NovelToon NovelToon
Belenggu Dendam Alaska

Belenggu Dendam Alaska

Status: tamat
Genre:Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Isma ismawati

Apa jadinya, jika seorang gadis kecil harus menyaksikan kematian kedua orang tua dan kedua saudaranya dengan cara mengenaskan.

Alaska Tania tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan mengalami trauma yang mempengaruhi psikisnya.

Bisakah Alaska keluar dan lepas dari belenggu dendam masa lalu dan traumanya?

Dendam, air mata, masa lalu dan cinta menghiasai novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma ismawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas Dendam Di Kapal Kargo

Bab 19

Di dalam kabin kapal yang luas, Alaska memberikan segelas wine untuk Alan, karena sudah mabuk dengan pesona Alaska, dia tidak menaruh curiga sama sekali jika wine itu sudah tercampur dengan obat tidur dosis tinggi. Sedangkan Andrew dia menunggu di luar, dengan perasaan geram.

Alaska melangkah menghampiri Alan yang sedang berada di atas kasur, dengan segelas wine di tangannya.

Alan menatap Alaska dengan tatapan seperti singa kelaparan.

"Minumlah, kita akan bersenang-senang malam ini" ucap Alaska sambil duduk di hadapan Alan, dan mendekatkan gelas itu ke bibir Alan. Ingin sekali Alaska melempar wine itu ke wajah Alan, dan memecahkan gelas itu ke kepala Alan. Alaska benar-benar merasa jijik.

Sambil mengelus lembut lengan Alaska, Alan langsung meminum wine itu sampai tandas, membuat Alaska tersenyum sinis.

"Kemana Bos besarmu Tuan Joni, kenapa tidak datang?" tanya Alaska, sambil tersenyum karena efek obat yang di campur ke dalam wine itu mulai beraksi. Terlihat Alan sudah mulai hilang kesadarannya.

Alaska segera menghidupkan alat penyadap yang berupa gelang hitam yang di pakainya, dan gelang itu terhubung dengan gelang Andrew.

Alan memicingkan matanya, menatap lekat wajah Alaska.

"Kenapa kamu menanyakan si tua bangka itu cantik?" tanya Alan dengan mata yang mulai redup, mendekatkan tubuhnya dan tangannya berusaha menggapai wajah Alaska, namun di tepis pelan oleh Alaska.

"Aku ingin bertemu dengannya ada yang ingin aku bicarakan" jawab Alaska.

"Bisakah kamu memanggilnya ke sini?" pinta Alaska menyentuh wajah Alan, dengan sigap Alan langsung meraih tangan Alaska dan langsung menci*mnya.

"Tentu saja, aku akan memanggilnya kesini. Apa kamu ingin main bertiga sayang?" Alan bertanya dengan mata yang semakin redup, sambil menyentuh wajah Alaska.

Alaska tersenyum smirk. Ingin rasanya dia mematahkan tangan Pria berengsek ini.

"Cepatlah kamu panggil dia, waktu kita tidak banyak" ucap Alaska, sambil melepaskan tangan Alan dari wajahnya.

"Siap sayang, junior aku juga sudah tidak sabar" ucap Alan sambil mengusap sesuatu di balik celana jeansnya, membuat Alaska semakin muak dan ingin sekali menghajarnya tanpa ampun.

Alan meraih ponselnya, dan melakukan panggilan telepon.

"Bos ada barang bagus banget, sudah siap di kabin" ucap Alan, dengan mata yang semakin redup.

Alan pun merubah panggilan dengan Video Call sesuai dengan keinginan si Bos.

Terpampanglah wajah cantik Alaska yang membuat sang Bos terpana, sampai menelan salivanya dengan jakun naik turun.

"Jangan berani kamu sentuh wanita itu Alan, dia wanitaku malam ini!" perintah si Bos, langsung menutup ponselnya.

Sebelum Alan benar-benar hilang kesadarannya Alaska bertanya tentang semua bisnis gelap sang Komandan yang lebih di kenal dengan nama Bos Joni di perdagangan gelap dan ilegal, sedangkan, kesehariannya lebih di kenal dengan nama aslinya Komandan Wahyu. Tentu saja semua ucapan Alan terekam di gelang hitam Alaska yang terhubung ke gelang Andrew. Sampai akhirnya Alan benar-benar kehilangan kesadarannya.

Andrew langsung menerobos masuk ke dalam, dengan geram dia memberikan bogem mentah berkali-kali di wajah Alan, melampiaskan semua emosi yang sudah di tahannya dari tadi. Alaska hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Andrew.

"Cukup Andrew, tua bangka itu sebentar lagi akan datang" Perkataan Alaska menghentikan gerakan Andrew.

Alan yang sudah dalam keadaan tidak sadar dengan wajah penuh lebam, langsung di seret Andrew ke arah kamar mandi.

Alaska tiba-tiba merasakan sesak di dadanya, memori dua belas tahun kembali berputar di ingatannya. Teringat jelas wajah sang Ayah yang penuh luka lebam di seret paksa naik ke lantai dua, tepat di hadapannya yang saat itu sedang bersembunyi di lemari kecil.

