Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.
Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.
*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18. Bertemu Nicholas (2)
Olivia berlari tak tentu arah, untuk saat ini tujuan nya adalah menghindari Marvin. Pria gila yang mengurung nya dan mengambil mahkota berharga dalam hidup nya.
Tanpa sadar air mata Olivia berjatuhan kembali mengingat semua nya, malam mulai semakin gelap kendaraan yang berlalu lalang pun mulai jarang.
Olivia menghentikan lari nya, wanita itu sudah tidak kuat berlari lagi. "Apa aku harus menarik kata-kata ku sebelum nya hiks.." Isak nya hendak kembali menyerah.
"Ayah, Mama, jemput aku hikss.. Ajak aku bersama kalian hikss.."
Entah dimana diri nya saat ini Olivia tidak tau. Ia hanya tau berlari dan menjauh dari hotel berbintang itu yang menjadi tempat terburuk dalam hidup nya.
Tubuh nya terduduk lemas di pinggir jalan dengan tangan yang menutup wajah nya meluapkan semua emosi nya lewat tangis.
Cukup lama Olivia berada di jalan sepi itu, hingga tiba-tiba telinga nya menangkap suara mobil yang berhenti di depan nya.
"Secepat ini?" Batin nya semakin terisak, Olivia yakin mobil itu adalah mobil Marvin.
"Permisi nona..?"
Mendengar suara tak asing di telinga nya Olivia langsung mengangkat pandangan dan menit itu juga seseorang yang berdiri menjulang di hadapan nya langsung berjongkok dan memeluk tubuh rapuh nya.
"Nicho hikss.." Isak Olivia semakin menjadi.
"Kamu kemana aja sayang? Aku mencari mu berhari-hari, kamu hilang begitu saja hikss.." Ujar Nicholas yang juga terisak.
Bahagia karena akhirnya menemukan sang kekasih yang selama beberapa hari ini ia cari, namun Nicholas begitu terpukul saat melihat seorang wanita yang awalnya ingin ia tolong ternyata adalah kekasih nya.
"Maaf Nicho maaf hikss.." Olivia memeluk erat tubuh Nicho, meremat jaket pria itu meluapkan kesedihan dan rasa bersalah nya.
Nicholas mengangkat kepala nya, wajah nya berhadapan dengan wajah Olivia yang terlihat begitu kacau.
"Ada apa dengan mu, kenapa memakai make up seperti ini" Tanya Nicholas mengusap make up berantakan Olivia. Mata nya memerah karena tangis.
Wanita itu menggeleng tak mampu bersuara. Nicholas benar-benar pria yang sangat mengenal nya padahal saat ini wajah nya tidak menentu karena make up yang ia pakai sebelum nya.
*
"Sekarang ceritakan semua nya pada ku" Ucap Nicho menatap penuh kasih sayang wajah sang kekasih yang saat ini sudah lebih baik.
Olivia tak menyahut, bibir nya masih rapat bahkan sejak Nicholas mengajak nya untuk masuk ke dalam mobil nya. Dan kini kedua nya sudah berada di dalam apartemen milik pria itu.
"Aku kotor.." Gumam Olivia setelah sekian lama terdiam.
Nicholas terdiam sejenak, kemudian pria itu mengusap pipi Olivia dengan ibu jari nya membuat tatapan kosong wanita itu tertuju pada nya.
"Ada apa?" Tanya lembut Nicholas.
"Aku kotor Nicho, aku kotor" Ulang Olivia, mata nya kembali meneteskan bulir bening itu.
"Sayang.." Nicholas berniat membawa tubuh Olivia ke dalam pelukan nya, tetapi wanita itu menahan nya dengan kepala menggeleng cepat.
"Aku kotor hikss.." Isak nya histeris. "Aku mengkhianati mu hiks aku bukan lagi seorang gadis yang bisa menjaga mahkota nya hiks hikss.."
Deg!
Menit itu juga tubuh Nicholas bergetar, semua pikiran nya yang sejak awal menemukan Olivia dan melihat keadaan kekasih nya itu ternyata benar.
"Siapa?" Tanya lemas Nicholas.
Olivia menggeleng, jelas ia tau seperti apa emosi Nicholas dan jika pria itu tau bahkan rekan bisnis dari Papa nya lah yang membuat diri nya menjadi seperti ini. Maka berakhir lah sudah kerja sama mereka.
