Sepeninggal Ibunya , Anne dibesarkan oleh Ayahnya , Antonio . Anne tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh . Namun , berbagai macam peristiwa tak menyenangkan ia alami sejak ayahnya menikah lagi .
Kebahagiaan dan kesedihan silih berganti , hingga akhirnya ia menerima cinta sang kakak yang telah lama menaruh perasaan padanya . Namun , kebahagiaannya harus luntur seketika saat masalah demi masalah datang menerpa hidupnya hingga ia berada di titik terberatnya .
Bagaimana kelanjutan kisah Anne ? Mari membaca !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Angin malam mulai menerpa wajahnya yang tengah menatap suasana sekitar. Ia terus menyesap sebatang rokok di tangannya guna mengusir kantuknya. Sementara wanitanya, masih terus memperhatikan nya dari ruangan lain .
" Kenapa belum tidur? " Suara baritonnya mengagetkan wanita itu .
" Apa kau marah ?" Wanita itu balik bertanya seraya berjalan kearah balkon tempat dimana suaminya berpijak. Pria itu hanya tersenyum kecut lalu menggeleng pertanda tidak.
" Maafkan aku " Ucap wanita itu sembari memeluk tubuh kekar suaminya itu dari belakang.
" Jangan seenaknya mengambil posisi seperti itu sayang " Anne hanya mengeryitkan dahinya tidak paham atas apa maksud dari kalimat Allen barusan.
" Lepaskan pelukanmu sekarang atau aku akan menerkam mu karena telah membuat sesuatu menegang " Sontak Anne segera melepaskan dekapannya dengan gelagat yang salah tingkah.
Allen mendekatkan wajahnya kearah wanitanya itu hingga dapat dirasakan hidung mereka yang saling bersentuhan . Satu kecupan mendarat tepat di bibir wanitanya itu, hingga akhirnya berganti dengan lum*tan yang terasa memanas. Tangannya kini telah menjamah gundukan yang berada di balik piyama itu .
" Mmhh.. Hen..ti..kan " Ucap wanita itu namun ucapan itu sama sekali tidak mendapat respon apapun dari Allen. Jemarinya terus bermain hingga wanita itu telah mencapai pelepasannya.
Tak sampai di situ, Allen membopong tubuh istrinya itu memasuki kamar mereka dan segera melanjutkan hasratnya hingga akhir ketuntasan.
" Mengapa kau terlihat aneh belakangan ini? " Bisik Allen seraya menatap intens wajah cantik milik istrinya itu .
" Tidak tau " Jawab Anne singkat seraya kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Allen.
" Ayo lakukan sekali lagi " Bisiknya sembari mengubah posisinya .
" Aku sangat mengantuk sayang ... Tapi baiklah jika kau memaksa " Anne tersenyum malu-malu kearah suaminya itu .
🌫
" Jadi, keanehan apa lagi yang di alami istrimu itu? " Tanya Christopher penasaran.
" Dia menjadi sangat mudah menangis " Jawab Allen seraya mengacak-acak rambutnya frustasi.
Pagi tadi sebelum ia berangkat, Anne lagi-lagi menangis tanpa sebab dan enggan bertemu dengannya. Entah apa salahnya sampai istrinya itu bisa bersikap seperti itu. Hal ini cukup untuk membuat Allen agak frustasi saat ini.
" Damai lah dengan dirimu, dia hanya butuh perhatianmu saat ini " Ucap Christopher memberi saran pada sahabatnya itu.
" Jadi aku harus memperbanyak mengalah? Sampai kapan? "
" Sampai kau mengerti mengapa dia seperti itu " Jawab Christopher dengan mantapnya.
Allen hanya mendengus kesal karena sebetulnya ia sangat merindukan Anne yang penuh kehangatan dan terlihat lebih damai dengannya. Pikirannya terus di hantui oleh tanda tanya, apa ia berbuat kesalahan lagi sampai Anne menjadi seperti ini ? Tanyanya dalam hati.
Wanita itu memang merepotkan, namun atas nama cinta pria bisa dengan mudahnya bertekuk lutut di hadapan makhluk Tuhan yang satu itu. Dan sekarang sepertinya Allen benar-benar tidak punya pilihan lain selain mengikuti saran dari Christopher.
Sepulangnya dari bekerja, Allen mendapati wanitanya itu tengah bermain-main dengan putranya di halaman belakang. Bayi kecil itu tampak sesekali menampakkan senyumannya dalam gendongan sang ibu.
" Kau sudah pulang rupanya " Ucap Anne sembari tersenyum hangat menyambut kedatangan suaminya itu. Namun Allen hanya membalas ucapan itu dengan kilas senyumnya dan memilih pergi meninggalkan Anne dan Arron .
" Jika aku tidak meninggalkannya sesegera mungkin, pasti dia akan menangis tanpa sebab lagi " Gumam Allen frustasi.
