NovelToon NovelToon
DETEKTIF & WANITA MALAM

DETEKTIF & WANITA MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Mata-mata/Agen / Action / Romantis / Dendam Kesumat / PSK / Misteri
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

(PERINGATAN❗❗❗ AREA TERLARANG UNTUK ANAK-ANAK. KARENA DI SINI BANYAK ADEGAN ANEHNYA)

Alex, seorang detektif matrek dan mesum, serta cukup terkenal dengan keahlian membuka tabir kriminal yang belum terungkap masuk dalam lingkaran misteri kematian wanita malam yang bernama Isabella.

Akibat kematian Isabella, dan detektif Alex yang terjun menangani kasus, membuat para kriminal tingkat tinggi harus bermain cantik, dan mengeluarkan cukup banyak uang. Bahkan ingin melenyapkan detektif Alex, agar kasus kematian Isabella tidak terungkap.

Satu per satu tabir kebenaran terungkap. Namun di tengah-tengah ketegangan, detektif Alex menemukan fakta bahwa sebenarnya Isabella belum meninggal dunia.

Jadi, siapa sebenarnya yang meninggal itu? Kenapa arwah Isabella terus menghantui Alex? Dan kenapa para tertinggi Kriminal ketakutan dengan detektif Alex?

.
.
.

Agar aku semakin bersemangat membuka satu per satu kasus kematian Isabella. Aku minta bantuan kalian di setiap komen di bab 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18 Bergegas, curhat singkat Toni

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Dengan semangat berkobar, mereka merencanakan setiap langkah dengan teliti, mengevaluasi setiap kemungkinan mungkin terjadi di perjalanan mereka menuju pelabuhan. Cahaya redup dari lampu ruangan menciptakan atmosfer yang tegang namun juga penuh determinasi.

“Apakah kita punya akses ke kendaraan atau apa pun yang bisa membantu kita bergerak lebih cepat?” tanya Diana.

“Tidak perlu khawatir. Aku sudah menyiapkan beberapa kendaraan yang akan membawa kita ke jalur bawah tanah. Mereka akan menunggu di luar. Kita harus segera bergerak begitu semuanya siap,” sahut Darwin.

“Baik. Semua siap, maka kita akan mulai beraksi besok pagi. Kita tidak punya waktu untuk kehilangan setiap rencana,” ucap Alex.

"Mulai lagi," gumam Toni menghela nafasnya.

Dengan rencana telah disusun dengan baik dan semangat membara, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum memulai perjalanan berbahaya mereka esok pagi. Setiap detik akan berharga dalam misi ini, dan mereka semua merasa siap untuk menghadapinya.

Toni menarik nafas dalam-dalam saat memori tentang pertemuannya dengan Luca kembali menghantuinya. Dia merasa perlu untuk berbagi informasi ini dengan Alex dan Diana, meskipun dia ragu-ragu tentang bagaimana reaksi mereka nanti.

“Eh, guys, ada sesuatu yang perlu aku ceritakan. Waktu di klub malam, aku hampir ketahuan Luca, dia seperti mencurigaiku,” ucap Toni.

“Apa? Kenapa dia bisa mencurigaimu?” tanya Diana penasaran.

“Mungkin dia mencurigai aku terlibat dalam sesuatu yang aku tidak ketahui. Apa mungkin dia tahu jika aku bersahabat dengan Alex,” sahut Toni.

“Ini tidak bagus. Luca adalah salah satu orang yang harus kita hindari. Apa yang dia ketahui?” tanya Alex penasaran.

“Apa pun itu, kita harus mengantisipasi gerak-geriknya. Jangan biarkan dia menyusup ke rencana kita,” ucap Darwin.

Ketegangan terasa semakin membesar ketika Toni memutuskan untuk berbagi lebih banyak detail tentang pertemuannya dengan Luca. Ruangan itu diisi dengan kekhawatiran yang terabaikan, seolah-olah mereka merasakan betapa rapuhnya situasi mereka.

“Jadi, saat aku keluar dari klub malam, aku hampir bertemu muka dengan Luca di pintu keluar. Dia mencoba menggali informasi,” ucap Toni.