"Siapa Olivia, siapa?!!" Nada bicara Nicholas seketika naik satu oktaf, kedua tangan nya memegang bahu Olivia. "Katakan siapa, aku akan membunuh pria sialan itu!"
"Tidak Nicho hikss,, ini semua salah ku, aku mengkhianati mu hikss"
"Tidak, aku tidak percaya! Kamu hanya mencintai ku, Oliv!" Bentak murka Nicholas. "Katakan saja siapa pria sialan itu!"
"Aku yang mendatangi nya, aku mengkhianati mu Nicho!" Teriak frustasi Olivia. Melepas kedua tangan Nicholas dari bahu nya dan menjauhi tubuh pria itu.
"Oliv.." Nada bicara Nicholas kembali melemah, tangan nya mencoba menggapai lengan Olivia.
"Katakan pada ku sayang, aku tau kamu tidak seperti ini dan pasti kamu di perkosa 'kan? Benar 'kan?"
Kepala Olivia terus menggeleng, ia sendiri tidak tau bahwa diri nya di perkosa atau tidak. Karena saat itu mereka sama-sama mau atas dasar Olivia yang meminum obat perangsang tersebut.
"Aku mengkhianati mu, Nicho. Aku bukan perempuan baik-baik" Teriak Olivia seraya menyeka kasar air mata nya.
Setelah nya wanita itu melewati tubuh Nicholas dengan cepat, berniat keluar dari apartemen itu. Namun langkah nya terhenti begitu tangan Nicholas memeluk perut nya sangat erat.
"Jangan.." Ujar Nicholas bergetar. " Jangan tinggalkan aku lagi. Aku akan menerima semua ini, aku tidak bisa hidup tanpa mu hikss.. "
Mendengar itu, bukan nya merasa tenang hati Olivia semakin tercubit. Nicholas benar-benar pria yang baik, tidak pantas bersama nya.
"Aku tidak peduli sekarang kamu gadis atau pun wanita, sejak awal aku mencintai mu bukan karena ini"
"Tidak Nicho, aku tidak pantas untuk mu. Kamu pantas mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari ku"
"Mereka bukan kamu, aku cuma mau kamu sayang.." Nicholas semakin membenamkan wajah nya pada ceruk leher Olivia.
Tangis sepasang kekasih itu terdengar begitu pilu, tidak ada yang menduga bahwa hal seperti ini akan menimpah hubungan mereka yang akan melangkah ke jenjang yang lebih serius.
...----------------...
"Saya tidak mau tau, temukan Olivia dalam waktu dua hari!!" Hardik murka Marvin melemparkan pajangan di meja kerja nya ke arah beberapa pria berpakaian hitam di hadapan nya.
"Kami sedang mengupayakan berbagai cara untuk menemukan nona Olivia, tuan. Hanya saja jejak terakhir nya terlihat di Jalan Vangou"
"Arrghh!!" Marvin mengerang marah, memukuli tembok tanpa memperdulikan tangan nya. "Cari di daerah sekitar, dalam dua hari Olivia harus di temukan jika tidak keluarga Kalian yang akan saya buat menghilang!"
"Baik tuan"
Beberapa pria itu pun bergegas keluar dari ruangan Marvin, ancaman pria itu tidak pernah main-main.
Napas Marvin memburu, di saat seperti ini rasa sakit itu menyerang.
"Tenang kan diri anda, sir. Nona Olivia tidak akan pergi jauh" Ucap khawatir Rio seraya menyodorkan sebotol air mineral di hadapan sang bos..
"Singkirkan itu"
"Anda harus minum, sir"
"Aku bilang singkirkan, sialan!" Marvin murka, menyentak botol tersebut hingga jatuh ke lantai sana.
Pertama kali nya dalam hidup Rio selama menjadi asisten Marvin melihat bos nya seperti ini. Biasa nya semarah apapun pria itu, ia akan tetap meminum air pemberian nya dan sangat mementingkan kesehatan nya.
"Sir.."
"Keluar!" Titah Marvin tak ingin di ganggu.
"Tapi anda.."
"Aku bilang keluar, brengsek!"
...****************...
kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
lupa klo suaminya mudah tantrum
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan