NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Status: tamat
Genre:Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:152.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Kisah cinta yang terhalang dengan keegoisan orang tua. Namun kembali dipertemukan oleh takdir setelah semuanya berubah.

Cerita hanya fiktif belaka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Tapi sebenarnya ini tidak sopan loh Bu!" protes Mila dengan raut wajah kesal.

"Hei, kamu jangan salah paham dulu Mil! Ibu ini hanya khawatir kepada kalian saja. Soalnya sudah pukul 10 lewat kalian belum juga bangun, apa enggak laper. Ibu dan Bik Sari takut kalian kenapa-kenapa!"

"Oalah, dasar ibu mertuaku ini memang aneh, kemarin aku bangun pagi-pagi salah, sekarang bangun siang juga salah!" gumam Mila serasa ingin joget gangnam style di depan wanita tua itu agar kewarasan Mila tetap terjaga mengingat dirinya sudah hampir gila.

"Ya wes, kamu pasti lapar kan? Sarapan dulu gitu! Ibu sudah siapkan semua di atas meja!" ucap lembut Hartati kepada Mila.

Mila hanya mengangguk lalu berjalan menuju ruang makan.

Hartati begitu detail menyoroti jalan Mila dari belakang.

"Cek..cek...cek.. dahsyatnya malam pengantin mereka sampai jalan si Mila sedikit ngangkang begitu. Ih, merinding aku. Dasar Bagas," ucap kocak Hartati tersenyum-senyum gemes.

"Enggak salah memang kalau Ibu Hartati itu aku juluki si monster biawak. Soalnya mirip banget seperti biawak yang suka kepo merayap ke segala penjuru! Aku masih tetap menghargainya karena aku merasa sudah terhutang budi. Karena dia orang pertama yang menolong kesulitan ku kemarin."

Ponsel Bagas terus berdering di sampingnya. Namun pria itu sama sekali tidak terbangun. Padahal biasanya Bagas selalu terbangun saat ponselnya berdering di pagi hari.

Ketika tak terdengar lagi suara deringan ponsel Bagas. Pria itu mulai terbangun dan menyadari jika Mila sudah tidak berada di sampingnya. Pagi itu ia merasa bugar dan sangat fit serasa baru saja menyelesaikan banyak olahraga.

Setelah Mandi. Bagas baru bisa memeriksa ponselnya yang sudah ramai dikunjungi orang-orang. Baik di grup bisnis maupun cewek-cewek penggemar dan pengincar duda kaya alias si DuKa.

Bagas melihat ada banyak pesan masuk yang memang tidak semua bisa dia balas dan baca.

Lelaki itu hanya melihat isi pesan Lia dalam bahasa inggris;

"Sayang dalam beberapa hari ini aku akan tiba di Jakarta untuk berlibur usai semesteran. Tunggu aku sayang. Aku harap kita bisa bersenang-senang disana!" ujar Lia yang sudah kepincut berat kepada Bagas.

"Waduh, Lia kembali ke Jakarta?" gumam Bagas merasa tidak siap jika mengetahui dirinya sudah menikah dengan Mila.

Merasa sudah sangat lapar. Bagas tidak membalas pesan Lia. Ia meletakkan ponselnya begitu saja dan memilih keluar dari kamar.

Walaupun dalam kondisi lapar. Mila adalah ibu pengasuh terbaik sepanjang masa. Ia tetap memastikan kondisi Emma di dalam kamarnya.

Tampak Emma sedang minum susu sambil asyik bermain. Mila merasa lega ada Sari begitu sigap mendampingi bayi yang tengah sibuk-sibuknya mencari dunianya yang baru.

"Bik, apakah Emma sudah makan?" Tanya Mila dari balik tembok tidak ingin menunjukkan dirinya kepada Emma karena Mila khawatir, bayi itu akan merengek mengejar dirinya yang dalam kondisi sangat lapar.

"Sudah Neng!" Angguk patuh Sari merasa malu menatap Mila.

Mila menyoroti piring MPASI Emma di atas meja yang masih banyak tersisa.

