Nasib Celina yang yatim piatu bertambah malang karena suatu malam ia diculik dan diperkosa oleh 3 orang pria..
"Aku tidak pantas untuk mu.. Aku sudah kotor! Bahkan sangat kotor. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dari diriku!."
Bagaimana nasib Celina setelah kejadian itu?
Akankah dia membalaskan dendam nya pada ketiga pria keji tersebut?
Cerita ini hanyalah fiksi belaka dan mengandung unsur kekerasan, pembaca diharap bijak dalam menyikapinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanda Anastasia Adam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18
"Good day Mr Darcia. Kami dari pihak kepolisian ingin membawa anda ke kantor polisi, atas laporan penggelapan dana dari perusahaan Domino, Corp."
Darcia yang tengah duduk sambil memeriksa beberapa dokumen diruangan nya terkejut saat Ryan masuk bersama segerombol orang yang memakai baju kepolisian.
"What?."
Darcia syok mendengar bahwa mereka akan membawa nya ke kantor polisi saat jam kerja berlangsung.
" Kenapa kalian tidak memberi surat panggilan dulu sebelum kalian datang kesini tuan-tuan?. Tidak bisakah kalian tidak membuat keributan di perusahaan ku ini!."
Darcia berang melihat melihat pihak kepolisian yang tiba-tiba datang ke perusahaan Blake, Corp miliknya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Sepertinya pihak Domin, Corp bergerak cepat dan tidak main-main dalam bertindak. Dia kesal karena sudah dituduh oleh mereka meski bukti sudah menunjukkan kalau lelaki berotot itu bersalah.
"Maaf tuan Darcia. Anda bisa menyampaikan keberatan anda di kantor polisi. Silahkan ikuti kami tanpa paksaan."
Shit! Darcia mengumpat dalam hati dan mengepalkan kuat tangan nya. Dia sudah dijebak dari awal oleh pihak Domin, Corp. Darcia yakin kalau mereka sengaja melakukan itu padanya. Namun sampai sekarang lelaki itu tidak tahu apa alasan mereka sampai tega menjebak dirinya.
"Baiklah. Sebagai warga negara yang baik, aku akan ikut dengan tuan-tuan sekalian ke kantor polisi."
Darcia mengambil jas yang dia gantung di dekat meja kebesaran nya lalu memakai jas itu dengan tenang. Di harus terlihat baik-baik saja agar seluruh karyawan nya tidak khawatir dan berakibat pada kinerja mereka di perusahaan.
"Hubungi pengacara ku untuk segera menyusul aku ke kantor polisi Ryan! Dan juga cari cara agar masalah ini bisa cepat selesai."
"Baik Bos. Aku pasti akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk bos."
Darcia mengangguk dan memukul pelan pundak sang bodyguard yang selalu setia berada di sampingnya. Dia hanya bisa mengandalkan orang kepercayaan nya itu di saat-saat seperti ini.
"Apa aku harus memberitahukan tuan Mark dan tuan John, bos?."
"Tidak perlu Ryan. Aku masih bisa menghandle masalah ini. Lagipula aku tidak mau mereka terganggu dengan masalahku."
"Baik Bos."
Ryan membungkuk memberi hormat pada bosnya yang selama ini menjadi atasan nya di kantor maupun di luar kantor.
Darcia pun keluar dari ruang CEO bersama anggota kepolisian yang datang untuk membawa dirinya ke kantor polisi, sebagai tersangka penggelapan dana perusahaan Domin, Corp di perusahaan Blake, Corp miliknya.
"Apa yang terjadi tuan Darcia? Anda mau kemana bersama mereka? Apa terjadi sesuatu yang tidak kami ketahui?."
Seorang pemegang saham yang masih setia mendampingi Darcia di perusahaan Blake, Corp menghalangi langkah kaki lelaki berotot itu dan polis sebelum mereka masuk ke dalam lift.
"Tidak terjadi apa-apa tuan, tenang saja. Aku akan kembali lagi ke kantor, tuan tidak perlu khawatir."
Darcia tersenyum untuk meyakinkan salah satu pemegang saham tersebut.
"Mohon jangan menghalangi jalan tuan. Kami harus segera kembali ke kantor polisi!."
Anggota kepolisian yang berada di samping Darcia menegur pemegang saham tersebut. Mereka tidak ingin berlama-lama disana bersama tersangka, kasus yang sementara mereka tangani.
Pemegang saham itupun mundur dan Darcia bersama anggota polisi itu berlalu masuk ke dalam lift, untuk turun ke lantai dasar.
Begitu keluar dari dalam lift, semua karyawan Blake, Corp menatap CEO mereka dengan pandangan yang bertanya-tanya.
