NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kilau Gaun dan Gema Langkah Jenderal

Hotel Mandarin Jakarta di akhir pekan itu menjelma menjadi pusat perhatian kaum elit ibu kota.

Mobil-mobil mewah lansiran Eropa seperti Mercedes-Benz Tiger dan BMW klasik berbaris rapi di pelataran parkir.

Di depan Hotel, aroma parfum mahal buatan Prancis berbaur dengan asap rokok kretek premium.

Sememtara di dalam aula utama, terlihat lampu kristal gantung menyinari ratusan tamu yang hadir mengenakan pakaian terbaik mereka dengan cahaya keemasan.

Erica Fiorenza berdiri di dekat pilar besar, mengamati kerumunan dengan segelas sirup markisa di tangannya.

Malam ini, dia menolak mengenakan gaun berenda-renda yang sedang tren di kalangan sosialita.

Dia justru memilih setelan blazer lurus kebawah berwarna merah marun dengan bawahan rok span berbahan sutra tebal hasil rancangannya sendiri.

Model desainnya ini mencerminkan citra wanita karier tahun delapan puluhan yang mandiri, disiplin, dan berwibawa.

Rambut hitamnya disanggul rapi, ada beberapa helai dia sisakan untuk membingkai wajah cantiknya.

"Erica, sumpah, aku merasa seperti menjadi seorang penyusup," bisik Hilya yang berdiri di sampingnya.

Hilya saat ini mengenakan gaun kuning cerah dengan lengan balon. Gadis pecinta warna kuning itu memegang dompet rajut dengan sangat erat hingga berkeringat.

"Coba lihat itu, di sudut sana ada Tante Bianca Megantara. Gila! Berlian di lehernya besar banget. Kalau di total, bisa untuk beli tanah satu hektar di Kalimantan!"

Erica mengikuti arah pandang Hilya. Di sana, Bianca Megantara sedang bersenda gurau hingga menampakkan deretan giginya yang tidak rapi.

Bianca sedang dikelilingi oleh para nyonya pejabat, sementara di belakangnya, berdiri Shofia Elzi.

Shofia malam itu terlihat sangat mencolok dengan gaun malam merah muda yang dipenuhi dengan payet berkilau.

Sungguh sangat menyilaukan.

Wajahnya yang sombong itu mendongak tinggi, sesekali mengibaskan kipas bulu-bulu di tangannya.

"Sudah ku duga, sudah pasti Shofia akan menempel pada Nyonya Bianca," gumam Erica dalam hati.

Di kehidupan lalu, Shofia memang sangat pandai mengambil hati Bianca dengan cara membelikan barang-barang mewah hasil selundupan dari luar negeri.

Mereka berdua memiliki sifat yang sama-sama gila hormat dan tidak mau mengalah.

Tiba-tiba, pandangan Shofia bergeser dan menangkap sosok Erica. Mata Shofia langsung menyipit sinis ke arah Erica.

Dengan langkah anggun yang dibuat-buat, Shofia berjalan menghampiri Erica bersama dengan temannya.

"Coba kalian lihat, siapa tamu yang datang tanpa diundang ini?" sapa Shofia dengan nada meremehkan.

Suaranya cukup keras sehingga memancing perhatian beberapa orang di sekitar mereka.

"Erica Fiorenza. Setahuku, daftar tamu malam ini hanya untuk keluarga elit dan relasi bisnis utama Megantara Corp. Kenapa bisa seorang pemilik toko baju kecil sepertimu bisa masuk ke sini?" tanyanya dengah tatapan merendahkan, diikuti dengan suara tawa kecil dari teman-temannya.

Hilya ingin membuka mulutnya, hendak membalas dengan ketus, namun Erica menahan lengan sahabatnya itu.

Erica menatap Shofia dengan tenang, tanpa ada riak kemarahan di wajahnya. Shofia pun terdiam karena merasa tidak nyaman melihat wajah Erica yang seolah seperti sedang menatap rendah dirinya.

"Pesta ini diadakan di tempat umum, Shofia. Dan seingatku, Fiorenza Fashion baru saja menandatangani kontrak penyediaan kain seragam untuk beberapa instansi pemerintah," jawab Erica dengan santai, tapi yang terdengar di telinga Shofia adalah sebuah penekanan.

