NovelToon NovelToon
Kabur Dari Tuan Muda

Kabur Dari Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Rania terlahir kembali ke lima tahun sebelum tragedi dalam hidupnya terjadi. Di masa depan setelah ia menikah dengan Arya, Rania dijebak oleh Salsa dan dibunuh tepat di malam pertamanya. Di kesempatan kedua ini, ia akan menghindar dari pernikahan itu agar tidak mengalami nasib yang sama.

Berhasilkah ia kabur dari genggaman sang Tuan Muda dan menghindari takdir kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Ketahuan

Keesokan harinya, Rania menjalani aktivitas seperti biasanya. Ia juga memakai ponselnya seperti biasa, tidak ada yang berbeda. Hanya saja, setelah pulang kampus ia mengajak Salsa dan Dewi untuk pergi ke mall. Rania merangkul lengan mereka berdua dan berjalan menuju tempat parkir dengan begitu semangat.

"jalan-jalan saja, sudah lama juga kan nggak refreshing. Nanti semuanya aku yang bayarin!" ucap Rania kepada Salsa dan Dewi. Dewi menatap Rania tidak enak karena yang ia tau toko di dalam mall pasti harganya mahal-mahal dan kebanyakan toko bermerek semua. Berbeda dengan Salsa yang langsung mengiyakan ajakan Rania. Dia langsung mengangguk tanpa berfikir.

"kesempatan dapat gratis, jangan ditolak," ucapnya sambil menepuk bahu Dewi. Karena posisinya terhalang oleh Rania, tangannya ingin merangkul pun tidak sampai, jadi ia hanya bisa menepuknya ringan.

Sesampainya di mall, mereka benar-benar berkeliling dari lantai satu, dua, tiga, empat, hingga ke lantai lima. Setiap toko yang ada mereka masuki satu persatu. Saat ada barang yang menarik perhatian, langsung saja diambil. Bahkan untuk Dewi pun Rania dan Salsa membantunya mengambilkan barang tersebut. Mereka berdua paham, Dewi tidak akan mau membeli apapun kalau tidak dipaksa. Maka dari itu, setiap kali Dewi berhenti untuk melihat barang, Rania dan Salsa langsung mengambilnya untuk dibayar.

Tujuan akhir mereka di bioskop lantai lima. Rania ingin bersantai setelah lama tidak menonton film. Di dalam sana, Salsa duduk bersebelahan dengan Rania yang di tengah lalu Dewi.

Saat sedang menonton, Rania mendekat ke arah Salsa lalu berbisik-bisik. Setelah itu, Salsa melihat Rania dengan senyum di wajahnya sambil mengangguk-angguk. Lalu ia bangkit dari duduknya dan pergi keluar dari bioskop.

"Salsa kemana?" tanya Dewi yang penasaran saat melihatnya pergi.

"ke kamar mandi katanya."

"loh tadi katanya nggak kebelet, lagi nonton malah pergi."

"sudah biarin saja, nih makan popcorn nya," ucap Rania sambil berbisik.

Dewi menurut saja dan lanjut menonton sambil makan popcorn yang dipegang oleh Rania. Begitu juga dengan Rania yang kembali menonton dengan begitu tenang.

Saat di pertengahan film, Salsa kembali lalu duduk kembali di kursinya dan memberikan jempol kepada Rania. Rania tersenyum kecil sambil mengangguk lalu mereka fokus menonton sampai film pun berakhir.

Setelah selesai berkeliling di mall, mereka memutuskan untuk pulang. Selain karena sudah puas, hari juga sudah gelap. Ditambah Gavin sudah menunggu di rumah Rania sejak lima belas menit yang lalu. Wajah asing dan usianya yang masih sangat muda, tentu saja menarik perhatian ayah dan ibunya.

"kamu temannya Rania?" tanya Hanum dengan penuh penasaran.

"iya om, tante."

Orang tua Rania saling bertatapan mata dengan pikiran yang sama. Mereka mengira putrinya selama ini memelihara pria muda di luaran sana. Bahkan hingga memanggilnya pulang ke rumah.

"kamu masih SMA?"

"iya om, kelas akhir, sedang persiapan ujian masuk universitas."

"Oooh," Bagaskara mengangguk-angguk lalu kembali menatap istrinya dan memberi isyarat untuk pergi ke dapur.

Hanum pergi ke dapur lalu keluar dengan membawa minuman dan camilan. Menghidangkannya di atas meja sambil tersenyum kikuk.

"silahkan diminum sambil menunggu Rania pulang."

"iya tante, terimakasih."

Setelah itu, keduanya meninggalkan Gavin di ruang tamu. Mereka pergi ke dapur dan berbisik-bisik tentang hubungan Gavin serta Rania.

"menurutmu dia benar-benar temannya?" tanya Hanum kepada sang suami.

