NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"

Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DILEMA MELANDA HATI

" Dia kenapa Niel?" Tanya Velin gugup, kadang ia memanggil Daniel dengan sebutan kak, kadang hanya nama saja.

" Kondisinya kritis dan sampai sekarang dia belum sadar. Kata dokter ada pendarahan di otaknya."

" Apa???" Velin merasa sangat bersalah.

" Tapi kamu tenang saja, dia sudah di operasi dan sekarang sedang menunggu kesadarannya. Kalau malam ini dia sadar, maka dapat di pastikan kondisinya baik baik saja. Tapi jika sampai nanti malam dia tidak kunjung sadar, maka dokter menyatakan dia koma." Jelas Daniel.

" Ko.. Koma? Lalu kapan dia bisa sadar kembali?" Tanya Velin.

" Dokter tidak bisa memperkirakan karena cidera parah pada kepalanya. Bisa saja dia tidak akan pernah bisa bangun lagi."

Deg...

Jantung Velin terasa berhenti berdetak, entah mengapa ada rasa sedih menyusup ke relung hatinya.

" Aku mau melihatnya." Ucap Velin.

" Tapi di depan ada nyonya Siska." Ujar Daniel.

" Tidak apa apa." Sahut Velin.

" Aku takut dia tidak bisa mengendalikan emosi jika melihatmu karena dia menyalahkanmu atas kejadian ini."

" Kan ada kamu yang melindungi aku. Aku ingin melihat bagaimana keadaan Bram." Ujar Velin.

" Baiklah, aku antar. Setelah ini kamu di minta pulang ke rumah. Om dan tante menunggumu di rumah." Ucap Daniel.

Velin menatap Daniel, " Papa tahu masalah ini?" Tanya Velin mengerutkan keningnya.

" Maaf, aku tadi panik karena kamu pingsan. Akhirnya aku menelepon om Wijaya. Dan.."

" Papa mendesak kamu untuk mengatakan yang sebenarnya bukan?" Daniel menganggukkan kepala.

" Aku sudah bisa menebaknya. Tapi tidak apa apa, aku akan mempertanggungjawabkan perbuatanku di depan papa." Lanjut Velin.

" Ayo antar aku ke sana." Velin segera turun dari ranjang. Daniel mengantarnya menuju ruang ICU dimana di depan sana nampak Siska sedang duduk di kursi tunggu.

Melihat kedatangan Velin, membuat Siska terbakar emosi. Ia beranjak menghampiri Velin.

" Kau lihat akibat perbuatanmu Velin? Tidak puas kah kau menghancurkan hidupku dan Zayn sampai sampai kau membuat putraku mengorbankan nyawanya hah?" Teriak Siska menarik baju Velin.

Velin tidak bergeming membuat Daniel maju menengahi mereka.

" Lepaskan dia!" Daniel menarik tangan Siska.

" Kalau terjadi hal buruk pada Zayn, aku tidak akan pernah melepaskanmu. Apapun konsekuensi yang harus aku terima, aku tidak akan takut meskipun kamu akan memenjarakan aku. Kau akan lihat bagaimana murkanya seorang ibu karena anaknya tersakiti. Aku rela di hukum seumur hidup asalkan aku bisa membuatmu membayar nyawa anakku dengan nyawamu sendiri." Ucap Siska dengan nada tinggi. Ya, dia tahu kalau Bram mengalami percobaan bunuh diri. Meskipun ia salah, ia tidak akan rela melepaskan Velin begitu saja.

" Semua ini tidak ada hubungannya dengan nona Avelin. Justru semua ini karena akibat perbuatanmu sendiri. Jadi kalau mau menyalahkan orang, maka salahkan saja dirimu sendiri." Ujar Daniel.

" Kecelakaan anakku tidak ada hubungannya dengan hubunganku dan Zayn. Ini murni karena perasaannya pada Velin. Dia mencintai Velin namun Velin justru memanfaatkan ketulusannya. Aku tidak terima Velin, aku akan menuntut balas seperti kamu menuntut balas padaku." Ancam Siska.

Daniel mengapit lengan Velin, " Kita pergi saja." Ujar Daniel.

" Aku ingin melihatnya." Velin mendekati pintu ruang ICU yang tertutup rapat. Dari lubang kaca ia bisa melihat Bram tergeletak tak berdaya di atas ranjang dengan berbagai alat medis yang menempel pada tubuhnya. Bahkan kepalanya pun di perban.

" Maafkan aku! Memang tidak seharusnya aku melibatkanmu." Ujar Velin dalam hati.

Velin menatap Siska yang kembali duduk sambil menangis.

" Aku akan bertanggung jawab kepada putramu asalkan kau mau pergi jauh darinya."

Deg...

Siska mendongak menatap Velin. " Apa hakmu mengatakan itu? Aku ibunya, aku tidak akan meninggalkan putraku sampai kapan pun." Ujar Siska.

" Terserah, kalau memang itu keputusanmu aku tidak bisa berbuat apa apa. Aku pergi dulu."

