NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Mobil Rolls-Royce hitam itu melaju membelah malam dengan kecepatan tinggi. Di dalam mobil yang hangat, detak jarum jam mewah yang ada di dasbor mobil berpadu dengan suara napas Flossie yang pendek dan tersengat rasa sakit.

​Pria yang duduk di sampingnya melepas sarung tangan kulitnya yang terkena noda darah. Xavier Ellis, CEO dari Ellis Corporation sekaligus rival abadi Kincaid Group, menatap jemarinya yang sekarang ternoda warna merah pekat. Tatapannya beralih pada wajah Flossie yang separuh tertutup rambut basah.

​"Tuan Xavier," sang asisten, Kevin, menoleh sedikit dari kursi kemudi dengan rahang tegang.

"Saya sudah memeriksa manifes penerbangan. Jika kita langsung membawanya ke bandara untuk penerbangan internasional dalam kondisi sekarat seperti ini, pihak otoritas pelabuhan udara bisa menolak kita. Pendarahannya tidak kunjung berhenti."

​Xavier menekan ujung jarinya ke dahi Flossie dan merasakan suhu tubuh wanita itu yang merosot drastis.

"Berapa lama waktu yang kita punya sebelum dia kehilangan kesadaran permanen?"

​"Maksimal tiga puluh menit, Tuan. Cairan di jok belakang itu bukan lagi sekadar rembesan."

Kevin menelan ludah dan melirik genangan air bercampur darah dari kaca spion tengah.

"Apakah kita beralih ke rencana cadangan?"

​Xavier terdiam sejenak, menemukan istri dari Alfie Kincaid terkapar seperti sampah di pinggir jalan adalah kartu as yang luar biasa untuk menjatuhkan Kincaid Group. Namun, kartu as itu tidak akan berguna jika Flossie berakhir menjadi mayat di dalam mobilnya.

​"Belokkan mobil ke Rumah Sakit Wellness Medical Center," perintah Xavier

​Kevin tersentak.

"Tapi Tuan, Wellness Medical Center adalah rumah sakit swasta berskala internasional. Sistem registrasi mereka terhubung langsung dengan pusat. Jika nama Flossie Kincaid masuk ke sana, Alfie akan mengetahuinya dalam hitungan menit melalui jaringan informannya!"

​"Siapa yang bilang kita akan menggunakan namanya?"

Xavier menunduk dan merenggut dompet kecil di dalam tas kain Flossie yang ikut basah. Di dalamnya tidak ada kartu identitas hanya ada beberapa lembar uang kecil yang hancur karena air.

"Daftarkan dia sebagai Emma Ellis. Gunakan kode darurat internal Ellis Corporation dan kosongkan seluruh lantai sayap barat rumah sakit untuknya."

​"Baik, Tuan. Saya akan segera menghubungi Direktur Utama Wellness Medical Center untuk mempersiapkan jalur steril."

Kevin langsung menekan tombol di kemudi dan menghubungkan ponsel mobilnya ke jalur enkripsi pribadi.

​Di samping Xavier, tubuh Flossie mendadak menegang. Tangan kirinya yang kurus bergerak lemah di atas jok kulit dan mencengkeram ujung jas wol mahal milik Xavier dengan sisa tenaga yang ia miliki.

​"A-Anakku," bisik Flossie. "Jangan ambil ...."

​Xavier menurunkan pandangannya dan menatap jemari Flossie yang gemetar di atas kain jasnya. Perlahan, dia melepaskan cengkeraman tangan wanita itu, lalu menggenggam pergelangan tangan Flossie yang terasa sedingin es dan mencoba merasakan denyut nadinya yang semakin melemah dan berpacu cepat.

​"Bertahanlah, Flossie!" gumam Xavier.

"Alfie Kincaid membuangmu seolah kamu tidak berharga. Jangan mati secepat ini sebelum kamu sempat melihat wajahnya saat aku mengembalikanmu nanti."

​Sepuluh menit kemudian, Rolls-Royce hitam itu berhenti tepat di depan pintu masuk darurat khusus yang telah disterilkan di bagian belakang Rumah Sakit Wellness Medical Center. Tiga orang dokter spesialis dan empat perawat senior sudah menunggu dengan brankar dorong.

​Begitu pintu mobil terbuka, Xavier langsung menggendong tubuh Flossie keluar. Pakaiannya yang putih telah berubah warna menjadi kemerahan di bagian bawah dan membuat para tenaga medis terperangah.

