NovelToon NovelToon
Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:737.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: ummi asya

Reno yang berniat meneruskan kuliah S2 di kota harus terpaksa menikahi anak saudara jauh dari ayahnya.
Reno terpaksa menikah karena wasiat ayahnya yang sudah meninggal.Rianti yang anak yatim piatu harus menuruti kemauan ibu Ningrum untuk menikahkannya dengan anaknya Reno.
Reno yang merasa tidak menginginkan pernikahan itu,selalu mengabaikan Rianti,dan tak pernah pulang ke rumahnya.
Ibu Ningrum yang mengetahui kelakuan anaknya sampai marah hingga membuat siasat agar Reno bisa tidur dengan Rianti.
Apakah yang di lakukan ibu Ningrum?
Bagaimana setelah Rianti mempunyai anak,apakah Reno berubah?
Yuk,kepoin ceritanya yah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19.Kasihan

Lima hari sudah berlalu,Rianti makin bingung mencari uang untuk menyambung hidupnya.Sejak kemarin dia makan hanya mi instan dan nasi,kadang hanya nasi yang di buat nasi goreng tanpa ada campuran apapun.Otaknya terus berpikir,di mana harus bekerja tanpa meninggalkan anaknya.

Satu pikiran yang dia tuju,toko roti di depan.Apakah membutuhkan karyawan?sebagai pencuci piring pun tak apa,biarlah hanya menyambung hidup sampai Reno kembali.

Baiklah,dia akan mencoba untuk meminta pekerjaan pada ibu Sri yang punya toko roti itu.Lalu Rianti mengambil anaknya,walaupun sedang tidur dia tidak tega meninggalkan di rumah walau hanya sebentar saja.

Sampai di toko roti,seperti biasa Rianti di sambut oleh pelayan yang dulu menyambutnya ketika pertama kali datang ke toko roti itu.Rianti tersenyum ragu.

"Selamat siang mbak,apakah anda mau beli roti lagi?Mau makan di sini atau mau di bawa pulang?"tanya pelayan itu yang bernama Susan di kartu IDnya yang tersemat di dada kirinya.

"Mm..ngga beli roti sih mba Susan,saya mau..."ragu mau melanjutkan kata-katanya.

Pelayan yang bernama Susan itu menunggu lanjutan kalimat Rianti.

"Mau apa mbak?"tanyanya penasaran.Rianti masih diam,dia bingung harus ngomong apa.

"Mbak?"

"Apa di sini membutuhkan karyawan di bagian belakang?Saya mau bekerja."Rianti menunduk,sedangkan Susan tampak bingung.

Lalu Susan berkata,"Sebentar,saya tanya sama ibu Sri dulu."

Susan pergi meninggalkan Rianti yang sedang berharap dia bisa di terima bekerja di toko roti ini.Sebagai apapun dia mau,asal tidak meninggalkan anaknya.

Tak lama,Susan datang menghampiri Rianti.

"Mbaknya di pqnggil oleh bu Sri di dalam.Mari ikut saya."kata Susan.Tanpa banyak bicara,Rianti mengikuti Susan pergi.

Mereka masuk ke sebuah ruangan dan di sana ada bu Sri yang sedang menata kue pesanan pelanggan.Setelah membawa Rianti menghadap ibu Sri,Susan pergi kembali bekerja di posisinya semula.

Sedangkan Rianti masih diam,dia belum tahu ibu Sri mau menerimanya bekerja di sini atau tidak.Bu Sri tampak sibuk dengan kue yang sedang di tatanya.Dia melirik Rianti lalu melanjutkan kegiatannya lagi.

"Duduk nak Rianti,ibu selesaikan ini dulu.Karena sudah di tunggu pesanan kuenya."kata bu Sri tanpa melihat ke arah Rianti.

"Terima kasih bu."Rianti duduk,dia membetulkan posisi anaknya yang memang tidur sejak di rumah belum bangun.

"Kalau cape menggendongnya,tidurkan saja di sofa pojok sana,."

"Ngga apa-apa bu,biar saya gendong saja.Kalau di pindahkan nanti bangun."ucap Rianti merasa tidak enak.

"Baiklah,tunggu sebentar ya."

