Demi membantu sang ayah Samara rela menikah dengan Edric, CEO muda yang terkenal sangat kejam.
Suaminya tak pernah menganggap Samara ada. Hari-hari rumah tangganya penuh dengan isak-tangis.
Bagaimana kelanjutan hubungan diantara keduanya?
Akankah Samara bertahan atau memutuskan pergi?
Bagaimana dengan Edric?
Apakah dia akan mati-matian mengejar cinta istrinya kembali?
Saksikan berbagai kejutan dalam kisah mereka hanya di Noveltoon.
#Silahkan jika anda ingin promosi novel anda di page saya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡SanitaComel♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Lama
Edric yang terasa bahunya di sentuh orang langsung berbalik.
"Hello friend"
Betapa terkejutnya Edric melihat Alvaro disaat itu.
"Al, you are here"
Edric langsung memeluk temannya itu,, Samara yang melihat suaminya berpelukan dengan pria asing sedikit bingung.
"Kenapa kau tidak mengabari ku jika kau berada disini"
Edric menepuk pundak Alvaro, sepertinya pertemanan mereka sangat dekat.
"Yes, aku baru kembali dari Belgia 2 hari yang lalu,, tadinya aku ingin berkunjung kerumah mu,, tapi aku melihat mu berada disini"
Alvaro melihat Samara yang sedang duduk.
"Siapa wanita ini?"
Alvaro merasa asing melihat Samara,, Edric yang baru menyadari pun langsung memperkenal kan Alvaro dengan Samara.
"Oh yes,, Kenalkan ini istriku, Samara"
Alvaro menaikan alisnya sedikit heran.
"Your wife? maafkan aku tidak bisa menghadiri undangan mu teman,, selamat atas pernikahan kalian"
Alvaro tersenyum memandang Edric dan Samara bergantian *baguslah, ternyata bukan wanita itu*
Alvaro mengira Edric menikahi Fiona,, Alvaro sangat tidak suka dengan kekasih temannya itu, karena menurut Alvaro,, Fiona bukan wanita baik baik, Fiona sempat menggoda Alvaro di belakang Edric.
Namun Alvaro tidak memberitau Edric,, karena Alvaro tau Edric sangat mencintai Fiona.
"Thank you,, Tidak masalah,, aku tau kau pasti sibuk,, tidak terasa sudah dua tahun lebih kau di Belgia"
Edric menyuruh Alvaro untuk bergabung bersamanya.
"Duduklah,, aku sangat merindukan mu teman, bagaimana perusahaan mu yang ada di Belgia?"
"Ya, kau benar sudah lama aku tidak kembali,, sudah aman, aku menyerahkannya pada adikku,, aku akan mengurus perusahaan disini saja"
"Apa aku menggangu kalian? sepertinya kalian hanya berdua" Lanjut Alvaro.
Sedari pertama Alvaro datang Samara dapat menilai jika Alvaro bukan pria yang kasar.
"Ya sedikit lah, haha" Edric tertawa kecil meledek temannya itu, Alvaro pun ikut tertawa
Edric memesan wiski untuk Alvaro, namun Alvaro mencegahnya.
"Kau yakin tidak minum wiski"
Edric sedikit heran, karena dulu Alvaro terbiasa dengan wiski.
"Tidak, selama di Belgia aku tidak lagi minum ,, sudah 2 tahun ini"
Alvaro hanya tersenyum "Kita pesan soda saja"
Edric pun memesan soda sesuai keinginan Alvaro.
"Sedang apa kau disini sendirian"
Edric yang melihat Alvaro sendiri pun bertanya.
"Aku ingin bertemu dengan kekasih ku,, tapi dia belum datang dan aku melihat mu disini"
Edric menatap Alvaro seperti ingin mencari tau.
"Beloved? kau sungguh punya kekasih?
Edric tertawa tidak percaya jika temannya punya kekasih, Alvaro tersenyum dengan santai.
"Tentu saja aku punya, dan aku ingin melamarnya,, karena itu aku kembali ke London"
"Okay,, semoga rencana mu berjalan dengan mulus,, undang aku jika kau menikah"
Edric menepuk bahu Alvaro, Alvaro tersenyum,, lalu melihat ke arah Samara.
"Nona, kenapa kau mau menikah dengannya?? apa kau di paksa olehnya"
Alvaro tertawa melihat Edric yang menatapnya dengan tajam, Samara tertawa melihat tingkah dua pria tersebut.
"Tentu tidak,, itu karena aku mencintainya"
Samara tersenyum menatap Edric,, meskipun kebenarannya Samara terpaksa, namun Samara menutupi kebenaran itu.
Edric yang mendengar jawaban Samara pun tersenyum menatap Samara.
"Siapa kekasih mu? apa kau tidak ingin mengenalkannya padaku"
Edric penasaran dengan wanita yang ingin dilamar temannya itu.
"Tentu pasti akan ku kenalkan,, tunggu saja,, sebentar lagi dia datang" Alvaro meneguk soda sampai habis
Sebenarnya Edric mau menunggu namun dia merasa sedikit lelah.
"Ini sudah hampir malam,, sepertinya kami harus pulang, lain kali saja kau kenalkan kekasihmu itu"
Edric mengajak Samara untuk pulang, Alvaro pun tidak memaksa mereka untuk menunggu.
"Okay,, kalau begitu sampai jumpa"
Alvaro memeluk Edric sambil menepuk bahu Edric, begitu juga dengan Edric.
