NovelToon NovelToon
Rahim Impian

Rahim Impian

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Romansa / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:107.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ismi Kawai

Sepuluh tahun menikah, bukanlah waktu yang singkat untuk mendambakan buah hati.
Keysha Geraldine, seorang wanita yang frustasi karena memiliki suami bersikap dingin. Tak peduli dengan keinginannya dan tidak mau berusaha untuk memiliki keturunan. Hingga akhirnya, Keysha Geraldine memutuskan cara lain untuk memiliki buah hati. Cara apakah yang dilakukan Keysha hingga dirinya dinyatakan positif hamil? Apakah sikap suaminya itu berubah lebih baik ketika mengetahui sang istri tengah mengandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ismi Kawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergolakan batin Haris

Pov Haris

Proses pemeriksaan hari ini berjalan lancar aku dan Diana diberi beberapa pertanyaan juga dicek kesuburan kami masing-masing. Terakhir dokter memberi jadwal kapan waktu yang tepat untuk kami melakukan hubungan suami istri agar program hamil ini segera bisa membuahkan hasil.

Saat aku keluar dari ruangan dokter, sudah tak terlihat Keysha dan suaminya di kursi tunggu. Aku tadi melihat Keysha nampak gelisah saat menunggu suaminya sedang berada di ruangan lain. Aku sempat memberi kode kepadanya ketika memasuki ruang dokter, Keisya seolah paham. Ia hanya sedikit menganggukkan kepalanya lalu menunduk.

"Akhirnya selesai juga, setelah ini aku mau segera ke kantor. Mungkin kita bisa melewati jalan alternatif karena kalau jalan utama biasanya jam segini macet," ucap Diana.

Aku hanya diam mendengar perkataannya. Pemandangan di rumah sakit tadi seolah-olah kembali menyedot perhatian. Keysha datang bersama suaminya, Andre namanya. Laki-laki arogan menurutku. Wajar kalau Keysha selama ini merasa tidak nyaman. Andre seperti tipe pria yang selalu ingin memaksakan kehendaknya kepada pasangan.

Mobil kami melaju di jalanan yang sibuk. Aku mengendarainya dengan kecepatan sedang. Rasanya hari ini aku tidak berkonsentrasi menyetir, perasaanku gelisah membayangkan Keysha. Biasanya aku menemuinya di belakang, saat Diana sedang berada di ruang dokter, kami menyempatkan berbincang sebentar. Aku menggenggam erat jemarinya sebelum berpisah, tapi hari ini kebiasaan itu tak terjadi.

"Aku pikir Mbak Keysha itu tidak punya suami, loh, Mas."

Aku tersentak mendengar ucapan Diana. Ternyata istriku juga memperhatikan Keisya dan Andre.

Lagi lagi aku tak menjawab perkataan Diana karena memang malas dan lebih suka bermain-main dengan pikiranku sendiri. Mungkin karena terlalu pelan melajukan mobil, beberapa kali aku mendengar suara mobil lain membunyikan klaksonnya, memberi peringatan agar aku lebih meminggirkan mobil ke sebelah kiri, jika ingin berjalan pelan.

"Kemarin-kemarin aku sedikit resah kalau kamu duduk di dekat Mbak Keysha, karena aku pikir dia itu janda. Mungkin janda muda yang ditinggal suaminya. Kamu tahu sendiri janda itu suka menggoda suami orang. Setelah melihat dia tadi ternyata masih punya suami aku sedikit lega, sih."

Diana terus memberi komentar tanpa aku minta. Dan seperti biasa, menilai sesuka hatinya.

Padahal sebetulnya aku lebih suka kalau Keysha itu memang benar seorang janda, daripada punya suami seperti Andre yang arogan.

Sebagai konsultan yang sering bertemu dengan berbagai macam manusia dengan karakternya masing-masing, aku cukup bisa menilai Kalau Andre ini adalah tipe laki-laki yang egois serta berpikiran sempit.

Di rumah pasti Andre juga suka men-judge dan tidak mau dibantah. Sifat ini sangat berkebalikan dengan Keysha yang lemah lembut dan penuh pengertian. Keduanya sama sekali tidak cocok.

"Beneran lho, aku tidak menyangka, kita 'kan sudah sering, ya, ketemu sama Mbak Keysha itu dan selama ini dia selalu datang sendirian. Jadi agak aneh kalau pagi ini tiba-tiba dia muncul ditemani suaminya. Aneh sekaligus melegakan. Mereka juga terlihat mesra, ya."

