NovelToon NovelToon
A Moment In The Past

A Moment In The Past

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Militer / Time Travel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yosie Pietrina

Seasson 1
Karina Kim seorang dokter muda spesialis bedah anak yang hidup pada tahun 2020. Karina memiliki tunangan yang sangat mencintainya sejak Karina masih kecil bernama dr Steve Emanuel Rumengkang

Pada suatu hari Karina mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya terjebak hidup di tahun 1948, tahun dimana kondisi Indonesia masih penuh peperangan dengan VOC dan para pemberontak yang merongrong kemerdekaan Indonesia. Di saat itulah Karina bertemu seorang kapten muda bernama William Putera Simorangkir, yang merupakan salah satu pahlawan Nasional idola Karina waktu kecil.

Bisakah Karina memilih tunangannya atau kapten idolanya?

Seasson 2 A Moment I Fight For You
Disini menceritakan kisah perjuangan dr Steve Emanuel Rumengkang yang mempertahankan istri keduanya Catherine Rose Sutedja yang telah dia sakiti karena Steve belum bisa melupakan istri pertamanya Karina Kim yang sudah meninggal 14tatahun yang lalu

Bisakah kali ini Steve tidak kehilangan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yosie Pietrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 Kematian di Depan Mata

Setelah semua pasien selesai diperiksa, Karina menarik tangan keatas dengan gerakan stretching, sambil melakukan gerakan melemaskan badan, karena sudah praktek dari pagi sampe jam 14.30, operasi juga, badan Karina terasa capek sekali. Baru di tengah-tengah gerakan tiba-tiba pintu dibuka suster Rini sambil terdengar teriakan cempreng Bayu " Doktelllll Kaliiin!!!!"

"Eeeeeeeh Monyeeet...eeeh monyet "latah dr Karina karena kaget sambil pasang muka mringis, karena merasa malu sama suster Rini, Bayu dan bu Ahmad.

"Hallo anak ganteng....gimana masih sakit ehmmm sayang??"tanya Karina sambil berjongkok sehingga setinggi Bayu, sambil noel-noel pipi cubby Bayu.

"Hihihi, Bayu udah sembuh dok, ibu ngajak kesini kalena obatnya abis." kata Bayu sambil terkikik.

" Mari bu duduk dulu, saya periksa Bayu, ayoo sayang diperiksa dulu ya!" kata Karin sambil menggendong Bayu dan menaruh di kasur periksa, lalu memeriksa pernafasan Bayu dan memulai terapi akunpunktur kepada Bayu.

Setelah selesai memeriksa tiba-tiba suster Tina berlari masuk, "Dokter buruan berkumpul, banyak korban serangan pemberontak Muso berdatangan, kondisi kota darurat dokter!!!" teriak suster Tina sambil ngos-ngosan sehabis lari.

"Baik, suster Rini bawa Bayu dan ibu Ahmad di ruang para dokter, ibu ikuti suster Rini ya!!!

kata Karina sambil menyambar peralatannya dan lari bersama suster Tina.

Saat mereka sampai didepan lobi rumah sakit terlihat banyak sekali para prajurit, dan penduduk yang terluka, saat terbengong, Karina merasa ada tangan yang meremas tangannya "Jangan kuatir Rin, kakak disini, ayo kita lawan bersama phobiamu." kata Mike sambil memakaikan jaket hoddie ke tubuh Karina dan mulai menarik Karina untuk mulai menangani para pasien yang berdatangan terus menerus.

Seumur-umur baru kali ini Karina melihat begitu banyak pasien dimana kebanyakan mengalami luka tertembak, ato terluka, meski pada awalnya Karina mengalami serangan panik, tetapi setelah berusaha beradaptasi, Karina sudah bisa menolong banyak pasien, bahkan jaket Hoddienya sudah ia lepas karena kepanasan meski tetap memakai sarung tangan, dan dia harus melakukan beberapa operasi untuk menyelamatkan banyak pasien. " Bagus Rin, aku yakin kamu bisa lama-lama sembuh dari phobiamu, mungkin inilah hadiah dari Tuhan untukmu, Terimakasih Tuhan." ucap Mike dalam hati saat dia mengawasi Karina dari jauh.

"Apa kamu sudah gila Rin!!! sudah kakak bilang jangan gunakan ilmumu untuk masa sekarang!!!!" bentak Mike setelah Mike menarik Karina menjauh dari ruang selasar Lobi yang penuh pasien karena bangsal-bangsal sudah penuh, mereka berada di taman rs.

