"Berhentilah berpikir terlalu tinggi. Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah memiliki perasaan apapun padamu, " ~ Ardiofael Sato
"Aku bermimpi untuk menjadi istrimu dimasa depan, " ~ Keysia Holand
===
Sungguh hal yang sangat aneh bisa memiliki perasaan ini sejak lama. Maka sudah seharusnya sejak awal harus dihapus. Ketika harus menghapus perasaan, ada dua orang anak kecil yang hadir karna sebuah kesalahan.
Hal yang paling aneh, ketika tidak tau bersama siapa melakukannya sampai dua sikembar kecil mewarnai warna hitam itu jauh lebih terang.
===
Kopi itu pahat
Senja itu sempit
Rindu itu sakit
#RAS ❤
Salam dari Lis'R Story
💏💏💏
Ikutin keseruan Keysia Holand dan Ardiofael Sato dalam cerita my secret love
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilis Seryani Pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dinner
Beberapa hari ini terasa berat bagi Dio sendiri, sangat sulit untuk bertemu si kembar. Dia ingin sekali melakukan tes DNA dan memberi hasilnya pada Keysia supaya wanita itu melihat dengan jelas jika kembar merupakan anaknya.
“Kenapa wanita ini sangat sulit diatasi? Bukannya hanya dari melihat wajah mereka aja udah terbukti kalo mereka anak gua. Gimana sih biar dia yakin?”
“Tapi gua benar-benar merasa aneh, bagaimana bisa dia tidak mengingat rupa lelaki yang melakukan hubungan
dengannya. Berarti tebakan gua benar kan ko?” tanya Rafa
“Benar apanya?”
“Ya benar. Kalau kalian melakukannya Ketika cece tidak sadar diri.” Rafa menutup mulutnya,” Jangan-jangan kamu mengambil keuntungan ko?” Sebuah buku mendarat tepat di kepala Rafa, membuat lelaki itu mengaduh.
“Lo diam. Ini urusan gua,” murka Dio
Sepertinya memang benar tebakan gua. Kalo gak kenapa koko marah banget. Hem… gua benar-benar penasaran bagaimana mereka melakukan hal itu, haha…
“Kenapa lo ketawa?”
“Bukan apa-apa,”
Dio mengalihkan perhatiannya menuju luar, dia masih harus bagaimana? Melakukan tes DNA pun dia harus mengambil sesuatu dari sikembar. Setidaknya sehelai rambut diantara keduanya. Tapi, bagaimana dia harus mendapatkan itu? Sementara dia tak punya kesempatan untuk bertemu.
“Lo datang aja lagi ko kerumah mereka,” saran Rafa
“Gua ragu. Yang ada gua nyampe Key gak nerima gua, belum sempat ketemu si kembar gua udah keburu diusir. Gimana kalo lo aja?”
Paling malas deh kalo udah dilibatin ke gua.
“Napa lo diam? Lo harus bantu gua, dia keponakan lo.” Rafa hanya mengangguk pasrah dia tak punya alasan untuk menolak apa yang dikatakan lelaki dihadapannya ini. Dia sendiri heran kenapa bisa lelaki yang lebih tua lima tahun darinya itu memiliki sifat yang lebih mendominasi?
Kenapa gak gua aja yang punya sifat dominan kayak koko. Gini, biar gua juga bisa ngatur hehe. Tapi percuma, dia keduluan lahir daripada gua. Hemm…
Bunyi ponsel Rafa mengalihkan perhatian Rafa dari lamunannya. Dia melirik ponsel miliknya dan mendapati nama gadis yang sangat dia rindukan. Jika dipikir-pikir dia sudah tiga tahun tidak bertemu dengan gadis kesayangannya ini. Salahkan saja jadwalnya yang sangat padat di kampus.
“Halo princess kesayangan koko yang paling cantik tiada tara,”
“Koko buka pintu!” terdengar teriakan dari seberang sana.
“Buat apa?” tanyanya bingug
“Buru ko,” dengan tergesa-gesa Rafa segera membukakan pintu apartemennya dan mendapat Nathania disana berdiri dengan senyum manis yang terpatri diwajah gadis itu.
“Princess?” Rafa terdiam cukup lama mengamati gadis itu
Mereka berdua berpelukan menyalurkan rindu yang selama ini terpendam satu sama lain.
“Kok tau alamat koko sih,”
“Haha, rahasia dong ko. Eh, ko Dio mana?”
“Kok kamu tau dia disini?”
Nathania tak menjawab dan masuk begitu saja melewati Rafa dan meniggalkan kopernya diluar. Rafa geleng-geleng kepala melihat kelakuan princess kecilnya yang tidak berubah sejak dulu. Dia menarik koper itu dan mengikuti gadis itu menuju ruangan dimana Dio berada.
Rafa tersenyum kecil melihat Nathania berpelukan dengan Dio, rasa haru menyeruak dalam hatinya.
Ahh.. sudah lama dia tidak berkumpul dengan mereka. Sayang banget mama sama papa gak ikutan. Gak nyangka banget waktu cepat berlalu. Terlalu cepat banget si princess gedenya.
“Raf, lo jalan gih sana kerumah Key.”
“Key siapa ko?”
“Calon istri ko Dio,” jawab Rafa cepat
Nathania langsung menatap tak suka pada Dio. Dia merasa kesal pada lelaki yang berdiri dihadapannya ini. Bagaimana bisa dia langsung memiliki calon istri.
