NovelToon NovelToon
[Horror] Ghost In A Flower

[Horror] Ghost In A Flower

Status: tamat
Genre:Misteri / Fanfic / Horor / Tamat
Popularitas:44.9k
Nilai: 4.2
Nama Author: zahroni nurhafid

*KHUSUS PEMBACA UMUR 17+*

Pertemuan mereka berdua membuat roda takdir berputar.
Hari – hari indahnya bermula saat Dion bersama dengannya, mengawali dan menutup hari dengan mengucap namanya yang sudah terukir didalam hati. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua dari kebahagian itu, hingga suatu saat....
“Lebih baik aku tidak pernah bertemu denganmu.” Gumam Dion
Di malam hari, gelap, tanpa cahaya aku berdiri dan kembali menyesali perbuatanku. Awan besar menutupi rembulan, aku tak dapat berkata – kata lagi tanpa kusadari air mata telah mengalir.
“maafkan aku teman – teman....”
Disini, dikelas ini, diantara jasad seluruh sahabat2ku, aku menangis.
Dengan tatapan kosong dan tubuh bermandikan darah.
“anak iblis”
“Pembunuh”
“Penjahat”
Satu persatu sebutan itu terdengar ditelingaku hingga sampai membuatku lupa akan identitasku sendiri. 1 minggu kemudian Aku terbangun disebuah rumah sakit jiwa tanpa mengingat apapun dan langsung pindah ke kota Lando dan berseklah di SMA Violet

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahroni nurhafid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - Rui & Jay

Ribuan tetesan

air hujan jatuh dari langit menusuk tubuhku, dingin dan juga menyakitkan. Itu begitu

pula dengan wajahmu didepanku saat ini, dengan wajah penuh amarah serta tatapan

dendam yang langsung menuju ke arahku itu begitu menusuk jauh kedalam jiwaku.

Canda tawa serta

seluruh waktu bersama kita bagaikan sebuah ilusi. Persahabatan yang begitu

kokoh dan indah tak kusangka akan menjadi seperti ini.

Yang ku inginkan

hanyalah terus bersama denganmu dan menikmati waktu – waktu yang terbuang

dengan penuh warna.

Sudah lama sekali

kita tidak bertatap muka seperti ini, sejak 1 tahun yang lalu.

Kita adalah

sahabat tak terpisahkan sejak TK, SD bahkan SMP kita tak pernah terpisahkan dan

selalu dipertemukan oleh takdir tak pernah sekalipun aku ataupun Jay membuat

janji akan melanjutkan sekolah dimana, kita berdua merahasiakannya dan bertekad

mengejar apa yang kita minati masing – masing, dan keajaiban pun terjadi. kita

selalu dipertemukan disekolah dan kelas yang sama.

Sampai akhirnya

di SMP, aku bergabung dengan ekskul sepak bola dan aku pun langsung diterima

dikarenakan tinggi badan, fisik serta stamina yang bagus semua berjalan begitu

mulus tak ada kendala sama sekali ataupun perjuangan lagi untuk masuk ke ekskul

sepak bola itu.

Diwaktu yang sama

dihari yang sama, Jay juga mendaftar di ekskul yang sama denganku namun aku

sama sekali tidak kaget akan keberadaannya disini karena tujuanku masuk ekskul

ini adalah agar bisa menghabiskan waktu bersama lebih lama dengan Jay dan tentu

saja aku merahasiakan ini darinya karena jika ia mengetahui maksudku yang

sebenarnya ia pasti akan menolak rencana ini dan menyuruhku untuk berjuang

menggapai apa yang kuinginkan.

Bagi anak tingkat

SMP yang masih polos dan normalnya masih berfikir tentang bermain serta

kesenangan saja aku sama sekali tak paham akan perkataan Jay, ia benar – benar

berbeda denganku yang selalu hidup bagaikan air yang mengalir melewati arus

yang ada, ia benar – benar punya tujuan kuat ia memiliki sesuatu yang benar –

benar ia dambakan sampai – sampai memperjuangkannya sejak kita pertama kali

bertemu saat TK hingga saat ini.