"Kalo aku tidak melakukan laparatomy pendarahan itu tidak berhenti, pelurunya menembus livernya, itu pasien mengalami vulnus schlopetorum (luka tembak) dan vulnus ictum (luka tikam), kak kita dokter sudah menjadi kewajiban kita berusaha menyembuhkan pasien, tidak membiarkan mereka mati begitu saja didepan mata kita kak, lagipula aku bisa dan tau caranya." jawab Karina sambil menangis

"Kak baru ini aku melihat banyak kematian di depan mataku, karena kurang adanya alat,obat dan ilmu modern, aku tidak bisa kak melihat lagi, makanya aku berusaha menolong, apa aku salah kak?" suara Karina semakin serak karena menangis.

"Itu salah untuk jaman sekarang, ilmumu dianggap malpraktik, ilmu modern belum ditemukan, jika kamu menggunakan itu berubah lingkaran takdir dan akan merubah masa depan, ingat kamu ke jaman ini hanya melihat, tidak boleh merubah dan merusak jalan takdir seorang ingat itu, apabila mereka mati biarkan mereka mati, itu sudah takdir kita, kita hanya melakukan operasi mengeluarkan peluru, dan menjahit luka itu saja ingaaat Rin." perintah Mike tegas.

"Tenangkan pikiranmu di sini, aku kembali lagi ke sana, kelihatannya sudah berhenti yang berdatangan, nanti setelah selesai susul kakak di depan, kita jaga malam kalo nantinya ada serangan lagi." kata Mike sambil membelai kepala Karina.

Sepeninggal Mike, Karina masih duduk di bangku, meski sudah tidak menangis, Karina masih sedih dan masih mengeluarkan air matanya, tiba-tiba.....

"Rin kamu baik-baik saja??" sapa pria tersebut yang membuat Karina terkaget.

"Maaaas......

°°°°

Sampai disini dulu ya, sudah mengantuk😁

Btw itu mas siapa ya????

Hayooo tebak, itu Angga atau Willy???

tinggalkan jejak ya teman🙏 gumawo🙏😘😘😘

1
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍💪💪💪
bimbim
cerita ini bagus banget . di cerita ini seperti sebuah mimpi kisah cinta impian para wanita .
pikudewi: makasih kak sayang🥰😘😘😘
total 1 replies
R yuyun Saribanon
emang nya da ya di lobby RS.. musik live.. kaya di hotel aja.... masuk akal lah ealau cuman cerita fiktif
Enung Yani
pangestu bukan saestu
R yuyun Saribanon
ko ceritanya lompat2 ya
Sulati Cus
baca ini kok bikin termehek-mehek
pikudewi: makasih ya kak🙏
total 1 replies
R yuyun Saribanon
Bingung saya
Mandy
sukaaaa banget
Bb
baru prolog udah keren
pikudewi
👍👍👍
pawon Ibuk
suka lo imajinasinya author😘
pawon Ibuk
ternyata pura² aja jadi cewek lembut
pawon Ibuk
thor,koreksi klo aku salah ya. penyedia darah selain rs ada PMI,yg bener PMI apa PMR?
pikudewi: pmi kak salah ketik hihihi makasih ya🙏🙏
total 1 replies
pawon Ibuk
salfok visualnya putri🙏
pikudewi: 😁😁hehehe
total 1 replies
Rika_Faris
dalam keadaan seperti ini saya kasihan dgn steve, di saat steve bgtu setia menunggu karin sadar sampe g berurus, sementara karin dgn egoisnya lebih mementingkan kebahagiannya sendiri
pikudewi: steve nanti dapat jodoh yang lebih baik kok dear, don't worry yang jelas sangat mencintai Steve😁
total 1 replies
Rika_Faris
steve - karin

cintanya steve udh terbukti dengan menunggu karin sadar dr koma selama 2 tahun
Rika_Faris
agak kesal sama karina, padahal dokter steve udh cinta mati sama dia, sampe dalam kondisi koma berbulan2 pun masih mendampingi dan dijadikan istri, sementara karina dgn egoisnya memilih tinggal di masa lalu dgn alasan pengen merasakan punya keluarga, toh dokter steve juga keluarganya masih lengkap
Rika_Faris
eh... bukannya aturan di zaman ini g boleh merubah cerita yg harusnya terjadi ya??
kalo karin nikah sama wili pastinya takdirnya berubah dink, seharusnya kan tetap nikah sm rukmini
Rika_Faris
masih tahun 2020 ya padahal udh 1 tahun berlalu
Rika_Faris
eh... karenanya habis bersentuhan sama copet tu... apa g kambuh ya pobia nya???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!