Velin menjauh meninggalkan Siska yang nampak begitu terpuruk. Tepat di depan pintu rumah sakit, ia berpapasan dengan Zayn yang hendak masuk.

" Sayang, kamu baik baik saja? Mas dengar tadi kamu pingsan." Ujar Zayn menggenggam tangan Velin.

Velin segera menarik tangannya, " Jangan pernah sentuh aku lagi. Sudah aku katakan, bersikaplah seolah kita tidak saling mengenal." Ucap Velin.

" Sayang, tolong jangan lakukan ini pada mas! Mas sangat sedih, mas tidak mau berpisah denganmu. Tolong pertimbangkan demi hubungan kita selama ini." Pinta Zayn.

" Hubungan yang terlanjur kotor tidak perlu di pertahankan lagi. Akan lebih baik aku menjalin hubungan baru dengan bersih."

Velin berlalu begitu saja meninggalkan Zayn. Ia segera masuk mobil lalu Daniel menjalankannya menuju kediaman Wijaya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Brak!!!!

Tuan Wijaya menggebrak meja karena marah begitu mendengar apa yang telah di lakukan putri kesayangannya.Ya, saat ini Velin, tuan Wijaya, nyonya Wijaya dan Daniel sedang berada di ruang tamu. Begitu mendengar cerita Daniel, tuan Wijaya nampak murka. Ia tidak menyangka jika putri kesayangannya melakukan hal ini.

" Kamu satu satunya pewaris keluarga Wijaya, keluarga bermartabat tinggi, keluarga panutan yang di segani banyak orang di pelosok negeri ini. Bisa bisanya kamu melakukan hal serendah ini. Hal yang di lakukan oleh orang yang tidak punya attitude dan tidak punya pendidikan. Selama ini papa tidak pernah mengajarimu menghukum orang yang tidak bersalah, tapi kamu berani beraninya menggunakan anaknya Siska untuk membalas dendammu padanya. Apa ini didikan dari ibumu, Avelin Angelina? Katakan!!!!" Bentak tuan Wijaya membuat Velin berjingkrak kaget.

" Ma.. Maafkan aku pa. Ini semua salahku, tolong jangan pertanyakan tentang didikan mama." Ucap Velin menundukkan kepala.

Tuan Wijaya menghela nafasnya pelan, " Papa tahu Siska dan Zayn sama sama bersalah. Tapi apa kesalahan yang di lakukan Bram padamu? Apa dia menyakitimu?"

" Tidak pa." Sahut Velin tegas.

" Lalu kenapa setelah kau beri dia harapan, kau hempaskan dia begitu saja setelah tujuanmu tercapai? Apa ini sifat yang dimiliki CEO perusahaan besar Wijaya corporation? Begini kah sifat aslinya hmm?"

" Tidak pa, maafkan aku sekali lagi. Aku salah, aku siap menerima hukuman papa." Sahut Velin.

" Dulu kamu bersikeras menikahi Zayn, papa sudah mengalah. Tapi kali ini, papa tidak akan membiarkanmu menjadi wanita jahat nak. Papa mau kamu bertanggung jawab untuk menebus kesalahanmu ini. Papa ingin tahu, bagaimana kamu akan mempertanggungjawabkan perbuatanmu ini." Ucap tuan Wijaya menatap sang putri tercinta.

" A.. Aku. Aku akan memberi pengobatan terbaik untuk kak Bram. Dia pasti bisa tertolong pa." Ujar Velin.

" Lalu jika dia berhasil di selamatkan apa yang akan kamu lakukan? Bukan kah dia memilih lebih baik mati daripada kamu tinggalkan? Apa kamu mau menerimanya seperti janji yang kau berikan padanya?"

" Aku tidak tahu pa. Yang jelas jika aku melihatnya, aku selalu teringat dengan perbuatan ibunya yang telah menghancurkan pernikahan kami." Sahut Velin.

" Kenapa kamu hanya menyalahkan Siska? Bukan kah Zayn juga bersalah atas semua ini?"

Velin nampak diam, ia selalu kalah jika berdebat dengan sang ayah.

" Kenapa diam? Kamu tidak punya jawaban?"

Velin menggelengkan kepala.

" Zayn juga bersalah atas semua ini nak. Jika dia pria baik baik, dia tidak akan tergoda oleh Siska. Jika saja dia masih punya sedikit kesetiaan padamu, dia tidak akan melakukan hal ceroboh seperti ini. Yang jelas, Zayn ada niat untuk mengkhianatimu. Jadi, jangan kamu salahkan hanya satu pihak saja. Apa kamu paham dengan ucapan papa?"

" Aku paham pa." Sahut Velin.

" Bertanggung jawablah kepada Bram. Nikahi dia, anggap saja ini sebagai bentuk tanggung jawab dan hukuman untuk penebusan dosamu."

" A.. Aku.. Aku.. "

1
Siti Khalimah
brarti zain suka velin sejak umur 13 thor?
VANESHA ANDRIANI: makasih dah mampir kakak
total 2 replies
Mba Yun
dobel update thor
VANESHA ANDRIANI: satu satu aja ya.. author lagi g fit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!