NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18: Miss Kim (1)

Beberapa hari lalu, 13 September 2013.

Seorang wanita memakai jaket dark purple memperhatikan mereka dari balik pagar. Dengan didampingi dua orang pria dan seorang asisten, wanita itu terlihat menahan rindu dan menahan dinginnya malam.

Kediaman Lee Dong Soo bahkan tampak ramai. Namun, dirinya hanya bisa memandang dari kejauhan, menatap kesal pada seseorang dan juga memupuk rindu kepada seorang pria lain dan juga kepada wanita di dalam sana.

"Ayo kita pergi!" ucapnya, usai melihat ketiga pria itu masuk ke dalam rumah. Sesaat, seusai mendengar panggilan wanita dari dalam rumah tersebut.

"Nona Kim," panggil asistennya.

"Saat hati tak lagi dipenuhi cinta, apa itu benci?" tanya perempuan itu berbalik.

"Ya? Aku rasa itu kekecewaan," jawab gadis berkuncir menunduk.

"Kita kembali ke hotel" lanjutnya mengangguk tampak mulai tertekan.

"Ya," jawab asisten dan pengawalnya hambar, mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dan pulang menuju hotel.

***

21 September 2013.

Min Joon menghabiskan hari-harinya meratapi Jin Hee, hanya berteman beberapa benda pemberian dan peninggalan Jin Hee yang menurutnya akan membuatnya merasa jauh lebih tenang dalam mencari Jin Hee.

Dia terlalu khawatir saat ini. Bagaiman jika benar kedua orang tuanya terlibat? Apa yang harus dikatakannya kepada Sun Woo dan bagaimana cara mengatakannya? Harapannya adalah dapat segera menemukan Jin Hee, itulah satu-satunya cara.

"Jin Hee di mana pun kau berada, kuharap kau baik baik saja. Mohon maafkan aku!" ucapnya mencoba tegar, "aku akan mencarimu, percayalah!" lanjutnya menggenggam gantungan kunci berbentuk mawar biru.

***

Min Joon apartment, 3 Oktober 2013.

Kaki-kaki kecil itu mulai mengganggunya, Min Joon duduk sendirian di taman. Di bawah pohon maple yang telah mengering, Min Joon memegangi benda-benda peninggalan Jin Hee.

"Saat kau pergi aku benar-benar menjadi gila. Kau tahu?" ujarnya menatap Jin Hee dalam gambar 2D.

"Seharusnya aku segera mencarimu, saat kau pergi. Bukannya justru mendengarkan ocehan ayahku!" ingatnya.

Semua ingatan itu terasa sia-sia saja. Min Joon bergegas masuk ke dalam apartment, karena cuaca yang semakin dingin. Hari ini hanya benda-benda peninggalan Jin Hee yang lagi-lagi menemaninya.

***

30 Oktober 2013.

Hari-hari berlalu, minggu ke minggu mengabur tanpa ada sesuatu yang spesial. Min Joon duduk di tempat ini sendirian, mimpi dan angannya terhempas oleh angin musim gugur yang sedang berlomba. Matanya sayu, tak berarah. Kalut dan sedih sudah resmi menjadi sahabatnya.

"Aku minta maaf! Seharusnya tak kudengarkan ocehan ayah hari itu, sehingga mempengaruhiku untuk tidak mencarimu. Maaf aku terlambat Jin Hee, sekarang semuanya jadi seperti ini. Aku menyesal!" ucapnya setelah mengakhiri ingatan dua tahun lalu.

Ingatan sebuah penyesalan, kenapa membiarkan sang belahan jiwa pergi, membiarkan dirinya larut dalam pertimbangan.

"Park Min Joon!" Suara itu memberikannya harapan.

"Jin Hee ...."

"Ini aku, Hyu Ri."

"Apa yang kaulakukan di sini?" kata Min Joon sangat kecewa.

"Ibumu bilang sudah dua bulan kau tidak pulang ke rumah. Dia bertanya, apa selama ini kau tinggal bersamaku?"

"Lalu, apa yang kau katakan padanya?"

"Aku bilang aku tidak tahu di mana kau berada," ceritanya duduk di sebelah Min Joon.

"Bagaimana kau tahu tempat ini?"

"Aku mengikutimu ke sini. Aku pikir bisa menemui dan membujukmu! Oh ya, jadi kau tinggal di mana sekarang?" ujar Hyu Ri berhati-hati.

"Di apartment lamaku, setidaknya di rumah itu kenanganku dan Jin Hee masih hidup," jawabnya terdengar galau.

"Kau tidak ingin pulang?"

