NovelToon NovelToon
The Happy A Villain

The Happy A Villain

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:350.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sisi Miring Petagon

Halo semuanya...
Ini karya novel pertamaku.

Isekai biasanya tertabrak mobil atau truk sedangkan aku cuma ketiduran. Aku Lisa Aspasa harus mengalami isekai. Aku terbangun dalam sebuah novel dimana tubuh inilah tokoh villiannya. Seorang villian dipastikan akan berakhir kematian. Kematian yang mengerikan bagi siapapun yang melihatnya.
Akankah aku bisa menghindari takdir kematian?
Akankah aku mendapatkan kebahagiaan?

Pada pertengahan perjalan jiwa pemilik asli tubuh ini datang.. apa yang ia inginkan? akankah dia mau membantuku atau sebaliknya?

Berlahan tapi pasti sesuatu yang tidak terungkap dalam novel mulai muncul kepermukaan...
Apakah itu?
Penasaran... langsung baca saja

27 Oktober 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisi Miring Petagon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

WARNING TYPO BERTEBARAN

***

Melisa POV

KLIK satu suara seketika membuat seluruh ruangan menjadi terang. Aku meneguk ludah kasar tak kala melihat ayah dengan tatapan mata merah yang mengeluarkan aura menyeramkan. Ayah menatapku dengan amarah dan khawatir. Aku hanya bisa berdoa semoga aku bisa selamat menghadapi orang lembut yang marah.

“ Melisa dari mana saja baru pulang jam segini” tanya Ayah dengan nada rendah terdengar menahan amarah yang siap meledak kapan saja.

“ ma..maaf ayah” kataku lirih dengan kepalaku tertunduk. Aku tidak berani menatap mata ayah.

Sebuah usapan lembut membelai kepalaku. Aku mendongkrak berlahan menatap mata ayah yang penuh kasih sayang dan kekhawatiran “ Ayah tidak marah hanya khawatir sudah jam segini putri tercinta ayah belum pulang” kata ayah lembut. Aku langsung memeluk ayah dengan erat. Air mataku mengalir tanpa aba-aba.

“ Maaf Melisa sayang ayah jarang menemanimu” kata ayah yang masih mendekapku dengan penuh kasih sayang.

Berlahan ayah melepaskan pelukannya. Ayah menatapku air mataku berlahan diusap olehnya “ Mulai hari ini ayah akan mengantar dan menjemputmu supaya kita bisa menghabiskan waktu bersama”

Aku membelalak kedua mataku kalau ayah mengantar dan menjemputku itu berati satu hal ‘susah menjalankan rencanaku’. Aku ingin menolak tapi melihat mata ayah berbinar membuatku merasa bersalah. Aku membalas perkataan ayah dengan senyuman. Aku melihat wajah ayah berubah menjadi sedih ‘apakah senyumku aneh?’.

“ Mungkin sampai kau selesai ujian” kata ayah murung.

“ Tidak apa-apa ayah” kataku mengeleng “ Aku bisa  menghabiskan waktu dengan ayah sudah membuatku senang” kataku ceria.

Ayah langsung mendekapku dan mencium keningku “ tidurlah sudah malam” kata ayah lembut sambil mengantarku ke kamarku.

Aku membuka pintu kamar “ good night ayah” kataku sambil menutup pintu kamarku.

“ Good night to putriku” kata ayah lembut.

Aku menutup mata menuju alam bawah sadar ketempat yang penuh misteri. Sekarang aku berada dibawah ribuan lampion dilangit. Kami duduk santai dibawah pohon yang telah kami hias kemarin. Pohon dengan ribuan lampu ‘sangat cantik’. Kami minum secangkir teh bersama camilan dengan Melisa asli.

“ Lisa... kau tidak datang ke taman?” tanya Melisa asli yang kubalas gelengan. Melisa asli tampak berpikir “ Kau akan membuat Elgartara jatuh ketangan Olivia”

“ Memang itu tujuanku” kataku acuh

“ HAH” teriak Melisa dengan bola mata yang hampir lepas dan mulut mengangga.

Aku memutar bola mataku “ Melisa, aku merasa bahwa Olivia suka dengan Elgartara jadi aku memberikannya kesempatan untuk dekat dengan pujaan hatinya” kataku dengan senyum manis.

“ Lisa... kau pasti sedang merencanakan sesuatu” kata Melisa curiga.

