Sena Laurencia gadis misterius yang menyimpan banyak rahasia yang tak satu orang pun tahu tentang nya,bahkan anak buah nya sendiri tidak tahu siapa diri nya sebenar nya, yang mereka tahu diri nya sebagai pemimpin mafia terkuat adalah seorang pria karna selalu menggunakan topeng dan berpakaian laki-laki tertutup,rambut nya yang sebahu ia ia ikat jika keluar dari ruangan nya.
Ia hidup sendirian di negara orang jauh dari keluarga nya hingga salah satu orang yang paling ia sayangi menyuruh nya untuk pulang membuat nya terpaksa meninggalkan negara tersebut.
Di sana lah kisah nya di mulai saat ia bertemu dengan seseorang yang selalu di katakan buruk rupa oleh semua orang bahkan dunia juga mengatakan seperti itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon H.Elisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Sena menatap dingin pria yang kini berdiri di depan nya,ia menyenderkan tubuh nya di mobil milik nya entah apa yang di lakukan pria itu pagi-pagi di perusahaan nya.
"Begini rupanya pemimpin perusahaan yang datang terlambat saat bekerja"ucap suara itu yang tak lain adalah Mario membuat Sena terkekeh mendengar nya.
"Bukan kah itu bukan urusan anda,perusahaan ini milik saya yang memimpin juga saya jadi terserah saya mau datang terlmbat atau tidak nya siapa yang melarang saya"ucap Sena darat menatap remeh lelaki tersebut.
"Apakah anda tersesat tuan Mario yang terhormat hingga datang ke perusahaan saya pagi hari begini"tanya Sena sinis membuat Mario mengepalkan tangan nya kuat.
"Kauu"ucap Mario tak bisa berkata-kata lagi.
"Anda membuang waktu saya saja"ucap Sena berdiri tegak dan melangkah masuk ke dalam perusahaan nya tanpa peduli dengan Mario lagi.
"Senaa ayah datang ke sini meminta bantuan mu"ucap Mario akhir nya membuat langkah Sena berhenti mendengar nya bukan kata bantuan yang membuat nya berhenti melainkan kaga ayah yang keluar dari mulut Mario.
"Sejak kapan saya menjadi putri anda hingga bicara seperti itu pada saya"ucap Sena dingin yang kini berbalik menatap tajam ke arah Mario.
"Bagaimana pun aku adalah ayah mu Sena"ucap Mario membuat Sena tertawa hambar mendengar nya.
"Asal anda tahu saja tuan Mario yang terhormat setelah kematian ibu ku saya tidak pernah lagi menganggap anda sebagai ayah saya"ucap Sena dingin.
"Anda ingin tahu saya menganggap anda apa"ucap Sena lagi yang kini wajah nya semakin dingin.
"Saya menganggap anda sudah mati tepat saat itu pula ibu saya meninggalkan saya"tambah Sena menatap tajam ke arah Mario bahkan tangan nya mengepal kuat.
Mario sendiri berdiri kaku mendengar nya jauh dari lubuk hati nya terdalam begitu sakit mendengar ucapan Sena,bagaimana pun dulu ia begitu menyayangi Sena saat masih kecil.
"Sebaik nya anda keluar dari sini dan sudah saya ingat kan jangan pernah muncul di hadapan ku lagi"ucap Sena berbalik ingin melanjutkan langkah kaki nya.
"Ayah meminta bantuan untuk Mely kakak mu dia sedang di rawat di rumah sakit"ucap Mario seketika itu juga membuat darah Sena mendidih mendengar nya.
Prankk
Sena mengambil pas bunga kaca di samping nya dan melempar nya tepat di depan Mario,ia berbalik badan menatap semakin tajam ke arah Mario.
"Mati pun dia itu bukan urusan ku"ucap Sena membuat mereka menelan ludah kasar melihat Sena.
"Keluarr"teriak Sena kuat yang kini tangan nya sudah mengepal kuat.
Tanpa kata anak buah Sena yang di luar menarik tangan Mario kuat menyeret nya untuk keluar dari dalam perusahaan itu, Sena sendiri kembali melanjutkan langkah kaki nya masuk ke dalam lift menuju ruangan nya, nafas nya masih memburu menahan amarah di dada nya hingga ia tiba di ruangan nya.