“Gak, koko belum bisa menikah.” Ucap Nat seraya memeluk erat tubuh Dio.
“Kenapa gak boleh sayang?” tanya Dio seraya mengelus lembut rambut Nat.
“Nat belum mau. Koko belum banyak main sama Nat. Habisnya koko selama ini terus kerja dan gak ada waktu untuk Nat. Giliran ada aja koko udah mau nikah, emmm gak boleh.” Tangisnya
“Princess kamu kok nangis. Kan bagus kalo ko Dio nikah jadi kita berdua bisa punya ponakan lucu ntar,” bujuk Rafa
“GAK BOLEH!!!”
“Udah, lo berangkat aja.” Suruh Dio
“Gua masih kangen sama princess dong ko. Udah tiga tahun gak ketemu,”
“Iya, ko Rafa juga gak boleh pergi. Baru aku sampai masa udah nyuruh ko Rafa.” Bete Nathania
Jika sudah gadis kecilnya itu berkata maka sifat dominan yang dimiliki Dio sudah tidak berfungsi apa-apa lagi. Dan itu jelas membuat Rafa tertawa terpingkal-pingkal karna sejujurnya dia sangat menginginkan melihat wajah pasrah Dio.
“Akhirnya,” teriaknya puas
Tak sadar tatapan Dio kini menatapnya tajam membuatnya langsung kicep.
“Mari makan diluar,” alih Rafa
“Hem, ide bagus. Nat mandi dulu ya,” Nathania berjalan menyusuri apartemen itu. “Ko Rafa minta bantu bawain koper ke sini dong,” teriak Nat kuat
“Gua dipanggil bos, bye!” Rafa segera kabur dari pandangan Dio
.
.
.
Queen keluar dari kamar mandi dan mendapati Keysia. Dia berjalan menuju Keysia dengan menggunakan handuk yang dia lilitkan di tubuhnya.
“Mommy, baju Queen,” pintanya
“Ah, iya.” Setelah tersadar Queen telah selesai dia meletakkan foto itu dan mulai memakaikan Queen pakaian.
“Queen sayang, itu foto siapa? Kok ada dibawah bantal Queen?” tanya Key
“Oh itu. Itu foto daddy waktu kecil. Mirip banget sama koko hehe. Kata naynay Queen simpan itu biar daddy datang ke mimpi queen. “
“Itu dikasih sama naynay?” Gadis kecil itu mengangguk
Kenapa mami kasih foto Dio ke Queen sih? Mami benar-benar yakin banget kalo Dio ayah anak-anak. Mami buat aku berharap itu kenyataan aja. Ntar kalo gak benar aku sendiri yang terluka.
“Mommy, itu emang benar foto daddy Queen kan?”
“Eh? Oh iya.”
“Mommy jangan terlalu lama marahan sama daddy. Kasian daddy, kami juga rindu daddy mommy. Ntar, kalo daddy masih nakal Queen yang hukum deh jangan mommy. Kasian daddy jadi gk bisa ketemu sama Queen. Udah seminggu daddy gak datang,” ucap Queen sedih.
“Em… gimana kalo malam ini keluar makan eskrim?” alih Keysia
“Wah… Queen mauu.” Jawab Queen begitu saja seperti lupa denga napa yang baru saja dia katakan.
.
.
.
Mereka kini tiba disebuah café kecil dan mulai memesan makanan. Dominic duduk dengan anteng sambal menunggu kedatangan Key dan Queen dari toilet. Dia melihat sekelilignya banyak yang makan malam Bersama keluarganya. Tak sengaja matanya memandang kedepan melihat seorang gadis kecil yang tengah disuapi ayahnya. Dia menatap mereka dengan tatapan kosong.
“Kapan kami benar-benar punya daddy,” gumamnya pelan
“Adik kecil ini pesanannya. Mommy kamu dimana?” tanya pelayannya ramah
“Ah, mereka sedang ke toilet.”
“Oh, kakak susun aja ya.” Dominic mengangguk
Setelah kepergian pelayaan itu matanya menangkap sosok Rafa yang baru saja melewatinya. Namun, sepertinya lelaki itu tidak sadar kalau Dominic ada disini.
“Itu om Rafa?” tanyanya pada diri sendiri
“Dominic, kok belum makan sayang?”tanya Key yang baru tiba dengan Queen
“Gapapa moms, biar bareng aja.”
Kalo om Rafaa da disini, jangan-jangan daddy juga ada disini? batin Dominic
Dia mulai menikmati makanannya seraya matanya sesekali memperhatikan sekitarnya mencari keberadaan lelaki yang ingin dia cari.
“Dominic, kamu cari apa?” tanya Key yang sadar jika putranya sedari tadi mencari sesuatu.
“Gak ada moms,”
“Makanannya gak enak?”
“Bukan moms. Enak kok,”
Apa yang dicari anak ini?
Dominic melihat Rafa yang melewati meja mereka dengan membawa cup eskrim besar ditangannya.
“Moms, aku mau ke toilet.”
“Mommy antar,”
“Gausah… Mommy disini aja temani Queen. Dominic udah gede,” ujar lelaki kecil itu segera turun dari kursi
“Kamu yakin gak mau mommy temani?”
“Hem…” jawabnya dan berjalan cepat sebelum kehilangan jejak Rafa.
Lis'R Story