Aku tertawa pelan “ Ternyata otakmu bisa berkerja juga” kataku menghina Melisa yang dibalas tatapan tajam. Aku berdehem “ jadi begini Aku membuat Olivia berada diatas awan kebahagiaan. Sementara itu aku mencari cela untuk menggungkap semuanya” kataku sambil berpikir “ Bukti yang sudah dimanipulasi dalam waktu yang lama dan sudah dipercaya banyak orang  akan sangat sulit untuk dipatahkan. Hanya ada satu cara yaitu bukti yang kuat tanpa ada sanggahan dari pihak siapapun”

“ Tunggu... maksudmu Olivia adalah yoana?” tanya Melisa tidak percaya “ Itu tidak mungkin”

“ Sudah kuduga kau tidak akan percaya padaku” kataku meremehkan Melisa asli “ Maka dengarkan aku pertama Yoana belum mati dengan bukti tidak ada jurnal kematian pada malaikat maut. Kedua caraka adalah Arjeno. Arjeno merupakan bos yang sangat peduli kepada Olivia maka bisa dipastikan bahwa Olivia adalah Yoana. Selain itu kata nenek penjaga makam Arjeno tidak pernah mengunjungi makam adiknya padahal setiap bulan selalu menggunjungi makam orang tuannya. Padahal makam mereka berada disatu tempat. Ketiga Tris tidak dapat menemukan data hard file diruang data orang meninggal. Padahal rumah sakit X merupakan tempat dimana Yoana meninggal Seharusnya data itu menjadi arsip rumah sakit” kataku menjelaskan apa yang sudah kudapatkan.

“ ini membuatku pusing” kata Melisa asli mengeluh.

“ Aku tidak memintamu berpikir tapi bertindak” kataku mencemooh yang dibalas cibiran oleh Melisa. Kami menghabiskan waktu bersantai menikmati kedamaian sesaat sampai esok tiba.

>>>

Hari senin awal dari ujian sekolah. Kemarin tepatnya hari minggu aku menghabiskan waktu bersama ayah. Kami menanam strawberry dirumah kaca. Setelah itu, kami membuat pancake apel yang gosong karena kami tidak bisa memasak. Untungnya paman Bekkyunie datang ke rumah sehingga bisa mengajari kami membuat pancake. Hasilnya sangat lezat namun bentuknya tidak bulat sempurna padahal sudah pakai cetakan. Kemudian kami makan bertiga di rumah kaca diselingi dengan berbagai cerita yang mengundang canda tawa. Malamnya kami tidur bertiga memandang bulan dan bintang menghiasi langit malam. Selain itu, anak buahku masih melanjutkan aksinya. Untuk sementara aku akan duduk menjadi tuan putri yang manja dan bodoh.

Seragam sekolah sudah melekat dibadanku. Aku duduk disamping ayah dengan paman Bekkyunie yang cemberut

pasalnya aku lebih memilih duduk dengan ayah dibandingkan paman.

Gedung sekolahku sudah terlihat sudah saatnya aku turun “ Ayah aku masuk dulu” pamitku kepada ayah.

“ Kerjakan semampu putri kecil ayah jangan memaksakan diri” nasehat ayah kepadaku yang kubalas anggukan dan kecupan dipipinya. Kemudian aku membuka pintu sampai terdengar bunyi deheman.

“ Ekhm aku hanya supir yang tidak dianggap” sindir paman Bekkyunie yang semakin cemberut. Aku mendekati paman Bekkyunie dan mencium pipinya. Seketika wajah kesalnya berubah menjadi wajah berbunga-bunga.

“ Semagat ujian Melisacu” kata paman Bekkyunie lebay.

Aku keluar dari mobil ayah yang berlahan melaju. Aku mengangkat tangan melambai. Aku melanjutkan jalanku masuk ke gedung sekolah.

“ Hai gadis beruang kita satu ruangan lo” kata Alex semangat.

Aku memutar bola mata bosan “ terus”

“ Pagi-pagi kok judes... lagi PMS” kata Alex yang mulai mengejekku. Aku tidak menanggapi perkataan Alex.

“ Melisa kalau ada orang yang berbicara harus ditanggapi bukannya diam saja tidak sopan” kata rio yang sok bijak.

“ Aku sakit hati gadis beruang kau abaikan” kata Alex mendrama.

