertahan sampai akhir.

Ia membuka matanya, menatap cahaya lampu jalan dari luar yang masuk melewati celah tirai jendela.

Naskah perjanjian dari Lin Wei akan datang besok.

Barulah saat itu permainannya benar-benar dimulai.

1
Murni Dewita
👣
Estrellaaya_: terima kasih banyak ya sygkuu, semoga suka ❤️❤️
total 1 replies
Nur Atika Hendarto
lanjut thor penasaran sangat 😭😭😭😭
Estrellaaya_: siapp sygkuuu ditunggu yaaa, terima kasih banyak udh baca karyakuu❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!