NovelToon NovelToon
SUAMI YANG TERGADAI

SUAMI YANG TERGADAI

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:50.5k
Nilai: 5
Nama Author: balqis

Seorang pemuda biasa bernama Satria pemilik sebuah bengkel, bernasib mujur. bisa di bilang begitu karna
Ia mendapat tawaran dari seorang pelanggan nya untuk menikahi anak gadisnya yang cantik jelita.
Sang ayah berharap Satria bisa merubah watak putrinya yang arogan dan susah diatur.
Dengan imbalan yang menggiurkan.



Yasmin, terpaksa menerima tawaran ayahnya karna takut di usir dari rumahnya.

Setelah menikah, Satria mulai membatasi ruang gerak Yasmin, termasuk uang bulanan yang dia jatahkan.
Yasmin yang terbiasa hidup mewah merasa tidak tahan dan akhirnya memutuskan menggadaikan suaminya tersebut pada seorang pengusaha cantik yang kaya raya bernama Kirana.
Hal itu membuat Satria ingin memberi pelajaran pada Yasmine.

Suatu hari Yasmine baru menyesal saat melihat kebahagiaan suaminya dengan dengan istri barunya. Ia baru menyadari mulai menyukai Satria.

Yasmin semakin terpuruk saat mengetahui siapa Arya. sebenarnya.
Bagaimanakah akhir kisahn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

Malam itu Satria menemani Yasmin di hotel itu.

Satria menyandarkan tubuhnya di kursi empuk yang tersedia. Sedangkan Yasmin sedang ke kamar mandi.

Satria tidak menyangka setelah beberapa waktu sempat berpisah dengan gadis itu, kini bahkan kini mereka tinggal di satu kamar.

Yasmin mendekati Satria yang sedang menelpon seseorang.

"Kirana?" tebak Yasmin.

Satria mengangguk.

"Ia bertanya apa aku pulang atau tidak." jawab Satria santai.

"Dia perhatian sekali, ya..?" gumam Yasmin.

"Begitu lah.. " ucap Satria menaikkan gengsinya. Ia tidak mau ketahuan tidak bahagia dengan Kirana.

"Kau sendiri? Pasti sudah bahagia sekali dengan Om Bram yang kaya raya itu, benar, kan?"

Yasmin terdiam, ia membayangkan betapa bahagianya Satria dan Kirana setelah kepergian nya. Yasmin merasa tidak pantas menganggu kebahagiaan mereka. Karena nya dia merasa harus pura-pura bahagia di depan Satria.

"Yach.. Tidak bisa di pungkiri, walaupun dia sudah berumur, tapi dia tau bagaimana cara memperlakukan gadis seusia ku. Dia sangat menghormati ku. Sampai ada kejadian kemarin, aku tidak tau bagaimana harus bersikap padanya...." jawab Yasmin hambar.

Telinga Satria terasa panas karna Yasmin memuji Bram di depannya.

"Owh begitu, ya? Kau sangat beruntung." ucap Satria getir.

'Tapi, panggilan apa yang cocok buat mu untuk nya? Om? Ayah atau kakek?" ucap Satria lagi, tapi kali ini bernada meledek.

"Kau meledek ku?" sergah Yasmin tidak suka.

"Owh tidaak.. Tapi kalau kau merasa tersinggung, maaf..!" ucap Satria berlagak tidak bersalah.

"Dengar, ya! Walaupun dia jauh lebih tua, tapi dia lebih pandai menghargai perasaan wanita ketimbang..."

Yasmin menggantung kalimatnya.

"Teruskan saja, kenapa berhenti.? Kau pikir aku akan sakit hati karna kau bandingkan dengan pria brengsek itu?" ketus Satria.

Satria membuang muka.

Entah kenapa Yasmin senang melihat Satria marah-marah gara-gara Bram.

"Tapi dia lebih gentle dari mu..!"

Mendengar itu, Satria berdiri dan menarik tubuh Yasmin begitu dekat dengannya.

"Owh, ya? Kau begitu yakin saat mengatakan kalau dia pria gentle, apa yang sudah dia lakukan padamu?" ucap Satria dengan tatapan mengejek.

Kini wajah mereka begitu dekat.

tak urung hati Yasmin berdebar kencang. Ia jadi salah tingkah oleh tatapan Satria yang begitu dekat. Dadanya dag dig dug tak karuan.

