NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Saling mencintai, namun restu tak menyertai. Tetap memaksakan untuk menjalankan pernikahan tanpa restu. Namun ternyata restu masih di atas segalanya dalam sebuah pernikahan.

Entah apa yang akan terjadi lada pernikahan Axel dan Reni, ketika mereka harus menjalani pernikahan tanpa restu. Apa mungkin restu itu akan di dapatkan suatu saat nanti. Atau bahkan perpisahan yang akan terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Boleh Menyerah!

Reni hanya diam ketika suaminya yang berlutut di lantai untuk mengbati luka di kakinya yang terkena serpihan pecahan piring. Padahal lukanya juga tidak terlalu besar, tapi wajah suaminya itu terlihat begitu cemas dan sejak tadi hanya diam saja. Membuat Reni jadi bingung bagaimana harus memulai pembicaraan. Karena sebenarnya dia juga tidak tahu harus memulai pembicaraan darimana.

"Sudah selesai, lain kali lebih hati-hati"

Reni hanya mengangguk saja dengan menatap wajah suaminya yang sudah berdiri dan beralih duduk di sofa tunggal samping dirinya. Suaranya masih terdengar begitu dingin di telinga Reni.

Reni hanya menunduk diam tanpa berani menatap wajah suaminya yang dingin itu. Reni selalu takut jika melihat ekspresi wajah suaminya yang seperti ini. 

"Jadi kau tinggal disini? Sialan si Zayyan! Dia bahkan tidak memberitahuku. Sungguh kalian bekerja sama dengan baik" ketus Axel.

Reni menghela nafas pelan, dia tidak mungkin hanya diam saja seperti ini. Yang jelas dia harus membicarakan semuanya. Dia juga butuh penjelasan.

"Aku yang meminta mereka untuk membantuku. Jadi jangan salahkan mereka" ucap Reni.

"Bukannya aku sudah bilang untuk menungguku. Kenapa kau malah pergi begitu saja tanpa alasan jelas!" tekan Axel dengan tatapan tajam.

Reni menggigit bibir bawahnya, menahan tangisan yang sudah hampir pecah. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca. Dia mencoba untuk mendongak dan menatap suaminya dengan lekat. Untuk mengucapkan apa yang dia rasakan saat ini, sungguh begitu sulit.

"Kamu sendiri yang mengatakan kalau bersama dengan gadis itu maka kamu akan bisa mempunyai anak dengan cepat. Karena dia yang tidak menolak memiliki anak seperti kebohongan yang aku lakukan padamu. Tapi..."

Suaranya sedikit tercekat, air mata sudah menetes begitu saja di pipinya yang segera dia hapus dengan kasar. Reni mencoba menahan isak tangisnya.

"Tapi, kamu tidak tahu bagaimana perasaan aku saat memutuskan untuk meminum pil itu tanpa sepengetahuan suamiku? Sakit sekali. Tapi aku sadar jika pernikahan kita akan mendapatkan masalah lebih besar daripada saat kamu di usir dari rumah karena ingin menikahiku. Dan aku tidak mau anak kita nanti harus berada dalam situasi seperti ini. Anakku tidak boleh tahu sakit yang dialami orang tuanya. Biarkan dia ada saat kita sudah bahagia saja. Tapi sekarang aku tidak berharap kita akan benar-benar bahagia"

Axel terdiam, dia jelas melihat luka yang begitu besar yang ditutupi istrinya selama ini. "Lalu, kebohongan lainnya? Apa alasanmu? Kau bekerja tanpa izin suamimu"

"Karena aku tidak ingin di anggap sebagai istri yang menghabiskan uang suami saja"

Reni langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan. Tangisannya pecah, bahkan isak  tangisnya terdengar jelas. Sekarang dia begitu lelah dengan semua ini sampai hanya ingin menyerah saja.

