Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.
Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.
Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Dari balik tumpukan puluhan mayat raksasa dari binatang buas spiritual, terdengar suara geraman rendah yang menggetarkan bebatuan di sekitarnya.
Sebuah bayangan hitam besar melompat keluar dengan kecepatan kilat dan mendarat tepat sepuluh meter di hadapan Lin Ye.
Itu adalah seekor Anjing Mayat Bermata Tiga, sebuah monster mutasi mengerikan yang terlahir dari akumulasi energi kebencian di dasar jurang ini.
Tubuh monster itu sebesar seekor sapi dewasa dengan bulu kaku seperti jarum besi yang berlumuran darah kental kemerahan.
Daging di beberapa bagian tubuhnya telah membusuk hingga memperlihatkan tulang rusuknya yang berwarna hitam pekat.
Ketiga mata merahnya menatap tajam ke arah Lin Ye sambil meneteskan air liur beracun yang langsung melelehkan batu di bawahnya.
"Mendeteksi ancaman tingkat menengah: Binatang Buas Spiritual Elemen Yin tahap pertama, Anjing Mayat Bermata Tiga."
"Peringatan: Tubuh fisik inang saat ini tidak memiliki peluang untuk memenangkan pertarungan jarak dekat secara langsung."
Lin Ye mendengus pelan saat membaca peringatan sistem sambil terus menatap lurus ke dalam ketiga mata monster mengerikan di hadapannya.
Ia sama sekali tidak menunjukkan raut ketakutan, melainkan matanya justru menyipit dengan kilatan ketertarikan yang sangat mendalam.
Bibirnya menyeringai lebar memperlihatkan deretan giginya saat ia menyadari bahwa jiwa monster ini pasti memiliki esensi energi yang jauh lebih besar.
Anjing Mayat itu meraung keras hingga menghasilkan gelombang kejut yang menerbangkan debu dan tulang belulang di sekitarnya.
Monster itu langsung menerjang ke arah depan dengan mulut menganga lebar, berniat merobek kepala Lin Ye dalam satu gigitan telak.
Kecepatannya sangat menakutkan, hanya menyisakan bayangan merah yang berkelebat di udara malam.
Namun, sebelum taring beracun itu berhasil menyentuh kulit Lin Ye, sesosok bayangan hitam tiba-tiba melesat dari belakang punggungnya.
Roh bayangan pelayannya menerjang maju dengan kedua tangan yang telah berubah menjadi cakar hitam memanjang.
Cakar bayangan itu menghantam sisi wajah monster tersebut dengan sangat keras hingga menimbulkan suara ledakan tumpul.
Anjing Mayat itu terlempar ke samping sejauh beberapa meter dan berguling keras menabrak tumpukan pedang berkarat.
Monster itu kembali bangkit dengan cepat sambil mengibaskan kepalanya yang pusing, lalu menatap marah ke arah roh bayangan yang melayang di depan Lin Ye.
Roh bayangan itu tidak memiliki bentuk fisik yang padat, sehingga serangan fisik dari monster itu akan sangat sulit untuk melukainya.
Lin Ye mengambil kesempatan ini untuk mundur beberapa langkah dengan tenang, menjaga jarak aman dari jangkauan racun mematikan monster tersebut.
Tangannya bergerak perlahan mencabut sebuah pedang panjang berkarat namun masih utuh yang tertancap di tanah tepat di samping kakinya.
Ia mengalirkan sisa energi Yin dari dantiannya ke dalam bilah pedang tersebut, membuat karat di permukaannya mengelupas dan memancarkan cahaya kebiruan.
"Tahan pergerakan monster itu," perintah Lin Ye dengan suara serak yang sangat otoriter.
Roh bayangan itu mengangguk kaku lalu membelah dirinya menjadi tiga bayangan yang identik dalam sekejap mata.
Ketiga bayangan itu melesat mengepung Anjing Mayat tersebut dari tiga arah yang berbeda secara bersamaan.
Monster itu meraung marah dan mulai menyerang bayangan-bayangan tersebut secara membabi buta dengan cakar dan taringnya.
Setiap kali cakar monster itu mengenai bayangan, bayangan tersebut hanya memudar sesaat sebelum akhirnya menyatu kembali dengan cepat.
Ketiga bayangan itu terus memprovokasi dan mengganggu fokus monster tersebut, memberikan serangan cakar yang menggores luka dangkal di tubuhnya.
Anjing Mayat itu mulai kelelahan dan gerakannya melambat akibat kebingungan menghadapi musuh yang tidak bisa mati tersebut.