Kau datang pada ku saat anak mu itu sekarat sementara dulu ibu ku sudah di ambang kematian kau sama sekali tidak datang hingga akhir nya ibu ku meninggal dan di makam kan,jangan kan melihat ibu ku melihat ku saja kau tidak datang hingga aku meninggalkan negara ini,batin Sena mengepalkan tangan nya kuat.
Prankk
Prankk
Tak kuat menahan amarah nya Sena menghancurkan ruangan nya melampiaskan amarah yang sudah ia tahan sedari tadi.
Aaarrrrgggg
Teriakan Sena menggema di ruangan nya yang kedap suara tersebut hingga akhir nya tubuh nya terjatuh ke lantai di sertai air mata yang mengalir.
"Ibu sampai kapan putri mu ini akan merasakan semua nya bu, Sena sudah tidak kuat lagi bu"gumam Sena menangis di dalam ruangan nya sendiri.
Tok tok tok
"Nona"panggil Davin dari luar mengetuk pintu ruangan Sena.
"Jangan ganggu aku dulu"ucap Sena dingin berdiri dari duduk nya masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajah nya agar tidak terlihat habis menangis.
Sena memilih duduk di kursi kebesaran nya mengerjakan pekerjaan nya lagi untuk menghilangkan kemarahan yang masih tersisa di dalam hati nya,hingga malam Sena masih tetap berkutat di depan laptop milik nya tak keluar dari ruangan nya sama sekali.
"Senaa kau di dalam"ucap seseorang dari luar ruangan Sena membuat Sena menghentikan pekerjaan nya karna ia tahu suara siapa yang memanggil nya.
Dengan cepat Sena bangkit dari kursi kebesaran nya dan membuka pintu yang ia kunci tadi.
"Kenapa kakek datang ke sini"tanya Sena menatap kakek nya.
"Bagaimana kakek tidak datang ini sudah malam dan kamu tidak pulang Davin juga mengatakan kau tidak keluar dari dalam sekali membuat kakek khawatir"ucap kakek Sena.
"Pekerjaan Sena banyak kek maka nya Sena tidak keluar"ucap Sena berasalan.
"Ayo pulang kau juga butuh makan dan istirahat"ajak kakek Sena.
"Sena ambil tas dulu kek"ucap Sena masuk ke ruangan nya kembali mengambil tas dan mematikan laptop milik nya baru lah ia keluar dari dalam.
Mereka segera masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka lantai dasar,kakek Sena memilih diam saja tanpa bertanya lagi pada Sena mengenai kejadian di perusahaan pagi tadi karna Davin sudah menjelaskan semua nya.
Di dalam mobil kedua nya tetap diam saja hingga mereka tiba di dalam rumah, Sena melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya lebih dulu raut wajah nya masih terlihat sama tidak berbeda sama sekali mulai dari pagi.
"Kalian cari tahu bagaimana putri nya itu kenapa bisa di rumah sakit"ucap Sena menatap anak buah di depan nya.
"Baik nona"ucap salah satu dari mereka segera melakukan perintah Sena.
"Seperti nya sudah cukup sandiwara mereka besok akan aku buat mereka heboh sendiri aku ingin tahu bagaimana reaksi pria itu setelah tahu kebenaran putri nya itu"gumam Sena menyeringai dingin.
"Kalian istirahat saja"ucap Sena berdiri dari duduk nya masuk kembali ke kamar nya untuk istirahat juga,tubuh dan pikiran nya lelah hanya saja mata nya sama sekali tidak bisa tidur.
Dunia ini begitu kejam jika hanya berdiam diri menerima apa yang mereka buat maka kau akan mati di tangan mereka maka dari itu sebelum terjadi persiapkan diri mu menghadapi nya maka dengan mudah kau membalas apa yang mereka perbuat pada mu,batin Sena menatap langit-langit kamar nya dengan senyum kecut,saat ia keluar negeri di usia masih terbilang kecil hidup nya sudah penuh dengan perjuangan berat agar ia bisa menjadi kuat membalas mereka yang menyakiti ibu dan diri nya.
jangan terlalu mikirin pendapat orang thor
karena ngk ada yang tau kadar kemampuan
seseorang itu dimana, kecuali diri sendiri