Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TANDA TANYA?
7 HARI UJIAN NASIONAL KELAS 12 SELESAI
Sekolah menunjukan pukul 07.00 Wib. Tepat di gerbang sekolah Diana dan Rika berjalan bersama untuk memasuki UJIAN SEMESTER GENAP, mereka pun berjalan bersama kebetulan kelas 12 sedang libur, jadi kelas 10 dan 11 memasuki ujian.
"Din, lu udah belajar kan pelajaran biologi?" ucap Rika yang sedang berjalan di samping Diana.
"Sudah dong hehe yah... walaupun pelajarannya lumayan sulit sih" ucap Diana yang menoleh ke Rika. Di kelas mereka memasuki ujian sekolah yang lebih dahulu pelajaran biologi. Selesai bel istirahat, mereka mengembalikan buku ke perpustakaan di sana mereka melihat pria cupu yang tengah asik membaca buku.
"Kalian udah selesai baca bukunya" ucap pria cupu yang tengah menoleh ke arah mereka.
"Udah kok lumayan bagus juga bukunya, din gw mengembalikan bukunya dulu ya " ucap Rika segera mengembalikan buku.
Lalu Diana duduk di samping Stefen sambil menunggu rika, stefen hanya bisa melirik Diana sambil membaca bukunya. Tiba-tiba datang geng galih yang di suruh pak Soleh mengembalikan tas nya ke perpustakaan. "Kalian ngapain disini?" ucap Galih.
"Lagi belajar lu gak liat apa?" ucap diana yang tengah duduk di samping stefen.
Geng galih yang melihat Diana dan Stefen duduk bersampingan membuat galih cemburu, "Mimpi lu mau dapat Dianaaaa!!! masa ia selera Diana di bawah!" ucap galih dan para sahabat yang tertawa terbahak-bahak mereka berdua.
"Apaan sih lohhhh ganggu aja, kalau gw pacar Stefen loh mau apa ha?" ucap Diana yang melotot ke arah Galih. Galih dan para sahabatnya kabur ke kelasnya selesai mengembalikan tas nya.
"Awal loh cupu!!! gw tunggu di kelas" ucap galih yang kesal.
Mendengar ucapan Diana, ekspresi Stefen mulai bahagia saat tau Diana ada rasa padanya padahal Diana sama sekali tidak ada perasaan ke Stefen dia hanya menyuruh geng galih untuk pergi.
"Jangan di ambil hati ya Stefen! gw cuma bercandaaaa kok..." ucap Diana yang menoleh kepadanya.
"Iya, Din..." ucap Stefen yang kembali membaca buku sambil tersenyum-senyum.
Datang Rika mengajak Diana ke loker untuk mengambil barang-barang nya yang tertinggal. Di loker Rika membuka lokernya.
"Huh udah lama gak buka loker banyak sekali debu" ucap Rika yang melihat lokernya.
"Gue mau buka juga ka walaupun isinya cuma komik lama, gw kangen aja hehe" ucap Diana sambil membuka lokernya.
"Loh ini apaan ya? Sepertinya ini bukan punya gw deh? Ucap Diana sedang mengambil kotak berpita merah dari lokernya lalu melihatkan kadonya ke sahabatnya.
"Cieee ada pengagum rahasia nih? Ucap Rika yang tertawa lepas.
"Apaan sih loh ka, mungkin iya juga sih soalnya gw dapat nomor tidak di kenal, boneka dan kado rahasia?" ucap Diana yang masih kebingungan.
Tet...Tet...Tet... Waktunya masuk kelas
"Ayo din, buruan dong! gw mau ke kelas" ucap Rika sudah mengambil buku-buku di loker. Mereka pun bergegas ke kelas dan duduk di bangkunya.
"Ka, lu tau gak sih ini dari siapa? Diana yang masih tanda tanya. Sambil menatap kadonya yang belum di buka nya.
"Ya, palingan dari galih Din, lu kan tau galih fans banget sama lhoooo" ucap Rika yang menjawab Diana yang ke kebingungan.
"Mungkin iya, mungkin enggak, soalnya waktu gw dulu pacaran dulu sama dia, ya boro-boro ngasih hadiah. Apa dia berubah ya!" ucap Diana yang masih kebingungan menatap kado di atas meja.
"Din... buruan sembunyikan kado lu dari atas meja?" ucap Rika sambil menepuk tangannya Diana yang kebingungan.
"Iya,, iya,, bentar sih bawel banget loh ka" ucap Diana sambil menaruh kotaknya ke dalam tasnya.