Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Sementara Aruna masih terus berjalan sendirian di bawah terik matahari sore..Tak seorang pun tahu, Bahwa sesampainya di rumah nanti, gadis itu masih harus bekerja hingga larut malam demi bisa membeli makan untuk esok hari.,Dan mungkin, Menabung lagi..Kalau-kalau suatu hari nanti sepeda tua kesayangannya benar-benar tidak bisa digunakan lagi.
_________________
Hari ini aruna bangun lebih pagi dari hari biasanya..dia harus berjalan ke sekolah karna sepedanya belum sempat dia perbaiki karna banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan kemarin..apalagi kemarin dia sampai di rumah sudah sangat sore.
Pukul 6 sore aruna sudah bersiap dengan tas di pundaknya..dia mulai melangkah keluar dari kosnya dengan senyum manis di bibirnya..waktu yang dibutuhkan untuk kesekolah kali ini sangat lama..biasanya bila bersepeda menghabiskan waktu 20 menit, jika berjalan kaki bisa menghabiskan waktu dua kali lipat lebih banyak.
Kosan aruna memang agak jauh dari sekolah..tapi lebih dekat dengan tempat kerjanya..dia lebih memilih kosan yang dekat dengan tempat kerja daripada sekolah, karna dia bekerja sampai larut malam jadi lebih aman bila kosanya dekat..kalau untuk sekolah tak apa bila menempuh jarak sedikit lebih jauh, karna di pagi hari takkan ada yang berniat jahat.
Hari ini sekolah cukup tenang..tak ada yang menganggu aruna..mungkin karna hari ini ada ulangan tengah semester jadi para murid lebih sibuk belajar.
Bel istirahat baru saja berbunyi..tapi sayangnya kantin hari ini di tutup sementara karna pengurus kantin sedang terkena musibah..dan akhirnya aruna menjadi kurur makanan para orang kaya di kelasnya..tapi tentunya dengan bayaran..murid di kelas gadis itu cukup punya hati untuk tidak membiarkan aruna bekerja secara cuma-cuma.
Dengan meminjam sepeda milik petugas kebersihan sekolah, aruna dengan senang hati mulai menjalankan pekerjaan dadakannya.
.
.
.
Sedangkan di sisi lain…
Liam berjalan menuju rooftop gedung utama, tempat yang sejak lama menjadi markas kecil bagi dirinya dan keempat sahabatnya..Area itu tertutup untuk siswa lain, sehingga hanya mereka berlima yang bebas menghabiskan waktu di sana.
Kai melempar sekaleng minuman ke arah Liam..Liam menangkapnya tanpa kesulitan.
“Gue heran deh..”gumam Aiden sambil menyandarkan tubuh pada pagar rooftop.
“Hampir setiap minggu ada cewek yang nembak Liam..Tapi enggak ada satu pun yang berhasil..”ucap pria itu sambil menatap penuh keheranan pada sang sahabat dinginya..Nathan terkekeh mendengar itu.
“Jangankan diterima..Dilirik aja enggak..”ucap nathan..Ethan mengangguk pelan.
“Data yang gue punya, dalam dua tahun terakhir ada empat puluh tujuh siswi yang menyatakan perasaan ke Liam..”ucap ethan..Kai langsung tertawa.
“Buset...lu ngitung juga?..”ucapnya tak habis fikir.
“Gue cuma penasaran..”ucap ethan.
“Itu masih perhitungan yang terlihat..yang belum terlihat entah berapa lagi..apalagi kalian tau sendiri hampir setengah sekolah ini naksir liam..hanya tak benani terang-terangan saja..”sambung ethan.
“Mau terang-terangan bagaimana?..bisa digorok ntar sama medusa..”ucap kai.
“Si medusa itu memang paling best menakuti anak orang..”ucap aiden..tiga pria itu tertawa kecil.
Nathan melirik Liam yang sedang membuka kaleng minumannya.
“Emang enggak ada satu pun yang bikin lu tertarik?..”tanya nathan
“Tidak..”Jawaban Liam terdengar datar seperti biasa.
“Kalau disuruh pacaran?..”tanya nathan lagi.
“Tidak tertarik.."lagi-lagi jawaban liam pendek
“Lah terus nanti nikah sama siapa?..”tanya kai penasaran.
“Lihat nanti..”ucap liam tak peduli
Keempat sahabatnya saling berpandangan.
“Dia emang robot..”ucap kai.
“Bener..”ucap ethan dan nathan bersamaan.
“Gue curiga dia enggak punya hati..”tambah aiden.
Kai mengusap dagunya sambil tersenyum jahil.
“Gimana kalau kita bikin permainan?..”seru kai menatap keempat sahabatnya..Nathan langsung tertarik.
