Putu Saraswati, seorang gadis yang tidak pernah percaya dengan mistis, harus dihadapkan pada sebuah kenyataan menyakitkan, dimana sepupunya Kadek Dwi, harus mengalami sakit keras setelah acara Metatah dan pernikahan yang dilaksanakan secara bersamaan.
Segala upaya di lakukan, dari dokter dan juga dukun, tetapi tidak ada yang sanggup mengobatinya...
Bagaiamana kondisi Kadek Dwi, dan perjuangan Putu Saraswati dalam mengungkap teror yang menimpa keluarga dan juga warga desanya...
ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tebusan Di Pura Dalem
Nyoman Sari mengambil sesajen yang akan ia bawa ke Pura Dalem. Ia harus melakukan melukat, demi menebus jiwa Dwi yang sudah terikat di altar Dewa Durga.
Ia membawa pejati banten sebagai persembahan agar kiranya jiwa Dwi yang diganggu oleh niskala (hal ghaib) di bebaskan.
Di dalam pejati, ia membawa Daksina yanv ia persembahkan kepada Dewa Brahmana, dan terdiri kelapa gading, telur bebek, beras, benang tukelan, uang kepeng (uang kertas)dan lainnya.
Di dalam tamas atau besek, tertata juga sesaji peras yang merupakan simbol Dewa Iswara, dan berisi nasi tumpeng dua buah, lauk pauk, dan sebagainya.
Kemudian ada sesajen Ajuman, yang merupakan simbol Dewa Mahadewa, dan berisi nasi penek dua buah, serta buah-buahan.
Sedangkan sesajen ketupat berisi enam buah yang di lengkapi dengan kacang dan juga serundeng di simbolkan sebagai Dewa Wisnu.
Ia menata semua persembahan dengan hatinya yang hancur, tetapi penuh harapan..
Sedangkan Putu Angga membawa kambing saru ekor, sebagai persembahan pelengkap, yang menjadi simbol keikhlasan.
Tak lupa sesajen canang sari yang merupakan hal tak boleh di lupakan.
Dwi terlihat seperti orang linglung, dan Kadek Satya mencoba membimbingnya masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Saraswati yang sudah kehilangan ingatannya, kini ikut dengan Komang shinta, dan juga Kadek Dharma untuk mengikuti acara ritual tersebut. Sedangkan Kadek Satya memilih untuk beralasan ke sedang ada pekerjaan.
Canang Sari: Persembahan doa harian.
Bungkak Nyuh Gading (Kelapa Muda Kuning): Sering digunakan khusus untuk sarana nunas tamba (air obat) atau penyucian.
Banten Guru Piduka: Dibawa jika diyakini penyakit tersebut timbul akibat salah ucap atau melanggar suatu tempat/aturan. [1, 2, 3, 4]
Prosesi dan Hal yang Dilakukan
Saat tiba di pura untuk tujuan pengobatan, rangkaian prosesi yang dilakukan meliputi:
Menghubungi Pemangku: Sangat disarankan untuk melapor atau meminta bantuan Jro Mangku setempat untuk memandu persembahyangan dan nunas tirta. [1]
Matur Piuning: Melakukan persembahyangan dengan menghaturkan sesajen dan memberitahukan maksud kedatangan, serta memohon kesembuhan. [1]
Nunas Tirta dan Tamba: Memohon air suci atau sarana penawar yang sudah didoakan oleh pemangku, yang biasanya dipercikkan ke tubuh, diminum, atau digunakan untuk mandi/membasuh m
Jro Mangku naruh sesajen gede di natah rumah. tanah, asap menyan ngebul. Dia komat-kamit, narik benang gaib yang ngiket sukma Dwi di Pura Dalem.
“Aku nggak nebus jiwanya. Aku cuma ngulur,” bisik Jro Mangku ke Kadek Satya. “Kajeng Kliwon ditunda. Tapi harganya mahal.”
Jam 00:00 lewat. Dwi yang tadinya ngigau, tiba-tiba narik napas panjang. Matanya bening.
“Bli...” lirih. Suaranya Dwi, bukan “yang lain”.
Kadek Satya nangis. “Dwi, kamu inget aku?”
Dwi angguk lemah. “Laper...”
Sejak malam itu, Dwi bisa makan. Bisa kena matahari tanpa kulit kebakar. Tes darah tetap normal. Dokter bingung, tapi keluarga lega.
Cuma satu: tiap purnama, Dwi mimisan. Dan di altar Pura Dalem, benang jiwa yang diikat Jro Mangku makin tipis, merah kayak bara. Leak belum nyerah.
Karena bagaimanapun Saraswati anaknya.. 🤧
hadeh punya bapak kok bisa ya memlilih kasta dr anak
aq bgg deh
gila ya hany kasta yg di pandang nya gemblung
kyk keturunan ningrat ya kek gtu
tp skrg udah g sih hehehehe
kmaren akun yg dulu khapus. 😌
hadeh smownkapan itu akan berkahir kasiham saras
Kayaknya Wayan Ratri nggak akan berhenti, sebelum mendapatkan apa yang ia mau.. 😌
masa iya air lebih kental dr darah
weeh piye iki
ada ya pepatah mantan anak
ini gila deh