NovelToon NovelToon
Fajar Untuk Embun

Fajar Untuk Embun

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

belum di revisi


Tolong baca nya jangan di lompat!


SEKUEL SAYEMBARA JODOH

kisah anak-anak Dira dan Juna.


"Sampai sekarang aku masih mencintaimu, Bun."

"Kakak jangan gila! Aku ini calon adik iparmu!"

"Apa kamu mencintai Angkasa?" tanya Fajar.

Embun pun menjawab sambil membuang muka. "Ya. Aku mencintainya! Puas?"



Embun tidak pernah menyangka dipertemukan kembali dengan Fajar--seseorang yang datang dari masa lalu. Lelaki yang sangat mendambakan dirinya. Akan tetapi, Embun harus meninggalkan Fajar sebab begitu banyak tekanan yang dia hadapi. Tembok mereka cukup tinggi.

Saat ini Embun sudah bersama dengan pria lain. Pria yang memiliki kedekatan cukup erat dengan Fajar, yang menjadi pilihan ayahnya.

Lalu, bagaimana dengan Fajar? Cinta yang dia simpan rapat-rapat kini kembali bergejolak setelah pertemuannya. Akankah dia menyimpan cinta itu untuk selamanya? Atau justru berjuang untuk mendapatkan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bulan di kekang Malam

Embun dan Lintang kini sudah berada di tempat yang aman. Sebuah hunian kecil yang cukup untuk mereka berdua. Sungguh begitu cepat waktu berjalan. Mereka sudah menemukan tempat tinggal. Untungnya Embun dan Lintang bawa tas jadi mereka patungan untuk pembayaran uang bedengan.

Rumah kecil seukuran kamar mereka, hanya ada satu kamar mandi saja. kasur yang di sediakan juga sebatas kasur single. Tubuh Embun dan Lintang di rasa muat. Bantal ada dua, jadi Embun bisa tidur di lantai saja. Mereka hanya di fasilitasi kasur dan lemari plastik. Tidak ada dapur di dalamnya.

"Kenapa kita seharian ini berurusan sama orang yang tidak jelas. Sama temannya kakak, sama Sidik dan anggotanya. Bahkan papa menolak bertemu dengan kita anaknya sendiri!" desah Lintang.

"Ya, mungkin papa takut bikin anaknya sedih." Tirai jendela di kamar bedengan kecil yang baru ternyata rusak. Tapi tak masalah bagi Embun dan Lintang. Dia bisa mencari cara untuk mensiasatinya. Sekarang masalahnya dia tak punya pakaian. Mau kembali ke rumah itu rasanya malas.

"Papa kayaknya marah sama kita kak. Mungkin karena kita melanggar perintah dia berakhir masuk penjara." sahut Lintang merebahkan tubuhnya di kasur bola dunia.

Embun berjalan mengitari kamar barunya. Memeriksa apa yang bisa di tambah. Ada kipas angin meja berbentuk Pororo. Tebaknya ini di tinggal pemilik yang lama.

"Non." suara panggilan dari depan kamar. Ya, Embun mengambil bedengan kamar. Dia bayar kontan satu juta untuk enam bulan. Tidak ada ruang tamu. Langsung kamar saja. Apalagi kamar mandinya kecil.

"Iya, Bu." sapa Embun pada wanita yang berdiri di depan pintu.

"Penghuni baru ya, kalau bisa jangan lama-lama di sini. Bukan ngusir sih, Non. Tapi ini kamar bekas orang kasus pembunuhan. Iya sih sudah di rukiyah tapi ya kamu paham sendirilah." Embun hanya membalas dengan senyuman.

"Terimakasih informasinya. Saya percaya sama Allah." jawab Embun.

"Duh, kak. Panas banget." Lintang mengibaskan kerah kemejanya.Embun melihat ada kipas angin sudah tebal sama debu di teras samping. Sepertinya memang tempat buangan karena banyak barang disana. Langsung dia bawa keluar untuk membersihkannya.

"Sepertinya ini sudah rusak." kata Embun memeriksa kondisi barang tersebut.

"Kakak jangan bersihkan kipas angin. Itu debunya banyak nanti asmanya kumat. Kita nggak ada stok obat lo." Lintang mengingatkan.

Kamu jangan pernah meninggalkan obat ini. Nanti asma nya kambuh lagi.

Embun menghentikan pekerjaannya. Kenapa dia kepikiran soal Fajar.