“ Melisa kenapa kau tega membuat pria baik merasa tersakiti” kata Rio yang ikutan drama Alex dengan menepuk pundak Alex.

“ Kalian ganggu saja” kataku judes berusaha menghentikan tingkah laku kedua bocah dihadapanku.

“ Maaf Mel kau pasti marah karena kita tidak seruangan?” kata Rini berekpresi sedih.

“ Tidak Rini itu kebijakan sekolah” kataku lembut menghibur Rini.

“ Lihatlah dia baik dengan Rini dan jahat dengan kita. Apa kita tidak diangkap teman?” kata Alex

bersandiwara yang diangguki Rio. Lama-lama Alex cocok jadi pemeran suami yang

tersakiti.

“ Tentu saja karena Melisa menyayangiku daripada kalian” kata Rini mengejek.

“ Melisa pilih kasih” kata Rio berekpresi tersakiti oleh perbuatanku.

“ Padahal kita tidak boleh pilih kasih” kata Alex sok bijak.

“ Sudahlah aku harus belajar untuk ujian” kataku melarikan diri dari aksi mereka bertiga.

“ Kau benar kita harus belajar” kata mereka bertiga kompak.

Aku melangkah menuju kelas XI B meninggalkan mereka bisa mati berdiri menanggapi drama pagi hari yang tidak bermutu. Saat berada diperjalanan aku menghelan nafas menginggat alur ceritanya dimana  Melisa satu ruangan di kelas XI B dimana ada Olivia, Alex, dan Elgartara serta Rio. Melisa akan dibakar cemburu karena Olivia duduk disebelah Elgartara. Selain itu mereka akan sering mengobrol yang dibumbui drama percintaan segitiga.

Aku menguatkan tekatku saat masuk kedalam kelas XI B. Belum satu langkah tanganku sudah dipegang oleh tangan yang lebih besar. Aku menoleh kearah orang yang menghentikanku.

“ Kita perlu bicara” kata Elgartara dengan wajah datar.

“ Tidak ada yang perlu dibicarakan” kataku menyetak tangan Elgartara “ Sudah cukup aku lelah..” kataku menampilkan wajah frustasi. Kemudian aku mengubah mimik wajahku menjadi tanpa emosi “ Kau pernah bilang kalau selama ini aku sangat menggangumu maka mulai detik ini aku tidak akan mengganggu Elgartara Pramudja” kataku sambil menunjuk wajah Elgartara dengan penuh amarah " Bahkan aku tak akan menganggapnya ada dihidupku".

Aku meninggalkan Elgartara tanpa menoleh langsung duduk dibangkuku. Mengeluarkan buku untuk belajar. Aku tadi sekilas bisa melihat ekpresi shock dari Elgartara dan senyum kemenangan dari Olivia, serta ekpresi binggung dari kak Karan. ‘Saatnya meletakkan perangkap’ kataku dalam hati.

Setelah kejadian itu kelas menjadi hening karena anak-anak fokus untuk belajar walau sebenarnya mereka mengosip melalui ponsel. Tapi tetap saja suasana hening. Kemudian “ dimana penghapusku” keluhku menobrak abrik isi tas yang memang tidak ada penghapusnya.

“ Apa ada yang bisa kubantu?” kata kak Karan yang mendengar keluhanku.

Aku memasang ekpresi sedih “ penghapusku tidak ada”

“ Ini” kak karan meminjamkan penghapus. Aku tersenyum manis ‘target masuk perangkap’.

“ Hai... kau harus memberi jaminan” kata Alex kepada kak Karan. Kami menoleh bersamaan “ Didunia ini tidak gratis. Pinjam meminjal memerlukan jaminan” kata Alex menirukanku episode 12.

Aku menatap Alex datar yang dibalas dengan tatapan cemooh.

Setelah berpura-pura menghapus segera kukembalikan ke kak karan “ Ini kak penghapusnya aku kembalikan” kataku kepada kak Karan yang menerima penghapusnya. “ Terimakasih kak emm.. Karan Sedurna” ucapan terimakasih sambil membaca name tag.

“ Sama-sama” kata kak Karan dengan ramah

“ Nama yang bagus ngomong-ngomong aku Malisa Abbriana Claviana“ kataku memperkenalkan diri dengan ramah. 'Entah mengapa dari tadi tubuhku terasa terbakar seperti ada leser yang mengenaiku' pikirku yang merasa tidak nyaman.

