NovelToon NovelToon
Ganti Status... (?)

Ganti Status... (?)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:381.2k
Nilai: 5
Nama Author: green_light

"Sekarang status kita sudah berbeda. Aku bukan lagi Kakak Ipar mu, dan kamu bukan lagi Adik Ipar ku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Disini lah Kami, berada di resepsi pernikahan salah satu teman kami, Dek Dah. Dia 1 angkatan sama Kami, dan 1 kelas pada saat masa kuliah.

Sebelum pergi, Aku, Damai dan Salma udah janjian mau pake baju samaan, biar kayak bridesmaid, tapi bukan..hehe

Aku senang bisa ketemu sama Salma lagi, setelah sekian lama gak ketemu pasca Aku menikah dengan Bang Afri. Jadi lah kami banyak mengobrol di meja bulat yang sudah di sediakan camilan sama tuan rumah.

"Eh, Kalian tunggu disini ya, Aku laper, mau ambil makan dulu", kata ku pada Salma dan Damai.

Mereka hanya mengangguk dan melanjutkan ngobrol. Saat Aku mau ambil piring dari kakak yang jaga hidangan, tak sengaja ada yang menyenggol ku dari samping, ku lihat ternyata.. Bang Bas??

"Eh, Mia...Maaf ya gak sengaja Abang senggol Mia," Katanya padaku.

"Oh,, gitu ya Abang, pas Mia nikah Abang gak mau dateng, padahal udah Mia kirim undangan ke tempat Bu Kades.. tapi pesta Dek Dah, Abang bisa dateng...." sedikit cemberut aku nya.

"Eh, bukan gitu dek, waktu itu Abang gak ada cuti dari kerjaan, jadi nya gak bisa dateng,,"

jelasnya.

"Oh, ya udah gapapa. Eh, Abang dateng sama siapa?" tanyaku saat Aku melihat tak ada seorang pun di samping nya.

"Itu sama temen, Mia sama siapa? Sama suami? mana suami nya?"

"Mia sama temen-temen Mia, itu mereka ada disana" Aku menunjuk ke tempat Salma dan Damai duduk.

"Oh, iya iya. Nomor Hp Adek masih yang lama?" Tanya nya saat Kami sudah selesai mengambil hidangan.

"Masih bang. Y udah, Mia kesana dulu ya." Aku langsung pamit dan meninggalkan nya.

Gak nyangka Bang Bas masih ganteng aja... haha.. tapi masih ganteng Fahri ku sih... secara Fahri daun muda, walaupun cuma beda setahun sama Aku.

Tling....

"Dek, nanti kapan-kapan makan siang bareng ya.."

Bas.

Wooww...Gercep bener Bang Bas, padahal dia tau Aku istri orang, tapi masih juga ngajak makan siang.

Send

Iya, nanti sekalian Mia kenalin sama suami Mia ya..

Tling...

Boleh, Abang juga mau kenalin sama pasangan Abang.

Kenapa juga dia mau ngenalin pasangan nya sama Aku? Padahal kan gak ada hubungan nya sama Aku. Apa dia belom move on dari Aku? Ahahaha Aku ke geeran rupanya.

Selesai acara kami langsung pulang kerumah masing-masing, dengan Aku yang di antar sama Damai, karena pas pergi Damai yang jemput Aku.

Loh, kok pintu rumah gak kekunci ya? Kayaknya tadi Aku kunci deh,,, Aneh, ini aneh...

Aku berjalan pelan masuk ke dalam rumah, takut-takut ada pencuri yang masuk, tapi kok pencuri malah masuk dari pintu depan? gak ada yang rusak juga pintu nya.

Aku berjalan mengendap-endap, berharap bisa nemuin apa yang Aku cari. Prang....

Astaghfirullah, Aku terkejud dengar suara panci yang jatuh dari arah dapur. Kok pencuri ke dapur? memang nya dia laper? Sebelum bawa harta benda mungkin isi tenaga dulu kali ya..hahah ada-ada aja pikiran ku.

"Aaaaaaaaa...... Maling....maling.... Aku teriak sambil memukul kan sapu yang Aku bawa dari depan rumah tadi ke badan orang itu.

"Aw...aw sakit kak, apa sih kak, udah donk mukul nya, Aku bukan maling..Aku Fahri..."

Sontak Aku berhenti dengan kegiatan ku melayangkan juris-juris mukul maling.

"Fahri? Ya ampunn.... kok kamu sih?"

"Jadi kakak mau nya Aku maling?"

"Ya enggak sih, sini Aku liat, ya ampun...merah banget bekas pukulan ku,, maaf ya..Kamu sih mau pulang gak ngabarin dulu. Sini Aku obatin."

Aku menarik tangan Fahri supaya mengikuti ku untuk duduk di sofa, lalu mengambil kotak p3k dan mulai mengoleskan obat ke tempat-tempat yang Aku pukul tadi. Fahri meringis menahan perih.

"Hp Aku mati, jadi masih di carg.. Kakak dari mana?"

"Oh, Aku habis pulang kondangan. Kamu belum makan ya?"

"Iya kak, laper..." katanya sambil memasang wajah memelas

"Ya udah bentar ya, Aku masakin dulu. Kirain kamu gak pulang, jadi Aku gak masak."

Fahri mengikuti ku berjalan ke arah dapur. "Iya, lagi gak banyak kerjaan, Lusa baru kami mau masuk hutan Desa Maju. Makanya hari ini sama besok kami melakukan persiapan."

"Oh, deket donk dari sini? Berarti weekend kamu gak dirumah?" tanyaku sambil memotong bawang

"Enggak lah, kenapa? Kakak udah rindu sama Aku?" tanya nya menggoda

"Huh... GeeR bener kamu." jawabku asal.

