NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: tamat
Genre:Pembantu / Single Mom / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anna

“Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali”

Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriarki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak dicintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi—majikan tempatnya bekerja.

Namun, kisah cinta Ana dan Huang Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Huang

Mobil sedan putih membawa Ana pada perjalanan untuk kedua kalinya. Menyusuri daerah yang kembali asing. Sepanjang jalan pegunungan menjulang tinggi bak pengganti gedung pencakar langit yang selama ini jadi pemandangannya.

Suasana pedesaan tergambar lewat sungai kecil di kaki bukit, aroma daun padi yang masih menghijau, tanpa riuh kendaraan dan debu jalanan.

Matahari hampir tergelincir di barat saat mobil sedan itu memasuki pelataran sebuah rumah yang berdiri megah di antara hamparan sawah. Sebuah daerah kecil di pinggiran kota. Hemei, Changhua.

“Kita sudah sampai di rumah majikan kamu yang baru. Sudah ada satu pembantu di sana, nanti kamu kenalan aja dan banyak tanya ke dia,” ujar sang penerjemah sebelum mereka turun dari mobil.

“Baik, Ce,” sahut Ana pelan.

Ada sedikit ketakutan di hati Ibu tiga anak itu, saat pertama kali diberi job tasao atau bersih-bersih. Di samping lebih melelahkan, majikan orang kaya terbilang lebih cerewet dan teliti. Terlebih sudah ada satu pembantu lama, persaingan kerja atau parahnya suka cari muka bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan ketika bekerja.

Ana mencoba menepis semua pikiran buruk itu, dengan langkah mantap ia mengikuti penerjemah yang berjalan di depannya.

Dari pintu samping rumah megah itu, muncul seorang wanita paruh baya, usianya sekitar lima puluh tahunan juga seorang gadis manis yang melambaikan tangan di belakangnya. Ana tersenyum tipis sambil menundukkan badan—tanda sapaan hormat.

Wanita paruh baya itu kemudian membawa Ana dan sang penerjemah ke teras paviliun yang ada di sisi kiri rumah utama.

“Sudah berapa lama dia kerja di sini?” tanya wanita paruh baya itu.

“Dia sudah dua tahun, tapi bahasanya masih sedikit kaku karena awal dia menjaga lansia yang tidak banyak bicara dan jarang keluar rumah,” jelas si penerjemah. “Kamu perkenalkan diri, biar Nyonya denger kamu ngomong,” perintah penerjemah, kemudian.

Ana pun berdiri mengambil sikap sempurna, lalu mulai memperkenalkan diri. “Nama saya Ana, usia saya tiga puluh tiga tahun, ehm …,” Ana menjeda perkenalannya, menoleh sekilas ke arah sang penerjemah seolah bertanya apalagi yang harus ia perkenalkan.

Melihat itu si wanita paruh baya mengangguk samar sambil mempersilahkan Ana duduk kembali.

“Nama dan usia saja sudah cukup,” ucapnya kemudian. “Saya Ayi Ling, yang bertanggung jawab dengan semua yang ada di rumah ini. Kamu nanti ada teman kerja di sini, saya sudah bagi tugas kamu dengan dia, jadi kedepannya jangan berantam, kalo ada apa-apa bicarakan baik-baik,” imbuh Ayi Ling.

Ana menunduk penuh hormat seraya menjawab dengan nada sopan. “Baik, Ayi.”

“Sepertinya dia sangat rajin dan tidak suka aneh-aneh?” tanya Ayi Ling pada penerjemah yang sibuk menyiapkan berkas-berkas milik Ana.

“Kalau yang ini dijamin baik anaknya Nyonya, selama dua tahun kerja di majikan lama saja nggak pernah ngeluh, nggak ribut minta libur juga, padahal pasiennya super cerewet dan kerjanya capek,” jawab penerjemah, lalu menyodorkan beberapa lembar surat ke meja.

“Tanda tangan dulu, Mbak,” lanjutnya meminta Ana untuk menandatangani berkas-berkas miliknya, disusul Ayi Ling yang juga memberi cap di berkas yang sama.

