kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.18
Saat kentang yang sudah dipanggang itu matang dengan sempurna. Lili tak lupa menambahkan kecap dan juga garam yang sudah diracik dengan bumbu alakadarnya diatas kentang tersebut. Wangi yang tercium membuat para orang orang yang berada di sana terpukau. Mereka tak sabar mencicipi masakan tersebut. untung saja lili membawa bibit kentang itu, nantinya dia akan menanam kentang tersebut di kebun istana.
..."Wah, aroma nya harum sekali."...
..."Benarkah ini bisa dimakan?"...
..."Apakah kita juga boleh mencobanya?"...
beberapa bisik bisik terdengar di telinga lili. Dia tau, bahwa di jaman ini makanan enak adalah satu kebanggaan yang akan mengguncang kerajaan PHILADELPHIA ini.
"Roli, letakan kentang yang sudah matang ini ke dalam piring ya."
"Baik yang mulia."
"Jangan lupa kau juga ambil bagian mu, dan untuk para pelayan dan koki yang sudah membantu berikan juga masing masing jatah mereka."
"Terima kasih yang mulia."
"Sama sama, dan terima kasih sudah memberikan izin untuk menggunakan dapur istana ini."
Tentu saja para koki mengizinkan nya. Tak menyangka yang mulia ratu Mereka, benar benar sangat jenius. bahkan masakan nya benar benar begitu lezat.
di dalam kamar nya, kael berbinar saat ibunya membawa makanan baru yang belum pernah dia cicipi. Tatapan nya benar benar tak sabar untuk menikmati hidangan tersebut.
"Ibu, apa ini?" tanya nya dengan raut wajah polos yang tampak penasaran.
"Ini namanya kentang sayang. Di masak dengan cara dipanggang dan diberikan bumbu spesial."
"Harum sekali ibu."
"Dwi, kau dan juga Roli makan lah dulu disana. biarkan pangeran kael aku yang urus."
"Tapi yang mulia_
"Tidak apa apa. Kalian sudah banyak membantu ku hari ini."
Dwi pun langsung mengikuti perintah dari lili, dia akan menikmati hidangan baru yang membuat Saliva nya menelan berkali kali.
..."Enak!"...
..."Ibu, ini enak sekali."...
..."Rasanya benar benar luar biasa."...
"Ya dewa, baru kali ini aku memakan kentang yang benar benar lezat ini."
..."Dalam nya sangat lembut."...
..."Benar benar lezat."...
Pekikan itu terus menerus dilontarkan oleh orang orang yang mencicipi masakan nya
Entah mengapa perasaan lili begitu menghangat saat melihat putra nya begitu lahap memakan masakan buatan nya. saat masih berada di dunia modern, lili bahkan bermimpi bisa menjadi seorang ibu yang menyiapkan bekal untuk putra dan suami nya. Tapi harapan nya sirna dan hancur, saat mengingat momen momen suami nya berselingkuh dengan wanita lain.
"Enak cekali ibu!" pekik nya dengan mata berbinar binar setiap menelan makanan buatan sang ibu.
"Kalau enak, harus dihabiskan ya nak. Jangan membuang buang makanan."
"Kenapa tidak boleh buang makan ibu?" tanya nya dengan polos dan ingin mengetahui banyak hal.
"Sayang, kamu adalah seorang pengeran di sini. Makanan ini tentu saja sangat berharga bagi semua manusia lainnya. Masih banyak di luar sana yang tak bisa makan dengan layak, dan bisa hidup berkecukupan. Jadi kael tak boleh sombong terhadap orang lain juga. Nanti saat kael sudah dewasa. Kael akan mengerti banyak hal lainnya. Termasuk sumber pangan ini." ucap nya dengan penuh kelembutan untuk menjelaskan kepada pangeran kecil itu.
Lili merasa tahta kerajaan akan menjadi simbol perang yang akan terjadi di masa mendatang nanti nya. Dia tak akan membiarkan putra nya menjadi umpan oleh orang orang yang ingin berkuasa. Sebisa mungkin dia akan mencegah keterlibatan perang nanti nya.
apalagi saat mengingat kehamilan selir Ana yang semakin membesar, dan sebentar lagi akan lahir anak yang selama ini kaisar nantikan.
