NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

​Suara derit kursi kebesaran Dixon terdengar memotong keheningan ruangan yang luas itu. Pria bertubuh tinggi tegap itu berdiri dari duduknya. Tanpa melepaskan pandangan elangnya dari sosok Cia, Dixon melangkah memutari meja marmer hitamnya. Langkah kakinya yang dibalut sepatu pantofel mahal terdengar begitu konstan, lambat, namun sarat akan ancaman berbahaya.

​Melihat Dixon yang berjalan mendekat, Cia secara refleks mengambil langkah mundur. Sepatu hak tingginya mundur selangkah demi selangkah, menunjukkan gestur defensif yang sangat kentara.

​Namun, ruangan luas itu seolah mendadak menyempit ketika punggung Cia tiba-tiba membentur permukaan dingin pintu jati ganda yang tertutup rapat. Ia terkunci, tidak ada lagi jalan untuk melarikan diri.

​Brak.

​Dixon mengulurkan kedua tangan kekarnya, menumpu telapak tangannya di atas permukaan pintu jati tepat di kedua sisi kepala Cia. Pria berusia 39 tahun itu mengurung tubuh ramping Cia sepenuhnya di bawah dominasi tubuh besarnya yang tegap dan berotot. Jarak di antara mereka terkikis habis, hingga Cia bisa merasakan kembali kehangatan dan aroma maskulin cendana yang menguar kuat dari tubuh sang miliarder.

​Dixon menundukkan kepalanya sedikit, menatap tajam langsung ke dalam sepasang manik mata Cia yang sengaja dibuat bergetar dan berkaca-kaca. Rahang tegas Dixon mengeras sempurna, memancarkan amarah yang bercampur dengan rasa penasaran yang teramat dalam.

​"Kau... pergi begitu saja setelah malam itu, hm?" tanya Dixon dengan suara baritonnya yang sangat rendah, berat, dan bergetar parau di dekat wajah Cia. "Berani-beraninya kau meninggalkan memo sialan itu dan menganggap saya seolah pria bayaran, Valencia?"

​Cia menaikkan level aktingnya ke tingkat tertinggi. Ia membelalakkan matanya yang basah, menatap Dixon dengan ekspresi wajah yang luar biasa bingung sekaligus ketakutan. Napasnya dibuat memburu, naik-turun dengan cepat di balik kemeja putih leher V yang dikenakannya.

​"P-pergi apa, Tuan?" cicit Cia dengan suara yang gemetar hebat, kedua tangannya meremas map penghargaan di dadanya seolah benda itu adalah satu-satunya pelindungnya. "S-saya sungguh tidak mengerti apa yang Tuan maksud... Maafkan saya..."

​Dixon menyunggingkan senyum sinis yang teramat dingin, sama sekali tidak terkecoh oleh wajah polos di hadapannya. Ia memajukan wajahnya sedikit lagi, hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan.

​"Jangan berlagak bodoh di depan saya," desis Dixon, suaranya terdengar sangat mengintimidasi, sanggup meruntuhkan mental siapa pun. "Valencia... staf berprestasi dari Divisi Analisis Pasar. Jadi ini rencanamu? Sengaja mendatangi bar tempat saya bersantai, memakai pakaian kurang bahan untuk menggodaku, menyerahkan tubuhmu, lalu berpura-pura lari agar menarik perhatianku? Katakan... apa yang kau incar? Kenaikan jabatan yang cepat, atau seluruh kekayaan Luca Group, hah?!"

​Mendengar tuduhan telak itu, Cia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini sengaja ia biarkan luruh, membasahi pipinya yang mulus untuk memperkuat kesan bahwa dirinya adalah korban keliru.

​"B-bukan! Demi Tuhan, bukan seperti itu, Tuan!" seru Cia buru-buru dengan nada suara yang panik dan terisak. "S-saya sungguh tidak tahu... Malam itu saya... saya sedang patah hati dan minum terlalu banyak di bar. Saya benar-benar mabuk berat dan tidak sadar dengan apa yang saya lakukan! Saya bersumpah, saya sama sekali tidak tahu kalau pria malam itu adalah Bapak! Kalau saja saya tahu itu Tuan Dixon selaku Direktur Utama, saya tidak akan pernah berani bertindak sekurang ajar itu... Saya mohon percaya pada saya, Tuan..."