"Jadi, menyebut Perusahaanku dengan sebutan 'toko baju kecil' kurasa agak kurang akurat untuk seseorang yang ayahnya bahkan masih meminjam modal dari bank untuk bisnis propertinya." tambah Erica dengan senyum terbaiknya.

"Kamu!" Wajah Shofia memerah meradang karena rahasia keuangan keluarganya dibeberkan begitu saja.

Sebelum Shofia sempat membalas, sebuah suara familier yang sangat dibenci Erica terdengar dari belakang tubuh Shofia.

"Ada apa ini? Shofia, Erica?" tanya Daniel Megantara.

Pemuda berusia dua puluh delapan tahun itu terlihat gagah dengan setelan jas hitam bersaku ganda yang kini menjadi tren terbaru.

Senyum manisnya yang biasa ia gunakan untuk merayu wanita terkembang di bibirnya. Tetapi, ketika matanya menatap Erica, ada binar ketertarikan yang tidak bisa ia sembunyikan.

Erica malam ini terlihat jauh lebih memikat dan berwibawa dibanding biasanya.

"Erica, akhirnya kita bisa bertemu. Kenapa kamu tidak membalas teleponku minggu lalu? Padahal aku sengaja menunggumu," ujar Daniel dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin. Daniel mengabaikan Shofia yang berdiri di sampingnya dengan wajah cemberut.

Erica memandang Daniel dari ujung rambut hingga ujung kaki. Rasa muak bergolak hebat di dalam dadanya, tetapi ia masih bisa menampilkan senyum formal yang dingin.

Pria ini, pikir Erica.

Pria yang di kehidupan lalu memelukku sambil membisikkan kata cinta, sementara tangannya yang lain memegang gelas minuman berisi racun.

"Saya sibuk dengan urusan perusahaan, Tuan Daniel," jawab Erica kaku, sengaja menggunakan panggilan formal yang menciptakan jarak.

Daniel agak terkejut dengan sambutan dingin itu. Biasanya, gadis-gadis akan tersipu jika didekati oleh seorang Megantara, tapi berbeda dengan Erica yang tidak menampakkan rasa tertariknya.

Sebelum Daniel sempat berbicara lagi, suasana di dalam aula besar itu tiba-tiba berubah senyap. Bahkan musik piano klasik yang mengalun lembut sedari tadi, ikut mendadak berhenti.

Pintu ganda aula utama terbuka lebar.

Dua orang prajurit berseragam dinas, berdiri tegap di sisi pintu, disusul oleh langkah kaki yang tegas dan beritme konstan.

Gaung sepatu lars militer yang beradu dengan lantai marmer terdengar begitu mendominasi, membungkam seluruh obrolan kosong kaum sosialita.

Seorang pria melangkah masuk.

Pria itu ialah Jenderal Eshar Megantara. Tubuhnya yang tegap setinggi seratus delapan puluh lima sentimeter dibalut dengan seragam dinas militer Angkatan Darat berwarna hijau tua, lengkap dengan tanda pangkat bintang di pundak dan barisan lencana kehormatan yang berkilau di dadanya. Wajahnya yang tampan memiliki garis rahang yang tegas, dengan kulit yang tetap merona walau terkena sinar matahari perbatasan.

Tetapi yang paling memikat daripada dirinya adalah matanya. Sepasang manik mata coklat yang tajam, dingin, dan sedalam jurang, seolah diciptakan agar mampu membaca setiap niat busuk orang yang menatapnya.

Di belakangnya, mengekor Axelo, bawahan pribadinya yang bertubuh kurus dan tinggi.

Axelo membawa sebuah tas kerja kulit, dia memandang sekeliling dengan senyum tipis yang ramah, kontras dengan ekspresi atasannya yang sedingin es batu.

"Gila! Itu Jenderal Eshar?" bisik Hilya dengan suara bergetar, hampir lupa bernapas.

"Dia seperti bukan manusia, Er. Ganteng banget seperti patung hidup." tambahnya sambil menelan salivanya sendiri.

Eshar berjalan membelah ruangan. Semua orang, termasuk Benny Megantara dan Bianca, segera maju untuk menyambutnya dengan senyum lebar, tak lupa juga dengan menunduk hormat.