"Jangan lupa,, kau harus mampir kerumahku.. Alishka pasti senang kau datang"
"Baiklah,, Aku pasti datang, kalian hati-hatilah dijalan"
Alvaro hanya mengatupkan kedua tangannya saat Samara ingin bersalaman, Alvaro paham betul kalau temannya cemburuan.
Baru saja Edric dan Samara pergi,, Dominique pun sampai ke cafe langsung menghampiri Alvaro.
"Hi darling"
Dominique mencium pipi Alvaro bergantian kanan dan kiri, Begitu juga dengan Alvaro.
"Kau lama sekali,, aku sudah menunggu mu dari tadi" Alvaro menatap Dominique dengan datar
"Oh sorry honey,, aku datang terlambat.. kau jangan marah ya"
Dominique memohon agar Alvaro tidak marah, Alvaro pun tersenyum sambil menunjuk pipinya, pertanda minta di cium lagi,, Dominique yang memahami permintaan Alvaro pun langsung mencium pipi Alvaro berulang kali.
"Sudah cukup,, Nanti orang lain bisa iri melihat kita"
Alvaro menghentikan Dominique yang berulang kali menciumnya,, Dominique pun tertawa.
"Kita makan yuk,, aku lapar ni" Dominique memesan makanan untuknya dan Alvaro
"Sayang, tadinya aku ingin mengenalkan mu dengan teman ku,, tapi dia sudah pergi duluan"
Alvaro bercerita mengenai pertemuannya dengan Edric.
"Teman? teman yang mana sayang? maaf ya aku tidak sempat menemui teman mu"
Dominique memegang tangan Alvaro.
"Tidak masalah,, lain kali aku akan mengenalkannya padamu,, dia teman yang baik, kau harus bertemu dengannya dan juga istrinya"
Dominique pun tersenyum memandang kekasihnya.
"Iya sayang,, jadi teman mu itu sudah menikah"
"Iya dia sudah menikah,, tapi aku tidak sempat datang ke pernikahannya, waktu itu kau tau sendiri aku masih di Belgia"
Alvaro dan Dominique sudah menjalin kasih selama 2 tahun,, sebelum berangkat ke Belgia, Alvaro sudah menyatakan perasaannya pada Dominique, dan dominique pun menerimanya,, mereka menjalani hubungan tanpa bertemu atau biasa di sebut LDR,, meskipun begitu mereka saling mencintai dan saling mengirim kabar.
Edric dan Samara sudah sampai rumah, Edric menggandeng tangan Samara menuju kamarnya,,
sepertinya David sudah kembali ke apartmentnya.
Samara mengambil sepasang piyama dan menggantinya di kamar mandi, bergantian dengan Edric.
Setelah itu Samara berbaring di tempat tidur,, sepertinya Samara sangat lelah, namun dia sangat senang karena hari itu sangat bahagia baginya.
Edric sudah mengganti pakaiannya.
"Jika kau lelah tidur saja duluan"
Edric keluar menuju ruang kerjanya.
Samara yang belum mengantuk pun mengikuti suaminya,, dia juga ingin tau bagaimana ruangan kerja Edric,, sampai sekarang dia tidak pernah masuk ke ruang kerja Edric.
Terlihat Edric sedang memeriksa laporan perusahaannya, Samara ikut duduk di samping Edric sambil memperhatikan.
Edric melirik Samara yang berada di sampingnya.
"Kenapa tidak tidur?"
Edric melihat ke arah Samara.
"Aku belum mengantuk,, belum bisa tidur"
Samara masih memperhatikan Edric yang fokus memeriksa laporan.
"Bagaimana kalau kita tidur bersama"
Edric menatap Samara, mendekatkan wajahnya,, Samara justru memajukan wajahnya saat Edric mendekat,, sehingga mereka kening mereka saling bertemu.
"Jangan mencoba memancing ku,, kau akan menyesal nanti" Edric membelai rambut Samara
Samara tersenyum malu lalu berdiri ingin kembali ke kamarnya, namun Edric memegang tangannya.
Edric memeluk Samara dari belakang, menciumi leher istrinya,, Samara merasa geli dan menggeliat, tangan Edric sudah mulai berpindah ke bagian yang lain,, nafas Samara semakin tidak terkontrol.
"Ku mohon hentikan,, aku belum siap" Samara mencoba menghentikan Edric yang ingin berbuat semakin jauh
Edric yang menghargai keinginan Samara pun menghentikan aksinya.
"Baiklah,, aku akan melakukannya saat kau sudah siap" Edric mencium kening Samara
"Let us go to sleep"
Edric mengajak Samara untuk tidur.
Bersambung...
Sekilas author kasih tau tentang Alvaro.
Nama nya Alvaro Rayburn, CEO yang terkenal akan ketampanan dan kelembutannya, Merupakan pria terkaya no.2 di dunia, ya di banding dengan Edric, Alvaro jauh di atasnya, dia memiliki beberapa perusahaan di luar negeri, dia dan Edric adalah teman dari SMA,, Alvaro pria yang baik dan ramah, berbeda jauh dengan Edric yang sangat angkuh dan dingin, Namun mereka sudah seperti kakak beradik.
Pembaca yang bijak tidak akan meninggalkan jejak 🙏🏻
coba saja di kasih biar para pembaca yang gak faham artinya, jadi ngerti mereka ngomongin apa🤗tolong di perbaiki yah thor
Thor kasih terjemahan kalo ada bahasa Inggris nya,aku ngk mengerti🤦🏻♀️ apa yang di omongin