“Permainan apa?..”tanya nathan penasaran.
Kai mengarahkan dagunya ke halaman sekolah..Di sana, beberapa siswa sedang berlalu-lalang menuju gerbang sekolah menunggu pesan antar mereka..tatapan Kai berhenti pada seorang gadis yang sedang menuntun sepeda tua milik petugas kebersihan keluar dari area parkir.
“Itu..”Semua mengikuti arah pandang Kai.
“Itu anak beasiswa..”ucap ethan.
“Ya, namanya Aruna..”jawab kai
“Peringkat satu terus..”sambung kai.
“Yang tiap hari dibully itu?..”tanya Aiden.
“Iya..”jawab kai..Nathan menyeringai kecil.
“Wah... menarik..”seru nathan..Kai menoleh pada Liam.
“Gimana kalau kali ini targetnya dia?..”tanya kai..Liam tidak memberikan respons..Kai melanjutkan ucapannya.
“Lu deketin dia, bikin dia jatuh cinta, terus pacarin…”ucap kai.
“Tidak tertarik..”ucah liam tak peduli keantusiasan sang sahabat.
“Kenapa sih lu gamau?..jan bilang lo belok?..”tuduh nathan menatap kesal sang sahabat..ucapan kai langsung mendapatkan tatapan tajam dari liam.
“Wanita itu makhluk paling merepotkan di dunia..apalagi gadis seperti dia..orang miskin sepertinya pasti hanya ingin uang dan popularitas semata..gue males berurusan sama spesies mereka..”ucap liam panjang lebar.
“Heh..lo kira karna mantan lo matre semua cewek juga matre gitu?..”tanya kai tak habis fikir..liam hanya mengangkat bahunya tak perduli.
“Coba dulu makanya..Kalau berhasil bikin dia benar-benar cinta sama lu dalam tiga bulan...Gue kasih mobil sport edisi terbaru..”ucap kai memberi penawaran yang sangat mengiurkan.
Aiden langsung bersiul.
“Wih...serius?..”tanya aiden..malah pria itu yang bersemanat.
“Serius..”Kai mengangguk mantap.
“Gue kasih motor gede limited edition..”tambah nathan tak mau kalah.
Ethan menambahkan dengan nada santai.
“Gue kasih deh robot uji coba terbaru bokap gue yang kemarin lo incar..”tambahnya..Semua mata kini tertuju pada Liam..Pria itu tetap diam..ekspresinya tidak berubah sedikit pun.
“Ah... dia pasti nolak..”ucap aiden pesimis.
“Mana mungkin Liam mau ngelakuin hal beginian..Dia aja males ngomong sama cewek..”tambah nathan..Kai mengangkat kedua bahunya.
“Ya udah, Berarti kita anggap Liam kalah sebelum mulai..”Kalimat itu membuat Liam akhirnya mengangkat pandangannya.
“Gue eggak pernah kalah..”ucap liam menatap tajam teman-temanya..Nathan tersenyum tipis.
“Berarti terima?..”tanya nya.
Liam terdiam beberapa detik..Tatapannya kembali mengarah ke halaman sekolah..Aruna baru saja mengayuh sepeda tua milik petugas kebersihan memasuki gerbang sekolah dengan tangan penuh dengan tentengan makanan dari restorant ternama di dekat sekolah mereka.
Gadis itu tampak begitu sederhana..tidak memakai riasan..tidak mengenakan barang bermerek..Bahkan sepatunya terlihat sudah usang..Tak ada satu pun hal yang menarik perhatian Liam..Namun entah mengapa...Tatapan gadis itu yang selalu tenang meski menjadi bahan ejekan membuatnya berhenti memandang beberapa detik lebih lama.
“Bagaimana?..”Kai kembali mendesak..Liam memalingkan wajah.
“Baik…”Keempat sahabatnya langsung tersenyum lebar.
“Tapi dengarkan baik-baik..”Suara Liam tetap setenang biasanya.
“Permainan ini hanya tiga bulan..dan jangan pernah nyuruh gue ngelakuin hal macam-macam..”liam langsung melayangkan peringatan..Kalimat itu membuat senyum di wajah keempat sahabatnya sedikit memudar.
Kai terkekeh pelan.
“Tenang aja, Ini cuma permainan kecil..”ujar kai akhirnya.
Tak seorang pun menyadari...Permainan kecil yang mereka anggap lucu hari itu, kelak akan menjadi awal dari penyesalan yang menghancurkan hidup mereka semua..Dan terutama, Menghancurkan seorang gadis yang tak pernah melakukan kesalahan apa pun.
.
.
.
TO BE CONTINUE………