Sepuluh menit menunggu akhirnya bu Sri selesai juga,dia kemudian membungkus kue tersebut lalu di bawanya kekuar untuk di kirim ke pemiliknya oleh karyawan bagian pengiriman.

Setelah selesai kemudian bu Sri masuk lagi ke ruangannya.Saat ini pesanan khusus hanya satu yang di tangani ibu Sri,pesanan yang khusus di tangani ibu Sri adalah sebagian dari pejabat atau ibu-ibu sosialita.

Ibu Sri duduk di hadapan Rianti,hanya penghalang meja kerja di antara mereka.

"Kata Susan kamu ingin bekerja di sini,benar begitu?"tanya ibu Sri berwibawa.

"Iya bu,kalau boleh dan ada lowongan untuk karyawan seperti saya yang punya anak kecil."jawab Rianti.

"Kenapa kamu mau bekerja?Suamimu kan punya usaha."tanya ibu Sri lagi.

"Saya ingin bekerja bu,sekalian pengen punya teman juga dan...."menggantung kalimatnya.

Bu Sri diam,menunggu kalimat yabg belum selesai di ucapkan Rianti.Lama.

"Dan apa?"

"Dan supaya saya punya uang sendiri bu."menunduk,Rianti malu jika harus jujur seperti itu.

"Kenapa,apa suamimu kurang memberikan uang padamu?"

Rianti diam,tiba-tiba suara isakan Rianti terdengar,bu Sri bingung dengan isakan tangis Rianti.Rianti mengusap matanya yang basah.

"Maaf bu,saya seperti ini."masih terisak.

"Sepertinya kamu punya beban berat.Kalau boleh ibu tahu apa yang membuatmu sampai menangis?"tanya ibu Sri dengan lembut,dia tidak mau jika pertanyaannya membuat Rianti tersinggung.

Rianti menatap ibu Sri,wajah teduh seorang ibu terpancar di sana.Senyum mengembang seperti menenangkan hati.Apa dia harus bercerita pada bu Sri?'gumam Rianti.

"Kalau saya cerita apa ibu akan percaya dengan saya?Saya ingin bekerja di sini karena memang saya butuh uang.Saya kehabisan uang,suami saya pergi entah kemana,mungkin ada tugas di kampusnya.Dia lupa tidak memberi saya uang untuk kebutuhan saya dan anak saya selama dia pergi."Rianti bercerita sambil menangis,dia benar-benar pilu dan sedih akan nasibnya.

Bu Sri mendengarkan dengan ikut sedih.Benarkah gadis ini istri dari laki-laki yang di depan toko rotinya itu.Apakah dia berkata jujur?

Tapi dia melihat di mata Rianti tidak ada kebohongan,hanya sebuah beban dan kesedihan.

"Kamu dan suamimu sedang bertengkar?"tanya bu Sri,Rianti menggeleng.

"Sebenarnya saya dan suami saya menikah itu di jodohkan oleh ibu mertua saya.Kami terpaksa menikah karena wasiat almarhum ayah mertua saya pada ibu mertua saya.Suami saya memang menentangnya tapi karena tidak mau mengabaikan wasiat suaminya jadilah kami menikah.

Memang selama ini suami saya tidak pernah menganggap saya sebagai istrinya sampai saat ini.Saya menyusul suami juga karena di suruh ibu mertua,saya hanya menurut saja.Karena saya mempunyai anak darinya,berharap suami saya menerima saya dan anak saya,tapi sampai di sini masih sama perlakuannya pada kami."Rianti berhenti,dia semakin terisak.Sesak di dadanya mulai berkurang.

Mungkin beban yang selama ini dia hadapi dan tidak pernah dia ceritakan pada siapapun karena tidak ada teman yang mau mendengarkan ceritanya.

"Maaf bu,bukannya saya mau mengumbar cerita aib saya dan suami saya,tapi..."

"Ngga apa-apa,ceritakan saja.Ibu dengarkan,mungkin dengan kamu bercerita bisa mengurangi kesedihan di hatimu."

"Saya jadi tidak enak sama ibu,baru kenal tapi bercerita panjang lebar tentang hidup saya.Tapi sungguh bu,saya hanya butuh pekerjaan di sini."