Tak selang berapa lama, gadis yang melambaikan tangan di awal tadi keluar dari rumah utama, wajahnya ceria dengan lesung pipi dan rambut ekor kuda. “Hai Ce,” sapa gadis itu—Citra namanya atau di rumah itu dia di panggil Cita. “Bawa oleh-oleh apa buat saya,” selorohnya kepada penerjemah.

“Cece bawakan teman baru. Kamu jangan ajak ribut kaya yang kemarin lo,” sahut Cece penerjemah.

Cita nyengir kuda sambil mengacungkan dua jempolnya. “Iya, Ce. Asal sesama indo pasti aman karena enak diajak kompromi, yang kemarin itu udah nggak bisa bahasa, ngeyelan lagi, mana kalo telponan kaya orang ngajak berantem, kan pusing saya,” jelas Cita.

Penerjemah itu tertawa kecil sambil membereskan berkas di meja, beberapa lembar ia masukkan di map miliknya beberapa lagi ia berikan pada Ayi Ling dengan map warna biru tua.

Ia kemudian berpamitan, tidak lupa memberi sedikit wejangan untuk Ana dan Citra. “Ya sudah, Cece pamit dulu. Kalian baik-baik kerja, kalau ada apa-apa telepon Cece,” penerjemah itu kemudian berpamitan pada Ayi Ling. “Nyonya saya pamit, kalau ada yang kurang bisa langsung hubungi saya, atau tegur saja tidak apa-apa,” imbuhnya, lalu memberi hormat dan beranjak pergi.

Kecanggungan sesaat menguasai pikiran Ana, namun segera tertepis oleh polah Citra yang dengan suara di buat-buat menirukan kembali ucapan si penerjemah.

“Kalau ada apa-apa telpon Cece! Gayanya … giliran TKW-nya telepon bener nanggepinnya berhari-hari,” ocehnya, lalu menoleh ke arah Ana sambil meringis kuda. “Iya nggak Ce,” imbuhnya meminta suara.

Ana menanggapinya dengan senyum tipis, lalu berujar pelan. “Panggil Kakak saja, jangan Cece. Kak An.”

Dih, Mbak-mbak TKW pada berlomba minta di panggil Cece ini malah maunya dipanggil Kak, baiklah Kak An, Aku Cita nggak pake Citata. Namaku aslinya Citra, tapi di ganti Cita, mana nggak dibikinin bubur merah dulu lagi,” oceh Cita dengan nada bercanda.

Melihat Cita yang terus mengoceh, Ayi Ling dengan ringan menoyor kepala gadis itu, tentu saja hanya bercanda bukan karena marah. Wanita paruh baya itu lalu meminta Citra untuk membawakan koper Ana ke dalam kamar, sedang Ana di bawa masuk ke rumah utama untuk di beri tau apa saja pekerjaannya.

Ana langsung dibawa menuju lantai 2, lokasi yang akan menemani hari-harinya. Ia bertanggung jawab membersihkan segala debu dan kotoran yang ada di ruangan itu, ditambah dua ruangan di lantai satu—ruang keluarga dan ruang tamu.

Sedangkan si bocah ceria dengan senyum khas nyengir kuda, bertanggung jawab di lantai 3, laundry dan area dapur. Beruntungnya mereka terbebas dari tugas memasak, karena rumah megah itu sudah memiliki juru masak sendiri, Ayi Jung namanya.

Berbeda dengan Ayi Ling yang menyambut dengan sangat ramah, Ayi Jung terlihat sedikit lebih galak dan judes, terbukti saat Ana berniat inisiatif membantu membereskan meja ia langsung mendapat bentakan, meski baru menginjakkan kaki di dapur itu kurang dari sepuluh menit.

“Tidak usah dibantu, kamu liatin aja, kalau dia suruh baru kerjakan,” ucap Ayi Ling saat melihat raut Ana yang berubah pias begitu mendapat bentakan dari Ayi Jung.