“Luca? Dia mulai menjadi masalah yang serius,” ucap Alex, wajahnya tampak tegang.

“Apa yang dia tanyakan? Apakah dia tahu tentang rencana kita?” tanya Diana cemas.

“Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku hanya ingat saat bertemu dengannya, serasa malaikat pencabut nyawa berada di depanku. Untungnya aku bisa melepaskan diri,” sahut Toni.

“Aku rasa mereka masih dendam denganmu,” ucap Darwin mengingat sesuatu.

“Akh! Aku baru ingat,” gumam Toni disertai tangan menepuk dahinya.

“Ingat apa?” tanya Diana penasaran.

Kenangan kelam Toni tentang upaya pembunuhan yang dialami oleh Darwin tiba-tiba membayangi pikirannya. Saat berbagi kisah ini, dia merasa perlu membuka kartu agar semuanya dapat memahami keparahan situasi tengah mereka hadapi waktu itu.

“Ketika kita membicarakan Luca, itu mengingatkan aku pada suatu kejadian. 2 tahun yang lalu, saat aku menemukan Darwin hampir menjadi korban pembunuhan oleh Luca di dalam hutan,” ucap Toni dengan mata fokus ke depan.

“Apa? Mengapa aku tidak pernah dengar tentang ini sebelumnya?” tanya Alex dengan ekspresi wajah tampak marah.

“Aku pikir tidak perlu memberitahumu, tapi sekarang situasinya berubah. Luca sudah menjadi ancaman nyata, dan kita harus tahu apa yang kita hadapi,” sahut Toni.

“Ceritakan lebih lanjut. Bagaimana itu terjadi?” tanya Diana penasaran.

“Singkat cerita, ketika aku menyelamatkan Darwin, Luca mengatakan bahwa Vito menyuruhnya membunuh Darwin. Saat itu dan sampai sekarang aku masih belum mengetahui kenapa Vito menyuruh Lucas untuk membunuh Darwin. Namun, itu jelas menunjukkan bahwa Vito dan Luca terlibat dalam dunia kriminal kejam,” sahut Toni singkat.

“Suatu saat aku akan menceritakan semuanya kepadamu, dan juga detektif licik, mesum dan matrek ini,” ucap Darwin seperti memberikan sebuah janji.

“Baiklah. Mari singkirkan dulu permasalahan lain. Kita harus tetap fokus pada rencana kita, tapi juga harus waspada terhadap setiap kemungkinan serangan dari Vito dan anak buahnya,” ucap Alex tegas.

Mereka duduk bersama, merenungkan kejadian yang telah terjadi, dan menyadari bahwa ancaman semakin dekat. Kini, setiap langkah diambil harus dipertimbangkan secara hati-hati agar mereka dapat bertahan dalam perang yang semakin berat ini.

Sebagai fajar mulai menyingsing di ufuk timur, keberangkatan mereka menuju pelabuhan melalui jalan pintas akhirnya tiba. Di depan gerbang menuju lorong bawah tanah menghubungkan mereka dengan pelabuhan, sebuah kendaraan telah menunggu dengan mesinnya menyala redup, siap membawa mereka melalui rute tersembunyi ini. Cahaya remang-remang lampu jalan memberikan suasana misterius di sekitar mereka, menambah ketegangan yang sudah ada.

“Waktunya untuk pergi. Mari kita menuju kendaraan dan bersiap-siap untuk perjalanan,” ucap Darwin memberitahu.

Mereka bergerak ke kendaraan dengan langkah hati-hati, menyadari bahwa setiap langkah yang mereka ambil bisa menjadi penentu dalam misi ini.

“Semua orang siap?” tanya Alex menginstruksi.

“Ya, saya siap, Bos Alex!” sahut Diana tampak serius.

“Aku juga. Mari kita lakukan ini!” tambah Toni.