Kak karan membalas jabatan tanganku “ Karan Sedurna”.

“ Waduh.. waduh.. tikungan tajam” kata Rio dipojokan yang bersuara dengan nada tinggi yang diberi hadiahtatapan tajam dari Elgartara yang membukam mulut Rio. Tak butuh waktu lama dua pengawas ujian datang untuk mengawasi siswa selama ujian berlangsung dimulai dari senin sampai saptu. Selain itu ada banyak cctv yang terpasang untuk mengawasi siswa yang curang. Selama ujian dimulai sampai bel pulang berbunyi aku tidak bertegur sapa dengan Elgartara bahkan aku tidak menganggapnya ada. Seperti saat ini

“ Melisa” kata Elgartara yang mendekatiku.

Aku diam tidak menanggapi perkataan Elgartara. Aku menatap kearah belakang Elgartara bersiap-siap kalau ayah sudah datang menjemputku.

“ Kita harus bicara” kata Elgartara lembut.

Aku menatap Elgartara datar mengungkapkan ketidakpedulian. Mataku menangkap sosok Olivia yang menunjukan ekpresi bahagia ‘beruntung ada Melisa asli yang setia memantau keadaan. Aku tebak bahwa Olivia berpikir rencananya telah berhasil’.

Aku tersenyum cerah sambil melambaikan tanganku. Kemudian berlari melewati Elgartara memeluk ayah “ Aku merindukan ayah” kataku manja. Ayah memintaku untuk segera masuk ‘Pasti ayah ada perkerjaan yang menunggu dikantor’. Tadi aku melihat kekesalan dan amarah dari Elgartara atas perbuatanku. Terkadang aku binggung dengan sikap dan ekpresi Elgartara apalagi hatinya ‘seandainya aku tahu hati orang pasti akan lebih mudah’ kataku dalam hati yang terwujud dengan helaan nafas.

***

Halo semuanyaaa....

1
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Hikam Sairi
mampir
Sulati Cus
bagus walaupun ada typo tp ak suka, sukses buat othor
Inonk_ordinary
wooooowww syukaaaaaa
Arshyla_17
Seru bgt deh... Semoga Slalu semangt ya author😊
est
suka
est
😭 aku sedih thor melisa ma cogan yg baik aja jgn ma di gara2 apa kek
Silvya Devy
Karyamu luarbiasa Thor. 😘😘😘😘
Fikayra
Sumpah ceritanya suka bikin nyesek tp aku suka banget alurnya. . aku bacanya smpe maraton 2hr dari awal sampe selesai sumpah banjir air mata, melisa bener2 wanita tangguh bahkan dy bisa jungkir balikin kehidupan elgartara dari yg gk paham akan kisah hidup melisa smpe sebuah kebenaran membuat penyesalan dihidup elgartara. .perjuangan elgartara dan melisa bener2 nguras emosi dan banjir air mata. .👍🏻👍🏻👍🏻
Hasan
maaf thor bukannya sewaktu sebelum menempati tubuh melisa tuh jiwa lisa lg mengambil s2 ya jd kok setelah menempati tubuh melisa yg seharusnya msh sekolah pinternya jd berkurang jauh ya? 🤔🤔
Ida Blado
org sakit hati yg stres itulah reyhan,,,kasihan kmu
Ida Blado
q pikir bkl bisa nampar reyhan dgn fakta,,,, ternyata mlh nangis bombay,,cemen
Ida Blado
lalu apa gunanya vidio yg tersebar itu kalau gk bisa jdi bujti,,, di sini keprofesionalnya si penulis di pertanyakan
Ida Blado
sukurin loe El,,, bahagia gue loe sakit hati 😂
Ida Blado
di sini mulai aneh,bagaimana bisa org udah mati masih menempati tubuhnya.melisa oke krn dia transmigrasi,,, lah melisa yg asli kn udah mati,kok masih nempatin tubuhnya,,,konyol
Ida Blado
cerita ini sebenernya bagus andai alurnya ttp stabil,,,,namun di part2 berikutnya sgt di sayangkan,dimana melisa yg di fitnah dn gk bisa m^nunjukan bukti alias banyak drama.terlebih jdi buronan dn perusahaan bpk'a bermasalah,,, nah di situpah alurnya amburadul jauh dri ekspektasi.
Eka Maulidia
p
Sri Rahayu
seruuu.....
Yaya Cici
seneng nya
Siti Nurain
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!