"Kalau kau begitu menyanjung pria itu, kenapa kau lari darinya, kenapa kau malah bersamaku disini." Satria melepaskan Yasmin hingga gadis jatuh dan terduduk di kursi.

Satria mengambil jaketnya dan berjalan santai ke arah pintu.

Yasmin menjadi panik, niatnya hanya ingin memanas manasi Satria, pemuda itu malah panas beneran.

Yasmin menangkap tangan Satria.

"Lepaskan! Aku ada urusan penting!"

Kata Satria tanpa menoleh.

"Aku takut sendirian.." ucap Yasmin lirih.

"Kau akan semakin tidak aman karena keberadaan ku di sini." tegas Satria.

Yasmin menggeleng keras.

"Maaf kalau sudah membuatmu tersinggung."

Satria berbalik menatapnya.

Yasmin memegangi kedua telinganya.

"Maaf...!"

Hati Satria luluh juga oleh permintaan maaf Yasmin.

"Okey.. Aku tetap disini asal kau tidak menyebut nama Bram lagi di depanku!"

Yasmin heran, Satria begitu benci pada nama itu. Ada terbesit rasa senang di hatinya karna melihat Satria marah-marah, bukannya itu berarti dia cemburu?

Apapun alasannya, Yasmin merasa harus meyakinkan pemuda keras kepala di hadapannya itu.

"Aku janji tidak akan membicarakannya."

Satria kembali duduk di tempat semula.

Sedang Yasmin menarik nafas lega.

Selanjutnya mereka duduk dengan saling berdiam diri.

Satria sibuk dengan ponsel di tangannya.

Yasmin ingin sekali memulai percakapan, tapi ia merasa canggung.

"Sat..." Yasmin berusaha mencairkan suasana.

"Heeum...!" jawab Satria tanpa melihat padanya.

"Kau masih belum bisa memaafkan kesalahanku waktu itu?"

Satria tidak menjawab. Ia masih sibuk dengan benda pipih di tangannya.

"Aku sangat menyesal. Tapi aku sudah terlambat. Penyesalanku tidak berguna."

Satria masih diam mendengarkan.

"Tapi aku senang, mungkin ada sisi baiknya juga dari kesalahanku itu. Kau bisa bertemu dengan cinta sejati mu."

Ponsel di tangan Satria terjatuh.

Pemuda itu menatap mata Yasmin lekat.

"Siapa kau sehingga bisa tau siapa dan dimana cinta sejati ku?" ucap Satria kesal.

"Aku sadar, aku bukan lah siapa-siapa mu, aku hanya masa lalu yang menyakitkan buatmu, masa lalu yang bahkan tak pantas di kenang." jawab Yasmin.

"Bagus kau tau diri, , kau bukan siapa-siapaku.

Kau hanya seorang wanita manja yang tega menggadaikan suaminya hanya demi rupiah. Puas?" ucapan Satria berapi-api.

Yasmin tertunduk lesu.

Ia tidak menyangkal, apa yang di katakan Satria memang benar adanya.

"Karna itu lah aku sangat menyesal. Saat aku sadar semua tak mungkin kembali, aku mengembalikan semua milik Kirana, tapi aku terlambat. Kirana terlanjur suka padamu hingga aku harus pergi dari kalian"

Satria sedikit terkejut, Kirana tidak pernah cerita kalau Yasmin sempat ingin mengembalikan semua hartanya.

Tapi karena gengsinya yang tinggi, ia enggan

kejelasannya pada Yasmin.

"Aku sangat terpuruk oleh penyesalanku, aku terpaksa masuk ke Bar dan club untuk menghibur diri. di sanalah aku kenal Om Bram."

"Dia tau aku bermasalah dengan Om Mizwar.

Dia menawarkan kerjasama, dia sanggup membalaskan dendam ku asal aku tetap di sampingnya..." Yasmin mengakhiri kisahnya.

"Dan kau sangat menikmati kebersamaan kalian, kan?" suara Satria terdengar cemburu.

"Om Bram sangat licik dan berbahaya..!" ucap Satria serius.

Yasmin menatap ya bingung.

"Kau kenal dia?"

"Sangat.." jawab Satria ketus.

Yasmin semakin bingung.

"Dia, Om ku. Dia adik tiri Almarhum papa ku."

Penjelasan Satria semakin membuat Yasmin ternganga.

"Aku juga sudah salah telah menyembunyikan jati diri ku padamu, bukan hanya padamu, bahkan pada semua orang."