"Kalo iya pun gapapa kok kak, Aku seneng."

tambah nya.

"Iya,, Aku tau, emang kamu udah suka sama kakak ipar mu ini?" tanyaku sambil berbalik menatap Fahri.

Dia malah enggan menjawab dengan mengalihkan pertanyaanku. "Kak, Aku udah laper loh, masih lama?"

"Hmmm...Pengalihan la tu..." jawabku.

Fahri hanya cengengesan aja. Sedikit lebih lama Aku berkitat dengan kompor, Aku lupa ganti baju dulu, jadi pergerakan ku agak terbatas, gak bisa cepat.

Selagi Aku menggoreng Ayam, Ada tangan kekar yang memeluk pinggang ku.

Deg,,,,

Fahri, batinku.

"Kenapa ni? Manja betol..." Kata ku untuk mengalihkan kegugupanku.

"Boleh kan?" tanya nya dengan dagu yang di topangkan di pundakku.

"Boleh, tapi ribet Aku masaknya.."

"Ehehehe..biarin aja.." Dia malah mengeratkan pelukannya. Aku cuma bisa beristighfar dalam hati supaya janrungku gak tekejud dengan perlakuan Fahri.

"Kak, nanti beberapa temen ku boleh nginep disini kan?"

"Boleh, kan masih ada kamar kamu. Kalo gak muat bisa tidur diruang TV, kita bentang Ambal lagi."

"Makasih kak" seolah suara nya menggoda di telingaku, agak serak dan berat. Suara yang Aku rasa kalau Fahri sedang.... Ah, jauh-jauh sana pikiran jorok... Aku menggelengkan kepala beberapa kali.

"Kenapa kak? Kakak sakit? Pusing??"

"Enggak, cuma pegel aja leher nya" jawabku asal.

"Ya udah, ntar malem Aku pijitin yah" bisik nya tepat di telingaku, membuat ku meremang, bulu kuduk ku berdiri, sungguh anak ini mau main-main dia dengan menggodaku. "Kak, aku tunggu di meja makan, Aku laper..."

Aku gak menanggapi ucapannya, Aku lebih memilih melanjutkan apa yang Aku kerjakan. Gila aja. Aku gak bisa buka suara cuy, suara ku ilang, ku pastikan ketika aku bersuara pasti ada getaran aneh di suara ku. Aku gak mau Fahri mikir yang enggak-enggak, padahal Aku mikir yang iya-iya..

Selesai dengan menu masakan ku yang Ala kadarnya, cuma Ayam goreng sih, gak lupa juga sambal terasi nya.

Ku antarkan hidangan nya ke meja makan dimana Fahri sudah menunggu untuk makan. Aku menemani dia makan, ku lihat dia Lahap sekali makannya. Aku senang kalau dia menyukai masakanku.

"Ini yang buat Aku mau cepet-cepet pulang Kak," katanya di sela-sela makannya.

"Apa?"

"Masakan kakak, ngangenin.."

"Masakannya aja?" tanyaku dan ternyata pertanyaan 2 kata itu membuatnya terkejud dan akhirnya tersedak. Aku langsung menyodorkan minum kepadanya sambil menepuk-nepuk punggung nya.

" Makan tuh pelan-pelan, lagian kenapa sih bisa keselek gitu."

"Gapapa" Jawabnya singkat dan melanjutkan makannya.

1
Qaisaa Nazarudin
Aku suka ketegasan Mia..Fahri juga dari awal udah di bilangin,KALO GAK SANGGUP DAN RASA KEPAKSA mending gak usah,Itu cuman Amanah,Kamu yg menyanggupinnya tapi malah kamu yg error,Ckk..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan pesawatnya kecelakaan .
Qaisaa Nazarudin
Pasti kecalakaan pesawat nih atau kecelakaan mobil..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan gaya bicaranya,Kayak orang yg mau meninggal,Apa Afri kecelakaan ya? Duh baru juga bahagia Masih penganten baru juga..
Qaisaa Nazarudin
Cara bicaranya Afri kok kayak sesuatu banget,Kayak ninggalin pesan gitu,Apa Afri sakit keras kah?
Siti Junaida
lo r sido demam
QQ
Terima kasih atas karya mu Thor 🙏🙏🙏
QQ
Kok kepeleset tangannya author mau nulis mas Hady malah jadi si Fahri 😁😁😁✌️
QQ
Suka dengan ketegasannya Ami 👍👍👍
Rierudi Laras
😭😭😭😭😭😭
Rierudi Laras
😢😢😢😢
Maryana Fiqa
bagus banget ceritanya 👍👍
terimakasih banyak Thor dah bikin terhibur 🙏🙏
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
green_light: makasih kak, baca juga cerita ku yang baru ya, judulnya Madu?! semoga terhibur...🤗🤗
total 1 replies
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
green_light: baca juga cerita baru green kakak🤗🤗
judulnya Madu?!
terima kasih..,❤️❤️
total 1 replies
Dewi Suherman
ko aneh ya, org cuma mu pergi amanatnya minta istrinya dinikahi, kayak yakin mu meninggal, memang diceritanya mu meninggal, tp jujur maaf kurang suka ma amanatnya.. harusnya gak perlu bilang nikah dulu, klu lagi sekarat/sakit, baru boleh lah amant gitu. maaf kesannya jadi kaya gmn gituh ceritanya.
Meilia Ra
huh bdohnya kau mia
Meilia Ra
terlalu lebay simia dr awal 😁😁
Narni Wijayanti
kak green bikin cerita asli yesek bener ,karya ya 👍
rahadi nanto
meewwwwwwkkkk,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭⛳
karim Ok
kyknya udah pernah baca...tapi lupa lg
trisss
semangattt berkarya kak.. sukaa ceritaa nya sedih di awal2.. sehat selalu kak green😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!