Cerita ini bermula dari perjodohan seorang anak SMA yang dijodohkan karena hutang keluarganya dia terpaksa menikah. ternyata laki laki yang akan menjadi suaminya adalah guru sekolahnya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 18
Jordan mendekap erat tangan sisil hingga membuat sisil kesakitan.sisil dan Jordan tidur dikamar atas menggunakan lift.sesampai di lift sisil meronta hingga Jordan melepaskan tangannya
"awwww sakit tau"ucap sisil sedikit meringis
namun Jordan Hanay diam dan masih bersikap dingin tak perduli
"aku mau kekamar brain aja"ucap sisil menggerutu dan menekan tombol lift kelantai bawah
"heiiiiiiiiiiiiiiiiii kamu bisa nggak Jagan seperti anak kecil"ucap Jordan kesal
"aku anak kecil ,bapak itu yang sudah terlalu tua "ucap sisil tak terima
ketika sisil ingin memaki guru killer nya lagi tiba tiba pintu lift terbuka dan Jordan kembali menarik tangan sisil menuju kamarnya.sesampai dikamar Jordan langsung mengunci pintu kamarnya dengan sidik jarinya
"ishhh kenapa aku disini juga,buka pintunya"ucap sisil berteriak mencoba membuka pintu
"berisikkkkk"teriak Jordan dengan suara berat khasnya
sisil hanya bisa terdiam mendengar teriakan Jordan yang bergema disesisi kamar itu membuat bulu kuduknya berdiri
"kamu coba deh Jagan bersikap seperti anak kecil pusing kepala saya dengarnya sedikit sedikit merengek"ucap Jordan menatap sinis kearah sisil.sisil merasa ketakutan dan meneteskan air matanya
"ishhh hapus air mata mu itu"ucap Jordan berbalik dan menuju kamar mandi lalu menutup kencang pintu kamar mandinya
"dasar guru killer nggak disekolah nggak disini sama sama pemarah kalau aku tau harus dinikahkan sama dia lebih baik aku jadi ibu tirinya biar bisa nindas dia "ucap sisil mengerutu sendiri
sisil juga berusaha membuka pintu kamar itu dengan berbagai cara.menarik, mendorong, mendobrak.sisil begitu letih dan tersungkur bersandar di pintu.tak lama itu Jordan keluar dengan menggunakan handuk dipinggangnya
"dasar,bagaimana sudah terbuka pintunya"ucap Jordan tertawa kecil melihat tingkah laku sisil
"emang belum kebuka tapi aku masih berusaha"ucap sisil masih menyandarkan kepalanya
sisil kemudian berbalik dan berdiri hendak memaki maki jordan.namun justru sisil melihat tubuh sispack milik guru suaminya itu membuat sisil berteriak keras
"ahhhhhhhh"teriak sisil menutup matanya
"benar benar menjijikkan mataku yang suci ini bisa bisanya melihat tubuh guru killer"ucap sisil mengerutu kencang
"apa katamu guru killer"ucap Jordan menghampiri sisil dan meraih tangan yang menutupi matanya
"maaf pak maaf kan saya"ucap sisil ketakutan
"dengar biasakan berprilaku sopan selain saya ini guru kamu saya juga suami kamu mengerti"ucap Jordan menatap mata sisil dan sisil juga mentap mata gurunya itu
"sana mandi bau tubuh mu tak sedap"ucap Jordan melepaskan genggamannya dan melangkah menuju ruang ganti
"hmmmm Alhamdulillah selamat"ucap sisil mengelus dadanya
"cepat mandi bau mu benar bener bisa merusak hidungku"teriak Jordan dari dalam ruang ganti
sisil mendengarnya pun langsung terbit butir berlari menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.setelah sisil membersihkan tubuhnya sisil bingung dimana letak handuk.ternyata sisil lupa membawa anduk
"mati gue Anduk mana anduk"ucap sisil mencari cari
"ahhhh mati gue nggak ada lagi,kalau gue keluar telanjang terus ada tu guru killer bisa bisa badan gue disobek.ok gue tunggu disini aja kalau nggak gue tunggu sampe tu orang pergi dari kamar ini"ucap sisil menunggu dibalik pintu
Jordan merasa aneh kenapa sisil belum kunjung keluar dari kamar mandi sudah hampir sejam sisil dikamar mandi.jordan memutuskan untuk mengetok pintu kamar mandi
"hei kamu masih disitu"ucap Jordan sambil mengetuk
"hmmm iya"suara sisil menggigil
"kamu itu mandi atau nguras bak sih lama banget"ucap Jordan asal
"mandi kok pak"ucap sisil menggigil
"mandi apa sampe sejam Jagan lama lama dikamar mandi masuk angin nanti"ucap Jordan
"pak boleh tolong ambilkan handuk pyama aku di koper aku"ucap sisil menggigil
"kenapa nggak teriak minta tolong mau mati kedinginan, tunggu sebentar"ucap Jordan sedikit marah dan mengambilkan handuk yang diinginkan sisil.
kemudian Jordan mengetuk pintu dan memberikan handuk tersebut.sisil membuka pintu sangat kecil dan hanya mengulurkan tangannya terlihat jelas tangan sisil yang putih itu sudah jadi pucat
"cepat Pakai setelah itu keluar"ucap Jordan
sisil dengan cepat menggemukkan handuk pyamanya agar tidak kedinginan.sisil langsung membuka pintu dan menggeluarkan Kepala memeriksa ada guru killenya atau tidak
"huftttttt, untung tu guru nggak ada aman"ucap sisil dengan berani melangkahkan kakinya menuju ruang ganti.sisil merasa senang tidak ada jejak suami gurunya itu dan memutuskan untuk mengungkapkan baju tidur celana pendek dan baju tidur sejari.sisil tampak memainkan handphonenya sambil tertidur
"klek"pintu kamar terbuka
sinyal mata sisil tekejut melihat Jordan kembali.jordan menatap sisil yang sedang duduk di ranjang menggunakan pakaian sedikit mengganggu matanya itu.jordan hanya bisa menelan salivanya pertanda dia sebagai laki laki normal
Hai, terimakasih yang sudah mau baca karya aku.terus suporter aku ya biar makin semangat buat karya karya baru😃.Jagan lupa juga untuk komen like ,dan kasih masukan untuk karya ini agar lebih maju.
GARA-GARA SEBOTOL MINUMAN