Ana mengangguk pelan sambil terus memperhatikan Ayi Jung yang sibuk menyiapkan makan malam. Tidak butuh waktu lama untuknya beradaptasi dengan wanita yang usianya lebih muda dari Ayi Ling, terbukti ia sudah mampu mengikuti perintah yang diberikan sang juru masak selama berdiri di dapur, meski berulang kali mengelus dada.

Pukul tujuh malam, makan malam keluarga itu di mulai. Tidak banyak orang yang duduk di meja makan rumah itu, Hanya Ayi Ling dan suaminya, Ayi Jung, dan seorang wanita paruh baya yang sedikit lebih muda dari Ayi Ling—Nyonya utama rumah itu, Nyonya Huang Shu Jhin dan satu laki-laki muda berusia sekitar tiga puluh lima tahunan.

Tuan Huang Lhi.

Bersambung.

1
Muhammad Arifin
❤️❤️❤️❤️❤️
Muhammad Arifin
❤️❤️❤️❤️
Muhammad Arifin
ojok goblok Nompo Roy....
awas 👊🏻
Muhammad Arifin
saran ya .... jgn masukkan unsur agama jika jln ceritanya begini terkesan ana murahan.apalagi ana memakai jilbab, stigma orang berjilbab JD buruk.
Anna: Terima kasih sarannya, Kak.
Tapi mohon maaf, saya tidak setuju Anda mengatakan stigma orang berhijab jadi buruk hanya karena penggambaran tokoh Ana. Banyak kok penggambaran cerita wanita muslimah kelakuan bejat, bahkan di dunia nyata contohnya juga ada.
Tapi, apapun pendapat Anda, terima kasih sudah sudi mampir di karya sederhana saya, dan semoga Anda membaca hingga selesai, siapa tau pola pikir Anda tentang Ana sedikit berubah. 🙏
total 1 replies
Muhammad Arifin
semangat kak buat terus menulis 🔥🔥🔥
Anna: Terima kasih suport nya, Kak. 🫶
total 1 replies
tuti raniati
Terimakasih Thor ceritanya sangat bagus, perjuangan seorang ibu bagi anak-anaknya yang penuh pengorbanan menyentuh sekali membacanya, sukses selalu Thor teruslah berkarya
Nurgusnawati Nunung
ceritanya bagusss
Anna: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah.. bagus ceritanya..
semangat thor untuk selalu berkarya. sehat selalu
Anna: Amin, mkasih banyak kak.
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Bagus ya jalan ceritanya... Author the beast
Anna: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
untung mertuanya baik..
Anna: lebih ke mengerti keadaan.
total 1 replies
Moch Sholeh
dahh,ngk tau lah Thor mau komen apa,, tapi yg pasti ini cerita* TOP MARKOTOP* semangat terus berkarya 👍
Anna: Makasih suport nya, Kak. 🫶
total 1 replies
Linceu thea
jeng jeng siapa kamu sampai ga setuju woy 🤣🤣🤣
Anna: Nyonya Huang. 🫢
total 1 replies
Yessi Kalila
siapa yang Ndak setujuuu.....
Anna: Yang pasti bukan Andi.🤭
total 1 replies
Linceu thea
😍😍 nah lho akhirnya
Anna: ketemu juga 🤭
total 1 replies
Mul Yanto
lanjut Kak Ana 💪 semangat
Anna: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
CallmeArin
habis kmana aja kak, lama banget ngilangnya. udah jamuran aku nunggu😭🤣
Anna: Amin, makasih kakak-kakak yang baik 🫶
total 4 replies
Kustri
oalaaah ternyata bp tiri... hla pantes sayang cm pura"
klu yg kecil pasti anak'a roy kan?
Mul Yanto
cerita nya bagus dan menarik
Siti Musyarofah
sampe lupa jln ceritanya Thor
Anna: Kakak, mohon maaf. karya ini memang saya revisi total dari bab 1, jadi ada sedikit perubahan. 🙏
total 1 replies
CallmeArin
akhirnya setelah sekian purnama
Anna: doa kan ya kak, semoga revisi yang satu nya bisa cepet beres, biar setiap up karya bisa crazy up. 🙏🙏🫶
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!