​"Cepat! Pasien mengalami pendarahan hebat akibat trauma fisik dan keguguran yang mengancam!" seru dokter utama memimpin pergerakan.

"Siapkan ruang operasi darurat nomor empat sekarang juga!"

​Tubuh Flossie dipindahkan ke atas brankar dengan cepat. Xavier melangkah lebar di samping brankar yang didorong tergesa-gesa menyusuri koridor putih yang sepi.

Lampu-lampu langit-langit rumah sakit memantul di kornea mata Flossie yang sempat terbuka sesaat sebelum pandangannya kembali meredup.

​"Tuan Ellis, Anda tidak boleh masuk lebih jauh," ucap seorang perawat wanita dengan tegas begitu mereka tiba di depan pintu ganda besi bertuliskan RESTRICTED AREA: OPERATING ROOM.

"Silakan tunggu di luar. Kami akan melakukan tindakan penyelamatan darurat."

​Xavier menghentikan langkahnya dan membiarkan pintu besi itu tertutup rapat dan mengunci Flossie di dalam ruang operasi. Pria itu berdiri kaku dan menatap noda darah di kemeja putihnya sendiri yang terlihat jelas di bawah lampu koridor yang terang.

​Kevin berjalan mendekat dengan napas terengah-engah setelah mengurus administrasi palsu di meja depan.

"Semua rekam medis telah dikunci di bawah nama Emma Ellis, Tuan. Tidak akan ada satu pun staf yang berani membocorkan ini kepada media atau pihak Kincaid."

​"Bagus," jawab Xavier pendek dengan tangannya bersedekap di dada.

"Bagaimana dengan jalur pelarian ke Paris?"

​"Jet pribadi sudah dalam posisi standby di landasan pacu pribadi. Begitu kondisi wanita itu dinyatakan stabil untuk penerbangan, kita bisa langsung membawanya pergi sebelum fajar menyingsing."

Kevin melirik ke arah pintu ruang operasi yang tertutup.

"Namun melihat banyaknya darah tadi, saya ragu bayinya bisa diselamatkan, Tuan."

​Xavier tidak menjawab. Ia hanya menatap pintu ruang operasi dengan pandangan lurus. Bagi Xavier, Flossie Kincaid hanyalah instrumen bisnis yang kebetulan jatuh ke tangannya. Namun, melihat keputusasaan di mata wanita itu saat mencengkeram jasnya tadi, ada sesuatu yang membuat Xavier merasa terusik.

​Dua puluh menit berlalu dalam keheningan yang menyiksa. Lampu merah di atas pintu operasi masih menyala dan menandakan pertarungan di dalam sana masih berlangsung dengan sengit.

​Tiba-tiba suara klik keras memecah kesunyian. Pintu ruang operasi bergeser terbuka. Dokter utama melangkah keluar dengan tergesa-gesa. Masker bedahnya sudah diturunkan, namun wajahnya tampak tegang, dipenuhi butiran keringat di dahi, dan gurat kecemasan.

​Xavier langsung maju satu langkah.

"Bagaimana kondisinya?"

​"Tuan Ellis." Dokter itu menarik napas pendek dan suaranya bergetar tipis karena tekanan psikologis.

"Pasien kehilangan terlalu banyak darah secara internal. Tekanan darahnya merosot ke tingkat yang sangat kritis dan detak jantungnya sempat berhenti selama beberapa detik di atas meja operasi."

​"Lalu apa yang kamu lakukan di luar sini? Kembali dan selamatkan dia!" bentak Xavier.

​"Kami sedang berusaha melakukan transfusi darah yang banyak."

Dokter itu menyela dengan cepat dan matanya menatap Xavier.

"Di dalam perutnya, ada janin yang sedang berjuang keras untuk bertahan hidup."

​Dokter itu menjeda kalimatnya dan menatap Xavier seolah sedang meminta keputusan yang akan menentukan hidup dan mati seseorang.

​"Kondisinya saat ini adalah pilihan mutlak, Tuan Ellis. Jika kami memprioritaskan untuk menghentikan pendarahan dan menyelamatkan nyawa ibunya, kami harus melakukan tindakan pembersihan rahim secara total malam ini juga yang berarti janin itu tidak akan selamat. Namun, jika kami mencoba mempertahankan janinnya, risiko kematian bagi sang ibu meningkat hingga delapan puluh persen, karena pendarahan yang tidak akan berhenti tepat waktu. Waktu kita tidak banyak. Sebagai penanggung jawab identitasnya, keputusan apa yang harus kami ambil?"

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!