NovelToon NovelToon
Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dydy_ailee

Ini adalah cerita perjuangan seorang pria berandal yang tak tahu kemana arah tujuan hidupnya. Yang ia tahu hanyalah kekayaan, popularitas dan duniawi. Dia adalah Adhitama Elvan Syahreza ( Elvan). Dia juga suka menebarkan cinta kepada siapa saja, yang dia kehendaki untuk menjadi kekasihnya. Alias playboy kelas kakap. Lalu Elvan mendapatkan tantangan dari temannya untuk meluluhkan hati seorang gadis, di luar kriterianya. Lebih tepatnya gadis berhijab. Karena semua gadis yang telah Elvan jadikan pacar, tentunya gadis seksi dengan lekuk tubuh indah yang sengaja di pamerkan.

Hingga akhirnya ia menganggu seorang gadis muslim berhijab di kampusnya. Gadis yang cantik, ceria, periang, pemberani namun tetap memiliki kesan anggun. Dia adalah Alia Fahia Ghazala.

Apakah Elvan bisa mendapatkan cinta Alia? Atau justru Alia menolaknya mentah-mentah? atau mungkin saja mereka akan saling jatuh cinta? namun bagaimana jika Alia tahu, bahwa Elvan mendapatkannya hanya untuk taruhan saja?

Sedangkan Alia sebenarnya adalah seseorang yang telah di siapkan untuk mendampingi Elvan.

Lalu bagaimana kisah cinta mereka akan berjalan ???

Sebuah kisah romantis, komedi, perjuangan dan nilai kehidupan yang berbalut islami.

Inilah karya ke-3 ku untuk sobat reader semua, semoga kalian suka ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 18 Masjid

Elvan menuruti keinginan Alia, akhirnya ia membawa mobil elf. Ia sengaja menyewakan mobil elf untuk mereka. Rendra pun sudah ada disana membantu Alia memasukkan semua barang-barang ke dalam mobil. Alia tersenyum melihat Elvan yang benar-benar membawa mobil elf untuknya. Setelah selesai, memasukkan semua barang, mereka siap untuk berangkat.

"Terus, siapa yang mau nyetir nih?" tanya Elvan.

"Aku aja nggak apa-apa. Al, nanti kamu di depan tunjukkin jalannya ya." Sahut Rendra.

''Oke." Jawab Alia dengan senyum manisnya.

''Nggak bisa!" sahut Leon dengan lantang.

"Semua cewek duduk di bangku tengah. Gue sama Leon di belakang. Dan Elvan di depan sama Rendra. Kalian kan bukan muhrim. Enak aja mau deket-deketan." Kata Fandi.

''Oke. Tidak masalah kok. Elvan, nanti gantian nyetir ya.'' Kata Fandi.

"Nggak janji deh.'' Singkat Elvan.

''Jangan gitu dong, El. Kamu harus gantian.'' Kata Alia.

''Ya, gue kan udah nyewain mobil. Ya ogah lah kalau di suruh nyetir.'' Ketus Elvan.

''Udah-udah, ayo naik. Keburu siang. Aku aja nggak apa-apa.'' Kata Rendra yang mencoba mengalah. Mereka semua segera masuk ke dalam mobil dan siap menuju panti asuhan. Di dalam mobil, Rendra, Alia, Rani dan Diana asyik bersholawat. Sementara Leon dan Fandi, menyumpal telinga mereka dengan headset sembari tidur. Maklum saja mereka mereka selalu pulang dini hari hampir setiap hari. Sementara Elvan hanya diam sembari fokus menatap jalanan. Namun saat melewati sebuah jalan tikungan tajam dengan jurang di bawahnya, membuat Elvan panik. Keringat dinginnya muali keluar.

''Apa tidak ada jalan lain?" tanya Elvan dengan panik.

''Tidak ada, El. Ini jalur alternatifnya. Karena panti asuhannya memamg terletak di desa dekat pegunungan. Sebentar lagi juga turun kok jalananannya. Memangnya kenapa? mual?'' kata Alia.

''Nggak apa-apa.'' Singkat Elvan. Elvan memilih menyandarkan kepalanya pada headrest bangku mobil. Lalu ia memejamkan matanya. Melewati jalanan seperti itu, membuat Elvan teringat kecelakaannya bersama Mamanya. Trauma yang ia alami belum juga hilang.

''Ampun deh, dua orang di belakang ini anteng banget. Mereka bisa juga naik mobil kayak gini." Kata Rani sambil menoleh kebelakang, melihat Leon dan Fandi tertidur pulas. Bahkan Fandi dan Leon tetap tenang saat mereka melewati jalanan yang penuh batu.