Satria menceritakan bagaimana ia adalah pewaris tunggal sebuah kerajaan bisnis papanya. Hal itu juga yang membuat Bram iri padanya hingga selalu berusaha menjatuhkannya.

Satria yang jenuh dengan kehidupan glamournya di tambah muak dengan tingkah Om nya, memutuskan mengasingkan diri. Ia menghapus identitasnya dari Satrio Dewantoro menjadi Satria si pemilik bengkel.

Yasmin masih tidak percaya dengan penjelasan Satria.

"Lalu apakah almarhum papa mengetahui siapa kau sebenarnya?"

Satria mengangguk.

Yasmin menghempaskan punggungnya di sofa.

"Aku tidak percaya semua ini.." gumanya lirih.

"Aku juga tidak menyangka akan mengungkapkannya pada mu sekarang." kata Satria.

'Lalu Kirana? Jangan-jangan dia sudah kau beri tau dari awal." selidik Yasmin.

"Tidak! Dia baru tau seminggu terakhir ini, setelah Mama datang ketempat kami dan mengungkap siapa diriku."

"Lalu tanggapan Kirana?"

"Sama seperti mu, dia sempat kaget. Tapi akhirnya bisa menerima. padahal.. aku berharap dengan kenyataan ini bisa membuat dia melupakanku. Tapi yang terjadi malah sebaliknya." keluh Satria tanpa sadar.

"Kenapa kau berharap dia melupakan mu? Apa aku tidak salah dengar?" Yasmin menatap mata Satria lekat.

Satria merasa salah tingkah karna sudah keceplosan.

"Heeum.. Aku ingin sendiri." jawab Satria akhirnya.

Tapi Yasmin tidak puas begitu saja.

Dia mencari kejujuran dari mata Satria.

"Kau ingin sendiri? Lalu apa alasannya?" kejar Yasmin.

Satria membuang muka.

Karna Satria tak mau bicara, Yasmin melangkah ketempat tidur. Semua terasa mimpi bagi nya.

Yasmin duduk lemas di tepi ranjang.

"Aku tidak mencintai Kirana...!" ucapan itu meluncur begitu saja dari mulut Satria.

Yasmin menatap heran padanya.

"Aku tidak bisa melupakanmu. Aku sengaja menutupi perasaanku karna terlanjur kecewa oleh perbuatanmu. Tapi aku merasa tersiksa dengan sandiwaraku sendiri."

Yasmin semakin tak percaya.

Antara haru dan bahagia bercampur di hatinya. Ia tak menyangka apa yang di rasakannya, Satria juga merasakannya.

"Aku... aku juga tidak bisa melupakanmu..!"

Satria berjalan mendekatinya, Yasmin pun bangkit berjalan perlahan ke arah Satria.

Tidak ada kata lagi yang terucap. Namun mata mereka bicara begitu banyak, mewakili seluruh perasaan yang terpendam selama ini.

Mereka berpelukan penuh haru.

Baru pertama kalinya Satria merasa merasa begitu bahagia. Setelah kepergian papanya, ia merasa hidupnya begitu hampa.

Tak jauh beda dengan Yasmin.

Ia merasa menemukan kembali tempat berlindung yang paling nyaman setelah ayahnya.

"Kau tidak marah karna aku sudah menyembunyikan semuanya dari mu?" tanya Satria pada gadis di pelukannya itu.

"Tidak akan, lagian sepertinya sudah impas dengan semua yang telah ku lakukan padamu." jawabnya sambil menikmati hangatnya dada Satria.

"Asal lain kali kau tidak akan menukar cintamu lagi dengan harta atau yang lainnya." sindir Satria, namun dengan senyum manisnya.

"Owh, ya tuhan. kau tersenyum? Ternyata kau sangat tampan kalau sedang tersenyum seperti itu." puji Yasmin.

Satria mencubit hidung mancung gadis itu sampai memerah.

"Tenang saja, aku janji.. Tidak akan menukar mu dengan apa pun atau dengan siapa pun sekalipun nyawaku sendiri taruhannya."

Ucap Yasmin serius.

"Bisa ku pegang janji mu?"

Yasmin mengangguk.

Ia terus memandangi wajah tampan Satria.

"Jangan pandangi aku seperti itu. Nanti ketampanan ku berkurang." gurau Satria sambil mengusap wajah gadis itu.

Yasmin begitu bahagia. Ia tak menyangka akan mendapat kejutan yang begitu manis malam itu.

Tapi senyum manisnya tiba-tiba menghilang.

