NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yura Yang Lain

Tak terasa, Yura bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam disana. Lupa makan dan minum. Ia benar-benar hanya fokus membaca halaman demi halaman hingga sebuah minuman kaleng tersodor ke arahnya.

Pria yang mengenakan jas dokter itu yang datang memberikan minuman dingin padanya.

"serius amat, " ucapnya.

Yura hanya tersenyum lalu menyadari hari yang sudah beranjak siang. Ia kemudian pamit, tak lupa mengucapkan terima kasih atas minuman yang ia terima.

Sekembalinya Yura, ia disambut oleh Liam yang duduk santai sambil menonton televisi disofa rumah nenek Lea.

Ia masuk begitu saja tanpa bicara, lalu lanjut duduk dimeja untuk makan siang.

"kamu darimana, siang begini baru kembali,? " tanya nenek penasaran.

Karena Yura masih sangat baru dikomplek ini, nenek khawatir jika saja ia salah jalan lalu tidak tahu jalan pulang.

"Awalnya kepantai, lalu mampir sebentar di perpustakaan nek" jawab Yura sambil menyendok nasi ke mangkok.

"temannya diajak dong sayang,,, " titah sang nenek.

"tau nih, sombong amat... " keluh Liam menghampiri.

"bukannya kamu punya rumah sendiri? " jawab Yura cuek.

"heh, gak boleh gitu sayang. Nenek yang bertanggung jawab untuk makan Liam, " kata nenek.

Nenek yang telah selesai membereskan barang-barangnya nya ikut bergabung.

"nanti nenek kepantai, kamu ikut ya,, " ucap nenek pada Yura, yang disambut anggukan oleh Yura.

"Liam, tumben kamu ada dirumah hari minggu gini. Biasanya kan kamu kekota... " seloroh nenek Lea.

"oh ya, bagaimana keadaan gadis itu? semoga dia membaik,, " lanjut nenek lagi.

Yura hanya fokus makan, seolah tidak mendengar percakapan nenek dan Liam.

"Liam ikut ya nek,, " bukannya menjawab, tapi malah mengalihkan pembahasan.

"boleh saja, ini juga kali pertamamu ikut masak-masak dipantai itu kan? " Liam mengangguk.

Setelah ketiga nya selesai makan, mereka segera bergegas membawa barang-barang yang telah disiapkan oleh nenek tadi.

"desa kita menang lomba menyelam melawan desa sebelah, jadi kita akan merayakannya secara besar-besaran dipantai,, " ucap nenek dengan gembira.

Yura yang mengikut dari belakang hanya manggut-manggut. Ia yang jarang bicara akan tetap diam walau tangannya sudah mulai pegal-pegal.

"aku bantu ya, " Liam mencoba membantu, padahal barang bawaanya juga tak kalah banyak dan berat.

Karena kesal merasa terganggu, Yura benar-benar memberikan sebagian barang bawaan nya.

Lalu dengan entengnya berjalan cepat didepan sambil tersenyum tipis yang masih dapat ditangkap oleh Liam.

Liam yang mendapat tanggung jawab itu hanya bisa pasrah, tak apa_karena melihat senyum manis Yura saja ia sudah sangat senang. beban berat itu tak ada apa-apa nya lagi untuk nya.

Dilokasi tujuan sudah banyak orang yang berdatangan, tak terkecuali sang dokter pemilik perpustakaan itu.

Yura membalas sapaan pria itu dengan senyum nya membuat sorot mata Liam menancap sempurna pada pria yang diketahui bernama Mark itu.

Yura sebagai seorang pemula dan juga tidak terlalu suka berbaur itu hanya duduk menyaksikan para lansia, dan orang-orang tua dan muda itu melakukan tugas nya masing-masing.

Ada yang membakar ikan, membuat minuman, dan menyiapkan meja sebagai tempat untuk makan.

Tak perlu menunggu lama, Liam juga ikut duduk disamping Yura. Dimana ada Yura, maka disitu ada Liam.

Yura yang sudah merasa lelah hanya bisa pasrah dan menganggap seolah pria itu tidak ada.

Lalu tiba-tiba dokter Mark datang membawa balon yang masih kempes, lengkap dengan alat pompa anginnya.

Liam yang menyaksikan kekompakan keduanya seolah merasa tersisih, lalu ikut membantu walaupun hasil kerja nya tidak terlihat sama sekali.

Tak hanya itu, winter_gadis yang ada dikelas Yura juga Ikut-ikutan bergabung. Jika dilihat dari jauh, keempat sejoli itu terlihat akrab layaknya teman lama.