Tubuh Alaska langsung menggigil ketakutan, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Andrew yang baru saja keluar kamar mandi terkejut dengan keadaan Alaska.

"Alaska!" panggil Andrew langsung memeluk erat tubuh Alaska, dia segera mengambil obat di saku jaket Alaska, dan langsung memasukkan ke mulut Alaska.

Tubuh menggigil Alaska mulai tenang, napasnya sudah kembali teratur, tidak terlihat lagi sesak di dadanya.

Andrew langsung memutar otaknya untuk menjalankan rencana mereka, melihat keadaan Alaska tidak memungkinkan rencana kedua mereka terlaksana.

Sebuah ide pun muncul di kepala Andrew, awalnya dia berat dan ragu, namun, dia yakin jika rencana yang datang tiba-tiba akan berhasil.

Andrew membaringkan tubuh Alaska di atas ranjang, melepaskan jaket dan sepatu Alaska, dan memposisikan tubuh Alaska yang terlihat begitu menggoda.

"Kita akan melakukan rencana ini sayang" ucap Andrew membelai lembut rambut Alaska.

Alaska mengangguk lemah, dia pun sudah menyiapkan suntikan kematian untuk Sang Komandan

Terdengar bunyi ponsel Alan, dan terpampanglah nama Bos Joni di layar ponselnya. Alaska dan Andrew saling tatap.

Alaska segera menjawab panggilan itu.

"Hallo" sapa Alaska, dengan suara sensual.

"Alan sedang di kamar mandi, cepatlah kesini! aku sudah tidak bisa menunggu lama" terdengar suara Alaska yang sangat menggoda.

"Baiklah, aku menunggumu" Alaska menutup ponsel Alan.

Andrew yang selama ini selalu mendengar nada bicara Alaska yang dingin, langsung tercengang menatap wanita cantik yang berstatus istrinya.

Rasa cemburu dan tidak rela kembali menyeruak di hatinya. Namun, dia segera menepisnya.

"Aku ingin mendengar suara sensualmu setelah misi ini berhasil" bisik Andrew sambil menggigit pelan daun telinga Alaska, tentu saja membuat mata Alaska membulat menatap Andrew.

Andrew membalasnya dengan sebuah seringai. Dia segera bangkit dari tempat tidur, dan langsung melangkah keluar.

Tak lama pintu Kabin terbuka, tampak Pria yang sudah setengah baya, namun, masih terlihat gagah dengan tubuh tegap dan kumis tebalnya menutup pintu dan melangkah masuk, mendekati ranjang tempat Alaska berbaring, dengan pose yang sangat menggoda.

Pria setengah baya yang tak lain adalah Komandan Wahyu melangkah mendekati Alaska, sambil tersenyum dan terus menatap Alaska tanpa berkedip. Walaupun, dalam keadaan lemah dan sedikit pucat, pesona seorang Alaska benar-benar memabukkan semua mata Pria yang memandangnya.

Dada Alaska berdegup kencang, dia memindai penampilan Pria di hadapannya. Pria ini tidak ada di malam tragis itu, akan tetapi Pria inilah salah satu otak dari pembantai*n keluarganya, karena Ayahnya memegang rahasia besar dari Pria yang berpangkat Komandan ini dan dia juga yang sudah menjebsk dan menjebloskan Ayahnya Andrew ke penjara.

"Ini adalah malam keberuntunganku. Wanita secantikmu menawarkan diri untukku. Siapa namamu sayang?" tanya Komandan Wahyu, yang sudah duduk di hadapan Alaska.

"Namaku Samantha" jawab Alaska, sambil menekuk kakinya, sehingga paha putih mulus Alaska semakin terekspos. Di tambah bagian atas tubuh Alaska kini hanya menggunakan tank top membuat Komandan Wahyu semakin menelan salivanya, sampai lupa menanyakan keberadaan Alan, dan instingnya sebagai seorang penegak hukum pun menghilang.

"Nama yang cantik secantik orangnya" ucap Komandan Wahyu dengan tangan yang mulai menyentuh paha mulus Alaska.

Sekuat mungkin Alaska menahan gemuruh di dadanya.

Komandan Wahyu mendekatkan wajahnya ke wajah Alaska, hendak menci*m bibir tipis Alaska. Akan tetapi dia merasakan punggung tangannya terasa seperti tergigit semut, rasanya sangat panas.

Rasa panas menjalar ke seluruh tubuhnya, tenggorokannya terasa sangat kering dan panas, sehingga membuat wajah Komandan Wahyu memerah menahan nyeri dan sesak di dadanya. Tepat bersamaan di luar kamar Andrew melakukan aksinya, dengan menusukkan jarum suntik yang sudah di campur obat bius dosis tinggi ke tubuh tiga anak buah Wahyu yang sedang berjaga di depan kamar.

Komandan Wahyu bangkit, sambil memegangi lehernya yang terasa sakit dan panas seperti tercekik, sampai dia tidak ada mampu mengeluarkan suara. Dia melotot ke arah Alaska yang terlihat turun dari tempat tidur.