Kalau dia tulus sama kakak. Sebisa mungkin akan berusaha membatalkan pertunangannya. Walaupun dia duduk kursi roda, tapi kan otaknya tidak lumpuh.

"Selama ini aku yang berusaha mengerti pada kak Fajar. Tapi ternyata sesakit ini berjuang sendiri. Waktu di rumahnya. Kak Fajar bahkan tidak mengakui aku sebagai pacarnya di depan mama dan adiknya. Aku yang sudah berusaha mempertahankan semua ini." Embun memilih dulu di pagar semen teras bedengan.

Ada yang pernah bilang ikhlas itu susah untuk di terapkan. Dia bisa saja ikhlas jika Fajar memilih gadis lain. Apalagi pilihan orangtuanya, akan tetapi jika gadis yang di pilih ternyata jahat itu sudah menjadi beban pikirannya. Entahlah Embun merasa seperti ibu yang memberikan kebahagiaan untuk anaknya.

Mengapa ikhlas terkadang sulit? karena masih memikirkan untung/ruginya. semakin dihitung, semakin merasa rugi semakin merasa tidak ikhlas. salah satu kunci ikhlas adalah penerimaan, bahwa hal tersebut sudah dilakukan dengan benar, dengan maksimal dengan tujuan yg benar.

Pemaksaan harus dilakukan dalam hal-hal baik terutama dalam ibadah. Salah satunya memaksakan diri untuk ikhlas. Ketika dipaksa maka lambat laun akan menjadi terbiasa.Selalu bersikap menerima dengan senang hati dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah swt. Selalu bertawakal kepada Allah setelah berikhtiar semaksimal mungkin. Menerima dengan senang hati, ikhlas dan lapang dada atas apa yang telah ditakdirkan oleh Allah swt.

"Bun kalian itu baru pacaran. Itu juga baru bulanan. Tidak usah terlalu berlebihan. Tapi kenapa rasanya aku seperti dekat lama dengan kak Fajar." keluh Embun.

"Kak, aku lapar." lamunan Embun buyar mendengar keluhan adiknya.

"Iya, kakak ke luar dulu cari makanan." Embun masuk kedalam untuk membersihkan diri.

"Aku ikut, Kak." Lintang sudah beranjak di tempat tidur.

"Dek, tabungan kamu masih ada kan?" Lintang mengangguk kecil. "Kakak saja yang pegang tabungan kamu. Besok kamu sekolah seperti biasa. Kakak cari kerja juga."

"Loh kok kerja kak? Kuliahnya bagaimana?"

"Kan kakak bisa cari yang part time. Pagi kuliah pulangnya kerja. Kita juga harus membeli beberapa pakaian."

"Kita ambil ke sana saja. Lagian tidak mungkin Kinara mau pakai baju kakak. Dia kan lebih kurus dari kakak. Nggak mungkin juga dia mau barang kita, dia saja bisa dapatin lebih bagus dari punya kita." ucap Lintang.

 "Nantilah kita pikirkan lagi. Sekarang kita cari makan saja, ya." baru selangkah mereka berjalan, handphone Embun seperti bergetar.

"Siapa kak?"

Embun menggelengkan kepalanya. Dia masih asing dengan nomor tersebut. Lebih memilih mengabaikan daripada menelepon balik. Akan tetapi nomor itu kembali menelepon. Terpaksa mereka kembali ke bedengan.

"Angkat saja, Kak." seru Lintang.

"Assalamualaikum, maaf ini siapa ya?" tanya Embun.

"Bun," suara itu membuat gadis itu terdiam.

"Kak Fajar," batin Embun.

"Kakak," ucap Embun lirih.

"Iya, ini aku. Maaf kalau pakai nomor Roger. Soalnya handphoneku ketinggalan di rumah Oma. Aku sekarang di rumah Roger." kata Fajar.

"Kenapa kakak di sana? Bukannya kakak mau pulang ke Bandung? nanti di cariin sama mereka." kata Embun.

"Aku ... Cuma mau menenangkan diri, Bun. Di rumah mama, papa, Oma dan juga yang lainnya masih berdebat soal aku. Aku capek, Bun. Bisakah kita bertemu, atau aku ke rumahmu."

Embun baru ingat dia di usir dari rumahnya sendiri. Tidak mungkin juga dia memberi tahu keadaannya sekarang.

"Kenapa?" Lintang masih kepo.

