NovelToon NovelToon
Jadi Yang Ke-2

Jadi Yang Ke-2

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Poligami / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Entah nasib sial, atau memang sudah menjadi takdir dari seorang Zakiya Alarice. Kedua kabar buruk menimpanya dalam satu waktu, yang pertama kabar kebangkrutan keluarganya hingga ia kehilangan semua aset-aset berharganya, dan yang kedua kabar penangkapan kakaknya yang selama ini menjadi satu-satunya pelindung untuknya karena kasus pembunuhan.

Kia yang selama ini hanya tahu tentang bersenang-senang, tiba-tiba dihadapkan pada masalah yang rumit. Tanpa tahu apa yang harus ia lakukan untuk mengembalikan kekayaannya dan juga menolong kakaknya.

Disaat kebingungan itu, Kia menemui seorang pengacara atas perintah kakaknya. Namun, sang pengacara justru meminta dirinya untuk menjadi istri sirri sebagai imbalan untuk penyelesaian masalahnya.

Maukah Kia menjadi istri sirri sang pengacara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.18

Cahaya mentari pagi mulai menyusup masuk melalui celah tirai yang terpasang menutupi jendela kamar Kia. Kia sudah bangun dari subuh tadi, karena memang semalam dirinya tidur dengan gelisah, atau, lebih tepatnya Kia tidak benar-benar tidur. Ada rasa yang mengganggu hati dan pikirannya. Memikirkan suaminya yang sedang bersama wanita lain.

Entah kenapa ada perasaan aneh ketika membayangkan suaminya bersama wanita lain. Namun, wanita lain itu adalah istri suaminya juga, sama seperti dirinya. Kalau dipikir-pikir lagi, apa Kia berhak untuk keberatan?

Kia bahkan hanya istri kedua yang dinikahi secara sirri. Bisa dibilang, istri simpanan. Kalau Kia saja sebegitu tidak rela-nya membayangkan suaminya bersama wanita lain, lalu apa yang akan dirasakan istri pertamanya jika tahu suaminya diam-diam menikah lagi. Tiba-tiba saja Kia diserang oleh rasa bersalah, karena telah ada diantara pernikahan mereka.

Kia terjaga di ranjangnya, memegang kepalanya yang terasa pusing, dan menjambak rambutnya sendiri untuk mengurangi rasa pusing itu. Rasanya, Kia tidak akan bisa tidur meskipun ia mencoba memejamkan matanya.

Kia pun bangkit dari tidurnya, mengambil baju olah raganya. Kia pikir dengan berolah raga tubuhnya akan merasa lelah dan kemudian akan mudah tertidur setelahnya.

Kia mulai mengganti baju piyamanya dengan sport bra dan mengambil peralatan untuknya berlatih muay thai. Di belakang rumah, ada mini garden dan tempat untuk berolah raga. Mungkin Satria memang benar menyukainya sejak lama dan tahu apa kesukaan Kia.

Di rumah yang tak terlalu besar ini, Satria bahkan menyiapkan tempat untuknya bisa berlatih muay thai. Kia mengikat rambutnya seperti ekor kuda, dan mulai membebat tangannya dengan hand wrap. Tak lupa juga melindungi kakinya dengan angkle wrap.

Sebelum memulai olah raga muay thainya, Kia melakukan pemanasan yang tak lama, hanya sepeluh menit saja. Setelahnya, barulah Kia mulai melatih kekuatan pukulan dan tendangannya dengan memukul dan menendang samsak yang tergantung.

Kia meluapkan rasa kesal dan rasa yang entah apa namanya, yang dari semalam membuat Kia tak bisa tidur. Dengan semangat, Kia memukul samsak yang ada di depannya.

Entah pendengarannya yang tajam atau memang ia sudah terlatih. Tiba-tiba saja ia mengarahkan tendangan pada orang yang baru saja datang dari arah belakangnya. Untung saja orang itu dengan sigap menangkis tendangan Kia dan menahannya dengan punch miit, yang sebelumnya ia ambil. Sengaja untuk ikut membantu Kia berlatih, tentu saja pria itu adalah Satria. Orang yang bisa masuk ke rumah ini tanpa permisi.

Kia tak peduli dengan kesiapan Satria, dia terus saja mengarahkan pukulan pada suaminya itu. Setiap pukulan mampu ditahan baik oleh Satria, seperti seorang pelatih profesional.