Satria heran melihatnya.

"Ada yang menganggu pikiranmu?"

"Kirana.." ucap Yasmin dengan muram.

1
Shifa Burhan
novel karya wanita 100% tidak akan pernah bersikap adil
*biang kerok konflik novel ini adalah Yasmin, bukan nya minta maaf, dan berjuang untuk satria tapi Yasmin malah sok paling benar sok paling tersakit, selalu bersikap semaunua, sikap selalu melukai satria, novel sama sekali tidak ada perjuangan dari Yasmin tapi merasa paling berjuang, dia biang kerok masalah tapi merasa paling tersakiti,

*satria korban keegoisan dan kemunafikan Yasmin tapi kiria author memutar balik fakta seolah satria yang salah dan satria yang dibuat mengemis dan berjuang untuk Yasmin

dan parah author membela semua kelakuan Yasmin (cerminan diri author)

*ku tantang kau Thor kau survey sejuta lelaki mana pun, aku yakin 100% lelaki lebih memilih Kirana jadi istri dari pada Yasmin lebih baik memilih wanita kayak Kirana yang mau berjuang dan bertahan selama bertahun-tahun dan mau berkorban untuk kita dari pada wanita kyak Yasmin yang munafik
Nila
makasih ya Thor untuk karya terbaiknya. Aku suka banget ceritanya 👍💪💪❤️❤️
balqis: makasi juga sayang.. sudah menghargai ksryaku
total 1 replies
Nila
moga Yasmin berhasil 💪💪💪
Nila
semangat Edgar. didik anakmu dengan baik biar nggak salah jalan seperti ibunya
Nila
lanjutkan Thor
Nila
Alhamdulillah
Nila
Satria nggak seru ya
Nila
Aku suka Satria dengan Yasmin
Nila
Biarkan Yasmin dengan Satria Thor. Kewajiban Satria meluruskan jalan istrinya bukan malah menikah dengan Karin. Itu sangat salah. Dia sudah janji bada ayah Yasmin
Nila
Alhamdulillah sudah sadar
Nunung
Akhirnya Bram merasakan juga hidup di penjara....akhir yang bahagia semua berbahagia....selamat untuk Dilla dan Adam akhirnya bersatu juga ...ya TAMAT ya Thor tak apalah tamat juga semua sudah berbahagia ..akhirnya rayyan akan punya adik lagi selamat untuk Yasmin dan satria.....see you ❤️❤️ semangat 💪💪💪 terimakasih
Defi
Thor udah tamat aja, terlalu cepat gak sih jalan ceritanya dibuat tamat 🤔😄
Defi
semoga saja ketegasanmu itu berbuah penyesalan ya
Defi
biarkan saja Yasmin hidup tenang, karena saat denganmu dia selalu diterpa masalah karena kamu menye-menye Sat tidak tegas sehingga berimbas pada keselamatannya
Defi
Yasmin berikan saja pada Bara, sebencinya Bara padamu pasti dia akan berfikir logis kalau untuk kebebasan Satria.. kalau Satria mencintaimu dia pasti akan mencarimu tapi jika tidak hiduplah dengan damai meskipun tanpa Satria dan Rayyan
balqis: Good...👍👍
total 1 replies
Nunung
Semoga om Bram cepat terbongkar kejahatan nya dan cepat masuk penjara..,dan Yasmin bisa berkumpul kembali bersama satria dan keluarga kecilnya.....makasih dah mau up aku selalu menanti see you ❤️❤️ moga selalu sehat Aamiin 💪💪 ya Thor.
Nunung: Bosan sih gak tapi justru makin penasaran Thor ceritanya apa lagi tentang Yasmin dan satria....makasih ya dah mau up aku tunggu loh..see you ❤️❤️ ....lopyou deh sekebon buat othor nya🤭🤭
total 2 replies
Defi
semoga saja Edgar tidak ingkar janji dan Bram tidak mengawasi mereka
Defi: tetap semangat othor 💪
total 2 replies
Defi
sudah pernah diingatkan oleh Satria, kamu saja yang bodoh berkorban untuk hal yang sia-sia
Defi
Hadehh, ingat Bu Lidia yang salah sebenarnya itu anda. coba dulu anda tidak melarang Satria untuk menceraikan Kirana, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi
Defi
padahal udah benar Sat kamu gak perlu lagi berhubungan dengan Kirana maupun Dio tapi karena Kamu gak pernah bisa tegas akhirnya Yasmin selalu menjadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!