"Kenapa kamu mau bekerja di sini?"

"Karena hanya si sini yang saya tahu juga saya kenal ibu.Mungkin ibu bisa menerima saya bekerja di sini dengan..."berhenti lagi,ragu.

"Kenapa?"

"Dengan membawa anak saya ikut bekerja,karena di rumah tidak ada orang yang akan menjaganya jika saya tinggal bekerja."Rianti menunduk,berharap bu Sri memahami kesulitannya.

"Mm...Bagaimana yah.."Ibu Sri menimbang sambil menatap Rianti.

"Kalau tidak boleh bekerja bawa anak,ngga apa-apa bu.Nanti saya cari kerja di tempat lain lagi."ucap Rianti memotong omongan bu Sri.

Ibu Sri tersenyum,"Baiklah kamu boleh kerja di sini.Tapi maaf,sebenarnya di sini tidak membutuhkan karyawan baru.Jika kamu mau,kamu saya tempatkan di bagian pencucian barnag-barang yang sudah terpakai.Itupun kalau kamu mau."

"Iya,saya mau.Mau banget.Tapi...apakah anak saya boleh saya bawa?tanya Rianti ragu.

"Kamu bisa bawa anak kamu ke sini,tapi saat bekerja anakmu kamu tidurkan saja di ruangan yang khusus untuk menyusui.Di sana juga ada kasur lantai,kamu bisa gunakan untuk anak kamu."

"Iya bu,terima kasih ibu mau menerima saya dan juga anak saya boleh di bawa.Terima kasih sekali,saya akan bekerja dengan sungguh-sungguh."ucap Rianti senang,dia tersenyum lalu menyalami ibu Sri karena sangat bahagia.

"Kapan saya bisa bekerja bu?"

"Karena sekarang sudah sore,sudah waktunya tutup.Jadi mulai besok kamu bisa bekerja."ucal bu Sri.

"Baik bu,sekali lagi terima kasih ibu mau menerima saya bekerja di sini."

"Iya,kamu juga harus kuat ya.Ibu juga kasihan sama kamu,seperti di terlantarkan oleh suamimu.Maaf kalau ibu berucap seperti itu."

"Iya bu,ngga apa-apa.Sejak menikah saya tidak pernah di kasih uang sama suami saya,saya takut untuk memintanya.Suami saya pasti marah-marahn kalau saya ngomong."Rianti bersedih lagi,dia tak kuasa menahan air matanya lagi.

Ibu Sri yang mendengar itu tampak kaget,dia tidak menyangka nasib Rianti akan seperti itu.Kasihan sekali,pikirnya.

"Maafkan ibu,bukan berarti ibu mengungkit persoalan rumah tanggamu,tapi ibu hanya heran saja ada ya laki-laki tidak bertanggung jawab seperti itu.Ah sudahlah,kamu tenang saja.Kamu bekerja di sini ibu gaji sesuai pekerjaanmu bukan karena kasihan."

"Iya,saya tahu.Saya harap begitu,ibu membayar saya sesuai pekerjaan saya bukan karena kasihan sama saya."

"Bagus,ibu hanya menjunjung keprofesionalitas dalam bekerja.Yaa,,walaupun kamu di terima juga sebagian ibu kasihan."ucap bu Sri sambil tersenyum.

"Iya ,sekali lagi terima kasih."

"Ya sudah,kamu boleh pulang.Karyawan juga mungkin sudah ada yang pulang.Oya kamu datang jam delapan pagi saja,karena mungkin barang yang kotor sudah ada di tempatnya,jadi nanti kamu langsung cuci.

"Iya.Kalau begitu saya permisi dulu."

Setelah Rianti pamit pulang,benar saja toko roti bu Sri tutup pukul setengah enam petang.

