Zara gadis cantik yang merasakan patah hati karena cinta pertama dalam hidupnya telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Baba atau Ayah Zara meninggal dunia karena penyakit jantung.
Belum usai masa berkabungnya, kini gadis malang itu harus kembali merasakan patah hati untuk ke dua kalinya.
Serkan Sayisman, pria yang selama 3 tahun ini mengisi hari-harinya telah memutuskan hubungan mereka yang abu-abu karena kesenjangan sosial yang jauh.
Zara memilih pulang ke negara asal Ibunya dan memulai hidup baru disana berharap bisa dengan cepat melupakan Serkan.
Jantung Zara berdetak kencang kala menatap pria berwajah tampan dan manis yang berdiri di depannya.
Angga Adnan Prayoga,
pria misterius dengan sejuta pesona yang mampu menggeser posisi Serkan di hati Zara.
Namun, Zara harus berjuang keras saat Angga mengatakan;
"Apa kau siap mengetahui siapa diriku yang memiliki orientasi BERBEDA?"
Deg!!
Perjalanan cinta Zara Khayatian Al Rasyid mengejar cinta Angga Adnan Prayoga di mulai!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
You Lied to Me ?
...Cinta di hati ku mulai tumbuh untuk mu....
...Aku hanya ingin menyelesaikannya dulu,...
...*t**olong beri aku waktu*....
Di apartemen Zara,
Angga menunggu Zara di lobby sambil memantau organisasi bawah tanahnya.
"Mas, maaf lama menunggu," ucap Zara yang baru saja datang.
"Tidak cantik, ayo kita makan siang," ajak Angga yang langsung menggandeng tangan Zara.
Zara melihat mobil Angga ganti, tidak memakai yang biasanya.
"Kamu ganti mobil mas?" Tanya Zara.
"Sudah lama, tapi jarang aku pakai. Masih ada lagi yang lainnya kalau kamu mau tahu?" Jawab Angga.
"Jangan boros lah mas," ujar Zara cemberut.
"Ini juga investasi sayang, semakin langka mobil semakin mahal. Sudah jangan khawatir, aku bisa mengatur keuangan ku oke?" Jawab Angga menjelaskan kepada Zara.
"Okelah, terserah kamu saja," Zara pasrah saja.
Mobil Mercedes AMG-GT berwarna hitam itu melaju membelah jalanan Ibukota yang cukup padat karena tepat jam makan siang.
45 menit kemudian,
Zara sudah duduk manis di sebuah restoran Jepang menunggu pesanannya datang. Sementara itu Angga masih menerima telepon.
Angga kembali ke meja mereka, Angga melihat Zara duduk diam saja tidak memakan makanan yang sudah tersaji.
"Hei, kenapa belum makan hem?" Tanya Angga.
"Aku menunggu mu, ayo kita makan bersama?" Jawab Zara.
Angga benar-benar di buat gila oleh sikap manis dan sopan Zara. Benar-benar wanita dengan didikkan baik dari orang tuanya.
Angga dan Zara sudah menyelesaikan acara makan mereka, Angga ingin segera bertanya siapa pria yang memeluknya kemarin saat meeting dengan investor.
Akhirnya Angga mengajak Zara kembali ke apartemen Zara dan berbincang di kafetaria yang ada di lingkungan apartemen Zara.
Angga memandang wajah cantik Zara yang memanjakan mata siapa saja yang melihat.
"Boleh aku bertanya?" Tanya Angga memulai perbincangan mereka.
"Apa mas? Silahkan bertanya," jawab Zara.
"Siapa laki-laki yang berani memeluk kemarin?" Tanya Angga serius.
Zara tetap tenang dan tersenyum.
"Dia Serkan, mantan orang terdekat ku sewaktu aku di Istanbul. Tanpa sengaja kamu bertemu dan ternyata dia adalah pihak dari Turki yang akan menanam saham di perusahaan kita, Mas. Kamu ingat kan Serkan? Aku dulu pernah bercerita bagaimana aku bisa di Indonesia?" Jawab Zara menjelaskan.
Angga menarik sudut bibirnya,
"Sudah cukup! Aku percaya pada mu, yang penting jangan temui pria itu lagi," ujar Angga.
"Aku usahakan, karena kita kan akan bekerja sama dengan pihak mereka. Jadi tidak menutup kemungkinan aku dan Serkan akan bertemu," ujar Zara menjelaskan.
"Heem baiklah, aku percaya pada mu." Zara tersenyum mendengar jawaban Angga.
Angga dan Zara terlihat sangat menikmati obrolan mereka, tanpa di sadari ada seseorang yang mengambil gambar mereka dari jarak sangat jauh.
"Saya sudah mendapat fotonya."
"......"
"Baik, saya kesana."
Tut.
"Ra, aku kembali ke kantor dulu ya?" Telepon aku bila kamu butuh sesuatu ya?" Ucap Angga.
"Heem, Mas. Kamu hati-hati ya?" Jawab Zara sambil tersenyum manis.
"Ya sudah aku balik dulu, bye Zara?" Pamit Angga.
"Assalamualaikum," ucap Zara yang langsung menghentikan langkah Angga.
"Heehee, waalaikum salam." Jawab Angga lalu lanjut berjalan keluar kafetaria apartemen Zara.
"Hhehe kamu lucu banget sih Mas," gumam Zara yang gemas melihat tingkah Angga.
