Sekuel novel pertama MY ACCIDENT DESTINY..
Kisah kali ini berpusat pada kehidupan dan perjalanan cinta si Badboy JACOB setelah cinta pertama nya bertepuk sebelah tangan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElizabethMelyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WANITAKU
Part 19 " Wanitaku "
Sepanjang perjalanan, raut wajah Jacob tampak masih emosi dipenuhi kemarahan. Suasana di dalam mobil begitu mencekam dengan keheningan, Jasmin yang duduk di samping Jacob jadi merasa bersalah.
Ia berpikir seharusnya ia tidak menghubungi dan meminta bantuan Jacob jika akhirnya akan terjadi kekacauan seperti ini.
" Bos, pak Davin sudah bersama klien. " Kata driver menginformasikan janji temu mereka.
" Cepat kesana. Aku tidak mau terlalu lama disana. " Jawab Jacob sangat dingin.
Ia memperhatikan Jasmin yang sangat murung duduk di sampingnya. Ia melepas jas coklat tua miliknya, dan menutupi pakaian Jasmin yang tampak berantakan.
" Aku akan segera selesaikan urusan ku. Lalu kita pulang. Kamu tunggu di mobil saja. " Perintah Jacob yang tetap perhatian walau ia masih emosi.
" Iya. " Jawab Jasmin sangat patuh.
Sesampainya di suatu gudang tua yang sepi, Jacob dan para anggotanya melakukan beberapa negosiasi gelap dengan klien.
Jasmin menunggu dengan tenang di dalam mobil, entah kenapa ia sangat merasa lelah hari ini.
Tanpa terasa ia pun tertidur dan menyandarkan kepalanya ke kursi mobil.
Setelah beberapa jam berlalu, Jacob kembali dan mendapati wanita yang menunggunya tertidur pulas.
" Bos, kita masih ada 1 tempat lagi hari ini." Kata Davin yang mengantar bosnya ke mobil.
" Hmmm.. Aku mau pulang saja. Kamu urus sisanya sendiri. " Jawab Jacob sambil memandang Jasmin yang lelap tertidur.
" Tapi bos.. " Davin berusaha membujuk Jacob.
" Suasana hati ku sedang buruk. Turuti saja apa kataku. " Kata Jacob seraya masuk ke mobilnya dan memutuskan untuk pulang.
" Lagi lagi.. dia lebih memilih wanita itu. " Gumam Davin yang tampak kecewa dengan Jacob.
Selama perjalanan, Jacob tak lelah memandang gadis yang tertidur di sampingnya.
Setiap hari rasa suka, rasa ingin melindungi dan rasa ingin memiliki semakin bertambah dalam hati Jacob.
Namun seakan ada garis pembatas di antara mereka, yaitu dunia Jacob yang kejam.
Apakah dia layak untuk dicintai..
Apakah dia layak untuk mencintai..
Apakah dia layak untuk bahagia..
Mengingat segala yang dikerjakannya adalah sesuatu yang buruk dan menakutkan, bahkan untuk saling membunuh pun.. tidak segan dilakukannya.
Jacob perlahan menyentuh pipi Jasmin yang hangat, ia sesekali membelai pipi lembut Jasmin dengan tatapan penuh kasih sayang.
" Apa yang harus aku lakukan terhadapmu. Aku sangat menginginkanmu. " Gumam Jacob perlahan tidak ingin mengganggu tidur wanita itu.
Setelah sampai di lobby penthouse, Jacob dengan sigap menggendong tubuh Jasmin menaiki lift.
Setiap gerak gerik membuat Jasmin terbangun dari tidurnya, dan ia menyadari bahwa ia sudah berada di kedua tangan kekar Jacob yang menggendong nya.
" Hah.. maaf aku ketiduran. " Kata Jasmin panik dan ingin turun.
" Jangan banyak bergerak. Nanti kamu jatuh. " Jawab Jacob dingin tidak membiarkan Jasmin turun dari kedua tangannya.
" Maafkan aku. Membuatmu terlibat dengan masalah ku. " Gumam Jasmin sambil menatap Jacob dengan jarak yang sangat dekat, hingga mereka dapat merasakan debaran jantung satu sama lain.
" Sudahlah. Kalau hal itu terjadi lagi. Akan kupastikan membunuh mereka. " Ancam Jacob mendendam.
Mendengar kalimat mengerikan itu, Jasmin reflek memukul bahu Jacob dan protes.
" Ssstt... Jangan suka mengucapkan kata kata menakutkan seperti itu. Jangan mempermainkan nyawa orang lain. " Tegur Jasmin memperingatkan.
" Itu cara kerja ku. Aku tidak pernah suka, siapapun menyentuh bahkan melukai.. apa yang menjadi milik ku, apalagi milik ku yang berharga. " Kata Jacob serius sambil menatap dalam ke kedua mata Jasmin, hingga wanita itu merona karena pesona Jacob.
