NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ketegangan.

Bunyi suara ketukan membuat atensi Niko dan Neta teralihkan, suasana yang tadinya ceria kini berubah tegang seketika.

"pasti itu James."

Tebak Niko asal yang membuat Neta tersenyum manis ke arah Niko.

pintu perlahan terbuka, tampak Eric membawa satu keranjang buah dan juga sekantong plastik minuman dan makanan.

Niko yang melihat kedatangan Eric terkejut sampai kedua mata Niko berpusat ke gerakkan Eric yang masuk perlahan, Neta pun sama terkejutnya melihat kedatangan Eric.

"selamat malam Neta."

sapa Eric menatap Neta yang kini duduk di atas ranjang rumah sakit, sedangkan Niko yang ada di samping Neta menatap Eric seakan tak percaya.

"kak Eric..."

Seru Niko refleks memanggil laki laki tampan yang berjalan mendekati Neta dan Niko.

"kamu .."

Tunjuk Eric dengan ujung ibu jarinya ke arah Niko.

"kak Eric Kenap kak Neta, wah... Ternyata dunia ini sempit ya..."

Niko berjalan menghampiri Eric, dan dengan segera menolong Eric meminta bawaannya untuk dia letakkan di atas nakas.

"aku teman kerja Neta, kamu...?"

Eric bertanya dengan nada penasaran melihat Niko kenapa bisa bersama Neta.

"aku adik kandung satu rahim dengan kak Neta."

Tawa pecah mengisi ruangan berukuran empat kali empat tersebut, candaan Niko membuat suasana berubah ceria seketika.

"kalian saling kenal..?"

Tanya Neta menatap Eric dan juga Niko.

"kami dulu ketemu waktu nge gym bareng, benarkan kak ..?"

Eric merangkul pundak Niko, dia menepuk lengan kekar Niko.

"hmm... Iya ta, enggak nyangka kalau dia ternyata adik kamu." ucap Eric.

"pantas aja badan kamu sekarang lebih berisi ya nik, ternyata kamu sering nge gym."

Neta menatap Eric dan juga Niko, kedua laki laki berpawak kan tinggi yang hampir sama serta tubuh mereka yang berisi membuat Neta terlihat sedikit kagum.

"oh iya ta, boleh aku duduk. Kakiku rasanya capek banget, seharian ini bolak balik ke tempat kerja bos."

Eric menarik kursi di samping tempat tidur Neta, anggukan Neta mengisyaratkan jika Neta mengijinkan Eric untuk segera duduk.

sedangkan Niko melihat kantong plastik yang tadi di bawa Eric, rasanya perut Niko terasa keroncongan dari tadi.

"kak aku buka ya."

Belum juga Neta memberi ijin, dengan tidak tahu malunya Niko mengambil kue dan minuman yang di bawa Eric.

"kamu laper nik...?"

Tanya Neta melihat Niko yang memakan beberapa kue yang dia ambil.

"hmm... Laper pake banget, maaf kak Eric. Aku makan pemberian kamu buat kak Neta, habis dari tadi aku mau keluar tidak boleh sama nih tuan putri."

Eric mengulas senyum, dia terhibur melihat kerandoman Niko yang sudah biasa bagi Eric.

"iya makan aja, sepertinya aku tadi juga beli beberapa onigiri."

Mendengar makanan favorit Niko, tanpa basa basi Niko segera mencari makanan yang Eric maksut.

Beruntung Niko segera menemukannya, senyuman lebar terulas dari kedua bibir Niko.

"pas sekali waktunya, kebetulan aku lapar. Dan kebetulan juga kak Eric beliin aku makanan kesukaanku."

Eric menatap Niko dengan senyum lebar, sedangkan Neta hanya diam memperhatikan tingkah adiknya.

"pikirku jika Neta bosen dengan makanan rumah sakit bisa makan makanan yang aku bawa, tapi aku benar benar tidak tahu kalau kamu juga ada di sini."

Ucap Eric apa adanya.

"hmm... Andai saja kak Eric jadi kakak ipar aku, tanpa menunggu lama aku pasti setuju."