Pada satu momen yang sangat krusial, ketiga bayangan itu secara bersamaan menerjang dan melilit keempat kaki monster tersebut dengan kabut energi yang pekat.
Monster itu kehilangan keseimbangannya dan jatuh tertelungkup menghantam tanah dengan keras sambil meronta-ronta dengan sangat buas.
Inilah momen yang telah ditunggu-tunggu oleh Lin Ye sejak pertarungan dimulai.
Lin Ye melesat maju menembus kabut berdarah dengan kecepatan yang melampaui batas kemampuan tubuh fisiknya sebelumnya.
Pandangannya terkunci erat pada leher belakang monster yang tidak terlindungi oleh bulu jarum besi.
Ia melompat tinggi ke udara dengan pedang berkarat yang kini bersinar terang oleh aliran energi kultivasi mematikan.
Lin Ye menukik turun dan menusukkan pedang panjang itu dengan seluruh tenaga yang tersisa di tubuhnya tepat ke arah titik kelemahan monster tersebut.
Suara tulang yang patah dan daging yang terkoyak terdengar sangat keras saat bilah pedang itu menembus lurus hingga menancap ke tanah.
Darah hitam yang sangat panas menyembur deras dari luka tersebut dan mengenai wajah serta jubah Lin Ye.
Anjing Mayat itu mengerang kesakitan dengan suara yang sangat menyedihkan sebelum akhirnya tubuhnya mengejang hebat dan berhenti bernapas.
Lin Ye melepaskan gagang pedangnya dan melangkah mundur sambil mengusap noda darah panas di pipinya dengan punggung tangannya.
Dada pemuda itu naik turun dengan cepat akibat kelelahan, namun matanya memancarkan kepuasan yang tiada tara.
Ia telah berhasil membunuh seekor monster spiritual untuk pertama kalinya hanya dengan mengandalkan taktik dan sebuah roh tingkat rendah.
Sistem langsung memberikan notifikasi kemenangan beruntun di layar panel transparan yang melayang di hadapannya.
"Ancaman berhasil dilenyapkan oleh inang."
"Mendeteksi Jiwa Binatang Spiritual Elemen Yin tingkat menengah yang sangat berkualitas."
Lin Ye tidak menunggu lebih lama lagi dan langsung menempelkan telapak tangannya ke atas kepala mayat monster yang baru saja ia bunuh.
Pusaran hisapan yang jauh lebih besar dan ganas langsung menyedot jiwa monster tersebut tanpa memberikan kesempatan sedikit pun untuk melawan.
Aliran energi yang sangat masif dan brutal seketika mengalir deras membanjiri jalur meridian Lin Ye seperti air bah yang menjebol bendungan.
Rasa sakit dan panas yang luar biasa membuat Lin Ye harus menggertakkan giginya kuat-kuat hingga berdarah menahan tekanan energi tersebut.
Dantiannya bergemuruh hebat dan menyerap seluruh energi murni itu dengan sangat rakus.
Hanya dalam waktu beberapa tarikan napas panjang, sebuah suara letupan halus terdengar dari dalam tubuhnya.
"Selamat, inang telah berhasil menerobos ke tahap pertama Alam Pengumpulan Qi."
Aura kekuatan yang jauh lebih solid dan kuat langsung meledak dari tubuh Lin Ye, menghempaskan kabut berdarah di sekitarnya dalam radius lima meter.
Tulang-tulangnya berderak nyaring dan otot-ototnya yang sebelumnya kurus kini terasa sedikit lebih padat dan dipenuhi oleh energi ledakan.
Lin Ye membuka matanya yang kini memancarkan sinar biru dingin yang sangat tajam dan mengintimidasi.
Ia menunduk menatap kedua tangannya yang kini dipenuhi oleh kekuatan murni yang sudah lama tidak ia rasakan.
Tatapan matanya perlahan naik dan menatap ke arah puncak tebing Jurang Kematian yang menjulang tinggi menembus kegelapan malam.
Senyum sinis kembali menghiasi bibirnya saat ia membayangkan ekspresi para tetua sekte jika melihat sampah yang mereka buang kini kembali hidup dengan kekuatan iblis.
"Panen malam ini baru saja dimulai," bisik Lin Ye sambil melangkah maju melewati mayat monster tersebut untuk menjelajahi sisa dasar jurang.
Pasukan bayangannya yang setia terus mengikutinya dari belakang, siap untuk mencabik-cabik siapa pun yang berani menghalangi jalan sang kaisar masa depan.