Wajah Satria yang nampak lesu, membuat Kia makin berfikir tentang apa yang dilakukan Satria semalam. Hal itu membuatnya makin bersemangat untuk memukul pria itu.

Namun Satria selalu berhasil menangkis dengan baik setiap pukulan Kia. Tak sabar, Kia pun mengarahkan tendangannya yang sekonyong-konyong ke dada Satria, yang membuat pria itu langsung jatuh karena tak siap.

Bukan merintih kesakitan, Satria justru tersenyum tipis melihat emosi di wajah Kia. Dia pun melepas punch miit yang ada di tangannya.

Kia menatap pria yang masih terbaring di lantai karena tendangannya tadi. Ingin rasanya melanjutkan pukulan pada pria itu, tapi untuk apa?

Untuk perasaan apa ia ingin menghajar pria yang ada di depannya ini.

Dengan malas, Kia pun mengulurkan tangannya untuk membantu Satria berdiri. Tentu saja Satria menerima uluran tangan Kia, bukan untuk membantunya berdiri, namun Satria lebih dulu menarik Kia kearahnya, hingga Kia jatuh di atas tubuh Satria. Dengan cepat Satria mengurung Kia dalam dekapannya. Kia yang berusaha memberontak 'pun percuma.

"Apa kamu sedang cemburu?" ucap Satria menatap Kia yang dari tadi berusaha lepas dari dirinya.

Kia mendelik menatap Satria. "Apa aku punya alasan untuk cemburu?" jawab Kia ketus.

Satria membalik tubuh Kia. Kini, Kia yang ada di bawah kungkungannya. "Aku akan senang jika kamu cemburu."

Kia memalingkan wajahnya, tak ingin menatap pria yang tengah mengurungnya ini.

"sial!!! kenapa dia begitu tampan pagi ini. Mungkin otak ku sudah kacau gara-gara kurang tidur, atau mataku jadi bermasalah karena belum terpejam sejak semalam." ucap batin Kia.

Satria meraih dagu Kia, dan langsung mencium bibir istrinya yang tengah melamun itu. Kia yang tak siap jadi gelagapan dengan apa yang dilakukan Satria.

Sadar istrinya butuh oksigen, Satria melepas ciumannya. Hanya beberapa detik saja, karena dia kembali ******* bibir Kia. Kali ini Satria melakukannya dengan lembut, dan itu membuat Kia jadi terbawa untuk membalas ciuman suaminya. Ia yang tadinya ingin keluar dari kungkungan Satria, justru pasrah dengan mengalungkan lengannya di leher sang suami.

"Apa kita akan melakukannya di sini, atau kita lanjutkan di kamar saja," ucap Satria saat melepas tautan bibirnya.

Kia menatap Satria malu, bahkan semburat merah di pipinya terlihat jelas oleh suaminya itu. Bagaimana tidak malu, Kia yang awalnya terlihat marah dan ingin lepas dari Satria justru terbuai dan menikmati ciuman yang Satria berikan.

Dengan kasar, Kia mendorong tubuh Satria yang dari tadi masih mengungkungnya. Bahkan tak merubah posisinya saat mereka berciuman.

Satria yang kembali terjatuh menyunggingkan senyumnya sambil mengusap bibirnya yang basah. Dia tidak marah, meskipun ditinggalkan begitu saja oleh istrinya.

Kia masuk kedalam kamar, sebelumnya ia sudah mengambil air dalam botol untuk ia minum di kamar. Kia duduk di sofa dan membuka tutup botol itu, meneguk air dalam botol hingga tandas.

Kia mengibaskan tangannya untuk mengurangi rasa panas di tubuhnya. Kamar ini memang sudah ada pendingin ruangan, tapi mengingat adegan ciuman tadi membuat Kia makin kepanasan. Pendingin ruangan ini seolah tak mampu meredam rasa gerahnya. Menunggu suhu tubuhnya turun, Kia melepaskan hand wrap dan angkle wrapnya.

Benar-benar gila. Untuk pertama kalinya, Kia menikmati ciuman dari seorang laki-laki. Satria berhasil membuatnya menginginkan lebih dari sekedar ciuman. Kalau saja tadi Satria tak mengakhirinya, mungkin saja saat ini dengan pasrah Kia akan menyerahkan dirinya.

"Apa masih panas?" tanya Satria yang baru saja masuk ke kamar.