"pasti temannya kan? walaupun usianya terpaut jauh," jawaban dengan penuh keraguan itu meluncur dari bibir Bagaskara. Ia pun berharap bahwa pemuda itu memang sekedar teman bagi Rania.

"tapi kalau Rania memang suka ya tidak apa-apa lah, yang penting dia bahagia," ucap Hanum yang langsung dipelototi oleh sang suami.

Beberapa saat kemudian, Rania pulang bersama dengan Salsa. Sesampainya di rumah, Rania langsung diseret oleh ayah dan ibunya ke dapur. Ia merasa kebingungan dengan sikap kedua orang tuanya yang terasa aneh.

"jujur sama ayah, siapa dia sebenarnya?" tanya sang Ayah sambil menatap matanya secara langsung.

"apa dia yang buat kamu menjauh dari Arya?" Lanjut tanya sang ibu tanpa menunggu Rania menjawab pertanyaan sebelumnya.

"ayah ibu apaan sih? dia itu Gavin, sepupunya Salsa. Hari ini datang karena ada yang mau Rania tanyakan tentang coding, dia jago tau yah bu padahal masih SMA."

Ucapan bohong Rania dibalas anggukan oleh orang tuanya, meskipun raut wajah keduanya menunjukkan keraguan yang sangat kuat. Setelah itu, ia melepaskan diri dari genggaman orang tuanya. Berjalan ke ruang tamu dan mengajak Gavin serta Salsa untuk berpindah tempat.

"ke kamarku aja yuk," ajaknya yang langsung diiyakan oleh Gavin serta Salsa.

Sementara itu, kedua orang tuanya langsung melotot mendengar mereka malah mau masuk ke kamar Rania. Tapi apalah daya, mereka tidak bisa menghalangi putri mereka sendiri. Keduanya hanya bisa melihat tiga anak itu berjalan menuju lantai dua ke arah kamar Rania.

"waduh, gimana ini bu."

"katanya cuma teman loh yah."

"kamu percaya sama omongannya? teman mana yang datang malam-malam begini. Ayah juga baru pertama kali lihat anak ituu."

Dibalik wajah tenang orang tua Rania, keduanya sebenarnya sedang panik karena membawa pemuda asing langsung ke dalam kamarnya.

.

Di dalam kamar, Rania melirik ke arah Gavin lalu memberinya isyarat. Gavin mengeluarkan laptop dari dalam tasnya lalu tenggelam dalam dunianya sendiri. Ia duduk di kursi belajar Rania, sementara Rania dan Salsa duduk diam di tepi ranjang.

Setelah beberapa saat, Gavin akhirnya mengangkat kepalanya lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Rania dan Salsa. Ia memerintahkan keduanya untuk bergeser lalu dirinya membungkuk dengan tangan terulur ke bagian bawah ranjang. Meraba setiap permukaan kayu tersebut lalu berhenti ketika merasakan sebuah benda kecil di sana. Mengambilnya dan memperlihatkannya ke Rania serta Salsa.

"kamu dipantau dua puluh empat jam."

Seketika bulu kuduk mereka langsung merinding. Mengingat tentang banyak hal yang sudah ia katakan dan lakukan di bawah pengawasan orang lain membuat kepalanya pusing dan jantungnya berdebar. Kakinya terasa lemas dan mulutnya tidak bisa bicara apapun.

"nanti aku kasih kamu alat ini, ini bisa memblokir sinyal perangkat apapun. Setidaknya di sini kamu akan aman walaupun nggak bisa dapat sinyal buat HP," jelasnya sambil berjalan kembali ke kursi dan duduk di sana.

Lalu ia mengecek ponsel Rania namun tidak menemukan apapun. Setelah itu ia menyambungkan ponsel tersebut ke laptopnya dan tidak lama kemudian ditemukan sebuah aplikasi pelacak. Aplikasi yang begitu tersembunyi dan tidak bisa ditemukan oleh orang awam.

"aplikasinya mau dilepas atau tidak?" tanya Gavin kepada Rania.

Rania terlihat berfikir, lalu ia menggelengkan kepalanya. Kemudian Rania mengeluarkan paper bag kecil dari tasnya dan di dalamnya terdapat sebuah ponsel baru.

"tidak perlu dilepas, aku masih memiliki cadangan," ucapnya sambil tersenyum.

Ia hanya takut kalau aplikasinya dihapus, lalu Arya akan memasangkannya lagi. Tapi kalau dia tidak tau bahwa aplikasi tersebut sudah ketahuan, dia tidak akan mencurigainya sedikitpun.

"penyadapnya juga tidak perlu dibuang, kembalikan ke tempat sebelumnya saja," ucap Rania.

Dengan mengetahui dua hal itu saja sudah menjadi keuntungan untuknya. Prioritas sekarang adalah jangan membuat Arya curiga dan melakukan sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Ia harus bisa bertahan sampai wisuda. Tinggal menunggu skripsinya selesai, maka hubungannya dengan Arya pun selesai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!