''Ren, hati-hati ya. Kalau kamu capek, kita istirahat sebentar.'' Kata Alia pada Rendra.

''Iya, Al. Kamu tenang aja ya.'' Jawab Rendra dengan lembut.

''Nanti kalau ada mushola atau masjid kita istirahat sebentar. Soalnya sebentar lagi waktunya sholat dzuhur.'' Kata Alia.

''Siap, Bu Alia!" Jawab Rendra dengan senyum manisnya. Akhirnya Rendra berhenti di sebuah masjid karena adzan dzuhur sudah berkumandang. Rendra segera turun dari mobilnya. Di susul oleh Rani dan Diana. Sementara Fandi dan Leon masih tertidur pulas. Elvan sedari tadi menahan rasa gelisah sembari memejamkan matanya. Ia kembali teringat peristiwa buruk yang di alami oleh ia dan Mamanya dulu. Sedangkan Alia sibuk mencari mukena dalam tasnya namun mukenanya belum ketemu juga.

"Mama!" teriak Elvan yang membuat Alia tersentak kaget. Elvan membuka matanya, keringat dingin mengucur di wajahnya, jantungnya berdegup kencang dan nafasnya pun terengah.

"Elvan, kamu nggak apa-apa?" tanya Alia.

"Ngg-nggak apa-apa kok. Kita sudah nyampai ya?" tanya Elvan yang berusaha menyembunyikan perasaan traumanya.

''Belum. Kita mau sholat dzhuhur dulu. Lebih baik ayo kita sholat dulu." Ajak Alia. Elvan lalu keluar dari mobil. Ia membasuh wajahnya dengan kedua tangannya. Alia lalu menyusul keluar dan membiarkan Fandi dan juga Leon di dalam mobil.

''Kenapa sih dia? udah dua kali aku pergokin dia mengigau dan memanggil Mamanya. Sebenarnya Elvan kenapa? wajahnya begitu geliasah dan tak seperti biasanya." Gumam Alia dalam hati.

''Aku lupa caranya sholat." Celetuk Elvan.

''Ya nanti kamu ikutin Rendra aja. Nanti biar Rendra yang jadi imam. Aku wudhu dulu ya." Alia lalu menuju tempat wudhu wanita dan Elvan menuju tempat wudhu pria. Elvan pun bahkan lupa caranya berwudhu dan alhasil ia berwudhu seingatnya saja. Selesai berwudhu Alia segera masuk ke dalam masjid. Rendra pun memimpin sebagai imam. Elvan bingung, apa yang harus ia lakukan. Ia lalu berdiri di belakang Rendra. Rendra begitu khusyuk memimpin sholat saat itu. Sesekali Elvan melirik ke arah Rendra yang ada di hadapannya. Ia benar-benar lupa bagaimana gerakan sholat. Sejak Mamanya meninggal, ia benar-benar telah jauh dari Tuhan. Padahal sebelumnya, ia termasuk anak yang sangat taat. Fandi dan Leon baru saja bangun, ia terkejut karena di dalam mobil tidak ada orang sama sekali selain mereka.

''Le, mana mereka?" tanya Fandi.

''Emang udah nyampek? kok kita nggak di bangunin?" kata Leon. Fandi dan Leon lalu melepasakan headset mereka.

''Ayo kita turun dan susul mereka." Ajak Fandi. Mereka lalu segera keluar dari mobil. Baru saja turun dari mobil, mereka mendapati Alia, Elvan, Rendra, Rani dan Diana keluar dari masjid.

''Udah bangun kalian? kalau mau sholat, kita tunggu." Kata Alia.

''Ah, nggak ah. Nanti aja sholatnya." Kata Leon sambil menggaruk tengkuknya.

''Iya, aku capek nih. Masih ngantuk." Timpal Fandi sambil menguap.

''Segeralah sholat sebelum kita di sholatkan. Jangan di tunda, kita tidak tahu kapan kita akan di panggil. Karena kematian tidak bisa di tunda. Setidaknya saat Tuhan mengambil kita, kita masih punya sedikit tabungan amal ibadah untuk kita bawa. Daripada tidak sama sekali.'' Kata Alia.

''Iya, Ustadzah. Kita sholat." Kata Leon sambil menarik lengan Fandi menuju masjid. Sementara Alia tersenyum melihat tingkah konyol mereka berdua.

''Ya udah ayo kita masuk ke mobil sambil nunggu mereka." Ajak Rendra.

''Gue disini aja nunggu mereka." Sahut Elvan.

