Erina khafianingrum, gadis asal Pemalang Jawa tengah yang sangat cantik dan cerdas. Wajahnya yang cantik tak secantik takdirnya, setelah di hianati ia juga di jebak oleh seseorang.
Namun, semua itu membawanya pada seseorang pria yang sangat baik hati. Bahkan sangat mencintai dirinya, melebihi mantan kekasihnya.
Adakah cinta diantara mereka, yang menjalani sebuah pernikahan karena keadaan?
***
Yuk kenalan ma authornya, IG erlina_naila123 baca Terpaksa Mendua juga ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erlina khopiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep. 18 menteri keuangan
"meeting you was fate, becoming your friend was choice, but falling in love with you was completely out of my control."
💞💞💞💞
Bertemu dengan mu adalah takdir, menjadi teman mu adalah pilihan, tapi jatuh cinta dengan mu benar benar di luar dayaku.
\-Erina\-
______________________________________
Pukul 04:00 subuh Erina yang sekarang sudah menyandang sebagai, setatus istri pun terbangun dan bergegas mandi dan juga membangunkan sang suami dan juga elaksanakan sholat bersama, setelah sholat Io membuka ponsel nya duduk menikmati teh buatan sang istri. Sedangkan Erina setelah membuat kan teh, untuk sang suami, Erina pun membuat sarapan untuk Io dan dirinya.
"Sayang nanti mas pinjem mobil nya ya, mas mau ke proyek, nanti siang kalo orang dealer datang ngantar sepedah motor Erin terima dan jangan keluar tanpa izin mas, nanti mas pulang makan siang sekalian ngantar mu ke kampus daftar kuliah yah" Jelas nya sang suami panjang kali lebar kaya tanah perkebunan. Erina hanya mengangguk karna merasa, lelah pagi pagi harus bangun karna sudah menjabat sebagai seorang istri, yang harus mengurus sang suami belum lagi lembur kerja tambahan, pagi siang sore dan malam. wkwkwkwkwk
"Sungguh melelahkan sekarang aku tau kenapa, kebanyakan seorang istri memang harus duduk di rumah karna memang tugas di rumah sebagi istri sungguh lah luar biasa, tapi kenapa masih banyak di luar sana yang terkadang tidak menghargai seorang wanita sebagai istri nya." Ucap Erina dalam hati.
Setelah sarapan pun Io masuk dalam kamar dan mengambil sesuatu dalam laci, dan sejumblah uang tunai, dan memberikan kepada Erina sang istri.
"Ini ada uang empat juta dan kartu ATM, Erin bisa pake buat kebutuhan kita, dan yang di ATM buat tabungan Erin, nanti mas setiap bulan akan transfer semua pendapatan mas. Erin bisa atur semua keuangan nya, sekarang Erin bukan hanya mempunyai setatus sebagai Istri mas, tapi juga jadi menteri keuangan dalam rumah tangga kita, mas berharap Erin bisa bijak menggunakan uang ini dan terima kasih, karena sudah menerima mas, dan juga terima kasih atas semua nya" Ucap Io kepada sang istri dan mencium kening dan pucuk kepala sang istri. Erina pun menganggukan kepala nya dan tersenyum.
"Mas pamit dulu, mau berangkat dulu Asalamualaikum " Ucap Io. Erina pun menjawab salam sang suami dan mencium punggung tangan Io dan juga mengantarkan kepergian suami sampai depan teras.
****************
💔💔💔💔💔
\-\-\-\-Jawa timur\-\-\-\-
Riana yang sering murung karna sang pria yang ia sukai, telah menikah itu pun sudah mulai mengajar lagi di pondok pesantren yang biasa nya murah senyum, pun ia terlihat sangat mahal senyuman nya. Setelah masuk dalam pesantren Riana pun duduk di aula tak lama Riana pun, membuka ponsel nya dan melihat postingan Agus sahabat nya, yang tak lain mengunggah sebuah postingan, foto pernikahan Io sang pria yang ia sudah lama ia sukai.
"Kenapa takdir begitu kejam untuk ku" Ucap Riana dalam hati nya. Tak ada henti-henti nya Riana mengutuk takdir, setatus menyandang guru agama pun tidak berlaku, selalu saja menyalahkan takdir seakan tidak percaya dengan ada nya sang kuasa. Riana pun teringat terakhir bertemu Io. Riana menulis sebuah uangkapan, hati nya di selembar kertas, dan memasukan nya dalam buku berjudul.