Mereka naik ke dalam kendaraan, dengan hati yang berdebar-debar, mempersiapkan diri untuk perjalanan akan mereka jalani di bawah tanah. Pemandangan di luar masih gelap, memperkuat rasa tegang yang menyelimuti mereka saat mereka melaju ke dalam lorong bawah tanah menuju tujuan mereka.

Dengan hati-hati, kendaraan melaju perlahan melalui lorong bawah tanah yang gelap. Suara mesin bergetar pelan, menciptakan suasana yang hening di antara mereka. Terowongan itu terasa sempit dan gelap, namun semangat mereka untuk menyelesaikan misi membawa ketenangan di dalam kegelapan.

“Kita sudah hampir sampai. Pastikan kita siap ketika tiba di pelabuhan,” ucap Darwin memberitahu.

“Baik, kita harus tetap waspada,” sahut Alex.

“Apakah kalian mendengar itu?” tanya Diana mendengarkan suara samar-samar.

Mereka terdiam sejenak, mendengarkan suara samar-samar yang datang dari kejauhan.

“Sepertinya ada suara gerakan di sana,” ucap Toni ikut mendengarkan suara samar tersebut.

“Segera siapkan diri. Kita tidak sendirian di sini,” ucap Darwin memberitahu.

Mereka mempersiapkan diri, siap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi saat mereka mendekati pelabuhan yang misterius itu. Dengan napas tertahan, mereka menunggu kedatangan mereka di tempat tujuan akhir perjalanan ini.

Kendaraan mereka melaju lebih dalam ke dalam lorong bawah tanah, semakin dekat dengan tujuan mereka. Tegang, namun penuh semangat, mereka menyadari bahwa misi ini akan menentukan banyak hal. Matahari mulai muncul dari ufuk, menerangi lorong dengan cahaya keemasan pagi.

“Kita hampir sampai, tetap fokus!” ucap Alex mengingatkan.

“Saya tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi,” ucap Diana tampak bersemangat.

“Bodoh!” umpat Toni pelan, mendapat lirikan dari Darwin, Alex, dan Diana.

“Kita harus tetap waspada, siapa pun bisa menunggu di sana,” ucap Alex kembali mengingatkan.

Mereka merasa adrenalin mereka meningkat saat kendaraan semakin mendekati titik tujuan. Setelah beberapa saat, mereka akhirnya melihat cahaya redup di ujung lorong, menandakan bahwa mereka telah mencapai pelabuhan. Dengan hati berdebar-debar, mereka menunggu kedatangan mereka di tempat tujuan akhir perjalanan ini.

1
Elisabeth Ratna Susanti
mantap jiwaaaa like plus iklan 👍🥰
Rini Antika
nah lho s Isabella datang 😁
Rini Antika
semangat terus untuk karya" nya, sudah aku like dan subscribe ya, nanti bacanya nyicil
Dewi Payang
5 iklan buat kak author
Dewi Payang
kasian Toni😁
Dewi Payang
Selain dunia gelapnya, kehidupan pribadi Richard jg penuh ketegangan.🤭
〈⎳ FT. Zira
lho... udah habis ajaj....
lanjut kaka... 🌹 untukmu biar cepet up
〈⎳ FT. Zira
kudaratkan 🌹 untukmu kak thor
〈⎳ FT. Zira
pakai banget..
〈⎳ FT. Zira
vito ini belut ya? mau di tangkap aja licin amat
〈⎳ FT. Zira
aku juga ikut tegang setelah kemarin kemarin gak bisa mampir😳😳
Teteh Lia
🌹 buat Kaka authornya
Teteh Lia
Kaka author, sangat mendetail dalam memberi penjelasan 👍
Teteh Lia
Sombongnya,,,,,
Dela putri
izin mampir. salam kenal
sari. trg: Salam kenal kembali
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🌹 mendarat untuk ka author
〈⎳ FT. Zira
ni mulutnya di bikin penyet aja kali ya🤬
〈⎳ FT. Zira
mereka bisa salng mengerti hanya dengan saling lhat ya..???😌
〈⎳ FT. Zira
🌹mendarat manis
〈⎳ FT. Zira
kelemahanmu di manfaatin juga jdinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!