"Untuk apa kamu kemari? bukankah seharusnya kamu menghabiskan waktu mu bersama istrimu?" Kia tak ingin menjawab pertanyaan Satria, karena tak ingin lagi membahas tentang ciuman yang membuatnya kepanasan. Dia justru mengingatkan Satria akan kepulangan istri pertamanya.

"Kami sudah bersama semalam, dan waktu semalam sudah cukup bagiku. Kamu juga istriku, jadi aku juga harus melihat mu, bukan?" Satria melangkah mendekati Kia yang masih duduk di sofa dan ikut merebahkan dirinya di sana.

"Aku belum mandi, dan aku kesini untuk mandi. Siapkan air untuk ku," ucap Satria memerintah.

Demi menghindari bertatap muka dengan Satria, Kia bergegas menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk suaminya. Satria sudah masuk lebih dulu sebelum Kia memanggilnya, dia bahkan sudah melepas pakaiannya dan hanya memakai bathrobe.

Saat Kia akan keluar, Satria mencekal tangan Kia. "Jangan pergi, aku sangat lelah."

Satria menarik Kia mendekati bathtube. "Aku ingin dipijat," ucapnya lalu melepas bathrobe-nya tanpa malu.

Kia hanya menatap kaget melihat apa yang pria ini lakukan. Bisa-bisanya dia ber te lan jang di depan Kia.

"Kenapa masih berdiri di situ, kemarilah dan pijat aku," ucap Satria memerintah.

"Ini bukan pertama kalinya kan kamu melihat tubuh pria tanpa pakaian. Tidak mungkin juga kalau kamu belum pernah melihatnya lewat vidio," cibir Satria, karena dari tadi Kia hanya diam memantung.

Jengah juga mendengar cibiran pria ini. Kia pun ikut masuk ke dalam bathtube dan duduk di kepala buthtube untuk melakukan apa yang Satria perintahkan.

1
Erni Erni
haaa...satria ceritanya meninggal???🥺🥺
ayu cantik
suka
Ray Aza
🤣🤣🤣🤣🤣 benar2 membagongkan
annin: Bagian mana yang membagongkan, kak? Aku ampe baca ulang loh, soalnya udah lama banget novel ini jadi udah lupa alur per bab-nya.🤭
total 1 replies
ina
rasanya dulu satria ni, belum ingat betul² kali kan, kalau betul² satria ni ingat sama si Kia , pasti dia tinggal saja si Sarah tu. pendapat aku lah.
annin: Tepat sekali, Kak. Setelah sekian lama sepertinya cuma kakak yang memahami isi bab ini.
total 1 replies
ronarona rahma
tul ,tak rela bila balik deng satria
Healer
hahahahahahahahaha...kia kia
Juniati Paslah
karakter satria kenapa jd berubah tir dengan satria diawal cerita... yg tegas...
Ray Aza: iya... semua letoy pada waktunya ga satria ga cewenya. penjahatnya happy sampai akhir tnp punishment. kukira thriler ternyata romansa menye2. 🤣🤣🤣 pembaca sukses kena prank, terlalu berekspektasi. 😜😜😜
total 1 replies
Kutekddh Fehsh
ending terbaik😍
Kutekddh Fehsh
alhamdulillah jadi balik lagi ke satria
Kutekddh Fehsh
sumpah di titik ini gua gak mau kia balikan sama satianjing
Kutekddh Fehsh
heh satria kalo lu masih ragu dan mau rujuk sama nenek lampir gak usah sok2 an manis depan kia gua gak ridlo ya dia lu sakiti
Partini Minok Nur Maesa
TUA BANGKA BERULAH
Partini Minok Nur Maesa
ada ya orang oon kyk kia.
Partini Minok Nur Maesa
naya ksh ppnya aja biar hiro gx cemburu
Partini Minok Nur Maesa
slh satria pas ingatanya kembali gx langsung menemui kia dan Hiro seolah cuek.ktm cm kebetulan
Partini Minok Nur Maesa
aku jg setuju sama hiro.sukanya om wira
Partini Minok Nur Maesa
knp disini yg jht itu bkn sarah tp satria.hrsnyq satria menemui kia dan bicara baik bkn mengabaikan
Partini Minok Nur Maesa
mending sama wira aja kia
Partini Minok Nur Maesa
naya anaknya satria dgn sarah yg sudah kembali dr Singapura
Partini Minok Nur Maesa
itu bkn flashback tp masa depan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!