Semangat itu,

pendirian kuat itu, tatapan mata yang selalu berfokus ke satu titik jauh ke

depan itu membuatku menghormatinya. Dengan kepribadiannya yang penuh akan api

semangat yang berkobar, tak kenal kata takut, putus asa, gagal ia hidup dengan

sisi positif seperti itu benar – benar keren menurutku.

Jika aku

bersamanya mungkin aku bisa seperti dirinya.

Itulah yang

pertama kali kupikirkan saat mengenal Jay saat masih di bangku TK, dan

disitulah kisah kami berdua bermula.

Jadi tak heran

aku bisa mengetahui Jay akan mendaftar ke ekskul ini walaupun ia tak

memberitauku. Walau keputusan penerimaanku sudah jelas dari senior namun aku

tetap hadir dan melihat hasil pengumuman resmi penerimaannya, aku berfikir

mungkin bisa mengejutkan Jay kalau kita akan satu ekskul juga selama masa SMP

ini.

Namun ternyata

aku salah,

Aku terlalu naif,

Dilembar

pengumuman di mading, seluruh pendaftar berhasil di terima ke ekskul sepak

bola, benar semuanya kecuali satu orang.

Yaitu Jay,

Ditengah

keramaian penuh kegembiraan itu, terlihat seorang anak kecil yang pendek

berjalan meninggalkan kerumunan penuh sorakan bahagia tersebut.

Seluruh

perjuangannya sejak kecil berlatih sepak bola sampai tiba – tiba perjuangannya

ditolak mentah – mentah oleh orang lain, pasti perasaannya sangat hancur,

bahkan untuk ukuran Jay kejadian ini sangatlah menyakitkan baginya.

Jika aku

menghiburnya saat ini pasti hanya akan berdampak sebaliknya oleh karena itu

kuputuskan untuk mengawasinya dahulu selama 3 hari ini sampai ia sedikit lebih

tenang.

Sejak hari

pengumuman itu kulihat Jay selalu pergi kelapangan dan berlatih seorang diri

tanpa kenal istirahat, saat pagi pagi buta ia sudah berlatih, saat sepulang

sekolah pun ia juga berlatih di tempat lain, saat sore pun juga ia berlatih,

mungkin itu adalah caranya menghibur diri jadi kubiarkan saja dan membantunya

sebisaku dengan cara meninggalkan sebotol air putih dan makanan didekatnya

tanpa sepengetahuannya.

Aku tau, walau

aku melakukannya secara diam – diam pasti jay tau kalau itu adalah ulahku namun

aku tak berharap untuk mendapatkan ucapan terima kasih atau balasan apapun

darinya aku hanya ingin mendukung dan mengatakan bahwa aku akan selalu ada

untukmu sebagai sahabat dekatmu.

3 hari kemudian,

Saat aku hendak

berbicara dengan ketua ekskul tentang permohonanku keluar dari ekskul ini tiba

– tiba Jay datang menghampiri kami dan dengan lantang ia menantang ketua. Jay

bertaruh jika ia menang ia harus dimasukkan ke ekskul tersebut sedangkan jika

ia kalah ia rela menjadi kacung dari senior itu.

Sebuah

pertandingan mempertaruhkan harga diri, aku tak tau seberapa besar dan

keinginan Jay untuk menggapai cita – citanya, aku tidak pernah tau alasan

dibalik itu semua. Namun saat kudengar deklarasi itu tepat didepanku, dengan

tatapan tajam penuh keyakinan, tanpa ragu atau takut ia berdiri tegak menantang

seorang seniornya yang bahkan sudah kelas 3 atau lebih tepatnya orang yang

paling handal di Ekskul ini.