"Sehabis sarapan, aku aku akan membuatkan MPASI baru lagi untuk Emma, kasihan pasti ia tidak selera makan!" gumam tidak tega Mila buru-buru menuju ruang meja makan.

Mila merasa tidak puas dengan buatan MPASI Sari yang cukup buruk. Namun ia merasa tidak punya pilihan lagi.

Santai menguyah makanan di meja makan. Mila tampak termenung dalam tatapan yang jauh.

"Entah mengapa aku sangat rindu susana desa, kangen ibu dan si Mbak?" gumam Mila teringat dengan kebersamaan mereka yang tidak pernah terpisah jauh.

Tiba-tiba kehadiran sosok Bagas muncul di samping Mila dengan gaya membungkuk separuh tubuhnya dalam mulut sedang menjepit sebuah kartu debit.

Mila sangat terkejut dengan kehadiran Bagas dan baru mengerti setelah Bagas memberikan kode tangannya dengan centil agar sang istri harus segera mengambil kartu dari mulutnya.

Kemudian Pria itu duduk dengan senyum imutnya yang manja.

"Lapar?" ungkap Bagas menepuk kecil area perutnya.

"Ouh!" dengan sigap Mila mengambilkan roti dan hampir saja mengoleskan selai.

"Aku mau langsung makan saja, laper dan lemas!" ujar Bagas mengibaskan rambutnya yang masih lembab. Bagas tidak sempat mengeringkan rambut. Ia lebih memilih buru-buru turun karena merasa lapar.

Mila mengambilkan piring dan menyiapkan menu-menu pilihan koki yang sudah disiapkan untuk mereka.

Setelah Bagas berhasil memasukkan dua suap makanan ke dalam mulutnya. Mila mulai memberanikan diri untuk bertanya.

"Ini kartu apa?"

"Menurut kamu?" Tanya balik Bagas sambil perlahan menguyah makanan.

"Aku benar-benar tidak tau!" Jawab lugu Mila.

"Itu nafkah khusus buat kamu saja?"

"Untuk aku?" Tanya Mila merasa tidak percaya.

"Hem! Setiap wanita yang aku nikahi wajib aku nafkahi!" ujar Bagas.

Dalam hati Mila sebagai wanita biasa tentu ia sangat merasa senang.

"Dan siap-siap, hari ini kita akan liburan kecil di Jakarta bawa Ibu dan Emma. Sari juga ajak untuk bantuin kamu!" pinta Bagas.

"Bagas, apakah ibu sudah tampil kece Nak?" ucap ceria Hartati berjalan riang dengan penampilan elegan. Wanita tua itu cukup senang melihat sang putra sudah berwajah cerah memukau.

"Astaga. Si monster Biawak sudah siap aja!" ujar takjub Mila dengan kedisiplinan waktu mertuanya.

Bagas reflek tersenyum bahagia lepas melihat kelakuan ibunya.

"Bagas, ibu kepengen beli kalung berlian lagi?" Rengek manja Hartati sekaligus menguji hati Mila sebagai menantunya yang kedua.

"Yah sudah, nanti ibu pilih saja!" Jawab santai Bagas yang sedari dulu selalu menuruti semua permintaan ibunya hingga membuat Tyas cemburu dan sering marah kepada Bagas. Hartati sengaja selalu meminta apapun didepan Tyas untuk menguji hati sang menantu.

"Dua?" Pinta Hartati.

"Boleh!" Jawab cepat Bagas.

"Yes!" ujar Hartati kegirangan. Menyenangkan ibunya merupakan hoki terbesar seorang Bagas.

"Kamu enggak usah yang Mil, sudah dapat kartu kan?" ujar Hartati.

"Iyah Bu, Iyah!" Jawab Mila malu-malu.

Mila Langsung bergegas menyiapkan keperluan Emma, kemudian menyiapkan dirinya. Sudah lama sekali Mila ingin liburan. Karena rasa jenuh itu mulai datang menghampirinya Hari itu ia sangat bahagia

Hartati masih sigap dan kuat memperhatikan semua keperluan Emma di dalam mobil.

Tidak lama kemudian Mila muncul terakhir sebagai penumpang mobil.