Selepas Angga kembali ke kantor,
Zara berjalan untuk naik ke unit Apartemennya. Namun baru beberapa langkah ponselnya berdering.
Kring... Kring...
Zara mengerutkan keningnya karena ada nomor baru yang menghubunginya.
Akhirnya Zara mengangkat telepon tsb,
"Halooo?"
"......."
"Serkan?"
"......."
"Mau apalagi?"
"......."
"Aku tidak bisa, maaf."
"......"
"Kamu menguntit ku?"
"....."
"Aku tidak bisa, sudah aku katakan aku ini sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Tolong jangan ganggu aku."
"....."
"Oke, baiklah besok kita bertemu. Setelah itu pergi dari hidup ku."
"......"
"Oke." Tut..
"Kenapa kamu masih saja mengusik ku Serkan?" Batin Zara yang merasa tidak nyaman dengan Serkan.
Di sebuah kamar hotel,
"Aku tidak akan semudah itu menyerah Zara. 2 tahun lebih aku mencari mu, dan sekarang dengan entengnya kamu memiliki kekasih lain? Hahahahhah, tidak akan. Aku yang boleh memiliki mu karena Zara hanya untuk Serkan," monolog Serkan sambil melihat foto Zara dan Angga yang sedang duduk berdua tertawa lepas.
Serkan meminta bantu seseorang yang bisa di ajak kerjasama untuk memisahkan Angga dan Zara. Serkan mencari tahu latar belakang Angga dan di gunakan untuk memisahkan mereka berdua. Dengan uang dan kekuasaan, Serkan mampu memperoleh anak buah dan orang-orang yang akan membantunya walau dirinya seorang warga negara asing.
"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan mendapat mu Zara. Aku atau anak pungut itu?" Gumam Serkan meremas foto Zara dan Angga.
Apakah Serkan berhasil? Kita lihat saja..
Keesokan harinya,
Zara sudah masuk dan bekerja seperti biasanya membantu Bu Rani memback up pekerajaan yang mungkin belum di kerjakan.
Bu Rani merasakan Zara tidak dalam kondisi baik-baik saja, terbukti dari beberapa kali Zara membuat kesalahan dengan sering tertukar antara dokumen satu dan lainnya.
"Ra? Are you okay?" Tanya Bu Rani.
"Okay, Bu tenang saja," jawab Zara berusaha tersenyum.
"Tell me, don't be shy," ucap Bu Rani.
Huufftt...
Zara menghembuskan nafasnya kasar.
"Apakah Bu Rani mau mendengarkan cerita Zara?" Tanya Zara.
"Tentu sayang, jangan dipendam sendiri. Ceritakan kepada Ibu," jawab Bu Rani menenangkan Zara.
Akhirnya Zara menceritakan hubungannya dengan Angga dan kembalinya mantan kekasih Zara dari Turki dan mengajaknya kembali menjalin kasih seperti dulu. Zara juga menjelaskan alasannya bisa putus dari Serkan dan berada di Indonesia kepada Ibu Rani.
Mata Bu Rani sudah berkaca-kaca mendengar cerita Zara yabg cukup menyedihkan, menjadi yatim piatu dan hina keluarga kekasihnya.
"Nanti malam, Serkan mengajak ku untuk bertemu Bu. Katanya ini yang terakhir kalinya," ucap Zara.
"Lebih baik kamu beritahu Angga, daripada ada salah paham di antara kalian. Angga tipe orang mengutamakan logika, apa yang dia lihat itulah kenyataannya," saran Bu Rani.
"Baiklah, Bu. Nanti Zara akan memberi tahu Mas Angga," ujar Zara setuju dengan saran Bu Rani.
"Baguslah, kalau begitu. Eehm, tapi Zara tunggu dulu, apakah kamu yakin dengan Angga? Maksud Ibu, kamu kan pernah cerita kalau kamu menolak Romi karena keyakinan yang berbeda dan sekarang kamu menjalin hubungan dengan Angga yang berbeda keyakinan juga?"
Deg!
"Mas Angga berbeda keyakinan?" Batin Zara kaget.
"Zara tidak tahu bila Mas Angga berbeda keyakinan dengan Zara. Waktu itu Mas Angga pernah sholat bersama Zara, Bu?" Jawab Zara bingung.
"Astaga!! Bocah mulut cabe itu kenapa mesti bohong juga. Angga itu seorang Katolik dari lahir, Ibu tahu itu dari Tuan besar Alan kakek Tuan El. Aah, maafkan Ibu membuat kamu kaget," jelas Bu Rani.
"Tidak apa-apq Bu, Zara berterima kasih kepada Ibu karena sudah memberi tahu Zara masalah sebesar ini," ucap Zara berusaha menyembunyikan keterkejutannya.
"Ya sudah, semua keputusan ada di tangan kamu. Lakukan dengan hati, logika memang perlu tapi kekuatan hati lebih baik. Gadis secantik dan sebaik kamu pasti akan mendapat jodoh terbaik dari Allah, oke?" Ucap Bu Rani.
"Terima kasih, Bu! Zara sayang Ibu," jawab Zara sambil memeluk Bu Rani.
Apa yang akan di lakukan Zara setelah tahu Angga membohonginya?
Tbc,
.malu sm hijab mu..tdk tau adab..
😃😃😃