Permainan dimulai

1 lawan 1 dengan ketua ekskul sebagai kiper, jika Jay bisa memasukkan 1 bola

saja maka ia akan menang tak ada jangka waktu pertandingan semua akan berakhir

jika Jay memasukkan bola atau jika dia menyerah.

Pertandingan

dimulai di pagi hari pukul 8, seluruh anggota ekskul menonton sekaligus menjadi

saksi jika ada pelanggaran ataupun pihak yang berbuat curang, setidaknya aku

bisa lega karena tak ada kecurangan ataupun kelicikan dari pertandingan ini.

sebelum saat

pertangingannya dimulai tadi sebenarnya aku sudah bisa menebak bakal terjadi

seperti apa pertandingan ini.

1 jam berlalu,

pertandingan masih berlanjut. Dan jika pertandingan ini masih berlanjut bisa

dikatakan bahwa Jay masih belum juga memasukkan 1 bola pun.

2 jam berlalu,

masih tetap tak ada perubahan, ketua berkali – kali menyebutkan bahwa mustahil

untuk Jay memenangkan pertandingan ini bahkan senior bersedia melupakan syarat

jika Jay kalah.

Dengan tegas Jay

menolak semua perkataan ketua,

“PERJANJIAN

ADALAH PERJANJIAN!! PERTANDINGAN ADALAH PERTANDINGAN!! LAWAN AKU DENGAN SEGALA

YANG KAU PUNYA!!”

Mendengar

perkataan dari Jay membuat seluruh orang yang menonton menjadi kagum, karena

kami semua tau termasuk ketua pasti sudah menyadarinya bahwa fisik Jay sudah

hampir mencapai batasnya, nafasnya yang terengah – engah itu, tubuh bermandikan

keringat itu, kaki yang sudah gemetaran dan mencoba bertahan untuk berdiri

itu,wajahnya yang mulai memucat, Jay benar – benar bersungguh – sungguh dalam

pertandingan ini.

3 jam pun

berlalu, kondisi Jay semakin lemah namun ia tetap berdiri dengan kedua kakinya

yang gemetaran itu.

“Kau sungguh luar

biasa. Siapa namamu?”

“J-Jay!”

“Jay, ya....”

Jay mengayunkan

kakinya dengan seluruh tenaga yang tersisa, namun tendangannya salah arah dan

hanya mengenai pucuk bola.

Bola

menggelinding pelan ke arah gawang, sedangkan Jay terjatuh pingsan.

Ketua menutup

matanya berjalan ke arah Jay dan membiarkan bola itu menggelinding melewatinya,

Ketua melepas

jaket almamater ekskul dan menaruhnya di atas Jay yang pingsan tersebut,

“Selamat datang,

Jay!”

Ucap ketua dan

diikuti oleh sorakan seluruh anggota ekskul.

1
keyza alfaro
11 Mei hari ini anjirr 🗿
Park Kyung Na
💪💪
Park Kyung Na
mampir
Author yang kece dong
Aku mampir kakak 🤗
demit bahagia
uuuhhh mantaaap kak, feedback ya. jangan lupa mampir
ISTRI MUDAKU MAFIA
Santai Dyah
dah tamat semua nih
Zahroni Nur Hafid: hooh kk, dh tamat. lgi kerjain proyek baru
total 1 replies
Ryoka2
Queen System hadir lagi Thor 👍
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
lanjut terus kak
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
bikin penasran...makin gimana gitu
~🌹eveliniq🌹~
hadir membawa support selalu
Zahroni Nur Hafid: makasih evelin
total 1 replies
Aris Pujiono
bikin senyum2
Aris Pujiono
bikin sdih
Aris Pujiono
seru sekali
Aris Pujiono
keren
senja
yg ini hiatus?
Love You
Mantap kakak.
Ella
aku mampir karya mu Thor.
Zahroni Nur Hafid: Welkom2 kk bella.... sampe novel lama ku jg di datangi kk bella, makasih kk
total 1 replies
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda seru saya like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!