"Kak Fajar ninggalin rumah. Sekarang di rumah kak Roger, ponakan Pak Rayyan."

"Terus?"

"Dia minta ketemuan? Kakak harus gimana, Dek?"

"Enak banget ya, Kak Fajar. Sedang sedih baru cari kakak. Lagi senang ingat nggak dia sama kakak?" cerocos Lintang. " Benar kata papa, kakak terlalu sibuk sama urusan dia."

"Sudahlah, kakak mau kesana. Kamu ikut, ya? Satu hal yang harus kamu tahu. Kak Fajar seperti ini karena siapa? karena papa kan? Papa masuk penjara karena siapa? Karena aku.

Kamu kalau lihat keadaannya pasti paham!"

"Ngapain? kita lagi kesusahan! Harusnya dia yang berguna buat kakak. Kak aku lapar, kita cari makan saja dulu. Jangan sampai karena urusan pribadi membuat kita mati kelaparan." gusar Lintang.

"Iya, ini kita cari warung makan Padang dulu. Terus kita ke rumah kak Roger." Lintang membulatkan matanya. Kesal lihat sang kakak masih mementingkan urusan kekasihnya.

Lintang hanya mengikuti sang kakak. Dia juga malas tinggal sendirian di kontrakan. Setelah tahu dari tetangga kalau bedengan nya bekas pembunuhan ada rasa sedikit takut.

"Kakak pernah dengar bulan di kekang Malam? seharusnya bulan itu menerangi cahaya di malam hari. Tapi jika dia tidak menampakkan dirinya berulang kali pasti ada sesuatu yang menghambatnya. Misalnya karena hujan.

Hujan itu bisa badai atau cuma gerimis saja.

Badainya adalah papa.Hambatan kakak sama dia itu satu. Restu papa dan restu orangtua dia.Kakak itu terlalu tulus sama dia tapi aku merasa hubungan kalian tidak seimbang. Gerimis nya adalah hubungan antara Kinara dan keluarga dia."

1
Jong Nyuk Tjen
betul , fajar jd laki2 ga gentle , ga pernah klarifikasi kl embun itu sebetulnya pacar yg d cintai ny , bknny s kinara
Jong Nyuk Tjen
lama2 sebel am s kinara , serigala berbulu domba , d depan embun n fajar baik bnget seolah olah mendukung hubungan mereka tp d blkng ny mah mw aj d jodohin am fajar ckckckck
Jong Nyuk Tjen
bagus kyny nih ceritanya , lanjut ah bacany
mama Al: anaknya sayembara Jodoh kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Keren, lanjutkan...
mama Al: mampir kak sudah bab baru
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget ada hutan kenangan 😍
Dewi Payang
tuh kan....
Dewi Payang
Curiga... ortu Doni tdk setuju klo Lintang cacat
Dewi Payang
Ngeri juga dendamnya...
Dewi Payang
cepatan Lin....
Dewi Payang
Aduh, aku jadi ikutan takut
Dewi Payang
jomblo ngenes ya🤭
Lina Zascia Amandia
Bukankah Pekalongan itu di Jawa Tengah. Dan lagi Taufik Hidayat asli orang Bandung bukan orang Lembang. Maaf hanya meluruskan saja ya Kak.
mama Al: kan cerita nya mereka jalan-jalan keluar Lembang.
total 1 replies
Spyro
Happy ending. Stelah melalui banyak rintangan dan peristiwa ya Mbun.

Terimakasih author buat cerita kerennya 😍😍 Walau masi penasaran sama ending kisah Darren dan Reva, juga jodohnya Lintang 😁
Spyro
Sebenarnya dari dlu udah bahagia Om. Para orang tua aja yg gk ngerti 😐
Spyro
Wah Taufik Hidayat, atlet idola anak 90-an 😁😁
Spyro
Sebelum menghrap rujuk, mendingan kamu bersihin nama Embun dari hati sama kepala kamu Ren! Percuma rujuk kalau masi keinget Embun. Kasihan Reva
mama Al: nah iya bener
total 1 replies
Spyro
Lah, dia cemburu toh 😂
Spyro
Lah kok nyalahin Bening? Yg ngejar2 sama naksir kan bukan Embun tp kakamu!! Semua yg menimpa kkmu, ya kesalahan dia sendiri lah. Punya istri di sia2!!
Spyro
Wah obsesinya ke Panca melebihi ke Fajar. Serem bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!