Aku masih menahan diri untuk tidak berkomentar.

"Ternyata kita tidak sendirian, masih banyak pasangan suami istri lain yang juga sama-sama melakukan program kehamilan. Beruntungnya aku selalu datang ditemani kamu, Sayang. Tentu saja itu sebuah keharusan, kamu harus temani aku. Mengutamakan aku dari pada pekerjaanmu yang terlihat santai itu. Kenyataannya, pendapatan aku lebih besar jadi, kamu tidak akan rugi hanya sekedar ijin satu, dua hari."

Diana berusaha menghibur diri, tetapi yang terdengar di telingaku dia bukan penghiburan. Ia sedang merendahkan Keysha juga aku, serta ingin menegaskan bahwa nasib Keysha tidak lebih baik dari dirinya. Mereka sama-sama perempuan, Diana seharusnya tahu kalau melakukan program kehamilan seperti ini membutuhkan banyak energi dan pikiran yang terkuras.

"Sayang, kamu diam saja? Kamu tidak mendengar apa yang aku katakan barusan?" tanya Diana lagi.

Aku sama sekali tidak berminat untuk membalas pertanyaannya, karena yang dia bahas ini adalah perempuan yang sekarang mempunyai tempat istimewa di hatiku. Keysha.

Saat bersama suaminya terlihat ia rapuh dan tidak berdaya. Meskipun aku juga bisa melihat bagaimana usaha Andre untuk memperlihatkan bahwa dirinya adalah sosok suami yang pengertian juga ingin melindungi istrinya.

Andre seperti hanya ingin menunjukkan kalau dia sudah melakukan kewajibannya sebagai seorang suami. Tidak ada rasa yang lebih, kehangatan yang ia buat-buat di hadapanku justru membuat aku muak.

Saat mengingat bagaimana Andre mengelus rambut Keysha kemudian menggandeng dan menggenggam tangannya, aku jadi ingin marah. Tanpa sengaja aku menginjak rem hingga menimbulkan bunyi berdecit pada ban mobil kami.

"Sayang, kenapa ngerem mendadak?"

Diana membuyarkan lamunanku. Ya, aku memang kesal dan marah pada diriku sendiri dan pada keadaan ini. Kami sama-sama berada dalam situasi yang tidak kami inginkan. Aku dengan pernikahanku dan Keysha dengan pernikahannya.

Sekilas saja aku bisa melihat dia tidak bahagia, tertekan, ketakutan, padahal perempuan itu sangat berhak untuk bahagia.

"Maaf, aku sedang pusing banyak sekali pekerjaan di kantor yang belum terselesaikan," jawabku berbohong saat Diana terus menanyai apa yang sebenarnya terjadi padaku, dan kenapa sikapku pagi ini berubah.

"Oke, stop, Haris. Mumpung kita berhenti di sini aku mau turun sebentar tunggu di sini."

"Mau apa kamu?"

Diana bilang dia harus segera harus segera datang ke kantor, sekarang justru dia meminta untuk turun dan berlama-lama di minimarket.

"Ada yang harus aku beli, tunggu saja di mobil."

Diana segera turun dengan lincah, perempuan itu melangkahkan kakinya ke dalam minimarket.

Kesempatan ini aku pergunakan untuk mengirimkan pesan kepada Keisya.

[Key, aku ingin minggu ini kita pergi keluar bersama.]

Aku mengetik pesan itu lalu mengirimkannya. Beberapa saat menunggu jawaban dari Keisha tetapi tak kunjung datang. Mungkin sekarang dia juga sedang diantarkan Andre pulang. Atau jangan-jangan saat mengantarkan Keisya pulang, Andre tiba-tiba berhasrat dan meminta jatah kepada istrinya?

"Ah sial!"

Membayangkan hal itu membuat kepalaku hampir meledak. Aku memukul setir dengan frustrasi membayangkan tubuh ramping Keysha harus berada di dalam kungkungan badan besar Andre.

Aku mengambil ponsel lagi dan melihat di layar tetap sama belum ada jawaban dari Keysha.

Tak lama kemudian Diana sudah kembali ke dalam mobil. "Ternyata vitamin ini ada di minimarket. Padahal aku nyari ini sudah lama, aku udah coba pesan online tapi stoknya kosong terus."