_

_

_

*****(@@***@@)*****

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Tien Tiennesdha Titin
maaf author rianti masih SMA kok tiba tiba udah punya anak dan suami 🤔🤔
COOL_I4N
wkwkwk ternyata dua2nya masih polos
COOL_I4N
ealahh no no ternyata kamu tu msh polos tho. pantes tingkahnya ky bocah. emosian, egois, gampang mewekan, manja kalau sm mama nya 😅 kok ky blm pernah pacaran gt tho sampe ty2 ke rita cewe suka nya apa, pdkt gimana ckck skrg aku maklum kl reno tingkahnya reno nyebelin. yg penting abis ini jgn nyebelin lg yq
COOL_I4N
🤣🤣🤣🤣🤣
COOL_I4N
nah gt donk ren. buat rianti salah tingkah trs xixixi
COOL_I4N
sampai bab sy msh suka thor dg karakter rianti. pokok paling kesel kl pas baca part nya si reno. aku sih pribadi gak suka karakter reno yg kontradiksi. terkadang kasar, seenak nya sendiri, tegas kl pas urusan kerjaan, tp terkadang gampang sekali menunjukkan kelemahan nya didepan orang lain, nangis hik hik hik, curhat/cerita dg naifnya ke orang lain dg menunjukkan kelemahan nya jd kesannya kurang cowok.
COOL_I4N
sayang bgt thor pdhl kidah rianti+reno ini diawal sbnr nya sdh bagus. tp kesini kok kesannya agak kurang matang alur ceritanya. spt dibuat dg terburu2. pdhl byk adegan yg bs dikembangkan tanpa terkesan terburu2 alurnya jd cepat sdh ganti adegan. pdhl bbrp adegan kl mau dikembangkan akan lbh baik sehingga feelnya ke pembaca lebih dapet+klimaks
COOL_I4N
bego bgt si reno. kesel bgt rs nya. gambaran cowok lemah, egois, satu sisi bs kejam sm orang lain satu sisi cengeng gak bijaksana. gak bs bersikap yg tepat bgmn. sdh tau ibunya tensi tinggi gak bs ksh penjelasan yg cepat tp menenangkan. malah nangis hik hik hik. kok jijik ya thor sm karakter reno. kl mau buat karakter cowok kejam/tegaan sekalian karakter cowok yg dominan introvert gt. dan kl memang niat mau memperbaiki hub dg rianti ya hrs berani buat pendekatan mumpung rianti hilang ingatan. kl reno ini pasif. tau rianti gak nyaman berdekatan ya reno diam aja. mengikuti apa yg rianti mau. hrs nya kan proaktif ngambil hati nya rianti. sering diajak ngobrol ksh pengertian kl status mereka sdh suami istri jd rianti diminta hrs membiasakan diri dengan reno trmsk tidur sekamar, dan terbiasa di sentuh reno, rangkul, cium kening/pipi sampai rianti terbiasa baru maju ke step berikutnya yg lebih intim.
COOL_I4N
thor masukan saja. kl pas reno nangis jangan dikasih hik hik bacanya kok geli jd kita reader bayagin cengeng ky cewek. lebih baik pakai deekripsi. terus terang thor jd agak geli stiap kali baca waktu reno nangis. cowok nagis boleh tp please gambaran kita diawal itu reno sadis. dingis. gak pedulian. nyebelin. trus tiba2 jd cengeng jd tambah agak gimana kita bacanya. jd kurang cowok karakter reno. menggambarkan penyesalan si reno akan lebih baik dideskripsikan selayaknya cowok biasa kl menyesal itu gimana.
COOL_I4N
cerita nya bagus thor. aku suka karakter rianti yg teraniaya tp sangat kuat sekaligus lembut. dialog dan adegannya jg bagus. gak terkesan di paksakan+lebay
Herliana
Luar biasa
Anita Jiddan
kok.. tiba tiba punya anak dan jd suami istri.. bingung alurnya gimana?
ibeth wati
padahal ceritanya bagus banget Napa sepi like dan koment ya
ibeth wati
gak dibawain bandulan berkat gitu kan habis Bancakan 4bulanan🤪🤪
Mego Me
Pak Karta sama anaknya mirip sekali sikapnya...😂
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭 apa aa kebahagian u rianti
Misaza Sumiati
binguuuuung uuuy
ummi a-sya: d bab 5 pasti nyambung kaka, terus baca pasti tahu jalan ceritanya..
selamat membaca..😊
total 1 replies
Misaza Sumiati
bingung , tau 3 punya anak
Gita Sulang
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!