Dunia Bagas serasa terhenti saat dua bola matanya tak jemu-jemu memandangi penampilan Mila yang cantik dan sopan dengan jilbabnya. Penampilan muslimah Mila justru sangat apik dan terjaga.

"Bos!" Tiga kali Joko memanggil sang majikan. Bagas baru tersadar. Membuat Joko, Hartati dan Sari tersenyum.

"Lihat apa sih Bos?" tanya Joko pura-pura tidak tau.

"Kepo aja loh!" ujar Bagas langsung memakai kacamatanya.

"Kemana tujuan kita Bos?"

Bagas meletakkan ponselnya sebagai Map perjalan mereka.

Setelah memastikan semua telah siap berangkat. Mila baru menaiki mobil. Bagas memilih duduk di sebelah supir dan yang lainnya duduk di belakang.

Di tengah perjalanan Bagas memangku Emma duduk di depan. Sontak bayi gemoy nan cantik itu kegirangan dipangku oleh sang Ayah tercinta di ajak jalan-jalan dekat.

Mobil Bagas juga tetap mendapatkan pengawalan ajudannya dari belakang.

1
Aisyah Suyuti
menarik
falea sezi
np g ketularan
falea sezi
mati aja lah buk nyusain aja
ρυтяσ kang'typo✨
Alhamdulillah🤲🤲🤲🤲 walaupun q terlat baca ini😭😭😭😭😭
trimakasih banyak kaaaaa🙏🙏🙏🙏 akhir'y pecah telor

bikin karya baru yoook
ρυтяσ kang'typo✨
dih ko bisa q g tau ini up🤔🤔🤔dan sudah END pula😭😭😭😭😭
Muzie✰͜͡v᭄
Seneng akhirnya happy ending,,, semuanya bahagia dengan pasangan nya masing²,,, bahagia kumpul bersama keluarga,,, akhirnya cinta sejati tau kepada siapa hati ini berlabuh,,,cinta bisa mengalahkan rasa dendam dan rasa cinta yang besar bisa melewati segala rintangan dan masalah,,,
Doa Bu Wirda tembus ke langit sehingga anak² beliau bisa mendapatkan kebahagiaan,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pecat saja penghianat aparat yang tidak bertanggung,,,ini yang bikin negara kita rusak karena oknum aparat yang tidak bertanggung jawab
Muzie✰͜͡v᭄
Panik dong kak Wita masa kagak sih,,wong Bagas terluka parah banget
Muzie✰͜͡v᭄
mulai deh Bagas manja manja sama Mila,, semua di bilang pada sakit,, kesempatan baik ya Bagas jangan di sia² kan
Muzie✰͜͡v᭄
Alfin beraninya keroyokan bukan lelaki, dasar licik si Alfin,,,
Very cepat datang dong tolong bos Bagas jangan sampai terlambat,,,
Mila jangan keluar nurut apa kata Bagas tetap di dalam mobil saja
Muzie✰͜͡v᭄
Aku bacanya kok deg deg kan semoga Mila dan Bagas baik² saja,,, baru juga bahagia sebentar sekarang datang masalah lagi
Muzie✰͜͡v᭄
sederhana sekali Mila,,, keinginan yang sederhana itu akhirnya bisa terwujud,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pohon rambutan salah sasaran tersambar petir gara² selingkuh 😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gak bakalan bosen Mila sama kamu
Muzie✰͜͡v᭄
Sabar ya Mila,,,
Emang paling susah ngurusin anak mertua di lawan takut dosa, sudah bawel ya apalagi monster biawak😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gercep juga Bu Hartati membawa Emma untuk tidur sama Bu Hartati, biar Jhon nya Bagas bisa bekerja 😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah siapa yang nikah ini,,,masa yang malam pengantin duluan si Yoga sama Wita😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah Bagas nyaa maunya sama Mila bukan sama ponakan situ😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Alhamdulillah semoga sakinah mawadah warohmah,,, aamiin
Muzie✰͜͡v᭄
Sah akhirnya Sah lagi mereka menjadi suami istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!