''Oke." Jawab Rendra. Rendra bersama Alia, Rani dan Diana segera menuju mobil. Elvan lalu menuju teras masjid sambil menunggu kedua sahabatnya. Elvan duduk sejenak dan merasakan hembusan angin yang sejuk. Elvan tiba-tiba merasakan hatinya begitu tenang. Ia tak pernah merasa setenang ini. Sudah lama ia tidak merasakan ketenangan seperti ini. Mata Elvan lalu tertuju pada seorang kakek tua renta, yang berjalan menuju masjid. Kakek itu membawa tongkat untuk membantunya berjalan. Namun Kakek itu merasa kesulitan saat akan menaiki teras masjid. Karena untuk masuk teras masjid ada tangga yang harus di lewati. Hati Elvan tergerak untuk membantunya.

''Kek, mari saya bantu." Kata Elvan.

''Terima kasih ya, Nak." Kata Kakek tua tersebut.

"Kakek kenapa tidak sholat di rumah saja?" kata Elvan sambil menuntuk Kakek tua itu.

''Kakek sudah terbiasa sholat di masjid. Apalagi bisa berjamaah, pahalanya berkali lipat. Lagian rumah Kakek dekat sini. Nak, selagi Kakek mampu dan sanggup pasti akan melakukannya. Karena berada di rumah Allah, membuat hati Kakek lebih tenang. Di usia seperti Kakek tidak ada hal yang lebih penting selain mendekatkan diri kepada Allah." Kata Kakek tua itu. Ucapan Kakek itu seolah menampar keras Elvan.

''Sudah sampai, Kek. Silahkan kalau Kakek mau sholat."

"Terima kasih ya, Nak. Kamu sudah sholat?"

"Sudah, Kek. Saya sedang menunggu dua teman saya.''

''Oh, baiklah. Kakek sholat dulu ya. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam.'' Jawab Elvan. Ternyata dari dalam mobil, Alia melihat itu semua. Saat ia menoleh keluar jendela, tak sengaja ia melihat Elvan membantu Kakek tua itu. Melihat hal baik yang di lakukan oleh Elvan, membuat Alia tersenyum. Tak lama kemudian Fandi dan Leon muncul.

''Woi, nglamun apa lo!" seru Leon sambil menepuk pundak Elvan. Elvan pun terkejut. Karena sedari tadi ia memang sedang melamun. Suasana hatinya campur aduk.

''Ngagetin aja sih! Ayo ke mobil! Mereka sudah lama nungguin kita." Ketus Elvan sembari berlalu menuju mobil. Fandi dan Leon saling menatap heran.

...Maaf ya baru upload, hehehe... Jangan lupa buat like, komen dan vote ya, makasih 🙏🙏🙏...

1
Neni aja
walaupun ceritanya remaja suka ,karya dydy g pernah gagal selalu bikin ketagihan 😍
Whatea Sala
Elvan kok kaget klu Tama berteman dengan Samir,kan sudah di ceritakan sama Samir bahwa mereka berlima berteman,Nita..Maya..Elise..Tama..Samir, atau saya yang lupa🤔🤔
Whatea Sala
Banyak tingkah sih..emang siapa yang mau merubah Elvan klu bukan dirinya sendiri,biar kapok si Elvan,klu bisa koma setahun terus sadar dan berubah menjadi baik.kesellll...
Whatea Sala
Dasar geng ghibah..🤣🤣
Whatea Sala
Dasar pada gak punya otak,gak punya malu,kasihan ibumu klu tau kelakuan anaknya.mbok ya mikir klu kalian lahir dari seorang wanita,jadi hargai dan hormati yang nama nya perempuan.
Yani Chyni
Buruk
Muhammad Alfan
❤️❤️❤️👍👍👍💪💪💪
Muhammad Alfan
wah keten ceritanya ..pas baca langsung suka ..makasih mba othor yg udah bikin cerita bagus ..semangat
Emir Zuhdi
💜💜💜💜💜💜
uswah
Masya Allah
Yani
Alua ngusir Rlvan 😊
Yani
Kapan Elvan sadarnya
Yani
Elvan cemburu
Yani
Suka adik kakak rukun
Anna Susiana
ceritanya bagus kak, terima kasih
Yani
Ya.ampun Elvan semoga kamu cepat sadar dengan kelakuan burukmu
Yani
Wow...panas-panas mana kipas" 😁🤭
Yani
Pandi dan Leo tembak langsung tanoa basa- basi untuk niat baik
Yani
Bahagia selalu Alya dan Elvan
Yani
Semoga aja Kinar menjadi anak yang baik setelah satu kelas dengan Andta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!