Kerlingan nakal Niko perlihatkan ke arah Neta, dia sengaja melakukannya seakan sedang membeli tanda ke wanita yang kini menatapnya tajam.

"maaf ric, dia anaknya memang semaunya sendiri kalau ngomong."

Neta merasa sungkan dan tidak enak hati dengan Eric, seakan Niko sepertinya akan menjodohkan Neta dan Eric.

"enggak apa apa ta, aku tahu kalau dia bercanda. Tapi kalau Netanya mau, aku sih oke oke aja."

Balas Eric menjawab candaan Niko.

Niko den Eric sama sama tertawa ringan, sedangkan Neta yang merasa malu hanya tersenyum menanggapi guyonan receh Niko.

Pintu kamar Neta terbuka perlahan, tampak Clara dan juga James datang dengan saling bergandengan tangan.

Ruangan yang tadinya pernah canda dan tawa yang terdengar enyah, kini tiba tiba terasa kaku karena kehadiran James dan Clara.

"hai Neta,aku dengan dari James kamu sakit."

Clara perlahan melepaskan pegangan tangannya dari pergelangan tangan James, dia meletakkan keranjang yang berisi buah ke meja yang tak jauh dari ranjang Neta.

"hmm .. Iya Ra, terima kasih kamu udah sempetin jenguk aku di sini."

Neta melihat ke arah Clara dengan senyum samar, entah kenapa melihat kebersamaan James dan Clara, Neta merasa sesak di dadanya.

Padahal jika di kantor hampir tiap hari Neta melihat kemesraan James dan Clara, tapi Neta tidak pernah sesesak ini saat melihat mereka berdiri di depan Neta saat ini.

"cepat sehat ya Neta, kantor sepi tanpa adanya kamu. Dan kamu tahu, kerjaan James tidak ada yang handel karena kamu sakit."

Clara kembali menautkan pergelangan tangannya ke tangan James, seakan dia sedang mengklaim jika James adalah miliknya.

Neta tersenyum samar, dia tidak suka dengan sikap Clara yang sok manja dengan James.

"iya Ra, aku juga sudah ingin keluar dari rumah sakit ini. Mendingan di rumah dari pada di sini, yang adanya hanya tidur dan makan."

Ucapan Neta seakan sedang menjawab ucapan Clara tadi, Niko yang merasa tidak suka dengan Clara segera berjalan melewati Clara dan James, dia memilih duduk di sofa sambil melihat pertunjukan yang di mainkan Clara saat ini.

"James, malam ini kamu jadi temenin kak Neta nggak...?"

Niko sengaja mengucapkannya, dia ingin melihat reaksi dari Clara jika tahu pacarnya akan menemani Neta di rumah sakit.

"e...e... Aku..."

Belum juga jame menjawab pertanyaan Niko, Clara tiba tiba menyela ucapan James.

"maaf ya mas, sepertinya James tidak akan menemani Neta. Karena malam ini dia akan menginap di rumahku, benarkan sayang...?"

Clara tampak bergelayut manja di lengan James, Niko yang melihat kemesraan dia sejoli di depannya sampai mual di buatnya.

"oh... Benarkah itu James, wow... Andai saja kalau Tante jeni tahu kalian sering tidur bersama, pasti akan ada perang dunia ke dua di keluarga besar kamu, dan kamu tahu mbak... Resiko dari semua itu, James akan di coret namanya dari kartu keluarga. heh .. Jadi, siap siap kamu menerima James yang tidak punya apa apa selain dirinya."

Niko berdesis melihat sikap Clara, James yang mendengarnya sampai risih melihat Clara dan Niko.

"Niko..."

Seru Neta berharap Niko segera diam dan tidak melanjutkan ucapannya.

"benarkah itu sayang...?"

Ucap Clara lirih, berharap James menjawab pertanyaannya. Tapi James hanya menghela nafasnya panjang, dia capek mendengar rengekan Clara.

"kita mau menjenguk Neta Clara, untuk apa kamu menanggapi ucapan Niko."

James akhirnya angkat bicara, dia tidak ingin suasana di dalam ruangan Neta berganti tegang karena ulah Niko dan Clara.

1
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!