Mereka tampak berbisik dan menerka-nerka apa yang membuat pihak kepolisian sampai datang ke perusahaan tempat mereka bekerja. Bahkan pemilik Blake, Corp ikut bersama mereka keluar dari gedung berlantai 10 itu.
"Oh no, apa kita akan kena PHK?."
"Kenapa bos Darcia keluar bersama polisi?."
"Apa bos kita tersandung masalah diluar sana?."
"Bagaimana ini, bagaimana masih kita selanjutnya kalau sudah begini?."
"Apa bos sedang terkena masalah yang serius sampai polisi harus datang ke kantor?."
Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut para karyawan yang berbisik-bisik di sekitar situ, sambil memperhatikan sang CEO berjalan keluar dari gedung perusahaan Blake, Corp miliknya.
Sementara Darcia berusaha agar tetap tenang karena tidak mau membuat seluruh karyawan nya khawatir. Meski sebenarnya lelaki itu tengah berpikir keras untuk mencari jalan keluar dari masalah yang sedang menimpa dirinya.
Sesampainya di kantor polisi, Darcia digiring masuk ke dalam ruang interogasi untuk dimintai keterangan.
Pengacara yang ditugaskan untuk mendampingi dirinya juga sudah sampai disana, berkat sang bodyguard yang selalu bergerak cepat untuk bosnya itu.
Selama hampir 2 jam lamanya Darcia di interogasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan penyidik padanya.
Semua bukti yang di dapatkan oleh mereka telah membuktikan kalau pemilik Blake, Corp memang lah bersalah. Dia terbukti sudah menggelapkan suntikan dana yang diberikan pihak Domin, Corp ke rekening pribadinya.
Namun lelaki itu tetap bersikeras bahwa dia tidak pernah sekalipun mentransfer uang milyaran dolar itu ke rekening pribadinya.
"Maafkan saya tuan Darcia, tapi bukti-bukti yang ada sangat memberatkan anda saat ini. Kami belum bisa menjamin untuk mengeluarkan anda dari tuduhan ini tuan. Saya mohon untuk bersabar agar saya dan tim dapat mengumpulkan bukti-bukti yang lain, dan membuktikan kalau tuan Darcia tidak bersalah."
Pengacara yang dipilih Darcia untuk membela dirinya bersuara takut-takut pada klien yang selama ini selalu dia bela, setiap kali lelaki itu tersandung masalah pidana.
"I don't care Lori! Kau harus segera mengeluarkan aku dari masalah ini. Orang-orang Domin, Corp memang sengaja ingin menjebak aku!."
Darcia menggebrak meja di ruangan interogasi dengan marah.
"Mereka benar-benar biadab! Harusnya dari awal aku tidak menerima tawaran bantuan mereka pada ku!."
Saat ini di dalam ruang interogasi hanya tinggal Darcia dan pengacara nya Lori.
"Mohon anda tenang dulu tuan. Anda tidak boleh emosi di saat-saat seperti ini. Saya akan mencari jalan agar tuan tidak akan lama di tahan dikantor polisi. Saya mohon tuan harus bersabar agar masalah ini dapat saya tangani dengan baik."
Darcia diam, dia masih berusaha menenangkan emosi di dirinya yang seakan meletup-letup di hatinya.
"Baiklah Lori, aku serahkan semuanya padamu. Aku percaya kau pasti mampu mengeluarkan aku dari sini, dan masalah ini bisa segera tuntas."
Lori tersenyum dan mengangguk menatap klien di sampingnya.
"Thank you so much Mr Darcia. Aku pasti tidak akan mengecewakan anda!."
"Of course Lori. Kau tidak boleh sampai mengecewakan aku!"
Darcia tersenyum tipis menanggapi pengacara nya itu.
"Dan, katakan pada Ryan untuk menghubungi kedua sahabat ku Mark dan John. Bilang pada mereka kalau aku membutuhkan bantuan mereka berdua sekarang ini!."
"Baik tuan."
...**∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Triple up chapter today guys 🤗
Btw untuk yang tanya-tanya kapan si Celina muncul, sabar yaa guys...
tungguin aja, tar juga bakal nongol pas waktunya..
Author sengaja belum munculin si pemeran utama karena masih fokus sama ketiga pria jahat ini dulu yaa..
Lagipula kan novel ini masih on going jadi yaa.. tungguin aja dulu 🤭😂
Tahan yaa guys 😁
Tapi terima kasih karena perhatian kalian semua karya Author ini bisa selalu up setiap hari 🤗
Author sayang kalian semua 😘
Like and Vote please 🌹**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
tdk setimpal...