Diana memperlihatkan sebuah tas plastik berisi vitamin dan minuman suplemen. Aku sudah tahu arahnya, pasti dia akan memaksaku lagi malam ini. Melihat vitamin yang banyak dan minuman suplemen itu rasanya aku sudah muak. Yang aku inginkan sekarang adalah pergi sejauh-jauhnya.

Aku melirik ponsel menunggu jawaban dari Keisya tetapi masih tak kunjung datang jawaban itu, hingga akhirnya perlahan-lahan aku melajukan mobil menuju ke kantor Diana.

"Kamu kenapa, sih, pagi ini kayak tidak bersemangat." Diana mencoba menginterogasi.

"Sudah aku bilang kerjaanku di kantor banyak dan masih belum selesai."

"Biasanya juga kamu sibuk, tapi tidak seperti ini. Haris kamu jadi ketus dan marah-marah sebenarnya ada apa, sih?"

Tak sabar Diana masih mencoba membuatku bicara.

'Aku muak dengan keadaan ini. Diana dan ingin segera mengakhirinya!'

Itulah yang ingin aku katakan pada Diana, andai saja aku punya keberanian.

1
Emily
tukar pasangan wkwkwk
Emily
perempuan oon
Emily
Keysha juga salah dah tau mau pergi ya masak dulu beresin rumah masak iya pergi srharian
Ismi Kawai: dia lagi males kak ... mager
total 1 replies
Norlehaarsad Arsad995
anjing punya cerita
Ismi Kawai
iler kali yang netes
RahaYulia
kisah yg pnuh kesan tp cerita bahagianya cuma sedikit thor msh kurang byk😁😁😁
Ismi Kawai: iya ya... hahahah, biarin adja deh. yg bahagianya kamu bayangin sendri
total 1 replies
RahaYulia
ayolah haris,kmu pst pintar kan? pikirkan baik2 apa prnh sedikit saja cairanmu menetes dirahim diana bbrapa bln terakhir???
RahaYulia
kmu mnta dukungan bpk nya diana atuh ris biar cpt pisahnya ckckck....
Ismi Kawai: siap kk.. nanti dimintain
total 1 replies
RahaYulia
aku mh biasa aja klo pun emang haris ma diana tidur bareng krn status mrk msh sah, bda lg klo ma keisya meskipun sama2 pihak tersakiti tp tdk dibenarkan jg klo mrk mesra sblm wkt nya
tp aku sih yakin klo burung haris anteng2 aja walaupun diobok2 diana sedemikian rupa🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ismi Kawai: hahaha, anteng donk
total 1 replies
RahaYulia
senangnya pnya tmn yg saling pengertian saling dukung❤️
Ismi Kawai: iya donk...kaya kamu
total 1 replies
RahaYulia
mana ada haris mnyesal apalagi klo kmu mati. bikin syukuran gede2an yg ada😁🤣🤣
Ismi Kawai: jangan setega itu kak... hahaha
total 1 replies
RahaYulia
malah aku ikutan berdebar deg deg an
Ismi Kawai: ish... malah seneng km ya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Surati
ceritanya sangat bagus, sangat suka sekali tidak berbelit2. Terima kasih thor, semangat dalam berkarya 💪🙏🏻
Ismi Kawai: sama2 kak... mksh dah mampir
total 1 replies
Annie Soe..
Tengkyu thor,
Aku suka tokoh2nya bukan ceo yg serba wow,,
ditunggu karya2 selanjutnya..
Ismi Kawai: mksh banyak untuk dukungannya
total 1 replies
kavena ayunda
karma buat andre
Ismi Kawai: betul kak, biar tau rasa
total 1 replies
Giben Nezar
ok
Ismi Kawai: ❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Vera TV
siapppp... tetap semangat kak ismi...
Ismi Kawai: ❤❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Erni Handayani
Wahh selamat yaa haris dan key

Juga buat othor semoga kehamilan ny sehat hingga melahirkan.
Lopee uu othor
Erni Handayani: Macama. Kak is,, 😘😘
total 2 replies
delis armelia
kasih Kesya hamil dulu,selamet kakak semoga bayinya sehat
Ismi Kawai: aamiin, mksh kak udah ikutin dr awal smp akhir. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Giben Nezar
mau lanjut Keysha sampe hamil n melahirkan ya thor....bikin mereka ketemu sama andre n diana....bikin mereka nyesel....selamat ya thor sehat selalu
Ismi Kawai: mksh kak doanya... udah bahagia ya keysha dan harisnyaaa...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!