Tok.. tok.. tok..
Anne mengetuk pintu kamar yang telah di kunci oleh suaminya itu. Tidak ada jawaban dari sana . " Mengapa sikapnya kembali menjadi sedingin es? " Batinnya.
" Mengapa kau tidak membiarkanku dan Arron masuk? " Selidik Anne kesal.
" Tidak ada " Jawab Allen singkat .
" Katakan !! " Anne mencoba membuat suaminya itu berterus terang padanya .
" Aku tidak suka dengan sifatmu belakangan ini "
" Aku ? Belakangan ini? Aku bahkan selalu sama sejak dulu, tidak ada yang berubah "
" Ya ya, terus saja berhenti sadar diri Ann " Ucap Allen seraya meninggalkan Anne dengan perasaannya yang kalut .
" Hey, mau kemana kau? " Teriak Anne pada sang suami yang perlahan mulai menjauh dari hadapannya itu. Allen enggan menjawab dan benar-benar pergi menggunakan mobilnya.
🌫️
Diteguknya hingga tandas wine yang masih tersisa di botol itu . Sendirian dengan pikiran yang terbang ke segala arah sambil sesekali meracau dengan kalimat-kalimat yang tidak menentu .
" Theresa , kau lihat aku sekarang , aku telah gagal memahami istriku " Racau Allen dalam kondisinya yang mabuk berat . " Dan sekarang aku malah mabuk-mabukan seperti ini , Ann pasti akan memarahiku setelah ini . Jika saja kau masih ada , kau pasti akan ikut memarahiku juga kan ? Hahaha " Lanjutnya .
" Hey ,kau terlalu mabuk tuan " Ucap seorang pria yang baru saja menghampiri Allen di mejanya .
" Apa kabar Frans ? " Sapa Allen yang masih mengenal jelas pria yang ada di depannya itu walau dalam kondisi mabuk sekalipun .
" Apa yang membuatmu mabuk seperti ini ? Apakah mantan pacarku itu tidak memperlakukan mu dengan baik sebagai suaminya ? Hahaha itu sangat buruk " Ucap Frans diselingi dengan tawa liciknya .
Allen segera bangkit dari duduknya dengan kondisi yang sempoyongan . Bogem mentahnya mendarat tepat sasaran di mata kanan Frans . Darah segar mulai mengalir dari wajah pria itu .
" Tutup mulutmu rapat-rapat , tidak ada yang boleh mengata-ngatai wanitaku sembarangan. Lihatlah dirimu , kau terlihat sangat menyedihkan dengan opinimu yang salah besar " Tandas Allen dengan telunjuknya yang menunjuk-nunjuk pria di hadapannya itu .
" Bajing*n , kita lihat saja setelah ini . Kau akan bertekuk lutut di hadapanku . Permainan ku belum usai . Aku hanya memberikan mu waktu untuk bersenang-senang " Ucap Frans seraya pergi meninggalkan Allen .
Matanya perlahan terbuka menerawang kondisi sekitarnya . Tertidur di sebuah bar dengan kondisi yang mabuk . Waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi . Sudah pasti istrinya sangat khawatir atau bahkan sangat marah padanya .
Dengan cepat Allen beranjak dari tempat duduknya lalu membayar minumannya dan segera pergi dari tempat itu. Sesampainya di rumah , dilihatnya Anne yang tengah tertidur di sofa ruang tamu . Wanita itu sudah menunggunya berjam-jam dengan perasaan cemas . Di bopongnya tubuh wanitanya itu menaiki tangga hingga memasuki kamar .
" Ester , bangunlah dan tidurlah di kamarmu ! " Dengan hati-hati Allen mencoba membangunkan pembantunya yang telah menjaga Arron semalaman .
" Baik tuan " Ucap Ester seraya bergegas pergi meninggalkan kamar itu .
Dengan sangat hati-hati Allen menurunkan istrinya itu dan merebahkannya ke ranjang .
" Maafkan aku honey " Ucapnya lirih seraya mencium kening Anne .
Keesokan paginya , Allen tidak mendapati Anne di sisinya . Namun dari dalam kamar mandi terdengar suara Anne yang seperti sedang muntah-muntah . Dengan sigap Allen segera menyusul istrinya itu karena khawatir terjadi sesuatu pada wanita itu .
" Apa yang terjadi ? " Tanya Allen khawatir.
" Sepertinya aku hanya sakit mag karena melupakan makan malam " Jawab Anne sembari memegangi kepalanya yang terasa pusing .
" Ayo makanlah sesuatu , akan aku siapkan makananmu , maafkan aku yang membuatmu seperti ini " Sesal Allen dengan wajah cemasnya.
" Ini semua salahku yang memperlakukan mu dengan tidak baik " Ucap Anne lirih seraya memeluk erat tubuh suaminya itu .
apa yg akan dilakukan ane ya,apa dia akn kuat atw minta pisah..???