*****
"Roli, apakah ada ruko yang kosong di daerah pasar itu?" tanya lili yang saat ini pergi ke pasar untuk meninjau kondisi area pasar tersebut.
"hamba belum memastikan nya yang mulia. Apakah yang mulia ingin melihat liat bangunan tersebut?" tanya Roli yang selalu sigap dengan keinginan sang ratu.
"Coba tanya orang sekitar nya, aku ingin melihat bentuk bangunan ini terlebih dahulu."
Agen itu langsung menyapa lili dengan begitu ramah. dia tak tau bahwa yang berada di hadapan nya saat ini adalah ratu di Philadelphia. entah seperti apa reaksi nya saat mengetahui bahwa lili merupakan Ratu Kerajaan, pasti beliau akan kaget. Apalagi tampilan lili saat keluar hanya memakai baju yang sederhana. mereka hanya menganggap seperti seorang nyonya bangsawan saja.
"Salam nyonya." ucap agen dengan penuh rasa hormat.
"Salam juga paman. Ayo silahkan duduk, jangan sungkan."
"Tapi nyonya, rasanya tak pantas saat hamba duduk berdampingan dengan nyonya bangsawan."
"Tidak apa apa paman, ayo silahkan duduk!"
setelah duduk, lili memberikan beberapa pertanyaan kepada agen tersebut. Dia juga bertanya banyak hal. Mengenai kondisi pasar dana apakah lancar dalam membuka usaha.
"Paman, apakah pasar di sini ramai pengunjung?"
"Tentu saja nyonya, apakah nyonya bukan orang dari warga PHILADELPHIA ini?" tanya nya dengan raut wajah kebingungan.
"Ehem....tidak juga paman, kebetulan sekali aku tak pernah turun langsung ke pasar ini. Jadi masih banyak hal yang tak aku ketahui." ucap nya dengan beberapa alasan.
Mendengar ucapan nyonya itu, agen bangunan tersebut langsung mengangguk paham. Apalagi nyonya bangsawan ini pastinya memiliki banyak pelayan. begitulah pikir nya.
"Jadi berapa harga untuk bangunan ini paman?"
"Untuk bangunan ini, hanya memerlukan 50 keping emas nyonya."
"Cukup tinggi untuk seukuran itu paman. Apakah tak bisa dikurangi sedikit saja?" tawar lili yang memang merasa bangunan ini cukup mahal. Apalagi beberapa cat yang sudah mengelupas pasti membutuhkan renovasi yang baru.
"Uhmmm bagaimana kalau 40 keping emas saja?" ucap agen yang berusaha untuk menurunkan sedikit harga kesepakatan dari awal.
Mendengar ucapan agen, lili tampak berpikir, sedangkan Roli merasa bahwa memang bangunan ini cukup mahal. Apakah agen ini sengaja memberikan harga yang tinggi kepada sang ratu nya.
"Yang mulia, maafkan hamba menyela nya. Tapi bangunan ini cukup mahal sekali." bisik nya kepada ratu lili.
"Aku juga berpikir seperti itu Roli. Tapi sepertinya bangunan ini akan aku manfaat kan untuk menjual beberapa menu makanan."
"Baiklah paman, aku setuju. bagaimana pengurusan dokumen dokumen pemilik sah nya."
"Tentu saja kami yang akan mengurus nya nyonya. nyonya tinggal duduk santai saja, biarkan hamba yang meminta persetujuan dari kepala pejabat di daerah ini." ucap nya tanpa ragu.
Mendengar ucapan itu, lili tampak mengangguk setuju. Dan meminta Roli untuk membawakan koin emas itu dan menghitung jumlah yang sudah di sepakati oleh kedua nya.
"Ini yang mulia, koin emas nya." ucap Roli tanpa sadar membuat agen itu tampak heran.
"Ehemm...lili langsung mengkode kepada Roli untuk bersikap tidak formal seperti itu.
"Eh, maaf nyonya. Ini Dia koin emas yang sudah disepakati oleh nyonya dan agen."
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