Taman orang jatuh cinta, buku itu adalah salah satu karya terbaik Imam Ibnu Qayyim Al jauziyah seorang ulama besar yang tidak hanya, paham syariat agama, tetapi juga ahli psikologi dan kedokteran. Dan buku itu di berikan kepada Io, sang pria yang sudah lama sekali Riana sukai. Namun sayang nya Io tak membalas perasaan nya, secarik kertas yang ia tulis di simpan dalam laci kamar nya yang sempat Erina baca, namun tidak Mengerti apa arti tulisan itu. Dan Io hanya membaca buku nya, dan mengabaikan selembar kertas yang Riana tulis. Karna Io memang tidak memiliki perasaan apa pun hanya menganggap Riana sebagai sahabat.
*******
Di tempat kerja Nia pun telah mendengar pengunduran diri sang sahabat, dan juga memaklumi karna status nya sudah menjadi istri. Ternyata sebelum ke proyek Io, ke toko om Asen meminta izin untuk istri nya mengundurkan diri, dan sekalian menjemput om Asen ke proyek, karna proyek yang Io tangani pun bagian pemadam di tangani oleh om nya.
"Om kemarin ibu langsung pulang sama kak Heni yah??" Ucap Io bertanya kepada sang paman yang sudah seperti pengganti Ayah nya.
"Iy pulang naik pesawat dari semarang di anter sama Alen, kakak mu Heni sama Hendra juga semua ikut ." Jawab nya om Asen.
"Om udah nyari orang buat bagian AC belum soal nya sebentar lagi dari pihak atasan mau lihat hasil kerja nya. Agar dua minggu lagi bisa kita mengajukan pecairan dana nya om" Jelas nya Io kepada om Asen.
"Belum ada kamu aja Io, kamu kan bisa bagian AC lumayan juga uang nya dari pada gajih orang, uang nya bisa buat tambah tambah istri kamu kalo hamil" Ledek om Asen sambil tersenyum, pada sang Keponakan.
"AC itu yang paling Io nggak suka om, rumit kabel nya serumit cinta segitiga" Jawab Io sambil tertawa. Dan Io pun mengingat sang istri di rumah, atas ucapan om Asen tentang kehamilan.
"Iya juga ya kata om Asen, sekarang aku udah jadi suami, banyak kebutuhan nanti" Gumam Io dalam hati, mengingat kata kata hamil.
"Hampir kaya orang minum obat, aku selalu meminta hak ku kepada Erin, gimana kalo dia hamil, sedangkan aku meminta Erin untuk kuliah." Ucap Io dalam Hati.
"Apa nggak terganggu nanti kalo Erin hamil sambil kuliah walau pun kuliah nya cuma sabtu minggu" Batin nya. Sampai nya di proyek pun Io dan om Asen masuk dalam proyek nya dan menangani semua kendala kendala yang di alami dalam perkerjaan nya.
**************
Sedangkan Erina di rumah merebahkan tubuh nya karna lelah, lelah mengerjakan tugas bersih bersih dan memasak untuk sang suami, belum lagi setiap malam Io selalu mengajak olah raga malam, dan juga tidak ketinggalan menemui RT setempat sebagai penduduk baru, dan membayar iuran dari K3 di perumahan nya belum lagi orang dealer, datang tak luput dari semua pekerjaan di rumah nya yang menurut, Para leleki biasa saja, tapi menurut Erina sebagai perempuan. Cukup lumayan, dan belum tentu para kaum Adam bisa melaksanakan seperti kaum hawa sebagai istri.
Erina yang sedang merebahkan diri nya di sofa pun sambil memain kan ponsel nya dan membuka akun sosial media nya, Instagram nya disana Erina pun juga melihat postingan Agus sahabat suami nya, postingan foto pernikahan nya dengan Io, dan membaca komentar komentar para sahabat sahabat Io yang memberi selamat dan ada komentar yang membuat Erina penasaran.
-Nggak pernah pacaran eh tau tau udah nikah aja.
-Kaget aku, aku pikir Io menikah sama Riana
-Semua takdir Allah yang penting kita doin aja samawa
-Gus itu Io nikah sama orang mana
-wih keren mas bro pinter bener cari istri
-Samawa bro langgeng terus dan banyak anak.
Dari sekian bayak komentar komentar Erina pun baru tau, kalau Io belum pernah pacaran, dan siapa Riana dalam hati Erin bertanya tanya.
Pemalange endi,
~~m a r i o~~
terus berkarya, kurangi kata dan okay,,