Namun jika dilihat lebih dekat, kedua pria itu hanya sibuk saling berebut memberikan balon kepada Yura.

"sepertinya Liam menyukai mu, " ucap winter basa-basi

"aku tidak peduli itu,, " ucap Yura cuek.

Ia kembali fokus pada kegiatannya melengketkan balon-balon itu ke sebuah tiang yang telah dibuat berbentuk love.

Salah satu orang tua mengantarkan bunga plastik untuk menambah kecantikan dekorasi pesta malam ini.

Dengan iseng dan jahil, Liam membentuk sebuah buket sederhana lalu memberikan nya pada Yura. Terdengar sorak-sorai para penonton yang tiba-tiba memberi semangat pada keduanya.

"terima, terima, terima... "

Nenek Lea yang turut melihat keriuhan itu hanya geleng-geleng kepala.

Dengan keras Yura menginjak kaki Liam, ia mengambil bunga itu lalu mencampurnya dengan bunga lainnya.

"mengapa usil banget sih,,? " kesal Yura.

Malam kian beranjak, angin malam sudah mulai berhembus. Yura dan yang lain merapatkan jaket tebal yang mereka kenakan.

Suasana riuh gembira ini membuat Yura teringat akan sosok Steven. Pria itu pernah berjanji untuknya, jika nanti kembali ke kota par ia akan membawa Yura jalan-jalan kepantai.

Siapa sangka, Yura yang begitu menyukai suasana pantai bagaikan mendapat sebuah jackpot. Kini ia bisa dengan sepuasnya menikmati keindahan yang yang disebut pantai itu, walaupun terasa sedih dihati karena Steven tak lagi bisa sperti dulu_menemaninya ketika ia sendirian.

Malah ada pria aneh yang selalu mengganggunya dengan segala tingkah absurd nya. Terkadang Yura harus memijat pelipisnya untuk meredakan kepalanya yang sedikit pusing akibat ulah Liam.

"Yura, kenapa kamu cantik sekali,,, " bisik Liam lagi.

Saat ini hanya ada mereka berdua yang duduk didekat api unggun itu. Mark dan Winter sedang berada dikerumunan banyak orang. Mark yang merupakan seorang dokter, sangat terbiasa berada dekat-dekat dengan para orang tua_kadang memberi pemeriksaan sederhana secara gratis.

Ia adalah putra desa yang memilih mengabdi pada desanya. klinik Mark sudah ada sejak dulu, usaha keluarga yang diwariskan secara turun temurun.

Mark sendiri adalah nama belakang keluarga mereka, dan ia memutuskan nya sebagai nama panggilan untuknya.

Winter sudah menyukai Mark sejak dulu, ia tidak pernah lelah untuk menunjukkan rasa cintanya. Namun Mark terlihat seolah tidak mengerti akan perasaan gadis itu, terlihat dari sikap nya yang cuek dan mengabaikan gadis itu.

Jika dilihat dari sudut pandang Yura, pasangan Winter Mark sama dengan dirinya dan Steven dari segi umur.

Melihat kedua sejoli itu semakin mengingat kan nya pada sosok Steven yang semakin jauh untuk digapai.

Tapi bukankah itu hal baik, jika seharusnya mereka akan tetap berpisah suatu saat nanti. Namun tetap saja, walaupun sudah tahu akan ada perpisahan itu suatu saat nanti, hati Yura masih belum terbiasa.

Dalam sendu nya, suara notifikasi di ponselnya membuat perhatiannya teralihkan. Ada nama Steven dilayar ponsel nya.

"ra, hari ini aku bertemu dengan Bella. Nama yang tidak asing bukan? "

"bagaimana aku menghadapi mu nanti ra? "

Yura tersenyum getir melihat kejujuran Steven. Sedangkan dirinya malah belum bercerita hingga saat ini tentang kepindahannya.

Liam yang berada tak jauh darinya kali ini hanya bisa memperhatikan nya secara diam-diam walau mulutnya sudah sangat gatal ingin bersuara.

Tapi ia sadar, tatapan nenek Lea tadi seolah mengisyaratkan dirinya untuk tidak macam-macam.

Ada alasan mengapa dirinya diperlakukan seperti itu bukan hanya oleh nenek Lea saja, melainkan satu desa.

Semua orang tahu jika Liam selalu berada disamping seorang gadis yang memiliki nama yang sama dengan Yura.

Jadi saat mereka melihat Liam dekat dengan gadis lain, raut kebingungan diwajah mereka akan terlihat dengan sangat jelas.

.

.

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!