Sesampainya di dalam penthouse, Jasmin bergegas masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Sedangkan Jacob mengambil sekaleng bir dingin untuk menyegarkan dirinya yang terus memanas karena situasi mendebarkan yang baru saja dilalui.
Ia yang semakin tidak bisa mengendalikan diri, mendekat ke pintu kamar Jasmin yang tak terkunci.
Perlahan ia membuka pintu kamar Jasmin, dan sekali lagi ingin melihat wanita itu.
Namun ia tidak menemukan keberadaan Jasmin yang ternyata sedang membersihkan diri di kamar mandi.
Jacob terkejut melihat Jasmin yang sedang membuka pakaiannya yang kotor, tanpa mengetahui kehadiran Jacob.
Ia tidak sadar membelakangi Jacob dan yang memperhatikan dirinya di balik kaca transparan.
Tersisa pakaian dalam Jasmin, layaknya memakai bikini hitam. Jacob menyentuh bahu Jasmin hingga gadis itu terperanjat kaget setengah mati.
" Jacob.. Apa yang kamu lakukan disini. " Bentak Jasmin reflek menutupi tubuh bagian atas nya yang tersisa pakaian dalam saja.
" Maafkan aku. Hari ini kamu membuatku sangat gila. " Gumam Jacob yang mulai memojokkan Jasmin di bawah shower.
" Jack.. kendalikan dirimu. Kamu tidak boleh seperti ini. " Kata Jasmin ketakutan melihat ekspresi Jacob yang memang berbeda dan terlihat brutal.
" Jasmin.. jadilah wanitaku. " Ucap Jacob tidak bisa menahan keinginannya untuk memiliki wanita itu, namun tanpa ikatan.
" Jacob.. kita.. kita bicarakan itu nanti setelah kamu mengembalikan kesadaranmu. " Jawab Jasmin kesal.
" Jawab aku sekarang. Jadilah wanita ku. Aku akan melindungi mu, menjagamu dan memberikan apapun yang kamu mau. Sebaliknya, berikan juga semua milikmu kepadaku. " Kata Jacob semakin tidak terkendali dan mendekatkan dahinya ke dahi Jasmin.
" Menjadi wanitamu.. sama saja kamu menyuruhku menjual tubuhku kepadamu.. hubungan yang bebas dan tanpa ikatan seperti itu.. tidak bisa aku lakukan. " Tolak Jasmin yang merasa tidak dihargai.
" Lalu.. apa kamu hanya mau menjadi milikku, kalau aku menikahi mu? " Tanya Jacob penasaran.
" Jacob.. kamu sekarang hanya terpancing oleh nafsuu.. bukan karena kamu mencin.. " Belum selesai Jasmin bicara, dengan agresif Jacob mencium bibirnya.
Semakin intens dan semakin agresif hingga wanita itu tidak berdaya untuk melawan. Tangan Jacob yang mulai nakal, meraba beberapa bagian tubuh sensitif Jasmin termasuk bagian dada gadis itu.
Melihat Jasmin yang kehabisan tenaga untuk melawan, air mata tak kuasa terbendung mengalir di pipi Jasmin.
Jacob yang menggebu gebu, mulai muncul rasa bersalah.. ia melepaskan ciuman itu dan menjauhkan tangan nakal yang meraba beberapa bagian tubuh Jasmin.
" Kamu puas?? " Tanya Jasmin dengan tatapan marah.
" Sial. Kenapa aku harus menginginkan wanita sepertimu. " Gumam Jacob yang jadi bingung dengan situasi dalam hatinya.
" Kenapa? Lanjutkan saja.. jangan setengah setengah.. Kamu sudah melihat dan menyentuh tubuhku. " Jasmin tampak sangat marah dan hilang akal.
Ia bahkan dengan nekad melepas pakaian dalam yang tersisa di hadapan Jacob dengan mata yang terus berair.
" Hentikan. " Perintah Jacob yang jadi merasa bersalah.
" Kenapa.. lanjutkan saja sampai kamu puas. " Tantang Jasmin dengan berani tanpa pikir panjang.
Jacob yang mulai bisa mengendalikan diri, dengan segera mengambil selembar handuk dan menutupi tubuh Jasmin yang tanpa sehelai pakaian.
" Maafkan aku. Maafkan aku Jasmin. Aku tulus ingin memiliki mu, tapi aku takut menyeretmu dalam bahaya.. dalam dunia ku. " Kata Jacob dengan tulus.
Jasmin yang mendengarkan perkataan itu, sedikit bisa bernafas lega. Walaupun tindakan Jacob salah, namun itu semua hanya karena lelaki itu mencintai Jasmin dan dilema dengan situasi saat ini.
selalu suka karyamu