"Apa yang ingin kau lakukan huh? Kau tidak tahu apa yang sedang terjadi dan tidak akan pernah tahu! Jadi, jangan ikut campur!" jawabnya tiba-tiba marah.

"Hey, aku sedang bicara baik-baik, kenapa kau seperti ini? Mari bicarakan sebagai sesama teman!" tawar Hyu Ri.

"Hyu Ri?" panggilnya menatap Hyu Ri dalam-dalam, "aku sangat merindukannya!" lanjut Min Joon menatap kain-kain yang beterbangan di sekitar mereka.

"Kenapa kau tidak mencarinya sejak dulu?"

"Karena aku bodoh!" singkatnya.

"Saat dia pergi, kenapa kau tidak berpikir apa kesalahanmu kepadanya?" lanjut Hyu Ri mencoba mencari tahu perasaan Min Joon.

"Aku ... aku tidak tahu!"

"Park Min Joon!" rintihnya lirih saat melihat temannya ini tampak sangat menyedihkan.

"Ayah dan ibuku terlibat! Tapi, aku tidak punya bukti apa-apa," ujarnya mengabaikan tatapan Hyu Ri. Hyu Ri dapat melihat ketegangan dan kekalutan di wajah pucat itu, sebagai teman Hyu Ri tidak ingin terlalu mencampuri area pribadi Min Joon.

"Kalau seperti itu, cobalah kau pikirkan apa kesalahanmu dan renungkan cinta Jin Hee untukmu!" ujarnya pergi.

Min Joon terdiam mendengar ucapan Hyu Ri, ada hal yang mengganjal di pikirannya. Kini saatnya mencari tahu apa salahnya, bukan sekadar mencari tahu kenapa Jin Hee pergi meninggalkannya. Pekerjaan rumah baru, yang harus Min Joon selesaikan.

***

Café o'latte, 6 November 2013.

"Apa yang sedang kau lihat?" tanya Dong Soo memperhatikan Min Joon yang sedari tadi menatap seseorang di depan mereka.

"Gadis itu mirip seperti Jin Hee, coba kau lihat caranya tersenyum. Sangat tidak asing kan?" jawab Min Joon nanar.

"Temanku, berhentilah bersedih. Kau masih punya harapan."

"Siapa? Kim Jin Hee? Gadis jepang itu?" ujarnya lesu.

"Dia bukan gadis jepang!" tampik Dong Soo, memberikan ice coffee ke hadapan Min Joon. Dia hanya mengabaikan benda itu.

"Apa menurutmu dia Jin Hee-ku? Jin Hee kita? Lim Jin Hee?" cecar Min Joon penuh keragu-raguan yang mendalam. Serius dengan pena di tangannya.

"Jika menurut kakaknya itu adalah Jin Hee, maka itu adalah dia!" yakin Dong Soo.

"Aku harap begitu."

"Oh ya, aku mengajakmu ke sini karena ada satu hal yang ingin aku beritahukan padamu," ucap Dong Soo sambil menyeruput sedotan minumannya.

"Apa itu?"

"Sun Woo bilang, dia akan ke Jepang untuk mencari nona Kim."

"Lalu?" tanya Min Joon tak bersemangat.

"Apa kau mau ikut?"

"Untuk apa?"

"Ya, daripada kau terus berharap dan tenggelam dalam kenangan, bukankah lebih baik kau kembali mencarinya?"

"Akan kupertimbangkan."

"Kau sedang menulis apa?" tanya Dong Soo penasaran atas apa yang dilakukan Min Joon sedari tadi.

"Surat untuk kakakku."

"Mengirim surat ke Italia? Kenapa tidak gunakan surel saja! Sepertinya otakmu menjadi bermasalah setelah semua kejadian ini."

"Kakakku sekarang di Amerika," selanya mengoreksi negara yang disebut Dong Soo. "Hobinya adalah mengoleksi perangko. Jadi akan sangat bagus jika mengirimkan surat untuknya. Itu seperti hadiah baginya," ungkap Min Joon melanjutkan menulis.

"Apa akhirnya kau akan menceritakan masalahmu kepadanya?" sindir Dong Soo.

"Menurutmu?"

"Hah? Selamat menulis! Aku akan kembali ke kantor, terima kasih makan siangnya ...," pamit Dong Soo padanya.

"Terima kasih apanya? Apa maksudmu? Kau yang mengajakku kemari! Hey," teriak Min Joon menatap Dong Soo yang segera beranjak dari meja mereka.

"Traktir aku ya ...," ujarnya tertawa melengos pergi begitu saja.

"Yak! Lee Dong Soo ... ckckckck!!!" heran Min Joon sesaat, menatap Dong Soo geli dan kembali melanjutkan aktivitasnya.

***

Bersambung

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!