Melihat itu, membuat Axel langsung berdiri dan duduk disamping istrinya. Langsung memeluknya dengan hangat. Membiarkan Reni menangis dalam pelukannya.

"Sayang, aku minta maaf atas semua ucapanku yang menyakitimu. Aku tidak bermaksud seperti itu"

Reni masih terisak dalam pelukan suaminya, lalu dia melerai pelukan. Menatap kedua mata suaminya dengan lekat. "Sebaiknya kita menyerah saja. Akhiri semua ini,  dan lupakan semua tujuan kita"

Axel langsung menggeleng cepat, dia menangkup wajah istrinya dengan menatapnya lekat. "Tidak! Kita tidak boleh menyerah begitu saja. Kamu akan menjadi istriku selamanya"

"Tidak bisa, Kak!" Reni langsung menjauh dari suaminya. "Kamu sudah akan menikah dengan wanita pilihan orang tua. Dan kamu sendiri yang bilang, jika perjodohan ini tidak akan bisa dibatalkan. Dan sekarang hanya kita yang perlu mengalah"

Sekarang semuanya tidak akan mudah, apalagi ketika perjodohan ini yang sudah terjadi. Reni hanya perlu menunggu pernikahan suaminya dengan perempuan lain. Karena cepat atau lambat, hal itu pasti akan terjadi.

"Urus saja perceraian kita, Kak"

Deg,, detak jantungnya seolah berhenti begitu saja ketika dia mendengar ucapan istrinya barusan. Bahkan dadanya langsung begitu sesak, Axel tidak pernah menyangka akan mendengar kalimat itu dari istrinya.

"Anggraeni! Berani sekali kau mengucapkan kalimat sialan itu!" tekan Axel dengan suara begitu dingin dan tatapan yang tajam.

"Ikut aku sekarang!"

Axel menarik tangan istrinya dan membawanya keluar dari rumah itu. Sementara mereka yang pemilik rumah, hanya bisa menghembuskan nafas berat. Rasanya terlalu berat bagi mereka pun untuk melihat drama diantara suami istri ini.

"Sayang, aku tidak akan pernah memikirkan apa yang terjadi suatu saat nanti pada pernikahan mereka. Tapi aku melihat cinta keduanya begitu besar" ucap Nara pada suaminya.

Zayyan hanya mengangguk saja dengan menghembuskan nafas kasar. Dia merangkul bahu istrinya saat ini. "Semoga saja mereka bisa bertahan dengan situasi seperti ini dan tidak akan memilih perpisahan"

*

"Kak, kita mau kemana?" tanya Reni dengan menatap Axel yang mengemudi dengan kecepatan tinggi.

"Berhenti memanggilku seperti itu! Aku bukan Kakakmu!" tekan Axel.

Kemarahan Axel yang benar-benar terjadi sekarang. Dia yang memang sejak dulu saja selalu tidak suka ketika Reni memanggilnya seperti itu, tepatnya setelah mereka berpacaran, maka Axel langsung meminta panggilan sayang pada istrinya itu.

"Kita gak bisa kayak gini terus. Menganggap semuanya akan baik-baik saja, padahal tidak. KIta tidak akan bisa terus seperti ini. Tolong hentikan!" ucap Reni dengan perasaan yang sudah tak karuan.

Axel menginjak rem dengan mendadak, membuat tubuh mereka langsung terhuyung ke depan. Dia menoleh dan menatap istrinya dengan lekat, masih tidak percaya jika istrinya akan mengucapkan kalimat itu.

"Jangan pernah bahas lagi tentang perceraian. Karena aku tidak akan pernah menceraikanmu sampai kapan pun!" tekan Axel.