Daniel pun langsung menegakkan tubuhnya, tampak cemas, tetapi ingin memamerkan diri di hadapan paman bungsunya yang berkuasa itu.

Di tengah langkahnya yang tegas, mata coklat Eshar tiba-tiba bergulir. Di antara ratusan wanita yang mengenakan gaun malam berenda dan warna-warni mencolok, tatapannya terkunci pada satu titik.

Pada seorang wanita dengan setelan blazer merah marun yang berdiri tegap di dekat pilar. Wanita itu tidak menunduk cemas seperti yang lain, tidak juga tersenyum menjilat seperti para sosialita.

Wanita itu, Erica Fiorenza, menatapnya secara langsung, tepat di manik mata Eshar, dengan binar keberanian yang menantang.

Sudut bibir Eshar bergerak sangat tipis, hampir tak terlihat, sebelum dia mengalihkan pandangannya kembali ke depan dan melanjutkan langkahnya menuju podium utama.

Erica kemudian menghembuskan napas yang sejak tadi ditahannya, Pria itu memiliki aura yang jauh lebih kuat dari yang dia bayangkan. Tapi justru pria seperti inilah yang ia butuhkan.

"Daniel, Shofia, lihatlah! Dialah pria yang akan aku gunakan untuk meleburkan kalian bersama-sama ke dalam liang kubur." bisik Erica teramat lirih, matanya terus mengunci sosok sang Jenderal yang kini tengah berdiri di atas podium.

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,, makin ksini makiin seruuuu kak ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
😁😁😁😁
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁😁
total 2 replies
aku
🌹🌹🌹 ayok semangat up tor 💪🏻💪🏻
Rani: sabar yaaa
total 1 replies
aku
kutunggu khilafmu ke erica shar 🤣🤣
aku
duh ngakak suerr 🤣🤣🤣🤣 jlebnya jleb bgt 🤣🤣🤣
Rani: 🤭🤭🤭🤭 biar tau rasa🤣
total 1 replies
aku
jaman jayanya fanbo 😃😁
Rani: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rosella
Keren Thor. ceritanya bagus bagus bagus bangeeeettt aku suka 😍😍
Muft Smoker
hei sesama megantara coba jgn saling mendahului ,, 😏😏😏😏😏
kalian udh punya harta masing2 , keluarga masing2 Dan kebahagiaan masing2 ( tu pun kalo bnran punya) ,,,,
Masih aj ganggu hidup org lain ,, Masih aj ngurusin yg bukan hak ny ,,
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker: betul kak ,,
enk ny di apain yx????
🤔🤔🤔🤔🤔
di sop??
di sate??
ap bakar pake kecap???




🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
mereka salah memilih lawan ,,
😒😒😒😒😒😒
Muft Smoker
siap2 nangis Bombay deh Daniel ,, dy fikir Erica pergi krn kalah ,,
km slah justru dy pergi krn sedang menyiapkan serangan balasan yg lebih dr kejam ,, 😏😏😏😏😏😏
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh seruuuuu kak. lanjut bab nya yaaa😁😁😁
semangat 💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
naahh.... kann. sudah mulai tumbuh benih2 cintai 😁😁😁😁
liat kuat imronmun saja pak eshra 🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
betulll, bals kata sindiran mereka secara elegan tanpa amarah ataupu teriak n 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ayooo. erica bantaiii, sikaatttt dengan elegan., lawan mereka yg nyinyir dengan promosi fashion mu😁😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
mampir thorrr,,, lihat karya baru sinopsis nya oke langsung cuuzzz gercep like favorit nunggu bab agak banyak dikit Lanjuttt baca😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor lanjuuutttt babnyaaaa💪💪💪😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhhh kudanil pede gila, berasa semua cwe tergila2 sama dia kali. heiiii masih ada paman mudamu g kelewat ganteng yaa..blu mah gantengnya kalao diliat pake pipet Aqua gelas🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
nafasss erica😅😅😅😅
begitulah kalau berhadapan dengan seorang yg berpangkat jendral, apa lagi plis tampan nya ga ketolongan 🤣🤣🤣
awas jangan pingsan 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
semoga balas dendam mu lancar Eri. sekarang ada tameng yg super kuat yg bisa melindungi mu. manfaatkan sebaik nya 💪💪💪😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!