​Tentu saja, seluruh untaian kalimat menyedihkan itu hanyalah akting kelas atas dari seorang Valencia. Di dalam hatinya, ia justru sedang tersenyum puas melihat bagaimana Dixon begitu terikat dan terobsesi dengan kejadian malam itu hingga harus menginterogasinya seperti ini.

​Dixon menatap lekat-lekat mata Cia, mencoba mencari celah kebohongan di sana. Namun, akting Cia terlalu sempurna. Wajah ketakutan dan air mata gadis itu terlihat sangat nyata, membuat keyakinan Dixon sedikit goyah, meski ego pria matangnya masih menolak untuk percaya begitu saja.

​Melihat Dixon yang masih menatapnya dengan pandangan menguliti dan penuh curiga, Cia memutuskan untuk mengeluarkan kartu as dari strateginya hari ini. Ia menurunkan bahunya, memasang ekspresi wajah yang sangat pasrah, sedih, dan putus asa.

​"S-saya tahu... apa pun yang saya katakan sekarang, Bapak pasti tidak akan pernah percaya pada wanita rendahan seperti saya," ucap Cia dengan suara yang melemah, menundukkan kepalanya hingga air matanya menetes ke lantai karpet.

​Cia menarik napas dalam-dalam yang terdengar sesak, lalu mendongak kembali menatap sepasang mata elang Dixon dengan tatapan yang menyedihkan.

​"Saya sangat takut Tuan Dixon akan salah paham selamanya dan menganggap saya sebagai wanita kotor yang punya niat jahat pada perusahaan ini..." Cia jeda sejenak, meremas jemarinya yang gemetar. "Oleh karena itu... saya rasa, saya akan berhenti bekerja. Hari ini juga, saya akan mengajukan surat pengunduran diri saya dari Aethelgard Group agar kehadiran saya tidak lagi mengganggu ketenangan hidup Tuan Dixon. Saya... saya pasrah jika harus kehilangan pekerjaan ini."

​Strategi umpan balik telah dilepaskan. Cia sengaja menawarkan diri untuk pergi dan mundur dari hadapan Dixon. Bagi pria berkuasa, angkuh, dan memiliki ego setinggi langit seperti Dixon Luca Alessandro, kepasrahan dan keinginan Cia untuk lari justru akan memicu insting berburunya yang jauh lebih agresif. Permainan psikologis ini kini berada sepenuhnya di bawah kendali Cia.

1
Hasti Asti
semangat terus kak berkata, cerita kamu bagus
sryharty
sebelum pembalasan kamu terendus Amora,,kamu harus bikin duda karatan bertekuk lutut sama kamu cia,,biar si duda ga bisa jauh2 dari kamu,,kalo jauh dari kamu langsung gila,,jadi nanti si Amora tidak bisa banyak tingkah
aku
kudukung pembalasanmu dg 🌹 go cia go!!
aku
aduh aq juga tercia cia nih 😁 gasss ciaaaa 😃
Hasti Asti
lanjut kak😍
sryharty
kenapa seh ka up nya irit banget
Shion Hin
hohoho mulai seru 🔥🔥🔥
Marsya
wah mw nambah bacanya lagi,klanjutannya pasti lbih seru🤭🤭🤭🤭
Shion Hin
ayo kak semangat... 🔥🔥🔥🙏
sryharty
kenapa up nya cuma satu2 yah
Yuyun Suprapti
crazy up dong kk thor🤭💪
Shion Hin
😍
Rahman Hayati
wow
selanjutnya rencana lebih menantang lagi Thor, mungkin buat dia belajar beladiri dikit lah
saran thor
sryharty
ka doubel up lah
sryharty
😁 pokonya kamu harus jual mahal cia,,jangan kejar2 duda karatan
biar dia yg tercia dan ga bisa jauh sama kamu
Rahman Hayati
jgn terlalu tua lah Thor yg sedang sedang saja umurnya
sryharty
semoga sampai selesai alurnya masih bagus
sryharty
si duda karatan udah mulai Ter cia2 neh
ayo cia kamu harus kuat
balas semua rasa sakitmu ke Mora..
kamu jangan gegabah tarik ulur si duda karatan biar dia penasaran sama kamu
lanjut yu ka up nya bagus loh cerita kamu
Shion Hin
huaaaa.... gk sabar deh ... 🥺
sryharty
pasti nanti cia hamil,,bawa kabur nanti anaknya cia
biar si duda karatan kelabakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!