Air mata Reni sudah kembali meluncur di pipinya. Bahkan sebenarnya dia juga tidak ingin mengucapkan itu. "Tapi semuanya akan tetap sama. Perjodohan kamu dan perempuan itu tidak akan bisa dibatalkan. Dan aku tidak mungkin terus berada disini, sebagai penghalang"

"Apaan sih?" Axel langsung membuka sabuk pengaman di tubuhnya. Dia meraih tangan istrinya dan mengenggamnya lembut. "...Kamu tidak pernah menjadi penghalang, Sayang. Justru mereka yang menjadi penghalang diantara kita ini. Aku mohon jangan seperti ini"

Isak tangisnya kembali pecah, dia juga tidak pernah ingin jadi seperti ini. Dia juga ingin terus bersama suaminya. Tapi kenapa semuanya seolah tak pernah mendukung mereka untuk bersama.

"Sudah, jangan pikirkan hal yang tidak-tidak. Aku akan berusaha mencari solusinya. Jika perlu pergi dari kota ini pun, akan aku lakukan asalkan aku bisa bersama denganmu selamanya" ucap Axel.

Nyatanya dia tidak akan pernah melepaskan sang istri apapun yang terjadi. Karena cintanya seolah sudah habis untuk istrinya seorang. Apapun rintangannya dia hanya berusaha untuk tetap bersama.

Bersambung

1
Atmita Gajiwi
/Determined//Kiss/
Nita.P: Baca karya terbaruku.. Judulnya RINDU YANG TERLARANG.. Segera mampie
total 1 replies
Indah Alifah
keren ceritanya Thor oh ini lah yg terulang TPI kejutan lho Reni sepuluan ma avianna
Indah Alifah
ceritanya menarik
Indah Alifah
nano nano
Indah Alifah
pengen punya kayak Axel TPI aku udah nikah☺️
Pujiastuti
beberan sudah tamat ini kak akhir yang bahagia karena. mereka sudah direstui olah srmuanya
Ngak ada extrapart gitu kak 😁😁😁
Pujiastuti: semanggat ya kak ditunggu
total 2 replies
Nsaa Indri
akhirnya masalah terselesaikan dengan baik dan Reni dapat restu
Nita.P: mampir di karya terbaruku juga. CASANOVA TRUE LOVE
total 1 replies
Masfaah Emah
ya udah tamat lgi berasa ga rela, ya mau gimana lagi toh restu dah d dapat dan keluarga ayah nya Reni udah ketemu mereka smua dah bahagia, makasih Thor ceritanya bagus sx, smoga sukses di karya yg baru,🤲👍🙏💪😘
Nita.P: mampir di CASANOVA TRUE LOVE ya. karya terbaruku
total 1 replies
Masfaah Emah
ooh jdi Reni ma Avinna tuh sepupuan, karena harta restu pun terhalang, dan skarang terulang lagi ma Reni anak nya,
Masfaah Emah
Alhamdulillah akhirnya smua nya bahagia karena Axel ma Reni bersatu lagi dan smua nya menyayangi Reni terutama Avinna dia telah menjadi wanita baik
Pujiastuti
ternyata Reni dan Avina masih bersaudara ,,,,

lanjut kak semangat 💪💪💪
Nsaa Indri
lanjuuutttttttt semangat terus Thor
Nsaa Indri
lanjuuutttttttt
Pujiastuti
alhamdulillah papa dan mama Axel sudah menyadari kesalahan mereka dan sekarang sudah menerima Reni sebagai menantu mereka, semoga Axel dan Reni selalu bahagia
Nsaa Indri
lanjuuutttttttt
Masfaah Emah
aku mau mampir Thor
Masfaah Emah
Alhamdulillah akhirnya orang tua nya Axel menerima Reni sebagai menantu nya buah dari kesabaran restu pun d dapat 🤲💪
Pujiastuti
udah mampir kak cerita Casanova ini
Pujiastuti
kalau Axel tahu yang menekan Rena bukan hanya papanya tapi Avina dan ayahnya apa yang akan terjad yai 🤔🤔🤔
Nsaa Indri
harus baca ini
Nita.P: harus kak.. seru deh pokonya mh🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!