Bukan maunya menikah dan menjadi istri kedua, kalau bukan permintaan dari istri pertama yang memaksanya untuk menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*18
Malam ini, untuk pertama kalinya Nana merasakan sakit sekaligus kenikmatan dalam dirinya. Ia merintih ketika mahkotanya tercicipi untuk yang pertama kali. Tapi, ia juga merasakan ingin melanjutkan rasa yang ada setelah rasa perih itu.
Mereka melakukannya beberapa kali. Kamar hotel itu telah menjadi saksi bisu dua anak manusia yang sama-sama memadu kasih dalam cinta. Setiap sudut kamar terdengar suara mereka berdua.
Bisa dikatakan, tidur mereka malam itu tidaklah nyenyak. Karena setiap kali selesai melepaskan kenikmatan, mereka punya hasrat untuk mengulanginya lagi dan lagi. Terutama Arya yang sangat menikmati malam bersama Nana. Selalu ada rasa ingin lagi dan lagi dalam hati Arya saat ini.
____
Adzan subuh berkumandang. Nana dengan sangat amat malas memaksakan matanya agar bisa ia buka. Tubuhnya yang terasa sangat pegal memaksa ia untuk tetap berada di atas tempat tidur, tidak. ingin berpindah sedikitpun. Tapi bagaimanapun, Nana tetap memaksakan dirinya agar bisa bangun secepat mungkin.
Nana menoleh kesamping kirinya, di sana ada sosok yang sedang tertidur lelap. Nana tidak berniat untuk membangunkan Arya yang masih tertidur nyenyak. Ia langsung meninggalkan untuk segera pergi ke kamar mandi.
Sebelum ke kamar mandi, Nana melihat ponselnya terlebih dahulu. Ponsel mati itu ia hidupkan. Terdapat begitu banyak pesan yang masuk melalui WA Nana. Semuanya dari Yulia, yang menanyakan keberadaan Nana dan Arya.
Nana baru ingat dengan Yulia. Ia tidak mengabarkan Yulia kemana dia sampai tidak pulang tadi malam. Ia juga tidak menyangka kalau ponselnya sedang tidak aktif sejak kemarin siang.
"Ada apa Na?" tanya Arya yang baru saja membuka matanya.
"Tidak, tidak ada mas," ucap Nana sedikit kaget.
"Tidak ada, tapi kok wajah kamu aneh gitu," kata Arya sambil bangun.
"Mas, apa kamu tidak menghubungi mbak Yulia kemarin?"
"Kenapa memangnya?"
"Tidak ada. Aku hanya bertanya saja."
"Iya, aku tidak mengatakan pada Yulia kita mau kemana. Aku juga tidak memberitahu Yulia kalau kita tidak pulang tadi malam."
"Kenapa kamu tidak mengabari mbak Yulia, mas? Kasihan kan mbak Yulia nya jadi khawatir sama keberadaan kamu," kata Nana dengan nada bersalah.
"Nana, tidak perlu merasa bersalah seperti itu juga dong. Yulia gak akan mempermasalahkan semua ini. Kamu lupa ya? Inilah yang Yulia inginkan sebenarnya," kata Arya sambil membelai rambut Nana dengan lembut.
"Tapi mas .... "
"Ssssttt, jangan dipikirkan lagi ya. Sekarang, sebaiknya kamu mandi. Udah siang. Kita mau pulang sebentar lagi."
Dengan langkah berat, Nana mengikuti apa yang Arya katakan. Ia berjalan menyeret kakinya menuju kamar mandi dengan perasaan yang masih saja bersalah akan apa yang ia lakukan pada Yulia.
Sementara itu, Yulia sedang berada di ruang tamu rumah mereka. Ia terlihat sedang gelisah menantikan kedatang seseorang. Matanya terus saja menatap daun pintu yang berada tepat di hadapannya saat ini.
Ketika bel berbunyi, ia segera bangun dengan cepat menghampiri pintu untuk membukakan pintu tersebut.
"Mas .... "
Yulia terdiam. Ia menghentikan kata-kata saat melihat siapa orang yang ada di balik daun pintu yang telah terbuka lebar tersebut.
"Lisa?"
"Iya mbak, ini aku Lisa. Kok wajahnya kayak gak semangat seperti itu sih."
"Mau apa kamu kesini?" tanya Yulia dengan nada kesal.
"Lho, kenapa aku gak boleh datang ke rumah mbak Yulia? Ada apa sih mbak? Salah ya kalo aku datang untuk bertamu?" tanya gadis yang berada didepan Yulia dengan tatapan penuh ejekan.
Tanpa disuruh Yulia masuk, gadis yang bernama Lisa itupun masuk kedalam rumah dengan sendirinya. Ia berjalan melewati Yulia tanpa basa basi lagi.
Sebenarnya, Lisa ini adalah adik sepupunya Yulia. Tapi, hubungan mereka tidaklah baik. Yulia tidak suka dengan sifat Lisa yang suka menggoda suami orang lain. Lisa tergolong gadis nakal yang susah diatur.
Lisa dan Yulia juga pernah terlibat cekcok beberapa kali. Penyebabnya adalah, Lisa yang tertangkap basah oleh Yulia sedang berusaha menggoda Arya, suaminya Yulia. Lisa benar-benar wanita nakal yang suka merusak rumah tangga orang lain. Bukan hanya rumah tangga Yulia sebagai sepupunya. Lisa juga pernah merusak rumah tangga kakak kandungnya sendiri.
tau ibu tiri ga sebaik ibu kbdung.
sombongngg🤣🤣🤣
😂😂😂
😂😂