"Bagaimana rasanya Pak Komandan?" tanya Alaska sambil tersenyum sinis. Tampak Komandan Wahyu menunjuk wajah Alaska tanpa mampu mengeluarkan suara.

Andrew segera masuk ke dalam dan segera menyerang tubuh sang Komandan Wahyu yang sudah tak berdaya, sehingga tubuhnya jatuh ke lantai, memukulinya dengan penuh amarah.

"Kamu tahu tua bangka, aku adalah anak dari seorang Polisi yang sudah kamu jebloskan ke penjara, dan kalian buat anak istrinya menderita" teriak Andrew, tanpa menghentikan pukulannya.

Di antara kesakitannya, Komandan Wahyu melalui tatapan matanya seolah bertanya siapa mereka. Andrew menghentikan pukulannya dan segera berdiri di samping Alaska.

"Dengar keparat, sebelum kamu meregang nyawa, biar tidak penasaran aku akan menjelaskan siapa kami, aku adalah anak dari petugas penyidik yang bernama Roni yang Kalian jebak untuk membun*h sahabatnya sendiri!" teriak Andrew yang membuat Wahyu terkejut.

"Dan wanita cantik ini, pasti kamu tidak menyangka jika dia adalah anak dari pengusaha sukses yang bernama Andhika Vista, yang kalian bantai dua belas tahun yang lalu!" teriak Andrew, yang membuat mata Komandan Wahyu melotot tak percaya, sambil menahan sakit yang teramat sangat dan dada yang semakin sesak.

Andrew tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Pria tua di depannya. Sedangkan Alaska tersenyum smirk menatap penuh kebencian. Andrew pun kembali berjongkok.

"Dengar kepar*t, kamu tidak boleh mati dulu, sebelum tubuhmu menjadi serpihan-serpihan" ucap Andrew sambil menepuk keras wajah Wahyu dengan seringai yang menakutkan.

Andrew bangkit dan segera merangkul pundak Alaska melangkah keluar kabin, meninggalkan Komandan Wahyu yang mengerang kesakitan tanpa mampu bersuara, dan Alan yang tak sadarkan diri di kamar mandi.

Andrew segera membawa tubuh lemah Alaska, menuju belakang kapal, dan mereka langsung mengenakan jaket pelampung.

Sebelum menyeburkan diri, Andrew memencet tombol merah dan.......

Duarrrrrr........

***************

Ayo tebak, apa yang terjadi dengan Kapal Kargo itu?

Bagaimana dengan balas dendam mereka selanjutnya?

Maaf ya up nya merangkak banget, nunggu mood yang pas, pertama kali bikin cerita yang berbau kriminal di bumbui dengan romansa percintaan Alaska dan Andrew🥰.

Masih bingung sama visualnya 😁🤭.

Jangan lupa novel yang baru tamat 👇

1
𝕤𝕒𝕗𝕒𝕟𝕒𝕙_🖤
Luar biasa
Isma Ismawati: Terima kasih, Kakak 😍🙏
total 1 replies
Susana
Ya, Allah, tega bener. 🤧🤧
Isma Ismawati: Iya, Akak sadis.
total 1 replies
Deca Acid
cerita nya bagus . menarik lanjut kan ka
Isma Ismawati: Sudah tamat kak ceritanya. Terima kasih sudah hadirnya 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
maaf thorr,awal2 aku suka sm kisahnya,tp semenjak ada si pengecut wilson aku jd males,bisa di katakan alaska bukan si wanita tangguh lg,,, maaf thorr ngk lanjutin lg bacanya,,, tp ttp 💪💪💪💪💪
Isma Ismawati: Iya kak gpp, terima kasih sudah hadir 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
aku suka smp di BAB ini thorrr,,, darah harus di bayar dgn darah nyawa pun sama,itu manusiawi,hanya org2 munafix aja yg katanya lebih baik memaafkan atau merelakan,,,, lanjut,,,💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Isma Ismawati: Terima kasih kakak 🙏
total 1 replies
Ma Em
lanjut thor bagus ceritanya, saya suka. Semangat
Isma Ismawati: ini sudah tamat akak🙏🥰
total 1 replies
titie soraida
Akhirnya antara sedih dan bahagia
Divina Puspita
Wah akhir yg bikin penasaran
semangat karya barunya kak
titie soraida
Semangat kk
Sinaga wulan
Hah setiap alaska bertidak balas dendam aku pun ikut jantungan thor cuma takut ke bongkar dah 😔😔😩😩
Isma Ismawati: Sama kak😁🤭
total 1 replies
Sinaga wulan
lanjut thorrr
Isma Ismawati: Asyiap🥰
total 1 replies
Sinaga wulan
kereenn lah cerita nya
Isma Ismawati: Terimakasih banyak kakak🙏
total 1 replies
AdindaRa
Hai kak. Aku mampir lagi 😘
Isma Ismawati: Terimakasih akakku cantik 😘😍
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kk
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut thor
titie soraida
semakin seru kakak
Eni pua
satu mawar untuk kaka🥰
Isma Ismawati: Terimakasih kakakku🥰🥰🤗
total 1 replies
titie soraida
lanjut
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kak
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
titie soraida
lanjut dong thor
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!